Oleh : hendry lbn Gaol
Maka kamipun kecewa dan ga jadi bermandi ria disana.
Usul: FIP buat tim wisata Guide dong???!!! Jasa guide diberikan tarip nya.Semoga wisata Pakkat cepat maju!!
Sepenggal kalimat saya quote di tulisan ini yang saya cut dari sebuahcomment yang disampaikan oleh inang Berlianan br Purba, pada topik wisata Sipulak. Setelah kupikir-pikir, memang benar juga adanya dan sangat bagus usulan ini. Dengan cepat, saya sampaikan usulan ini kepada beberapa rekan FIP di Pakkat, Ade Candra Sihotang via SMS, yang walaupun belum mendapat respon dari rekan ini tentang usulan ibu Berliana ini. Saya melihat usulan ini sangat bagus dan konkrit, mengingat begitu banyak tempat wisata di Pakkat yang belum tereksplorasi dengan baik. Daerah tujuan wisata ini umumnya sangat dekat dengan pusat kota Pakkat. Hanya hitungan beberapa kilometer saja.
Sungguh sayang kalau orang Pakkat tidak melihat karunia Tuhan yang begitu indah ini bila tak bisa dimanfaatkan dengan baik.
Berikut komentar tambahan dari Jaullus;
Mauliatema di Partukkoan on. godang dope si munculhononhon songon namo sorangan, sappuran simandame, Sappuran simulakulak di simatabo, jala godang dope akka nakettek-kettek, alai bagak idaon
Semua adalah kekayaan alam Pakkat yang harus kita promosikan sehingga Pakkat bisa dikenal orang luar lewat parawisata ini.
Simpulan sementara yang saya ambil adalah ada beberapa lokasi wisata yang jarang kita kunjungi. Sebut saja misalnya NamoSarangan, Sampuran Simulakulak di SImatabo, Sampuran Simandame, hingga pendakian Dolok Pinapan dan ada satu lagi di Sijarango, saya lupa namanya. Ide ini saya langsung utarakan kepada rekan Ade, tidak lebih supaya dia bisa melihat dan memikirkan tentang apa yang saya maksudkan. Alinea berikut saya coba sampaikan dalam bentuk opini saya.
GUIDE TOUR.
Seperti yang saya kemukakan di atas, maka saya telah memberikan respon atas usulan ini, dengan menyampaikanya kepada seorang generasi muda di Pakkat. Harapan saya, usulan ini bisa di tindaklanjuti dengan membentuk sebuah tim yang nantinya bisa menjadi guide bagi setiap orang yang akan mengunjungi beberapa lokasi wisata ini. Dan nantinya merekalah yang akan memandu sekaligus menjadi tim pendamping bagi wisata di sana. Tim inilah nanti yang akan dihubungi oleh setiap wisatawan yang ingin berkunjung ke semua tempat wisata yang ada di Pakkat.
Saya yakin akan banyak yang tertarik dengan program ini, mengingat masih banyak yang peduli dengan kondisi kecamatan Pakkat yang hingga saat ini masih ‘anak tiri’ dari kabupaten Humbang Hasundutan.
Bila ini bisa direalisasikan, maka setiap perantau yang pulang kampung akan bisa menikmati wisata yang tiada duanya didunia ini. Pengalaman pribadi saya, setiap pulang kampung maka saya selalu di komplain oleh pardijabu dengan menanyakan apa nggak ada tempat wisarta di Pakkat. Ketika saya tunjukan foto Sipulak dan bilang kalau daerah ini hanya beberapa kilometer di belakang rumah kita, maka dia mengusulkan bagaimana kalau daerah itu dijadikan tempat wisata??.
Atau, mungkin seperti pendapat inang Berliana br Purba yang saban bulan pulang ke Pakkat dengan membawa rombongan dari Jakarta, lalu ketika mau berwisata, tak ada tempat yang mau dikunjungi karena tidak tau dan tidak ada yang bisa dijadikan sebagai guide?.
Banyak anak muda di Pakkat dan desa-desa disekitarnya yang bisa diajak kerjasama, dijadikan sebagai pemandu wisata. Tinggal bagaimana kita membentuk wadah dan organisasinya. Saya yakin, melalui promosi baik elektronik, koran dan media lainya, lambatlaun Pakkat akan di kenal sebagai daerah tujuan wisata alam.
Memang sungguh memalukan sebagai orang Pakkat, saya belum pernah sekalipun mengunjungi Sipulak, Pollung, Namosarangan, Dolok Pinapan, Sampulak simulakulak, dsb. Mungkin masih banyak yang seperti saya bukan??.
Mungkin usulan ini sedikit terlalu mengada-ada, tapi saya yakin, dengan semakin seringnya kita mempromosikan tempat wisata di Pakkat, lambat laun, Pakkat menjadi sebuah kota tujuan wisata dan tentunya akan menambah kemakmuran masyarakat disana bukan??.
Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:
Memang sungguh memalukan sebagai orang Pakkat, saya belum pernah sekalipun mengunjungi Sipulak, Pollung, Namosarangan, Dolok Pinapan, Sampulak simulakulak, dsb. < Toho do nian ,molo dang hea ni dalanan,, alai ikkon maklum do hita molo hita di pakkat,,,,,,,,,,,,,,,,alana gogotta ditikki sikkola dohot sae sikkola sae di suruh do karejo,, dang tarhona mardalani… Molo POLLUNG on di dia do??????????????. Sukses Pakkat Kota Tercinta.Horas
[Balas...]
