Toba Pulp didesak setop penebangan pokok kemenyan

Sumber: www.beritapapatar.com

MEDAN: Ratusan warga Desa Sionom Hudon Timur, Kecamatan Parlilitan, Humbang Hasundutan mendesak PT Toba Pulp Lestari Tbk menghentikan penebangan ladang pohon pokok kemenyan yang selama ini dikelola masyarakat secara turun-temurun.

( sumber video : http://www.facebook.com/home.php?%5C#/video/video.php?v=1097763767426)

Mereka kecewa setelah Toba Pulp Lestari (TPL) membabat sedikitnya 170.000 pokok kemenyan yang sudah menjadi ladang usaha penduduk setempat selama beberapa generasi.

Ladang kemenyan warga Kecamatan Parlilitan yang dibabat Toba Pulp berbatasan langsung dengan sektor HTI TobaPulp di Tele, Kabupaten Dairi yang selama ini ditanami perusahaan tersebut sebagai HTI dengan tanaman eukaliptus.

Warga desa yang juga pemilik kemenyan S. Tinambunan mengatakan pokok kemenyan yang dikelola semua sudah tumbang dibabat oleh kontraktor TPL untuk ditanami eukaliptus.

“Kami sudah melaporkan hal ini ke Dinas Kehutanan Pemkab Humbang Hasundutan. Namun, sampai saat ini belum ada penyetopan pembabatan kemenyan yang menjadi mata pencaharian masyarakat selama ini,” ujarnya kepada Bisnis di Medan, akhir pekan lalu.

Menurut dia, ladang kemenyan yang telah dibabat perusahaan penghasil pulp di Porsea itu berada di kawasan tangkapan Sungai Simonggo yang menjadi sumber irigasi di tiga kecamatan, yakni Parlilitan, Tarabintang, dan Kecamatan Pakkat. Hamparan kebun kemenyan penduduk tersebut, lanjutnya, berada di Aek Nauli, Simarombun, Pulo, dan Lae (sungai) Kirta.

Keempat kawasan tersebut, jelasnya, selama ini merupakan lokasi perladangan kemenyan warga Kecamatan Parlilitan yang sudah diusahai secara turun-temurun.

Kemenyan tersebut, menurutnya, ditanam penduduk ratusan tahun lalu yang dimulai sejak periode 1800-an. Sebagian dari kemenyan itu, tambahnya, merupakan pohon yang sudah diremajakan oleh penduduk berkali-kali.

Untuk membuktikan lokasi pembabatan kemenyan tersebut, kelompok masyarakat didampingi oleh Dinas Kehu- tanan Humbang Hasundutan, Badan Informasi dan Komunikasi Kabupaten Humbang Hasundutan, serta pihak TPL terjun ke lokasi yang diklaim penduduk sebagai perladangan kemenyan.

Setelah menyaksikan langsung empat titik perladangan kemenyaan masyarakat tersebut, tambahnya, Dinas Kehutanan Humbang Hasundutan dan TPL membenarkan adanya pembabatan kemenyan di lokasi tersebut.

Buat laporan

Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Humbang Hasundutan Darwin Lumban Gaol mengatakan akan membuat laporan kepada bupati mengenai temuan tersebut. “Apa hasilnya kita lihat nanti,” ujarnya kepada utusan warga yang ikut melakukan peninjauan ke lapangan sebagaimana ditirukan oleh S. Tinambunan.

Sebelumnya, warga sudah menyurati Bupati Humbang Hasundutan untuk menyampaikan tindakan TPL yang melaksanakan pematokan di lokasi kemenyan masyarakat yang diklaim sebagai areal konsesi hak pengusahaan hutan tanaman industri (HPHTI). Dalam suratnya, warga mengakui petugas perusahaan itu pernah mengintimidasi dan menangkap dua orang petani kemenyan yaitu Sondang Tamba dan Pak Siska Tamba karena memprotes tindakan perusahaan tersebut.

