Riska,…. aku harus berbuat apa lagi, nggak bisa kah kita keluar dari masalah ini?….aku mencoba meraih tanganya yang sedari tadi memainkan sendok dan mangkok mie pangsit Padang Bulan yang sudah kosong itu.
“Masalah apa lagi bang…? tanya riska tanpa menatap kearahku,, Aku terdiam, riska juga terdiam..hening.
“Bang,…abang pulanglah, ini dah siang, sebentar lagi juga saya akan berangkat, tuh sampri dah mau penuh..” riska mencoba membujuku seraya melempar pandangan ke arah loket Sampri diseberang warung tempat kami duduk.
“Riska….biarlah orang berpandangan serti itu kepada kita, kepada keluargaku, kepada bapakku, kepada ibu, tapi kamu tau sendiri kan tau kalau apa yang dituduhkan orang kampung kita tidaklah benar.” Aku mencoba meyakinkan dia. Walau tadi malam kami mecoba mencari jalan tengah sama masalah yang kami hadapi saat ini.
Malam itu, seperti malam minggu sebelumnya, saya selalu sempatkan menemuinya, walau agak jauh dari tempatku kost di Padang Bulan ke tempatnya tinggal di Pancing, kawasan unimed. Saya selalu memberikan perhatian kepadanya, terutama dikala banyak tugas lab yang harus di ketikkan, saya dengan sukarela membantunya, mungkin karena perhatianku inilah yang membuat riska dari yang dulu sempat menolak ungkapan cintaku menjadi menerimanya, saya tau kalau riska sangat mencintaiku.
“Bang,….dah pusing kepala ku ini mikirin sikap teman-teman satu kos ini, sejak tau apa yang terjadi sama keluarga abang di kampung, mereka juga ikutan menyingkirkan aku, bahkan ketika abang datang, seolah mereka sengaja menjauh, aku nggak tau mereka dapat kabar miring itu dari siapa, dan mereka menaruh curiga terhadap abang. Juga namboru yang di Tebing kemarin datang kesini hanya untuk menanyakan hubungan kita ini, bang…..aku…Inong juga sudah nggak merestui, hanya among yang masih bimbang…
Seolah riska tidak bisa melanjutkan kalimatnya, tenggorokanya tercekat, kelopak matanya kelihatan sembab karena menangis satu harian, badanya kurus semenjak pikiranya tercurah sama permasalahan yang dihadapi keluarga sang kekasihnya, belum memikirkan isi surat inongnya dari kampung yang selalu mewanti-wanti, meminta untuk segera menjauhi dan memutuskan hubunganya dengan Ampuan.
Dengan berat hati dan tangisan yang meledak di bahun ampuan, riska akhirnya menyampaikan isi hatinya yang cukup berat untuk diucapkan, mencoba menjelaskan dengan air matanya kalau ini semua bukanlah kehendaknya, bahwa ini semua karena situasi yang tidak mungkinkan.
“Bang….kita sudahi saja hubungan ini…kalau toh kita lanjutkan gak ada artinya bang, abang gak diterima lagi di kampung saya, kalau toh kita harus menikah, siapa yang mau datang ke pesta kita?” kata riska pelan seolah tak terdengar, berkali-kali diusapnya matanya yang terus mengalirkan air mata bening itu. Dia tak mampu menata Ampuan, dia tak ingin menatap sebuah kekecewaan di wajah Ampuan, dia mencoba meraih tangan ampuan dan memeluknya.
“Bang…riska sayang abang, riska cinta abang,..tapi bang,…riska harus realistis, buat apa kita pertahankan ini, kalau toh akhirnya kita nggak bisa bersama selamanya??…..
“ya udalah de….saya pulang dulu, saya nggak bisa terima…” Wajah Ampuan memerah menahan perasaannya dan nggak sampai mikir kalau riska memutuskan hubunganya.
Ampuan mencoba merebahkan tubuhnya yang sedikit kurus ke dipan tanpa bersiprey itu. Wajah amongya kembali terbayang di pelupuknya. Masih terginang di pelupuk matanya, bagaimana sore itu secara tiba-tiba amangnya sudah berada di teras kostnya, padahal dia tau kalau hari wisudanya masih satu bulan lagi, dan dengan oenuh tanda tanya dalam hati akan kedatangan amongnya ke medan.
Mata amongnya berkaca-kaca, mau menangis,
“amang ampuan…..semuanya sudah habis,…”
“apanya yang habis amang?….