Risma:
August 18th, 2009 | 10:29
Unang sukkun Pollung, dohot museng Sipulak,Namosarangan,Dolok Pinapan,Sampuran Sipulak, dang kian hubotoi.. tikki di Pakkat najoloi mulak sikkola nunga adong roster tu hauma marbabo,manggisgis, botari mamahan hurje, borngin ngamondokondok je dang sanga mangapil be.. ari minggu pe disuru manjomur eme jim hian. alai nang pe songoni usulan na dengan hiiian doi, wisata Pakkat je dohot ma au mendaftar 3 halak.
[Balas...]
Tutu hian do pandok ni kak Risma on dohot artikel ni Ito Hendry on.. Au sandiri sahat tu sadarion manang aha tempat wisata di Pakkat dang dope hea hudalani. Namosarangan ninna, Sipulak dope, Aek Nabara, Dolok Pinapan, sahat tu sampuRAN Sipulak dang nitanda i. Paling sian foto gabe naeng ingin iba mangida langsung. Setuju hian do au molo adg dibaen tim khusus songon nidok ni Ito Hendry on asa molo mulak iba tu Pakkat menjelajah jo nian.
Mauliate
[Balas...]
Risma:
August 18th, 2009 | 13:11
Yusty.. molo naeng menjelajah ho sotung lupa ho mamboan tugom,ubat mera,norit,dohot tukkot,tali bayon atik boha naek bitis ho alani doa na sona boi mar RBT tu Sampuran Sipulak,Dolok Pinapan,Aek Nabara,pollung,namosarangan.
Alai tung na denggan doi saran i sai anggiat ma terlaksana, asa tamba muse pancarian ni akka par huta manamba lahan pekerja “Guide Pakkat City”
Majuuu, terus…
[Balas...]
Molo hamu kadua Anggi Risma,Yusty manjalajah tu daerah Wisata i satuju do au jala molo dung denggan dalan nai kaboa ma ,ipe asa ro au mardalani songon na piknik…ha..ha..ha….
[Balas...]
Risma:
August 18th, 2009 | 16:09
iteeeeng sitau hian Ka linda on.. jolo dengganpe dalani di tastas ipe asa ro menjelajahi wisata Pakkat ipe jolo denggan dalani. dang tabo songoni ikkon dohot do manantasdalani.. alai 2010 ikkon terlaksana doi ba dohot ma ho Ka Linda..unnag holan hami dohot si Yusti.
[Balas...]
Anggo otakkni Sappuran Sipulak, DolokPinapan, Sappuran Namosarangan, Sappuran Pollung, nungga hian he jelajahi i.
au pe taho pemandu muna.
[Balas...]
Risma:
August 19th, 2009 | 10:51
alai dang sibayar da… garatis ma kale, alana namambuat lahan ni par huta doho kale jadi garatis do attong hahahha… tunggu 2010
[Balas...]
Denggan hian ma tutu usulan on, ai so adong be nahurang kan? tinggal melaksanahon nama. Bereng hamu ma dah, ai penjelajah terkenal dihita on nungga adong kan? Ate PARBATTO> tinggal transfer pengetahuan sian PARBATTO nanaung terkenal di Jogya on tu akka dongan Tim Nas ian Pakkat. Sebenarna adong dope donganta jago panjat tebing nasian Pakkat, jala nungga terkenal di Malang jago panjat tebing ima ito Anna Nainggolan, ito ni lae PamBIDIK alias BIDICOFF.
Nah marilah kita mulai, dengan perencanaan yg matang dan pengorganisasian yang baik, pasti akan tercapai:Tour To Pakkat 2010.
Sukses
[Balas...]
Tommy:
August 25th, 2009 | 16:15
@swandy sihotang,
Horas ma di hita saluhut.
Mengenai peta yang akan menjadi ‘target’ wisata di Pakkat, sama sekali belum ada dan belum pernah saya lihat. Maaf, detail Pakkat belum semua saya jalani. Ironis memang, sementara hutan di Pulau Jawa dari Ujung Kulon sampai Taman Nasional Baluran (Banyuwangi serta Madura (daerah Pantai) dan Bali (Gunung Agung) serta Lombok (Gunung Rinjani) sudah saya jalani.
Saya masih menyimpan keinginan untuk bisa menyusuri Pinapan, daerah-daerah air terjun lain, karena saya sangat menyukai kegiatan seperti ini. Walau nota bene, tenaga pasti sudah tidak sekuat dahulu (sai hira nungga ompung2 akke…he he).
Di Pakkat, saya hanya tau lika-liku hutan Simarsik (bisa kelihatan Laut Biru nun jauh di sana), lalu sekali ke Pollung itupun waktu saya masih SD kelas enam, bersama bapak yang waktu itu wali kelas pada kelas 1 V SMA RK.
Sementara di daerah Pinapan, hanya sampai ke Huta Ginjang dan Sipagabu, itu pun karena ikut pulang kampung anak kos di rumah. Saya lihat gambar bahwa di daerah Pinapan ada gua vertikal, saya sendiri belum pernah kesana.
Sementara di daerah karst Yogyakarta dan Pacitan, kita sudah eksplorasi baik gua vertikal maupun horizontal. Gua horizontal relatif lebih sulit karena memakai ‘rope static’ (tali khusus yg mampu menahan beban dalam hitungan ton), dilengkapi peralatan lain ‘ascender, descender figur 8, sling dll termasuk head lamp.’ (Peralatan rigging =pemasangan lintasan).
Untuk gua horizontal seperti yang di Pinapa, sebenarnya untuk ‘safety procedures’ tetap harus menyediakan alat-alat ini, karena bisa saja ada jalur yang menurun, jadi perlu memasang rig untuk pegangan dlsb.