Dalam surat yang ditandatangani 136 kepala keluarga itu juga disebutkan, dua petani pernah ditangkap pihak TPL karena berusaha menghalangi pematokan di atas lahan kemenyan penduduk.

Sementara itu, secara terpisah pihak TPL mengatakan perusahaan itu melakukan kegi- atan penebangan kayu di areal konsesi untuk membangun hutan tanaman industri.

“TPL beroperasi di areal konsesi. Kalau ada kemenyan warga yang tertebang, akan dicari solusinya. Yang jelas apa yang dilakukan Toba Pulp adalah legal,” kata Chairuddin Pasaribu, Humas TPL di Medan sembari meminta menunggu pen- jelasan dari Direktur TPL Juanda Panjaitan.

Oleh Master Sihotang

Bisnis Indonesia

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

12 Responses to Toba Pulp didesak setop penebangan pokok kemenyan

  1. Toba plup lestari (TPL)
    Iteeennng nga habis be hape sude di tabai TPL batang ni kemenyaan na di tanom ni oppung nami di pusuk kec.Parlilitan ni akke je gabe tudia nama mangalului haminjon naeng mardaupa haduan hehehehe…. imadah akka perusahaan na balga on ittor dipamate ma kobun na gelleng2 i hape sada mata pencaharian ni penduduk do on .saonari ise ma na sala???? Pamarentta namangalean izin atau perusaan namangulahon .

    >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    Jaullus (raja mullus-ullus):

    @YULINDA, Ito boru Simbolon..!boru sarumpaet do napaling korban di peristiwa on. tidia ma inantai mangalului haminjon lao mangubati? molo sanga do songoni sahat tu Pakkat. hape ido bahan baku utama ni boru sarumpaet. Neng …ah, a-tok-jim-i…..si kaban nalao maup on.
    Songon on mai hamuna, sada ma rohanta dohot par padang lawas, ai disipe tong do bermasalah ula-ulani si kabayan eh…! si Kaban on. asa rippa hita lao mangalele ibana. ayo……. majuuuu…. terusss……GBU

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  2. Halo masyarakat PAPATAR, bereng hamu jo cuplikan vidio na di ginjangi. boha do rohanta? apala huida ma natangisi inangtua, apalaboruni parumaen mangulahi sian inang bao na ma nodohon opung simatuani namborui. tunginama tangisna, anaeng dohot au tangis mamereng. seriusma jolo hita mamereng keadaan on persoalan berada di tiga kecamatan PAPATAR, Unang sai ta elu-eluhon PAPATAR hape tarjadi na songon on laos sip hita. Ai disuru akka natua tuanta do hita mangaranto asa hasea hita asa adong pangganti si jung-jung baringin, ndang naeng sijung-jung lappet.
    Ta coba jolo merobah pradigma labu menjadi pradikma gadong jurur manang ubi jalar. Molo gadong mangiccir di bonana do umbalga borasna, molo tung adong di panjururannai gumelleng do i. Molo labo di nadao ando i marboras mansai balga, hape dibonana, mutikna pe ndang adong.
    Sai pos dope rohamu di si Makdin? haru pili hamu muse. dohot parhutaan na adong di PAPATAR, ikkon sirngom sude. ima eah, hudok hian ma i, sesa molo sala nahudok eikh, mago nai. ayoooooooo, dongan PAPATARRRRRR,,,,, teroboooooooos,……maju….terus…..GBU

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  3. Elephant Stone

    Secara hukum apa yang dilakukan PT TPL adalah benar…..karena mereka mengantongi HPHTI. Yang tidak punya hukum adalah para petani, inang-inang, orang pinggiran, wong cilik trallalla. Yang mengherankan adalah dimana Suara wakil Rakyat dari sana…???. Apakah mereka punya wakil yg tidak mereka kenal….? yang bungkam….? yang gak punya otak….? Apakah energi yang harusnya inang lakukan keladang harus tertumpah dengan teriakan dan air mata di depan kantor orang yang dia pilih sendiri demi sesuap nasi yang memang adalah haknya yg sudah turun temurun?
    APA YANG BISA DILAKUKAN ORANG2 SEPERTI SAYA YANG HANYA PUNYA KOREK API DAN SATU BOTOL MINYAK….?
    BAKARRRR…….!!!!!!