“yahh semuanya lah, sebentar lagi kami sama inongmu dan anggimu akan keluar dari kampung itu. Mereka sudah sepakat mengusir kita, mereka masih belum percaya sama kita, sekarang inongmu sakit-sakitan karna nggak tahan sama tuduhan-tuduhan parbegu gabjang, anggimu juga sudah nggak bersekolah. semua tanaman kebun kita sudah dirusak orang, tanaman cabe yang harus kita tuai untuk biaya wisudamu nanti sudah habis dibabat orang, juga kebon coklat kita sudah ditebangin orang-prang kampung, belum lagi setiap malam selalu saja ada orang yang melempari rumah kita. beberapa hari yang lalu, saya dah ke rumah rulangmu sinaga yang anggota polsek itu, namun kemaren dia bilang kalau dia nggak sanggup lagi menahan tekanan dari orang-orang kampung. Bapak kesini hanya sebentar, esok pagi saya mau ke rumah bapa tuamu di pangkalan susu, munkin minggu depan kita sebaiknya pindah kesana, sebelum semuanya belum terlambat. Biarlah Tuhan yang tau semua apa yang kita buat, berkali-kali sudah bapak jelaskan didepan orang kampung, didepan raja huta, bahkan didepan pendeta dan pastor hingga pak camat dan kapolsek, namun semua orang kampung sudah sepakat untuk mengusir kita dari kampung itu…..” Amongnya Ampuan menatap langit-langit kamar yang bercat kuning buram itu.
“Ayah…bukankah pihak kedokteran dan juga teman-teman saya yang dari FK-USU sudah membuktikan kalau nggak ada hubungan penyakitnya Tulang Amani Polan dengan Lemang yang bapak kasih? kenapa mereka masih mengungkit-ungkit masalah itu?…..Malah tulang itu sudah berterima kasih kepada kami atas saran obat yang kami berikan dan minta maaf karena sempat mencurigai bapak?
“itulah, bapak nggak tau, mungkin ada yang nggak senang dengan bapak disana….” jawab amani ampuan lirih…………….
———————————————————
Suara gemuruh air terjun itu sangat jelas sekali terdengar dari dalam rumah, yang sebenarnya gubuk itu. Suara air terjun itu, kadang membesar kadan mengecil, seolah sedang bernyanyi setiap malamnya. Suara penghuni malam, lolongan anjing, dan suara burung hantu melengkapi kekelaman malam menambah seramnya sauasana di sekitar gubuk oppuni Panukkunan. Suara serak dan siulan Oppu Panukkunan mirim erangan itu membuat setiap yang mendengarnya merasa ngeri. Aroma wewangian kemenyaan menyeruak ke seiisi ruangan menambah suasanya mistis yang amat sangat.
“Masuklah….jangan ragu-ragu..” Terdengar suara Oppungni Panukkunan dari dalam gubuk
“Iya oppung,..apa kami mengganggu oppung” kata orang-orang yang berjumlah empat orang dari luarg rumah yang diterangi satu lampu obor dengan apinya yang meliuk-liuk akibat tiupan angin.
Terdengar seperti pintu terbuka, dan samar-samar tubuh keriput Oppu Panukkunan yang membongkok mengajak tamunya masuk. Keempat tamu dipersilahkan duduk didipan yang seolah-olah sudah dipersiapkan bagi mereka, juga peralatan pardatuon sudah di susun sedemikian rupa.
“kok malam sekali kalian datang, saya sudah dari tadi menunggu,..kenapa teman kalian yang seorang lagi nggak itu?….seolah berbicara seorang diri, namun pertanyaannya itu membuat tamunya menjadi merinding. Bagaimana mungkin dia tau, kalo kami akan datang kesini, dan bagaimana mungkin dia tau kalo amani Rundut menggagalkan niatnya utnuk ikut malam ini? pikir salah seorang dari tamunya yang sudah duduk didipan berarwan hitam legam itu.
“Kalian nggak usah cerita karna saya sudah tau maksud dan tujuan kalian ke sini, kau mendekatlah amani Polan untuk segera ku obati, apa pernapasan mu masih sesak? apa masih sering batuk darah? apa penglihatanmu masih kabur??” Oppu panukkunan bicara seperti ngoong sendiri dan nandanya mirip seperti berpantun dan bernyanyi.
“iya oppung…untuk itulah kami datang……” suara wanita yang sedari tadi diam, rupanya Nai Polan juga ikut mengantar suaminya.
Dengan membelakangi Oppu Panukkunan, Amani Polan duduk bersila persis didepan Oppu Panukkunan,….
“Ah……Apa kau makan hai sabtu kemarin….coba ingat-inagt dulu..” kata Oppu Panukkunan.
“Nggak ada oppung, hanya makanan dari rumah…”
“Nggak mungkin,…”terdengar suara Oppu Panukkunan meninggi dan matanya mendelik, serta tarikan nafasnya yang memberat.
“Yang kau makan itulah yang mengakibatkan muntah darahmu, makanan itu sudah di isi,…..pulanglah dan kalian cari ramuan ini dan minumkan ke dia” lalu dengan mambaca mantra-mantra dengan ucapan yang nggak begitu jelas kedengara, juga dengan menghirup asapkemenyaan dan menyemburkannya ke tengkuk amani polan. Suara mirip erangan itu baru berakhir dengan ditenggaknya tuak berwarna putih keruh yang dibawa tamu itu.
