Tanaman Coklat – 3

 

Publikasi : Hendry Lbn Gaol
( Foto by Rihardi Tinambunan, Kalimantan )

Beberapa catatan juga hasil penelusuran kami ke beberapa website para pemilik pengembang/pembudidaya/petani tanaman kakao, perlu kita ulas kembali disini, mengingat bahwa tananaman ini merupakan salah satu tanaman masa depan yang bisa dikembangkan di Pakkat. Pada pembahasan sebelumnya, http://pakkatnews.wordpress.com/2008/04/21/budidaya-tanaman-coklat-2/  dan yang kita lanjutkan pada pembahasan di http://pakkatnews.wordpress.com/2008/04/21/budidaya-tanaman-coklat/ adalah satu hal yang perlu kita berikan perhatian tambahan.

Benerapa saat yang lalu, saya dikirimi beberapa foto oleh seorang rekan kita dari kalimantan, foto ini memmuat betapa bagusnya dan suburnya tanaman ini di Sigalapang

(Tanaman kakao di sigalapang, foto 1 dengan model  trio macan)

F. I. P, harus jeli menlihat ini, sedikit banyak bisa diberikan buku-buku pertanian kepada masyarakat sehingga bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. F. I. P melalui Bidang Pertanian diharapkan bisa memberikan konstribusi untuk pengembangan tanaman ini.

Tanah yang subur di Pakkat harus bisa di olah semaksimal mungkin, untuk masa depan pakkat itu sendiri, Kita tau bahwa tatacara pengembangan tanaman, baik tanaman salak, karet, kakao, kopy , kelapa masih dilakukan dengan cara tradisional, demikianjuga sistem pengolahan hasilnya.

Melalui peran kecil kita sebagai masyarakat Pakkat di perantauan yang sedikit banyak sudah pernah melihat bagaimana cara pengolahan tanaman secara modern, diharapkan bisa membantu para petani di Pakkat. Adalah menjadi kebanggan bila suatu saat KOta Pakkat dikenal orang menjadi salah satu daerah penghasil Tananam tertentu, semisal Pakkat dan Kakao….

Patutlah kita syukuri kalau daerah dataran rendah pakkat sangat cocok untuk daerah pertanian, sehingga ada ‘kesempatan’ untuk memakmurkan daerah Pakkat. Bisa kita bandingkan dengan daerah lain di humbang-has pada umumnya, bahwa di Lintong dengan cuaca yang cukup dingin, dan di Onanganjang dengan daerah tandus, sekarang sudah ditanami tanaman Kopi, lalu bagaimana dengan keseburuan daerah Pakkat?…..

F. I. P setidaknya harus bisa memulai dari hal kecil, dan tanpa menunggu pemerintah daerah untuk melakukan sesuatu. Dengan segala kemampuan yang kita miliki, ( saya pikir di F. I. P banyak rekan yang boleh saya sebut sebagai Pakar ) bergandeng tangan memajukan Pakkat di bidang pertanian

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

16 Responses to Tanaman Coklat – 3

  1. horas,
    godang memang potensi pertanian na boi tagali di hutatta, tanaman hortikultura, tanaman pangan dohot tanaman perkebunan. alai saleleng on godang kendala na mangambati kemajuan pertanian i sandiri.
    pola budidaya di hitaan, masih tradisional, dang adong dope na merencanakan menjadi suatu bisnis na menghasilkan…godangan songon na didok ni umpama (umpama do manang umpasa???), eme na masak di gagat ursa, aha na masa i diula… molo dibereng tetangga manuan cabe, ba dohot ma hita manuan cabe…dang adong dope inisiatif sandiri laho mambahen sada usaha na memang digeluti secara serius. coklat manang akka suan-suanan na asing, mulai disuan sampe tu na marparbue, dang hea di urus, jarang dilean pupuk, duhut-duhut na dang hea di paias..sada muse kelemahan di hitaan, ketergantungan tu pupuk buatan pabrik (urea, tsp dohot sejenis na) sangat tinggi. tiap taon sai di saburhon do pupuk i melewati dosis na. godang anggapan, semakin godang pupuk i pabrik i di lean, semakin bagak ma suan-suanon i, hape dibalik ni i, tano inganan ni suan-suanan i, lam hatop na sega. dang adong dope kesadaran laho mambahen pupuk sandiri manang organik, hape dihitaan bahan-bahan na laho mambaen pupuk organik on tersedia cukup berlimpah…sejauh on, ta akkui memang peran pemerintah daerah sangat kecil dalam upaya peningkatan pendidikan pertanian di hitaan.
    dalam rangka program FIP tu joloan on, hu rasa porlu do ta gandeng CU (credit union), alana saleleng on, godang do program nasida di bidang pendidikan pertanian on.
    salam
    leonard hasugian
    ‘Papatar Menuju Pertanian yang Tangguh dan Berdaya Saing’