Dalam ‘Tour de Pakkat’ yang akan dipikirkan, sangat perlu peralatan-peralatan standar untuk berkegiatan di alam bebas, sehingga resiko akan semakin minimal. Apalagi ditujukan untuk wisata. Sebab, sangat perlu dihindarkan resiko yang paling buruk kepada peserta yang bisa menyebabkan kecelakaan atau bahkan resiko kematian.
Semoga terwujud di Pakkat, sebab semuanya cukup representatif. Ada caving (susur gua), ada hiking (Pinapan sekitarnya beserta camping ground), lalu mungkin saja rafting (arung jeram), atau mungkin climbing di sisi-sisi batuan air terjun (walau mungkin agak berbahaya karena batuannya muda, berbeda dengan batuan tua atau karang di tebing2 pantai, tetapi bisa disiasati dengan memakai pohon sebagai ‘main anchor’ atau titik pengaman utama).
Bisa juga wisata agro – industri seperti yang dikemukakan ito Berliana serta lainnya yang masih menyimpan potensi seperti bersepeda ria (down hill) dari Sipagabu misalnya sampai Pakkat.
Songon i ma jolo saotik, semoga berguna.
Horas,
[Balas...]
Banyaknya potensi daerah pakkat yang di munculkan FIP, semakin tidak tau dari mana kita mulai.
Napa di si Jarango bisa dijadikan danau buatan yang sangat indah, dan gampang untuk di bentuk. karena napa tersebut dilalui aek sirahar yang sangat jernih airnya, (hampir sama dengan aqua) dan pelepasan air di sebelah kanan haroroan si Jarango I dari Pakkat berada diantara dua tebing, kalau itu di tutup secukupnya, napa sijarango bisa menjadi danau yang sangat jernih.
[Balas...]
swandy sihotang:
August 19th, 2009 | 13:35
Kita mulai dari apa yang bisa kita mulai. dan kita sudah memulai-nya dengan satu upaya yang tidak kecil yaitu memposting foto-foto tersebut disini dan mendiskusikannya. Satu persatu muncul lagi tempat-tempat wisata yang lain, yang ito Risma sendiri misalnya belum pernah melihatnya bahkan beberapa nama wisata pakkat tersebut-pun masih asing baginya (hape au pe tong do nian songoni heheh).
Tidak harus FIP yang memulai, banyak orang-orang Pakkat sendiri yang belum mengetahui potensi ini, dan kita harapkan mereka pun mau berbuat sesuatu. Bahkan tidak orang Pakkat pun tapi melihat potensi ini bisa diandalkan kenapa tidak? yang penting sesuai dengan prosedur, dan tidak menjadi merusak alam dan masyarakat Pakkat.
Ide dari teman-teman untuk membentuk satu Tim Guide wisata Pakkat akan kita follow up.
Amang Jaullus, percayalah bahwa apa yang telah kita rintis ini akan berkesinambungan kepada adek-adek kita kelak. Kita baru SINASTAS NAMBUR, dan mudah-mudahan, jalan-jalan setapak itu akan kita buka.
MERDEKA!!!
[Balas...]
Rosmei Elista Pardosi:
August 19th, 2009 | 22:31
@swandy sihotang,
Dosniroha do sibaen nasaut. ima tu tu…
lebih cepat lebih bagus lanjutkan….
[Balas...]
mauliate ma disude par pakkat tarlumobi tu akka gambar-gambar na dibagas i,saonari ahu dimalaysia tung sombu sihol mamereng sude akka haulion na adong di huta.Sugari jonok naeng nian hita rappak lao tu si somgon na picnic,heeeheee
[Balas...]
Buta tim yg memuat berita pasahat hamu tabekku tu pak samuel marbun na adong dipasar,salam buat pakkat tercinta smp jumpa 2010.
[Balas...]
Pas doi kak Risma, bincan boi dope hadalanan. alana dang tar ulahan mulak poso…songon pandok ni kak Risma ikon boanon tukkot,ciba , norit…alai molo boi tu dolok pinapan majo asa tabuatjo mas nabalgai ate kak?he he he ( boha caranii ).kak dokon jo tu ito Hendry i asa disediahon onta.mauliatema.
[Balas...]
Risma:
August 20th, 2009 | 14:25
Rosmei, dang adong Onta nisi Hendry jolo laoma tu Mesir mangalap Onta hehehe. alai ikkon mar dalan Pat dotabo tu Dolok Pinapan, Sampuran Sipulak.Pollung, asa berkesan pos roham adong do Penjelajah na mahir ima PARBATTO ninna Si Swandy je tinggal mangatur tikkin nama. tabonai akke molo terlaksanai.. maridi di sampurani marumbangumbang mallange.. eh tahe holan angan-angan nama andigan ma… Pakkat oh Pakkat, kesan naso tarlupahon mogap di SITAHUIS Kwakakakak
[Balas...]
BENVENUTO IN PAKKAT (Italiano) = BIENVENIDO A PAKKAT (Spain) = WILLKOMEN BEI PAKKAT (Deutch) = WELKOM BIJ PAKKAT (Dutch) = BIENVENUE DANS PAKKAT (Franch) = HORAS PAKKAT !!
[Balas...]
mauliate tu admin nga hubereng be namosarangan alai dang boi pittor mallange au alai nga sombu sihol ba. GBU
[Balas...]
Holan marangan – angan do Kak Risma nunga senang boa molo dung saut rerlaksana….amangtahe soi mara tabona marlange,bercanda brsama.bersukaria .eeeee kota pakak sai masihol do iba mulak .autsurama jonok nunga tiap minggu iba mulak ai sai masihol do iba mangalang kue panukkup,lomang dohot pocal gomak nisi Nung br hombing.