Keempat tamu itu beranjak dari gubuk itu dengan membawa pikiran masing-masing yang masih misterius terutama Amani Polan, dia mencoba mengingat-ingat makanan yang dia santap hari sabtu kemaren.
“Bukankah amani Ampuan datang mengantarkan Lemang kerumah hari jumat malam?…” Ujar amani Polan kepada istrinya yang berada berinringan memegangi tanganya disampingnya.
“AH……nggak mungkin…..
——————————————————————————–
Sebenarnya amani Ampuan adalah pangisolat dikampung itu, jaman mudanya dulu, dia adalah satu sekolah dengan amani Polan semasa diSPG dan amani Polan lah yang mengajak amani Ampuan untuk mau dan tinggal di kampungnya manjadi guru. Walau pada awalnya amani Ampuan menolak, namun berkat rayuan amani Polan temannya waktu masih sama-sama SPG di Balige, akhirnya dia mau juga tinggal di dusun yang jauhdari keramaian itu. Dan di kampung ini pulalah, amani Polan, mengenalkan Ibotonya dari bapatuanya kepada mani Ampuan, yang nantinya menjadi istrinya, atau Nai Ampuan. Dari silsilah, Amani Ampuan mar-hula-hula ke mani Polan, walau tidak kandung. Dan Riska adalah Pariban Jauh si Ampuan dari abangnya amani polan yang tinggal di jakarta.
Hingga masa pensiunnya, amani Ampuan menetap dan mencoba mengisi pensiunya dengan membuka ladang dan kebun, karena dia tau kalau hanya mengandalkan pensiunya sebagai golongan rendah sebagai seorang guru SD disebuha dusun tidaklah mungkin mencukupi, apalagi Ampuan Anak sulungnya butuh biaya banyak untuk menyelesaikan kuliahnya di Kedokteran USU.
Walau pada awalnya hubungan Riska dan Ampuan sangat didukung keluarga amani Polan, karena dia tau kalau Ampuan mempunyai masa depan yang jelas dan keluarga terhormat, sehingga tak kala orang sekampung membicarakan mereka berdua yang kerap pulang kampung bersama, amani Polan tidak ambil peduli, bahkan mati-matian membela hubungan keponankan dan berenya itu.
Semenjak amani Polan dihinggapi penyakit aneh, sering muntah darah dan pusing-pusing, banyak cerita miring yang beredar di kampung itu. Mulai dari berita ada seorang yang berpakaian serba hitam berjalan malam-malam di depan rumah amani polan, hingga cerita ada tangisan bayi di belakan rumah amani polan.
Kampung yang dulunya ramai oleh teriakan anak-anak dikala malam, dan candaan para orang tua yang memenuhi lapo di samping rumah amani polann kini seolah sirna ditelan bumi. Hanya lolongan anjing dan siulan burung hantu yang setia menemani kelamnya malam. Dikala senja akan berganti malam, maka semua penduduk kampung berlomba masuk rumah, seperti dikomando semua penduduk kampung menutup pintu rumahnya rapat-rapat. hanya beberapa pemuda yang melakukan ronda keliatan sibuk membawa alat rondanya.
Hari demi hari selama seminggu penuh ini, semenjak kepulangan rombongan amani polan berobat ke datu Oppu Panungkunan di tepi air terjun itu, sudah beredar kabar bahwa penyakitnya adalah karena guna-guna. Entah siapa yang memulai dulu, tuduhan parbegu ganjang mendarat kepada Amani Ampuan, yang masih laenya Amani Polan. Sedikit demi sedikit, hari demi hari, berita miring ini sampai ke telinga amani Ampuan. Berbagai cara dilakukan amani Ampuan untuk meyakinkan sekampungnya kalau dia bukalah seperti yang dituduhkan orang kampung. Melalui Pendeta di gerejanya hinga ke pemerintah, camat dan kapolsek di kota sudah didatangi amani ampuan.
Hari itu….
Serombongan anak-anak berteriak-teriak mengikuti satu rombongan kecil, yang kalau dilihat dari penampilanya, bahwa mereka bukanlah penduduk kampung itu. Namun, penduduk kampung mengenali salah seorang dari pendatang adalah sin Ampuan, seorang mahasiswa dari medan.
Hari itu, Ampuan dan teman-temannya sesama mahasiswa melakukan kunjungan, tak lain dan tak bukan adalah untuk membuktikan secara ilmiah dan dari seg ilmu kedokteran bahwa penyakit yang diderita amani Polan bukanlah akibat kena guna-guna.
Tulang,….ini teman-teman saya mau melakukan penelitian di kampung kita, kami adalah mahasiswa dari USU, dari pakultas kedokteran, percayalah tulang, kami hanya ingin membantu…” kata Ampuan, mengenalkan teman-temanya yang empat orang dan mencoba menyakinkan bahwa tujuan kedatangan mereka adalah baik adanya. Terlihat keraguan di mata Amani Polan, namun setelah didesak Ampuan, berenya itu, akhirnya amani Polan menyetujui rencana tamu mahasiswa itu.