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  4. Secara hukum apa yang dilakukan PT TPL adalah benar…..karena mereka mengantongi HPHTI. Yang tidak punya hukum adalah para petani, inang-inang, orang pinggiran, wong cilik trallalla. Yang mengherankan adalah dimana Suara wakil Rakyat dari sana…???. Apakah mereka punya wakil yg tidak mereka kenal….? yang bungkam….? yang gak punya otak….? Apakah energi yang harusnya inang lakukan keladang harus tertumpah dengan teriakan dan air mata di depan kantor orang yang dia pilih sendiri demi sesuap nasi yang memang adalah haknya yg sudah turun temurun?
    APA YANG BISA DILAKUKAN ORANG2 SEPERTI SAYA YANG HANYA PUNYA KOREK API DAN SATU BOTOL MINYAK….?
    BAKARRRR…….!!!!!!

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    St. Drs. Beresman Rambe (Op. Ni Si Jonathan So Tarjua Ro Berkat:

    @Elephant Stone, Ungganasan do hape ho ampara! dirohakku nian , Lobi-lobi do sibaenon, jala PT.TPL begeon hira soadong batasan ni kuasa HPHnya. Secara akal sehat, molo kuasa HPHnya 3000 ha, jala dibogasan na 3000 ha on adong huta dohot kobun, ala sittong nasida maniop ijin HPH ittor babaton na ma dohot akka bagas, suan suanan, kobun na adong di bagasan ijin HPH i????????????

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  5. Jesron Debataraja

    Pamate mai PERUSAHAAN(pt.tpl) i, boasa sai galak anggo gabe sipanegai do.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  6. Previously, stronger ownership rights of the customary law. Powers to manage village. Village, is very respected in the village government officials. Then the village authorities to become partners of government, in carrying out its duties. Laws that dwarf the village authority, to be the haphazard treatment of those who want trifle government officials with the power of money. If the forest also have permission HPH, of course with the customary rights of ownership, which can prevent the act haphazardly. Then what would to be told now ?

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    Nelson Sitinjak:

    @ Jaullus….unang bahen dison bahasa langit….

    <<  |  <  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  7. asalkan Tidak berbaur Politik,Yang kita pikirkan orang banyak dan penghasilan masyarakat terutama kabupaten humbang hasundutan.apa yang harus di kerjai mereka.mauliate.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  8. Pinangido mardongan tangiang tu amanta Direktur PT TPL Juanda Panjaitan asa asi rohamu mamereng akka inanta na sai tumatangis i. Akka inanta ndang na mangalului arta holan na mampartahanton asa martimus do tataringna. Jadi unang be sai datdati hamu manabai haminjon ni akka natua-tua nami i.
    Hehe hamu amang bupati nami dohot pejabat HUMBANG HASUNDUTAN…. Bela hamu masyarakatmu….

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  9. Saonari….ise do menerbitkan surat hak pengusahaan hutan tanaman industri (HPHTI)…? Adong so suvey tu lokasi sebelum.surat itu terbit, diboto na menerbitton surat i do, na godang do petani di sekitar hutan i? dia tumagon rakyat banyak na tinggal di huta i dari pada TPL?Aha do kepentingan na upporlu Rakyat do manang TPL? Molo sian ahu…batalkan surat HPHTI, Stop penebangan hutan….!!! Ganti rugi lahan pertanian haminjon rakyat yang telah ditebangi (ditanam kembali)….

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>