[Balas...]
Waaah!!! Senang sekali akhirnya ada paket “TOUR THE PAKKAT”. Saya bakalan menjadi salah satu tuan rumahnya karena sekarang sudah menjadi penduduk Pakkat.
Sejak 18 Agustus 2009 baru2 ini BRI Unit Pakkat sudah on line sehingga pasti akan menunjang kelancaran peredaran uang di sana dan bagi wisatawan tidak perlu kuatir dgn membawa-bawa uang tunai lagi.
Juga sudah ada perpustakaan. Tinggal ditambah booklet2 tempat wisata.
Sebagai tambahan paket wisata, pabrik pemrosesan nilam kami juga dapat dimasukkan sebagai bagian dari wisata alam/industri.
Juga, akan ada oleh2 dari Pakkat setidaknya akan ada “Manisan Salak Pakkat”.
Di Pakkat kita tidak perlu kehilangan hiburan2 apik karena CV PAKKAT PRIMA PATCHOULY (bukan sekedar nama Pakkat, memang berdomisili di Pakkat dan telah perijinan dari Pemda Humbang Hasundutan)telah resmi ditunjuk dan berjalan sebagai ‘DEALER INDOVISION’
PT Pakkat Internasional Indonesia yg juga berdomisili di Pakkat, telah ditunjuk sebagai Distributor Utama pupuk kompos TRITANI dan telah terlaksana omzet pertama 1000 karung pupuk yg telah dikirim ke Tapsel. Wow!!! Apa yang ada di Pakkat sudah lebih dari baru dimulai.
Meminjam kata2 ito Ricardo Marbun saya juga mendukung agar kita: “Tetap Semangat”
Horaaaaaasss,
Berliana br Purba
[Balas...]
Togar P M P Sidabutar:
August 24th, 2009 | 07:55
@Berliana Purba,
Selamat dan Salut atas segala yang telah Ito upayakan dan lakukan untuk kemajuan Pakkat.
Tuhan memberkati, sukses untuk Anda.
Horas
[Balas...]
Jalan Dolok Sanggul – Pakkat sudah bagus lho! Muluuuusss!!!
Wellcome Pakkat!!! Horas Pakkat!!!
[Balas...]
Semangat au mambege cerita Eda Berliana Purba on naeng ittor mulak iba nian mamereng akka kemajuan ni Pakkat nga masuk be hape hiburan Indovision dohot dalan ninna nga mulus ( sudah bagus), toe anggi Risma ,anggi Rosmei andigan hita mar piknik tu Pakkat hutatta nauli i unang lupa hita mamboan oleh2 manisan salak.songon na marlange-lange alai unang songon si Risma mogap ninna di Sitahuis.ha..ha..ha….
[Balas...]
Horas….
Semangat au mambege cerita Eda Berliana Purba on naeng ittor mulak iba nian mamereng akka kemajuan ni Pakkat nga masuk be hape hiburan Indovision dohot dalan ninna nga mulus ( sudah bagus), toe anggi Risma ,anggi Rosmei andigan hita mar piknik tu Pakkat hutatta nauli i unang lupa hita mamboan oleh2 manisan salak.songon na marlange-lange alai unang songon si Risma mogap ninna di Sitahuis.ha..ha..ha….
[Balas...]
Risma:
August 24th, 2009 | 15:59
Kwakakaka hahaha ido Ka Linda, mogap au di Sitahuis Water Boom,, ditarik si Sinta br Simamora pathu ala mogap ibana tartakkupna pathu gabe ditarik je mogap ma hami nadua..huinum aek gok..je molo mulak Tour Pakkat dang tu Sitahuis auba, tu AEK NABARA do au dht tu sampuran Sipulak, dht Pollung.
[Balas...]
Untuk mendukung keberhasilan Tour De Pakkat, diperlukan tempat2 penginapan, baik berupa hotek, villa, ataupun Mess, sehingga para perantau Pakkat bagus sekali untuk mengikuti saran dari ito Jesron Debataraja yg saya kutip dari komentar di “Pakkat menurut saya” sbb:
1. -
2. Tabaen be jabutta denggan-denggan di hutatta, unang attong di puncak manang na di pengalengan di baen angka paradongan i villa na.
Ima jo sian au ba, baen be sian hamu.
Horas ma di hita saluhutna.
Jesron Debataraja.
- nah, villanya mungkin bisa dipakai sendiri bersama famili2 yg mungkin ikut wisata, bisa juga disewakan kepada wisatawan yg tidak punya keluarga di Pakkat.
Villa dan bentuk2 penginapan lain bisa didaftarkan kepada tim wisata untuk diinformasikan dibrosure wisata.
Selamat menyambut tahun wisata Pakkat 2009.
Wellcome to Pakkat
Berliana Purba
[Balas...]
Hendry:
August 25th, 2009 | 13:21
@Berliana Purba, Bisalah kubayangkan akan ada VILLA di Sitahuis atau di UCCIM…teekkk….
lalu ada villa di BATOOAN, anak gunung DOLOK PINAPAN…daga tutu akke…..hebat nai ra i
[Balas...]
swandy sihotang:
August 25th, 2009 | 13:30
disabola dia do Batooan on tahe?
[Balas...]
Berliana Purba:
August 25th, 2009 | 19:53
@Berliana Purba,
Maksudnya selamat menyambut tahun wisata Pakkat 2010 !! Horas!!!
[Balas...]
Membaca artikel Sutradara dari pakkat, saya pikir sangat bagus kalau bisa pementasan teater koma menjadi salah satu bagian acara yg dimasukkan dalam paket Tour De Pakkat.