Hingga berhari-hari mereka tinggal dan menginap di kampung itu, mereka mencoba membangkitkan kembali semngat kebersamaan di dusun yang kecil itu dengan membuat beberapa kegiatan anak-anak dimalam hari, juga mereka mencoba melakukan acara pertunjukan, bernyanyi bersama dan menari/matumba, dengan menampilkan semua peralatan yang mereka persiapkan sebelumnya. Siangnya, tanpa mengenal lelah, mereka melakukan penelitian, air, lingkungan, tanah, kebiasaan, dan lingkungan tempat tinggal amani Polan.
“Tulang….” kata Harapan, seorang teman Ampuan ayng ikut melakukan penelitian itu
“Kami mencoba menerangkan kepada tulang, apa yang kami dapatkan selama dua minggu kami disini, dan tolonglah tulang percaya kepada kami, ini adalah ilmiah tulang,..bahwa tulang bukan kena guna-guna, Dari kebiasaan tulang minum tuak, saban hari, malam dan pagi, mengakibatkan terjadinya pengikisan disistem pencernaan tulang”…hrapan mencoba menerengkan sesederhana mungkin dengan mencoba menggambar tubuh manusia.
“Nah,…karena alkohol yang sudah menahun melewati lambung dan bagian lain, terjadilah penipisan di sisi paling luar sistem pencernaan tulang. Dan memang, waktu Amang Amani Ampuan memberikan makanan, berupa Lemang, lalu yang tulang makan adalah lemang yang ada Keraknya yang keras itu…..” Harapan kembali menarik napas perlahan….
“Benda keras ini lah yang mengikis perut tulang, didalamnya dan beginilah secara sederhana penjelasanya….” ungkap Harapan dengan oenuh semangat.
Lemang adalah penganan tradisional orang batak, dimana bahan pembuatanya umumnya dari beras pulut/ketan, lalu dimasukkan ke bambu, biasanya bambu khusus untuk lemang, lalu memasukkan air santan kelapa, kemudian dimasukkan kedalam bara api dengan cara memanggang disisi bara api, secara pelahan, beras pulut/ketan didalamnya akan matang dan sangat enak, dan bagian yang paling bawah, yang persis beradapan denganbara api biasanya akan berkerak, dan banyak orang menyukai sisi ini….
Penjelasan yang diberikan oleh para mahasiswa itu membuat amani Polan, berpikir ulang kembali, secara dia juga pernah belajar Biologi semaca SPG, maka apa yang di katakan ampuan melalui rekan-rekanya itu, bisa diterima amani Polan. Dan dia juga mengakui kalau kebiasaanya minum tuak yang berlebihan memang memberikan dampak buruk kepada kesehatanya.
Secerah senyum mengembang dipipi amani Polan, di liriknya Ampuan yang duduk menjauh darinya, di tatapnya dengan tajam dan oenuh makna, senyum yang ters mengembang dipipinya, perlahan dia bangkit, berjalan menuju ampuan. Amani Polan memeluk Ampuan dengan erat, dan dengan mata berkaca-kaca, setengah berbisik dia berujar ” Saya bangga padamu bere,….dan emmang semenjak kalian kasi resep untuk saya minum tiap hari, saya sudah merasa baikan. Sejujurnya, saya nggak pernah curiga kepada bapakmu, saya kenal semenjak kami masih sama-sama satu kelas mulai dari kelas satu hingga tamat di Balige, dia orang baik….saya cemburu sama bapakmu karena punya anak sepertimu bere.”
Ampuan hanya meneteskan air matanya mendengar pengakuan amani Polan, terisak dia dalam pelukan amani Polan, dan penuh harap dia minta amani Polan untuk membantu dia membersihakan nama baik amongnya amani Ampuan dari tuduhan parbegu ganjang di kampung itu…..
————————————————————————————
“Bang……” Riska membuyarkan lamunan Ampuan,
“Aku bergi yah bang,…..biarlah segala yang baik menjadi kenangan indah bagi kita, walau aku sadari aku masih menyayangimu…..” Ujar Riska sembari mencium pipi Ampuan yang sedari tadi hanya mampu termangu. Riska mencoba menyeka air matanya yang mulai meleleh dipipinya, dikuatkanya hatinya untuk melangkah menuju loket minubus Sampri didepanya. Langkahnya gontai, hatinya terombang ambing bak rambutnya yang panjang terurai di mainkan angin sore itu. Perlahan, ampuan melihat Riska memasuki colt diesel itu, dan tiaa melihat riska yang memalingkan wajahnya ke belakang.
Tatapan kosong dan pikiran yang galau berkecamuk diotaknya,…
Tiba-tiba, seseorang yang dikenalnya menghampirinya,…ya….itu riduan, boru bapatuanya yang dari pangkalan susu, setengah berlari dan napas terengah-engah mendekati ampuan yang masih duduk termenung,.