    >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  2. Lismawati Hansel - Sinaga

    Setuju tu Ito Leonard,
    ai sebenarnya naso adong do menggerakkan masyarakat i.

    Hupikkir molo adong benar benar na menggerakkan jala mangajari Par Pakkat mambahen na sintong bertani, boi do masyarakat i digerakkan tusi.

    Setahu saya CU membagi-bagikan bibit coklat secara gratis kepada anggota anggotanya.
    Ale adong do naeng tong dibahen halaki songon kursus bercocok tanam??

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  3. rihardi tinambunan

    Terimakasih to amanta moderator.
    ai imada, inna hamu kale-kale hape coklat nami i (foto di atas) dang nanggo hea dipupuk i daba, hape soinama dengganna. Molo umak nami, holan anggala ido di pambaheni tu bonanai sebagai pengganti pupuk. Je apalagi ma hape dipupuk ake he….??? dangbe taretongan songondia godang ni boras nai. he…he…

    Lae Hendry,
    Hebat nai ra i akke… tor didokkon lae on fotoni dukak-dukak i trio macan.
    pasma na mulak bln july 2007 i doi daba. Nah… pas muse buaton eme. sobinoto manang ala niaha sei di parekkeli dukak-dukak i iba daba. je tor husukkun ma tunasida. Alaniaha tok sai mekkel hamu ?? nikku…..
    Hape alana mar kassa matai do auhape mambuat eme he…he….!. Pittor hudokkon ma tu nasida asa bergaya, asa hu gabbar hamu nikku, dan itu lah hasilnya. he…he…he..

    Horas tetap semangat.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  4. swandy sihotang

    Untuk meningkatkan mutu coklat yang ditanam masyarakat di pakkat dan sekitarnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu, pengetahuan masyarakat tentang tanaman itu sendiri yakni mulai dari pembititan, pengolahan media tananam, tehnik penanaman, pemeliharaan tanaman, hama dan penyakit, panen dan pasca panen.
    kenyataan selama ini adalah seperti yang dikatakan oleh Appara Leo Hasugian, eme namasak digagat ursa,i namasa i ma niula. Inilah yang terjadi di masyarakat Pakkat dan sekitarnya. Apakah masyarakat Pakkat salah? Menurut saya tidak sepenuhnya salah, ini adalah suatu modal atau kekuatan yang bisa kita berdayakan.
    Nah ada 2 hal yang menurut saya bisa kita laksanakan, yang pertama dan yang agak sulit dilaksanakan adalah memberikan pendidikan/pelatihan kepada para petani untuk mengetahui cara penanaman dan pemeliharaan tanaman coklat. Ini pasti program jangka panjang.
    Yang kedua adalah “memberikan pendidikan kepada para petani dengan menaikkan harga jual coklat”. Caranya adalah memotong rantai bisnis penjualan coklat yang selama ini terjadi. Saya tidak tahu pasti mengenai rantai ini (tadi malam saya bicara dengan Arnold Lbg yang ada di Medan untuk memperlajari rantai bisnis coklat pakkat ini). Tapi yang sudah pasti adalah coklat dari petani pakkat sampai ke Pabrik pengolahan coklat pastilah sdh melewati beberapa bahkan puluhan tangan, yang setiap tangan mengambil keuntungan. Disinilah peran kita FIP bisa bergerak agak cepat, memutus rantai bisnis itu dan langsung bernegosiasi dengan pihak pembeli utama (pengguna langsung / pabrik).
    Singkat cerita hal ini sedang kita lakukan, tentu juga ada langkah-langkah yang mesti disusun sebagai grand design –nya. Langkah pertama adalah meminta dikirimi coklat dari pakkat sebagai sample yang akan kita bawa ke pihak pembeli utama. Tentu saja pihak pembeli akan melihat terlebih dahulu kawalitas coklat dan lain-lain.
    Salah seorang teman kita FIP yang selama ini membeli wafer dalam jumlah yang sangat besar dari pabrik pembeli coklat itu tentu saja akan memudahkan kita untuk melakukan kerjasama (Catt: Wafer terbuat dari Coklat).