Juga, bukankah akan semakin lengkap kalau ada juga yang berkarya di bidang seni lukis? sehingga ada karya yang bisa dijual kepada wisatawan yang tentunya meningkatkan ekonomi masyarakat Pakkat. Mungkin bakat terpendam bisa dicari di sekolah2?
Mungkin orang2tua di Pakkat pun bisa mengajarkan kembali ketrampilan membayon kepada anak2 muda yang suka kerajinan tangan untuk membuat keranjang salak sehingga kemasannya lebih menarik sebagai oleh2 daripada di plastik kresek.
Semoga Tour De Pakkat memberikan banyak inspirasi bisnis kepada masyarakat Pakkat.
BP
[Balas...]
Horas ito Berliana Purba. Ai sai lulu-lulu do roha di hamu, songon na nga leleng ndang mullop inna roha, hape iba do tong na leleng ndang mullop dibulan-bulan na lewat.
Salut !!! dan sudah ito buktikan untuk jadi bergerak membangun PAKKAT sesuai rencana yg kita bahas waktu di HARMONI (Duta Merlin) beberapa Bulan yl. S’LAMAT DAN SUKSES YA ITO !.
Tu rencana TOUR DE PAKKAT, songon na rencanahon di awal-awal pertemuan “PEMBENTUKAN FIP”, naeng ma nian PEMDA Pakkat tetap dilibatkan (ini MERUPAKAN KEWAJIBAN BAGI PEMDA PAKKAT) untuk persiapan :
- Pembentukan RUTE JALAN MENUJU LOKASI(nangpe jalan MOCCI/tikus.
- LOKASI ISTIRAHAT tempat “MEMANDANG” (nangpe holan tanda-tanda lokasi tano datar untuk posisi na strategis).
Songon na hu singgung di awal (lembaRan awal) WEB / PARTUKKOAN on, Nian porlu do asa masuk dalam KURIKULUM /EKSKUL songon sada KARYA TULIS (“laporan kunjungan” ni tiap murid na di PAKKAT nian tu daerah-daerah tujuan wisata i.
Dampak ni i, diharaphon:
- Asa lebih mengenal dan mencintai Pakkat.
- Sebagai sarana promosi tu masyarakat luas yang dapat berdampak jangka panjang.
- Paling tidak, JALAN MENUJU LOKASI akan lebi lancar, alana NGA JOT-JOT RABBA I HONA TAS-TAS dibahen akka pengunjung/ jolma i.
Asa lebih mendukung RENCANA “TOUR DE PAKAT”, huhilala inna rohakku, PORLU MA TA CANANGKAN MULAI NUMAENG ” VISIT PAKKAT YEAR ” na sekaligus didukung akka PETA WISATA na binahen ni Amanta ADMIN, Anggi niba HENDRY & SWANDY.
Mauliate ma, SUKSES PAKKAT adalah SUKSES KITA SEMUA.
Horas Jala Gabe, Tetap Semangat dan GBU Amen.
Awalan
[Balas...]
Terimakasih Ito Marbun!!! Doa kawan2 memberikan semangat kepada kerjasama kita semua khususnya untuk pembangunan Pakkat, yang sebenarnya pembangunan untuk kita juga.
Nah!!! Saya pikir kalau saya sudah mulai pasti ito tidak akan lama lagi mulai melanjutkan rencana pembangunan perumahan yg ito utarakan dalam Pertemuan Harmoni! pertemuan untuk keHARMONIsan pembangunan Pakkat!!
Sepertinya pemerintah mulai melirik pembangunan di Pakkat karena khabarnya Oktober 09 ini akan jalan dari arah Temba ke sepanjang jalan Batugajah akan mulai diperbaiki. Apalagi katanya ringroad Pakkat Simarsik akan dibangun sebagaimana tulisan dalam Web ini.
Ide mengenai karya tulis di Sekolah itu benar sekali, selain mempromosikan wisata Pakkat, juga memberikan waktu bagi siswa untuk menikmati alam sekitar mereka jangan hanya mangula di Tombak seperti banyak pendahulu mereka. Mungkin saja seniman lukis pun akan bermunjulan.
Horasma di hita sude!!!
[Balas...]
horas….
tung mansai las ma nian roha umbege barita “Tour de Pakkat” on.Tutu ma nian bagak ni huta taon,dang talu sian piga-piga tempat wisata na hubereng di tano jawa.
alai,manukkun majo au adong do tahe tour and travel di huta taon ??????
sekalian,molo adong dongan niiba,na mambuat jurusan usaha jasa pariwisata,mohon biodatanya….
horas…..
[Balas...]
Tour de Pakakat 2010 telah dicanangkan, maka mari kita sukseskan!
Sekarang kita telah memasuki tahun 2010, keinginan saya adalah berada di Pakkat di pembukaan tahun ini tetapi harus berada di tempat jauh di Kalimantan. Namun hati tetap berada di sudut2 Kecamatan Pakkat, memikirkan hal-hal yang dapat segera dilakukan.