Bang….inang uda masuk ICU……
Hah!!!……
Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:
Ah…yang benar aja Ito Latteung..
molo adong kodo jolma na memperlakukan par Pakkat songon on, ba na IDIOT ma i..
Unang pola dao dao, hita na di milis on piga na muli tu halak naso par Pakkat, kan akur akur aja??
Ahu sandiri, Ito Swandy, ho sandiri, Ito Tommy nang godang na asing na pasangan hidupna naso par Pakkat??
Je molo akka suhutan ni begu ganjang ninna nga di jaman bahela be i. Jala dang hian adil i tu hita par Pakkat molo hita akka generasi muda ikkon sai tong berkonfrontasi tusi.
Je menurut ahu sandiri, cerita diatas seratus persen CENGENG!!!
Tetap Semangat Pakkat!! Hidup ini adalah PERJUANGAN, bukan SEDU SEDAN….
[Balas...]
Horas ma dihita saluhutna, anggka tulang, amang boru, abang, ito, dohot akka dongan nanihaholongan niba.
tung massai las do roha mancaha akka naung pinasahat muna di milis on. on dope dabo huboto naung adong dihita sisongon on, mauliate ma di namambaen on parjolo, sai lam tu tiurna na ma akka dalan dohot paccarian di hamu, nang di hami pe.
Dijaman saonari on, jarang do boi hita juppang alani tuntutan ekonomi, alai marhite hite on, boi do hape hita juppang manang na di dia ganup marsada sada lao pasombu sihol ni roha tu akka dongan.
Mauliate ma tadok tu Tuhatta pardenggan basa i, alana di lehon di dihita habisukon dohot hapistaron, gabe boi tercipta/tarbaen sada songon website ni parpakkat lao dalan di hita marsujuppangan/berkomunikasi.
Horas ma dihita saluhutna
Marganda Simanjuntak
[Balas...]
Horas matutu lae Simanjuntak. Adong do tong milista khusus untuk par-pakkat, silahkan kirimkan email kosong ke pakkat-subscribe@yahoogroups.com. atau klik disebelah kiri tengah web ini ada kolom join ke milis pakkat.
Komunitas pakkat di milis telah terbangun sejak tanggal 23 Mei 2007.
Selamat berdiskusi & mardaun sihol tu akka dongan ate.
Horas.
swandy sihotang
[Balas...]
Alani tuba sattetek, gabe mirdong dekke sabatang aek…..
Alai angkas dongans, ndang adong be begu ganjang, holan begu na goppok nama, ima dirinta sandiri….hehehe….
Horas….
[Balas...]
hehehe…heheheheh….
ho nian anggia tommy…adong dope ima beguantuk dohot begu nurnur….muladang beguaha….kwak..kwakkwak….adong do gelarna di daerah nami sibeguaha.
horas n maju terus.
coleby s
[Balas...]
ronny s:
February 23rd, 2009 | 15:52
horas abang,ai boha do tutu kabar taringot hita par pakkat on,ai sai didokkon hita on parbegu ganjang!!!
[Balas...]
adong do begu naso marihur?
kwak kwak kwak
swy
[Balas...]
” Patut ma attong ”
Seorang turis berkunjung ke israel…kemudian dia jalan jalan disekitar danau galilea. kemudian dia menawar perahu untuk berkeliling di danau galilea, dan sipemilik perahu mengatakan kalau harga perahu $ 10/jam, ” mahal sekali, di kampung saya indonesia tepatnya di danau toba sewa pearhu nggak nyampe segitu, itupun sudah puas seharian naik perahu”, kata si turis.
sipemilik perahu menjawab : ” ” inikan bukan di indonesia, di danau inilah Tuhan Jesus berjalan diatas air !!”
mendengar jawaban sipemilik perahu itu, spontan turis tersebut berlalu sambil menggerutu , ” Patut ma attong gabe mardalan pat Tuhan Jesus najolo ai sumalin do hape arga sewa ni parau di tao galilea on.
catatan : dari sms yang tercecer
horas n maju terus
coleby s,
[Balas...]
Pantun nai kani Ito Marganda Simanjuntak on na manghatai i…
Sai hira na manghatai di ulaon adat ma,he..he..he..
par Gonting do hamu Ito??
Disi hian do hutanda adong margoar marganda Simanjuntak, dongan sakalashu hian di SD N II.
Hamu do i??
[Balas...]
sori ito baru dibalas,..
alana baru mulak pe au sian parporangan mangalo akka bolanda,..hape dipakkat dang adong bolanda be, na adong ima amatta si bolanda, par tokko i.
hee,.hee,…
ito nasa salo ingot do ra hamu, atik naso au do simarganda na adong di tanda hamu i,..
molo boi ingot hamu jolo denggan unang gabe salah,..molo dang boi diingot hamu’ bahhh boan hamu attong tu parnipion,.. heeeeeee
[Balas...]
ai di boto hamu do boasa dang adong pilot halak batak?
ceritana songon on ma’
alana molo pilot halak batak’ olo do putar kepala di angkasa, molo dung hira hira 10 halak sewana,..
tarsongon supir angkot,..
jadi ido mambahen asa halak batak dang adong pilot.