    Apabila sukses, kita harapkan harga jual coklat dari petani akan semakin tinggi, dan mereka dengan sadar akan meningkatkan produksi mereka dengan mempelajari cara dan strategi bertanam coklat dengan baik. Dengan demikian kita juga bisa memotong beberapa program yakni program pelatihan petani coklat karena mereka akan belajar sendiri. FIP cukup menyediakan buku tentang penanaman coklat di perpustakaan FIP, dan mereka dipastikan akan mencari buku-buku tentang tanaman coklat. Semoga sukses sesuai rencana.

    Horas,

    swy

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  5. kita lagi mo cari tanaman pelindung tanaman kakao, glicerida sebanyak kurang lebih 150 ribu bibit dengan spec. tinggi 160 cm, diameter 10-15 cm. Ada yang punya??

    nanti kalau ada kami infokan pak!

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    Jaullus (raja mullus-ullus):

    Dahulu se ingat saya orang tua kita di pakkat menanam coklat sepertinya sambil menyelam minum air. Kopi Robusta , sangat cocok sebagai tanaman pelindung, kelemahan kopi ini tinggi setinggi pohon, tetapi buah nya tidak seperti arabika maka pamornya sampai sekarang, lemah untuk dijadikan tanaman perkebunan (tidak produktif). tetapi aroma kopi robusta tidak adayang menandingi. Maksud saya, Tanaman pelindung yang akan di buat, jangan lah tanaman kayu keras tetapi sedikit menguntungkan seperti kopi robusta. sambil menanam coklat juga kita bisa menghasilkan kopi.
    Saya pernah berkenalan dengan orang Polandia, dan Pengusahadi Jakarta. Waktu itu saya di tanya “apa hasil dari kampung yang Khas?” saya bilang, kemenyaan. lalu dia meminta saya untuk memberi sampel; kualitas 1, kualitas 2, dan seterusnya. Saya ambil ke Sijarango. Setelah seminggu dia jajaki perjalanan kemenyaan mulai dari Medan sampai ke Pabrik (muara akhir)kemenyaan, rupanya dipengan oleh sindikat. Jawabannya kepada saya, “tidak kuat kita bersaing dengan mereka,bla bla bla, dst”. Salah satunya cara adalah adanya satu badan Daerah, gudang atau pasar, untuk menampung setiap saat dan kapan pun kemenyaan dari masyarakat. Maka dengan demikian, dapat memotong rantai peredaran Kemenyaan. dan pasar atau gudang lah yang berhubungan dengan pemakai, atau berfungsi sebagai suplayer ke industri. Demikian juga hal nya coklat ada baiknya badan tersebut sebagai pemodal untuk menstabilkan harga danmeotong mata rantai penganganan perdagangan coklat. kalau dibiarkan petani dan agen bebas untuk transaksi maka harga bisa tidak terrkontrol. Keuntungan badan ini bagi pemda adalah untuk menarik retribusi menjadi ter koordinasi di satu tempat. Mereka yang bandel langsung ke tengkulak sudah ada alasan, untuk menarik retribusi dari trasaksi tersebut. Inilah sumbangan pikiran untuk membangun daerah. Hal Lain adalah soal pengolahan paca panen. Aapalagi dikampung kita pakkat termasuk daera hujan, bisa meruasak hasil panen. Adaalat pengering berbentuk rumah-rumahan, kalau pun hujantidak akan masalah, proses pengeringan akan tetap berjalan, tanpa terganggu oleh hujan atau tenaga untuk menhidari coklat dari hujan. Coklat tetap ada didalam alat pengering walau pun hujan.nanti kita bisa ke showroomnya.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    hendry lbn gaol:

    Sepertinya, salak juga bagus tuh, nanti sembari panen coklat bisa makan salak.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  6. Posma H Lumban Gaol, SP

    Horas,
    Songon na tertarik do au tu web on, apalagi parhutakku sudenam, mudah2an artikel on boi mangangkat hutatta, karejokku bergerak dibidang kakao do diaceh, mudah2an boi hita kerjasama ate.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  7. Ok pra, mantap. baen sia sabola akka barita i dah.
    marsitukkol-tukkolan hita songon suhat di robean.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  8. Bagai mana caranya untuk melakukan pembibitan coklat yang baik, atau ada yang mempunyai informasi tentang bibit yang bagus ( supaya tanaman coklat cepat buah dan mutunya baik ).
    Kalau kita mau membeli bibit yang unggul dimana tempatnya atau dimana yang bisa di hubungi, tapi lokasi saya ada di cilecon-banten.
    Saat ini saya menanam coklat mengambil bibit dari petani disekitar lahan jadi kami tidak tau apakah mutunya bagus atau tidak karena ketidak tauan saya tentang hal ini. saat ini saya menanam coklat sekitar 3000 pohon saja.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    Hendry HM Lbn Gaol:

    @akhmadi,
    Rekan Akhmadi, berikut jawaban dari Pakar Tanaman Coklat, ( Narasumber pakkatnews.com )

    Sdr Akhmadi:
    A. Untuk membangun perkebunan Kakao dengan produksi yang tinggi syarat utama yang harus di penuhi ada beberapa hal:
    1. Kesesuaian lahan, kesuburan lahan, sifat fisik tanak : lahan gembur dengan kedalaman atau solum tanah minmal 1,5 m, sifat kimia tanah (pH) dengan pH 5-6,5
    2. Ketinggian lahan dari permukaan laut. 0 – 600 m
    3. Curah hujan : 1000-1500 mm/thn merata sepanjang thn
    4. Tempratur : 28 – 33
    5.Intersitas sinar mata hari.
    Melihat daerah bapak Banten saya pikir ini mungkin memenuhi.

    B. Faktor berikutnya adalah bibitnya.
    Harus menggunakan bibit unggul yang bersumber dari Balai benih dan balai penelitian.
    Sumber benih kakao di Indonesia ada 3 tempat yaitu:
    1. Balai Peneltian Kopi dan Kakao Jember
    2. PTPN II Medan
    3. PP.LONSUM Medan.

    Sebagai informasi tanaman kakao melakukan penyerbukan sendiri dan silang antar tanaman yang dibantu oleh seranggga penyerbuk atau angin. sehingga bila digunakan kembali sebagai bibit krang bagus hasilnya. Maka untuk tujuan produksi tinggi karena kita tidak tau klon tanaman tanaman dan produksinya pohon kakao sembarangan tidak dianjurkan untuk sumber benih. Bila pohon kakao saudara berproduksi baik dan tahan terhadap serangan hama terutama hama PBK dan penyakit bisa digunakan sebagai sumber benih dengan cara: okulasi dan sambung pucuk.

    C. Cara Pembibitan Kakao

    Biji kakao sangat mudah berkecambah, maka setelah panen benih kakao harus segera dikecambahkan di bak perkecambahan. Bila benih dari Balai paling lama 4 hari harus sudah dikecambahkan. Bak perkecambahan dibuat dalam kotak kayu dengan media pasir lalu benih di dederkan dengan bagian radikula atau calon akan dibagian bawah. lamanya benih di bak perkecambahan 5-7 hari dan selama di bak perkecambahan benih harus disiram pagi sore hari. Benih yg telah didederkan dibak perkecambahan lalu disemprot dengan fungisida Dithane-M45 1% supaya tidak terserang oleh jamur,lalu kotak ditutup dengan karung goni yute dan disiram kembali dengan air supaya tetap lembab.