November lalu, saya telah membicarakan dgn Ibu Camat untuk kerjasama pengelolaan Goa Banuarea sepanjang 4 Km dengan memasang lampu di sepanjang Goa dengan tenaga Genset. Akan ada retribusi yg murah untuk operasioanal. Direncanakan mulai dikerjakan Februari 2010 dipimpin oleh abang Badjongga Purba, ahli Elektro, yg akan kerjasama dgn lulusan STM yg ada di Pakkat;
Untuk mendukung wisata tersebut kita perlu menyediakan sedikitnya 1 mobil wisata dgn kap terbuka tetapi pakai atap (seperti di Ancol) yg akan melintasi semua tempat2 wisata sesuai Peta Wisata Pakkat dgn jam terjadwal, parkir tetap di depan perpustakaan FIP
Menanam bunga terompet kuning yg selalu ada bunganya dan bougenfil sepanjang jalan ke pemandian Sitahuis (secepatnya krn bibit sdh tersedia); membuat pojok Temba (disebelah jembatan) sebagai Pusat Souvenir, dgn mengajak penduduk yg berada di pojok Temba berdagang Souvenir disamping kegiatan sehari-hari selama ini (hal ini utk menghindari pusat Kota Pakkat agar tidak terlalu sesak). 11 lusin jeans pria dan wanita telah dikirim ke Medan untuk segera dipasarkan di Pakkat dengan harga dibawah harga pasar di Kota. (sementara belum pakai merk Pakkat).
Kawan-kawan yang lain mungkin sudah ada rencana lain agar kita sinergykan dengan FIP dan Ibu Camat.
Ayo kita sukseskan Tour to Pakkat 2010! HORAS!!!
[Balas...]
Tommy:
January 4th, 2010 | 11:54
@Berliana Purba,
Horas…Lambungkan semangat Tahun Wisata Pakkat 2010…
Oh ya, saya sedikit komentar mengenai rencana Pengelolaan Gua Banuarea sepanjang 4 km. Pemasangan lampu sepanjang gua AKAN MERUSAK HABITAT GUA itu, yaitu habitat flora dan fauna yang hidup di dalam Ekosistem Gua tersebut. Ada ratusan spesies flora dan fauna dalam gua, terancam akan menjadi rusak karena cahaya lampu (karena tidak alamiah). Alam Gua Banuarea terbentuk secara alamiah, jadi ketika ada masuk cahaya buatan (lampu) seperti yang diutarakan diatas, maka pasti akan membawa pengaruh kepada habitat yang hidup di dalam dan sekitar gua seperti perubahan kebiasaan tumbuhan dan hewan yang ada didalamnya. Juga, stalagmit dan stalagtit yang tumbuh selama ratusan tahun dalam tiap millimeter, apakah masih berlanjut ketika cahaya lampu ada? Bagaimana dengan kehidupan kelelawar atau fauna lainnya dengan kehadiran cahaya di dalam gua sepanjang 4 km itu? Saya sangat yakin akan ada dampak kerusakan habitat pada kehidupan ekosistem alami Gua Banuarea jika dilakukan pemasangan lampu yang walaupun tidak setiap hari dinyalakan. (Coba telusuri Speleologi, ilmu yang mempelajari tentang gua)
Dalam prinsip penelusuran gua (caving) ada pakem yang tidak pernah dilupakan dalam kegiatan ini (berlaku diseluruh dunia) bahwa hanya jejak kakilah yang boleh tinggal di dalam gua. “Leave nothing but footprint”, berarti juga bahwa tidak ada yang boleh ditinggalkan di dalam gua. Secara ilmiah pasti sudah terbukti. Kecuali gua buatan seperti untuk kepentingan tambang, yang awalnya tidak memiliki habitat suatu ekosistem tertentu.
Jadi sebaiknya, pemasangan lampu di sepanjang 4 km Gua Banuarea TIDAK DILANJUTKAN. Kalau toh mau memasang lampu, hanya di pelataran ‘mulut gua dan ‘pintu keluarnya’ saja, selain menghemat dari segi biaya, yang paling FATAL tidak terjadi yaitu merusak Gua Banuarea itu sendiri.
Horas…mauliate…
[Balas...]
Berliana Purba:
January 4th, 2010 | 17:20
@Tommy, Trims ito Tommy untuk infonya! Niat hati memasang lampu adalah supaya nyaman menikmati lekuk-lekuk Goa. Tetapi kalau malah membuat seisinya tak nyaman, maka Tidak Usah dipasang lampu. Sebagai gantinya akan kita sediakan fasilitas Senter di dahi yg dilekatkan di kepala plus pemandu yang sudah akrab dengan sudut-sudut Goa. Ibu Camat Pakkat br Marbun menyatakan kepada saya bahwa beliau bersama2 pengunjung lainnya pernah menembus Goa Banuarea dengan menggunakan senter di dahi. Selain ito Pahala Manalu yang juga pernah ke Goa Banuarea, tentu ada pengurus FIP yg ada di Pakkat yang dapat selalu siap sebagai Pemandu. Mari kita berguaria di tahun ini!!!
[Balas...]
Tommy:
January 5th, 2010 | 10:40
@Berliana Purba, Syukurlah kalau tidak jadi dipasang lampu. Betul, untuk penelusuran agar lebih nyaman, lebih baik memakai ‘head lamp’, banyak tersedia di toko khusus yang menjual peralatan petualangan. Lampunya kecil tapi sangat terang karena jenisnya LED. Hal itu lebih nyaman dari senter karena dengan menggunakan lampu kepala itu kedua tangan masih bisa berfungsi (hands free).
Oh ya, apabila teman-teman punya waktu dan kebetulan berkunjung ke Yogyakarta, saya akan kontak teman saya disana apabila ingin melakukan kegiatan ini. Daerah Karst yaitu di Selatan Yogyakarta (Pantai Selatan) adalah surga bagi para Caver. Dari yang horizontal sampai vertikal, dari yang kering sampai yang ada airnya seluas lapangan bola bisa dijumpai disana, semua dilakukan dengan nyaman dan sesuai dengan prosedur keselamatan kegiatan. Kemudian, anda tentu saja ‘berkewajiban’ share pengalaman untuk penggiat kegiatan ini di Gua Banuarea he he…agar para pemandu makin mantap.