[Balas...]
To Swandy
di jaman saonari on, dang adong be begu lae,. alai nabegu-beguon nama godang,..heeeeeeee
[Balas...]
Ito Marganda,
je dang hape hamu Ito Si Marganda nami di SD Dua hian?? ( Ineeeng..si Marganda nami!!)
kani namanukkun do iba, ba molo dang na sala ma iba. Na atik beha do tinanda..
Ai baen na akka par pakkat do hita sude n di son.
>Horas ma.
[Balas...]
Horas, horas,horas,…
Kade britana,? Sehat-sehat do kan kalekale ?
hehehe,…… BEGU NUR-NUR,
Je, diingot hamu dope kale-kale suhutanku na dilapo Ondihon ima taringot tu ina-ina na manjomur (MANGHIREHON) baju jala hatana namandok
“INEENNNGGG,… PILA TIMBO NI JOLMA, NGA TOK JIM I HAMUNA,….
UKA-ULA NI ISE MUSENG DO NAENG ON,
ITENG,.. JO, NGA DUKAK / ANAK NI BEGU NUR-NUR DO RA ON BAH”
Ima sapponggol hata, na menunjukkan keheranan ni inang ni dukak-dukak i.
Husuhutton jolo saotik dah, (Alai, SATTABI MAJOLO DIHAMU SASUDENA)…
Adong ma sada dukak-dukak (goarna Si MOLLONG), je ala susah ni aek di huta nasida, jala WC pe di si, WC berjalan do (alias WC MANGICCIR tu RABBA).
Diborngin nai, mangiccir ma ibana sian jabu nasida, jala dipalua ma paretta na sotarjua i di alaman ni jabunai. Dihuta nasidai, PINLO (Pinahan Lobu) pe berkeliaran do.
Persediaan aek pe dijabuna i, terbatas do, biasana holan 4 (opat) AKKIONG do, ipe tok dao do alaponna tu PASSUR.
Tikki naeng tu turun tu alaman i si Mollong i, marpikkir do ibana,:
–> Molo HU BASUH (hu buri) annon pakke aek na di AKKIONG an, bage susah do annon,
alana : 1. Ittor ure do annon sude, alana maol UNGGIL HONONTON,
2. Tok dao annon alapon tu passur gantina.
–> Jala molo binahen harotas ? susah do tong.
Alana tok magopo ma i ribakon, hape boi do i bahenon bage SELE-SELE inna ibana dipahusor-husor di rohana i.
Sai diranapi ibana ma tu segala penjuru,
- Dibereng tu suhi-suhi ni jabuna, bah ! ” nantuari pe hu cat disi” inna rohana museng.
- Dibereng tu Tangga ni jabuna, bah ! “Sian hau na hibul tiang na i, je ndang haorgos i ” inna rohana tong.
Tep songon i, ittor dibereng ibana ma tu sakkotan panjomuran ni baju disamping ni jabuna i.
” A’haa…nga ummantap on” inna rohana.
Hape dung dibereng ibana, hira-hira sameter sian tano i, sap marpasir-pasir do anggo tiang ni sakkotan i, adong mai ala ni na mambirsak akka pasir toho udan jala olo alani na di orgos/digos-gos babi (Pinahan lobu).” Bah !, molo hubahen/huorgos disi, annon bage pate ma marap-rap dibahen pasir i, inna rohana”.
Sementara i, akka pinahan lobu pe nga tambah gok mangalele-lele ibana,…hehehe…. laho mangigil.
Huhut di tiop-tiop ibana basahanna i, dibereng ibana ma dompak ginjang ni tiang sakkotan i, timbul ma idena. “anggo tu palang ni sakkotan i (ala tibbona +/- 1,5 Meter) ndang sahat be pasir tu si “, inna rohana.
Ittor di uppat ibana ma tiang ni sakkotan i, diorgos (maaf,maaf, diaccilati )ibana ma di palang na i (ditiang ni sakkotan i), jala dipattikkon museng.
Manogot nai, hissat ma inongna, pas ma naeng manjomur baju na ni cuccina di passur sibotari i.
Songon na targanggu ma alana adong bau na menusuk tu igungna.
Dibereng inanta ima tu sude suhi-suhi ni jabunai, “Bah, nga kering, ndang mungkin inon i” inna rohana.
Sai dilului inantai sumber ni pencemaran i, dang jumpang ibana
Saotik agak frustasi inanta i, alana tok songik dianggo baunai, hape sumberna ndang diboto manang na didia.
Pas ma laho manghirehon baju i inanta i, songon na tambah ma songikna dihilala.
Tep, dibereng ma tu ginjang, pas tu silang-silang (palang) ni sakkotan i, ” BAH !, ON DO NE HAPE,…”
Heran ma inang nai ,…
Sai dibereng ibana doppak silang-silang (palang) ni sakkotan i, sai dipahusor-husor dirohana , “INENG TIMBO NE JO ON”, inna rohana.