    Sambil menunggu benih berkecmbah persiapkan pembibitan kakao.

    Pekerjaan pembangunan naungan bila dilanjutkan. Buat naungan pembibitan sesuai dengan jumlah bibit kakao, tinggi naungan 1,8-2 m, tiang naungan bisa dari bambu dan atap bisa dari daun pelepah kelapa/kelapa sawit, namun bila budget cukup bisa menggunakan shading net. Bila kontruksi naungan telah selesai mulai mempersiapkan media polibag yang terdiri dari tanah top soil / lapisan atas 70% : kompos atau pupuk kandang 30%, tanah diayak sampah seperti batu; akar2x sisa tumbuhan dibuang. Media yang telah dicampur siap untuk diisi ke polibag dengan ukuran polibag 18 cm x 30 cm. Susun polibag dengan arah barisan U-S, dengan lebar barisan 1,2 m dan panjang 25 supaya mudah pemeliharaannya nanti. Selain itu juga perlu dipersiapkan intalasi pengariran, bila pembibitan mencapai 50.000, sudh membutuhkan 1 unit pompa jet (mis merek Firma cukup kuat) intalasi air ini penting sekali sebab bibit kakao membutuhkan air selama pembibitan. Untuk menjaga bibit dari serangan hama seluruh lokasi pembibitna harus dipagar.

    Selanjutnya, transplanting benih kakao ke polibag, benih kakao yang telah berkecambah umur maksimum 7 hari pindahkan ke polibag, dengan cara ,membuat lobang di tengah polibag lalu masukkan pelan-pelan benih kakao lalu sekeliling akar ditutup dengan tanah, penindahan benih paling baik pada pagi hari jam 8-10, bibit masih segar dan tidak steres.\

    Selanjutnya selama 4-5 bulan bibit dipelihara dengan baik sbb:

    1. Membersihkan rumput sekali sebulan gulma harus dibersihkan disekkitar polibag dan dalam polibag jangan disemprot dengan herbisida

    2. Menyiram bibit pagi/ sore.

    3.Pemupukan sesuai rekomendasi

    4.Pengendalian Jamur

    5.Pengendalian hama

    Pada umur 4 bulan bibit telah siap ditransplanting ke Lapangan

    Demikian kira-kira jawaban saya semoga bermanfaat.

    Bisa Hub HP 081360091066. isner_1969@yahoo.com

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  9. Horas Pakkat.

    Pada awalnya coklat di pakkat marak di tanami adalah keprihatinan dari gereja katolik pakkat melihat para bapak-bapak yang selalu di lapo tuak dari pagi hingga petang.Perempuan menjadi tulang punggung dari keluarga menjadi semakin menderita.Terutama sejak peristiwa tahun 2000 (penghembusan istilah begu ganjang) agar para bapak-bapak punya penyaluran waktu yang terluang dengan menghasilkan sesuatu yang membantu ekonomi keluarga.

    Pada awalnya umat katolik yang memperoleh bibit secara gratis,lama kelamaan siapa saja yang berminat untuk menanamnya.Dan sekarang boleh kita lihat coklat telah menjadi sumber keuangan yang baik di pakkat,walaupun jauh dari berhasil. Tetapi ditinjau dari segi penggunaan waktu yang terluang bagi para bapak-bapak yah sudah ada rasio pergeseran 5% kearah positif.

    Untuk kita orang Pakkat sudah banyak sarjana Pertanian yang sudah menyelesaikan pendidikan bahkan sudah bekerja,MARI kita buat kelompok pemerhati pertanian di Kec. Pakkat yang menjadi satu wadah untuk tukar imformasi,sumber pengetahuan, bagi masyarakat petani.Memang awalnya SUSAH untuk mendekati pola pikir ala Pakkat tetapi mari kita lakukan sesuatu.

    Sungguh ironi bila kita tidak mampu untuk membantu sedikit perubahan,terutama pola pikir yang eksklusif di kalangan Par Pakkat yang merasa sudah hebat.

    Terimakasih,mari kita beri sesuatu walaupun tidak banyak.

    <<  |  <  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>