Dua paket yang menurut saya bagus adalah, Penerlusuran Gua Banuarea plus hiking dan camping ground di Pinapan. Lalu, lintas alam dan berkemah di Sipulak.
Horas Mauliate.
[Balas...]
Berliana Purba:
February 2nd, 2010 | 10:23
@Tommy,
Hari ini siap dibawa ke Pakkat 20 bh lampu portable rechargeable, terdiri dari 10 bh yang 20 watt dan 10 bh yang 10 LED , ditambah 10 bh Head light yang 3 LED. So, sudah siap dong berpetualang ke Goa Banuarea bersama tim Guide dari FIP. Hayooo!!! Bergegaslah liburan ke Pakkat!!!! Wellcome!!!!
[Balas...]
admin:
February 2nd, 2010 | 10:31
@Berliana Purba, wah…perkembangan terbaru nih….ayo, par pakkat, maju terus. Ito berliana, kapan mau masuk ke gua banuarea itu>>???
[Balas...]
Berliana Purba:
February 2nd, 2010 | 11:37
@admin, Hmm… rencananya saya mau ikut tim ke Gua Banuarea Kamis, tgl 4 minggu ini to! Refreshing to, setelah 2 bulan mondar-mandir ke Kalimantan. Rasanya dah kelamaan nggak lihat Pakkat karena akhir tahun saya tidak bisa pulang kampung. Tentunya saya ikut Tim Guide dari FIP to! Saya sudah hubungi ito Pahala kemaren untuk dikordinasi dengan Tim FIP di Pakkat. Tentu saja kami akan siapkan juga foto-foto di sana…dan kami kirimkan ke ito untuk melengkapi pakkatnews!
[Balas...]
Berliana Purba:
February 6th, 2010 | 15:39
@admin, Horas ito! Saya sudah berada di Medan lagi karena kemaren hari Jumat ada pertemuan yang harus saya hadiri. Hari kamis tgl 4, minggu ini saya gagal menuju Goa Banuarea karena belum ada tim yang siap pada hari kerja, mungkin cocoknya hari Sabtu atau Minggu/Libur. Karenanya saya akan menyusun tim Support dari Sitinjo dan Banuarea yang akan bekerjasama dengan tim FIP dan diharapkan tim ini bisa ready setiap hari. Peralatan lampu dan Headlight telah tersedia di kantor PT Pakkat Internasional Indonesia. Jika ada yang membutuhkan seilahkan datang ke kantor kami di Sitinjo. Ke depan, sebaiknya ada Badan Pengelola Wisata yang terdiri dari unsur pemerintah, FIP, dan PT PII. Seraya berjalan bisa sama-sama kita pikirkan. Semoga kita bisa menyajikan dan menikmati wsata yang menyenangkan!!!
[Balas...]
Saya siap mendukung…..dengan cara apakah??.
Ayo FIP…..bangunlah….dungo/…….dungo.
Saya terharu melihat semangat inang Berliana ini….
[Balas...]
Kemaren relasi kerja yang sedang bertamu ke kantor saya di Jakarta menyatakan berminat ikut Tour ke Pakkat. 1 tim antara 7-10 orang, minta dibuatkan penawaran paket tournya. Mereka ini bukan orang Pakkat (terdiri dari suku Manado, Jawa, dan Tionghoa) sudah bosan liburan ke kota2 besar/Luar Negeri. Ingin menikmati alam yang masih asli. Ya seperti Pakkat. Tentu saja segera saya sanggupi. Dari Medan juga sudah ada tim yang ingin tour ke Pakkat, dan mereka juga bukan keluarga Pakkat. Hmmm….. another business of Wisata Pakkat now really star!!!! Hayo, siapa yang mau menangani business Tour de Pakkat secara profesional? Bisa kerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Travel Agent yang sudah ada.
[Balas...]
Mauliate Godang ito atas informasinya.
Kemarin malam, Arnold ( anggota FIP di Medan, seorang Dosen) akan membawa serombongan MAHASISWA dari kampusnya. tujuanya, mengadakan PENELITIAN di PAKKAT tentang TANAMAN KARET. So, FENOMENA APAKAH ini?…inilah saatnya kita mengenalkan PAKKAT pada DUNIA LUAR. Ayo,..adakah yang menjadi GUIDENYA??……
[Balas...]
Wow! Pakkat mulai dilirik!!! Guide segera harus disiapkan secara serius. Beberapa orang tim inti perlu dibentuk yang memahami keseluruhan peta wisata Pakkat. Kemudian ada tim support dari lokasi wisata setempat, sedikitnya 2 orang pada tiap titik wisata. Pada saat ini yang mudah terjangkau dan menarik adalah Goa Banuarea dan Air Terjun Polung, Dan, agar semakin banyak peminat yang akan menjadi tim guide di masa depan, sekolah2 kita sarankan melakukan wisata lokal secara periodik untuk refreshing sekaligus pengenalan alam sekitar. Kami akan mengutus Bapak Kurnia Pasaribu dari Jakarta akan segera bergerak ke Pakkat dan diharapkan dapat bekerjasama dengan FIP di Pakkat untuk mengkordinasikan segala sesuatu yang kita perlukan. Pak Kurnia menyatakan bersedia untuk terjun langsung ke Pakkat, membangun Pakkat dari dekat dan berencana menetap disana. Hari ini saya sudah di Kalimantan lagi, saya bersyukur ada pak Kurnia yang bersedia ke Pakkat untuk mempercepat realisasi rencana2 kita. Mudah2an akan bertambah lagi dukungan2 baru. Warm Regards!!!