Alana tok timbo tutu diginjang sampit kotoran i (maaf), jala ndang habis pikkir inantai, hape,… na jolo diuppat dakdanak ido tiang ni sakkotan i, dungi diorgos (maaf,maaf,maaf, diaccilati) diginjang tu na so mar-pasir i, jala dipattikkon museng.
Sai ditudu inanta ima dompak posisi ni sumber bau i, jala didok
” INEENNNGG,… JO,..ON DO NE HAPE BAH !,
PILA TIMBO NI JOLMA JO.
ULA-ULA NI ISE MUSENG DO NAENG ON
AI NGA TOK JIM HIAN I, RA DUKAK NI BEGU NUR-NUR DO RA on BAH !, inna rohana huhut geleng-geleng kepala.
Hape hamuna, ndang diboto inantai, bahwa sebenarna dukakna do namangorgos tiang ni sakkotan i, DATUNG na anak/dukak ni BEGU NUR-NUR i,.
Memang tok orngat do tahe pangalaho ni akka dukak-dukak di huta na maol/susah aek.
Hehehe,…. Je molo milak iba haduan tu hitaan, Molo adong binereng akka dukak-dukak na mangorgos tiang ni sakkotan, ittor niKOBET nama, asa JORA, apalagi molo di pasar i, olo dope ra tong tu tiang ni BALERONG i dipangORGOShon, maradu LOLA halak MARPESTA manang MANGUNSANDE tu tiang i.
hehehehe,….. sattabi di hamu samudekna da kale-kale,….
Horas Jala Gabe, Tetap Semangat dan GBU, Amen
[Balas...]
Risma Panjaitan:
February 19th, 2009 | 15:27
Haha hihi hi hehehe nungga tok loja au mekkel ricardo alani ceritamon… dukak ni begu nurnur do ra tutu i.. ai lupa inantai namanubuhonni tikki i….memang godang kian do ulah ni par pakkat on.. alai sian dia do dapotho cerita mon… tok na pengalaman mu do on??? ra ninna rohakku anggo hamu tok gok do aek di jabumu ai adong do bak ni aek muna di pudi ni jabumuna,, attong ise do nampuna cerita sebenarna??? aha tahe marhosa ganjang au alani llojakku mekkel… mauliatema.. mago arsak lupa utang… saukses selalu… Pakkat bersatu pakkat makin maju pakkat bersahaja..
[Balas...]
Ai na pengalaman pribadi do nang on naruhakku mai ,….bingung au bah….
molo adong angka pengalaman na geok-geol, boi ma sibaen b\dison bah
dia do ole-ole sian jogja i……….
[Balas...]
ha ha hah
selama di Jogya ra abang Ricardo on, sai diingot-ingoti ma ra akka cerita si geok-geok nimmu dah.
[Balas...]
Ha..ha..ha…
Suhutan ni tunggane marbun on take.. meskel hian ma ahu manjaha …gabe disukkun akka melayu on iba… Apa yang di tertawain….katanya.
Jala asa mekkelpe iba na taringot do tong pengalaman niba na ujui tikki di hau agong. Olo do sipata MARRANGGUT pinahan lobu i merebut BOM na nidabu i….
Gabe tarboto ma sipata…
Anggo harotas toho doi…. Soal-soal ulangan i do binahen laho paiashon……..
Taringot sukkun-sukkun ni tunggane ima marga sihombing mar boru Debataraja dokter na di pontianak i nungga hutanda be…Pajonok-jonok do hape jabu nami… Jala sada parpunguan do hami…..Parsahutaon wilayah di pontianak songoni masuk do nasida punguan parsahutaon Pakkat.
Horas ma…..
[Balas...]
Eh,, ima apparakku si Latteung on,
Sude suhutanhu, sai ittor dirippu ibana do na pengalaman hu. (mulai sian na latongon sahat tu namangorgos sakkotan). Ndang hian ahu i kale-kale.
Je na mangarangkum suhutan do ahu kale-kale, hehehe…..
Tu lae Japeris, Tutu do i lae, ai sittua si jaha agenda pe na jolo di HKBP Pakkat, olo do sipata tarsip, molo dibege MALLENGEK pinahan i di DULPANG jolma di pudini gareja i.
Sipata dipikkiri ibana, ” AI BABI NAMI DO NAENG NA NIDULPANGNI PAMBOM I ? ninna rohana do.
Hehehehe……..
Sahat tabe lae tu pamilitta Dr Sihombing & Keluargana i ate lae ?
Horas Jala Gabe, Tetap Semangat dan GBU, Amen.
[Balas...]
Hua…kwa…kwa…kak…Sampe sarnet…..
Ah tahe, on ma realita ni dunia …maaf ..pangaccilatan akke. Adong na marap rap mabugang ala pagogo hu di ogos, adong ma na hona lele ala mangalului panjomuran ni jolma. on ma goarna meeting instant.
Alai teknologi …maaf muse… pangaccilatan di dunia modern on berkembang do. Alai bergeser ma tu tissue. Kamar mandi moder dilengkapi tissue, mungkin asa unang paboros hu aek…hahaha.
Ra selain di negara tropis , maridi pe belum tentu 2 hali sadari ala nungga maol aek. Apalagi molo musim dingin…bage… maaf…..mangaccilati do ra jolma di si, alai nungga halus…pakke tissue….hehehe.
Horas…sia suhi2 ni Kuningan.
[Balas...]
Ima da ..lae Sihotang….
Saminggu na salpu manginap ahu di Hotel Clarion Makassar …disediahon do pangaccilaton…maaf TISSU di kamar mandi.
Taringot ahu….najolo tiang, harotas ulangan, hau panjoomuran, batang kelapa hea do hona..accilatan….
Alai dang be terasa tenang…nang pe tissu lebih modern jala lebih sodap….alai terasa hurang ias do nuaeng… tong do nisiram dohot aek i…..
jadi sahat tu nuaeng masa do pe na mangorgos i…..
sahat ma tong tabe sian hami par pakkat di Pontianak.
Horas….ma….
[Balas...]
horas,
tu lae nahampun…nungga hu kirim no. ni lae nababan na minggu nalewat, nunga dibereng lae, kan??
salam
leodigna
[Balas...]
Ha..ha..ha…
molo nga ro Ito si Marbun on, tor guttur nama mekkel akke??
Taringotna sian di ma naeng ditanda Ito on AKKIONG??
Kan inganan ni aek na sian Bulu doi kan??
Nga punah be ra tong i bah…
[Balas...]
Elephant stone:
February 24th, 2009 | 10:10
Tabu-tabu pe tongdo akkiong i di goari kan?
ima sejenis ni labu, alai naung matorashian, gabe karas ma attong kulitnai.
[Balas...]
NGa sai be i oiiii………….gabe so lakku iba mangan baenon nih.
[Balas...]
Tu lae Leonard ,… mauliate ma . nungga be hujalo nomor ni lae Nababan. alai dang dope huhubungi lae i. taringotna goarna : Manaek Nababan do khan? Alumni FMIPA USU. Unang sala annon.
mauliate…
Horas..
[Balas...]
horas,
tu lae nahampun, dang sala lae, ido goarni lae i.
salam
leodigna
[Balas...]
To lae marganda Simanjuntak,
Zaman saonari on parbegu ganjang dang adong be, songoni dohot na pabegu-beguhon. dang adong be lae.
HOLAN PANGALAHO NAI NAM NA GODANG LAE.
[Balas...]
Ai unang jolo tahatai Begu Ganjang alai boha ma asa dapot mangan di pangarantoan on asa unag sai mamikkiri utang dohot akka kontarakan
Horas di hita saluhutna
Mauliate
[Balas...]
Dia do naeng lobi mabiar iba mamereng begu ganjang manang BABIAT RI???
Horas selamat kenalan tu babiat i.
Swandy Sihotang
[Balas...]
horas ma parjolo tu akka dongan halak batak……..
molo au dang parpakkat au nian,alai sogon na tar hibur do au manjaha on sude.
songon crita na di ginjang i.di tikki dang maju dope pikkiran ni halak hita i,songoni ma na i percayai ate.
jago nian crita i.na menyadarkan org2 yang masih terlarut di pemikiran hadatuon dohot nabegu begu on dengan mengajarkan ilmu pengetahuan(ilmiah).oppung nami hinan pe nian nabegu begu on do.alai naeng hu kikis doi dengan ilmu nyata.asa lam tu majuna akka hita batak i.ai mlo pemikiranku,malo malo hian do hita halak batak i.tabaen ma nian akka crita kepercayaan ni oppung ta i gabe sada di bukku sejarah batak.doho songo akka crita na adong na bau bau na i tiang jemuran nakking i.dohot akka begu ganjang i,begu attuk,begu anak na, dohot begu monggop.ollat ni majo ate,au pe tong do naeng marporang tong tu palestina……….
horas……….
[Balas...]
Porlu do si Guruhon onhon si songon on nian
alasanna asa unang mago nabinoto ni oppu i
apalagisaonari porlu do boanon si songon i tu parporangan
ahu mandukung do molo adong si songon i busengan
asa niparguruhon jolo dangi
ingkon marpior-pior alo i baenonhu
Baru husigati ma ate-ate na i
[Balas...]
Horas…sian Sijarango-II do au ba,na mulak manodok pe au sian sitomburan langsung ma muse mangalap eme tu siloba. Nahubege-bege do hamu mangkata-hatai, ai ise do naeng i ninna rohakku hape akka dongan nasian pakkat do hape. Salam kenal ma tu hamu sude ate. Agak jarang do au ro ala marborngin do au di Siloba.
Horas…..horas !!!
[Balas...]