[Balas...]
admin:
February 9th, 2010 | 16:53
@Berliana Purba, Ito Berliana. Saya masih muda, tapi saya nggak bisa menandingi semangat ito untuk memajukan Pakkat. Saya jadi malu sendiri. malu pada ito, sebab saya lahir dan besar disana, sementara ito, nggak.
Sekali lagi, saya pribadi angkat tangan pada ‘pekerjaan’ ito, semoga tuhan milimpahkan rahwmatnya pada ito sekeluarga.
O yah,..bisa nggak, FOTO BAJU PAKKAT, itu kita tampilkan di website ini??….mohon gambarnya dikirimkan ito
[Balas...]
Berliana Purba:
February 10th, 2010 | 11:01
@admin, Terimakasih ito atas doa dan dukungannya! Semangat saya juga dipacu oleh rekan-rekan kita semua khususnya FIP yang cepat tanggap dengan ide-ide yang disampaikan lewat pakkatnews. Saya juga telah merasakan kerjasama yang sangat baik dan bersifat kekeluargaan dengan Ibu Camat dan para staffnya. Saya mendapat informasi dari Ketua PPL, Bapak Situmorang bahwa pihak Pemerintah Kecamatan akan memasukkan program penanaman nilam berbarengan dengan program bantuan pemerintah untuk karet yang akan segera disosialisasikan pada bulan ini. Bagus sekali!!! Hal yang sama juga saya rasakan dengan sambutan masyarakat pada umumnya. Sepertinya perasaan Late, Teal, dan Elat itu gak pernah ada. Sudah terbang jauh. Penduduk sangat welcome dengan rencana2 pembangunan yang kita buat, bahkan berkomentar: ‘maunya dari dulu ya kita mulai’ dan ‘baguslah itu, supaya maju kampung kita ini’. Syukurlah!!! Pihak Bank BRI Unit Pakkat dan Cabang Tarutung juga sangat tanggap dengan kebutuhan kredit untuk petani nilam. Semangat ini juga sudah mulai terasa tertular pada rekan2 perantau lainnya.
Semangat saya juga ditularkan oleh Bapak saya (Alm), yang ingin agar orang2 di Pakkat menjadi orang yang kreatif dan maju! Suatu waktu Bapak saya mendapat titipan oleh2 dari salah seorang kakak saya di Jakarta, sekaleng keripik pisang dengan kemasan kaleng yg bermerk. Rasanya enak dan garing dengan irisan panjang. Setelah mencicipi sepotong, beliau mengambil 3 potong lagi kemudian dia menyuruh saya serahkan kepada kakak saya yang akan berangkat ke Pakkat. Saya berkomentar ke Bapak saya: “Koq dikasi orang untuk Bapak malah Bapak kasi ke orang lain?” Bapak saya jawab: “Supaya orang Pakkat memahami bahwa pisang pun bisa dibuat enak seperti ini, supaya mereka menanam pisang dan membuat seperti ini”. Oh!!! Kalau aku tadinya tidak bertanya, aku ga pernah tau isi hati Bapakku. Aku tersentuh dengan kata2nya itu. Waktu itu aku masih sekolah di SMEA N. 1 Medan. Sekarang aku suka teringat kata2 Bapakku kalau melihat pisang ada tumbuh di kampungku dan aku senang walau tetap saja belum ada yang membuat keripik pisang. He e e!!! Ke depan pasti ada yang akan membuat keripik pisang!!! Semangat kita pasti juga akan tertular kepada rekan-rekan yang berada di Pakkat.
Tentang Baju Pakkat, saat ini yang dipersiapkan film sablonnya adalah foto air terjun Polung, dengan tulisan Tour de Pakkat – Polung Waterfall. Karena sudah 3 bulan ini saya berada di Kalimantan, saya belum sempat memilih bahannya di Jakarta. Begitu juga dengan bahan payung. Minggu lalu saya sudah tinggalkan contoh kaos Kalimantan sebagai pembanding bahannya supaya bisa dicari oleh staff saya, sambil dipikirkan yang berikutnya. Sukses buat kita semua!!!!
[Balas...]
Pahala Manalu:
February 9th, 2010 | 18:39
@Berliana Purba,
Seperti yang saya sampaikan kepada ito, jika sekiranaya ada yang bisa kami bantu dari FIP mohon jangan segan2 untuk menyampaikan, karna kami siap membantu semampu kami, karna ini semua demi kemajuan pakkat na humaliang.
horas…
dr.PM
[Balas...]
Berliana Purba:
February 10th, 2010 | 11:07
@Pahala Manalu, Tentu ito kita perlu kerjasama terus membuat Pakkat siap menerima para pengunjung. Setelah foto2 wisata nanti siap dipajang dalam website, perlu dipersiapkan data2 penginapan dan taripnya untuk juga diinformasikan pada web ini, bisa juga data tambahan rumah2 penduduk yang mungkin siap untuk disewakan. Juga potensi wisata wilayah sekitar yang terdekat yang dapat dikunjungi oleh pengunjung sebagai tambahan. Mis: Pantai Barus? Bagus gak ya? Saya pengen juga berkunjung ke sana. Juga Danau Toba yang dapat disinggahi sewaktu berangkat ke Pakkat atau pada saat kembalinya. Informasi ini akan membuat calon pengunjung dapat membayangkan akan menikmati wisata alam yang lengkap dan mengasyikkan!!!
[Balas...]
ai so holan i nian akka pemandangan naadong disekitar pakkat. adong dope di tarabintang ima goarna huta sibokkare. adong do disi namo nabolak goarna. didokpe i namonabolak alana bolak hian do jala akka batu naadong disi pe denggan-denggan do sude alai boha baenon ate.
[Balas...]