Tambal Ban dan Par-pakkat

Bumi dan Air dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyak, Kecuali UDARA dikuasai oleh Orang Pakkat..UUD49 pasal 2008

Beberapa minggu yang lalu saya kebetulan jalan-jalan ke daerah bekasi selatan, tepatnya sebenarnya ke daerah jakarta timur. Sebenarnya gak ada ide untuk membicarakan tambal ban dan orang Pakkat kala itu. Dalam rombongan kecil yang terdiri dari 7 orang itu, membicarakan topik-topik atau peristiwa yang baru saja di negri ini, sebut saja misalnya rencana kenaikan BBM oleh pemerintah, hingga pembicaraan mengenai sepak bola dunia, yang beberapa hari lagi mau final liga champion Eropa saat itu.

Walau sudah bergaul dengan mereka dalam komunitas paduan suara Koor Ama HKBP Cikarang, teman-teman ama ini belum tau kalau saya seorang putra Pakkat. Kala rasa kantuk saya mulau menyerang, juga hembusan AC mobil yang membuat mataku menjadi ngantu, sesayup seorang teman yang duduk dipojok paling belakang iseng-iseng ngomong “pasti par-pakkat itu, tambal ban yang didebelah sana” kebetulan mobil berhenti di lapu merah buaran dan ada tambal ban persis diseberang jalan itu.

“Tau dari mana lae?” celetuk teman saya dari jok tengah

Seolah menjelaskan, si teman yang dibelakang tadi menjelaskan, bahwa selama dia merantau di jakarta selama 25 tahun, setiap orang pakkat, yang kebetulan temannya, semua berprofesi sebagai pemilik usaha Tambal Ban, dan bahkan menurut dia 75% usaha tambal ban yang ada di Jakarta sekitarnya, pada era 80 hingga 90an, smeua dikuasai oleh orang pakkat alias PARPAKKAT. Menurut dia, ada temannya bisa mempunyai usaha Tambal Ban hingga 5 tempat. Menurut beliau lagi, kalau seorang yang baru datang dari Pakkat, merantau ke Jakarta ini, maka temanya yang kebetulan sudah dulaun buka usaha Tambal Ban, akan dengan sukarela membantu mencarikan lokasi hingga mengisi peralatan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan itu.

“Saya salut lihat mereka”, kata teman ini, tanpa disadari saya dari tadi menguping pembicaraan mereka.

“Bayangkan lae, mereka bisa punya rumah hingga mobil hanya dengan usaha tambal ban ini, mereka punya jaringan yang kuat dan saling menolong, berbeda dari kami yang dari daerah Garoga sana.”

“Brarti itu juga parpakkat dong…”kata seorang teman yang duduk di tengah.
“Bisa jadi lae….” kata teman yang pertama tadi seolah memastikan dan mengiakan.

Pembicaraan mereka berlanjut hingga sampai ke hal-hal mistis yang ada di pakkat, saya yakin semua yang diceritan dan yang mereka bahas semuanya tida menunjukkan fakta yang nyata alias autentik bahasa kerenya. Setiap pembicaraan selalu diawali dengan ‘kata teman saya yang orang pakkat”. Bagaimana mungkin mereka bisa mereka-reka orang pakkat tanpa mereka belum pernah sekalipun ke pakkat?.

saya kadang bertanya dalam hati dn sering penasaran seperti apakah Pakkat itu dalam benak mereka? kadang saya seyum sendiri, kok aoa yang mereke omongin tidak sama dengan kenyataanya. Kadang dengan bangganya mereka menceritakan sesuatu hal mistis di pakkat, yang kata mereka tau dari teman-temen mereka sendiri. Akhirnya, saya mengambil suatu kesimpulan prematur bahwa image atau kesan Pakkat kita bangun sendiri dan kita buat sendiri. Saatnya kita membuat image/kesan baru tentang pakkat bukan??

Karena gak tahan lagi mereka ngomongin parpakkat, lalu saya bangun dan menoleh ke belakang, dan naya si lae tadi.”Kenapa lae begitu yakin kalau 75% usaha tambal ban itu parpakkat?”

“iya lae,…pada masa saya awal merantau kesini, memang begitulah keadaanya, bahkan saya pernah sempat diajari usaha ini oleh seorang teman saya marga Marbun dari pakkat, tapi karna mungkin saya gak cocok disana, akhirnya usaha itu tidak berjalan. Baru setelah masa 97an keatasnya ini, beberapa orang selain dari pakkat memulai usaha ini. Orang dari dolok sanggul hingga taurutnung ikutan buka usaha seperti ini. lalu ada beberapa teman dari sidikalang juga buka usaha perbengkelan. tapi yang jelas bahwa pelopor usaha perbengkelan Tambal Ban ini adalah dari par-pakkat.

“Tapi nggak ada yang salah kan??”

“nggak lah…justru aku bilang tadi, mereka ini sangat kompak, bahkan nentuin lokasi kadang mereka amati dulu hingga berminggu-minggu, lalu bangun kios seadanya juga saling bergototng royong, lalu pas mau ngisi peralaltan, mereka saling meminjamkan, atau ada yang menjual murah peralatanya. Ada teman saya pakai sistem setoran, dia punya lima Tambal Ban, lalu family yang baru datang dari Pakkat disuruh jagain dan nanti hasilnay di setorkan sama yang punya. aku tau seperti itu karna saya juga pernah setoran sama temansaya parpakkat.

Saya senyum-senyum aja dengerin obrolan mereka tentang dunia tambal ban, yang sebenrnya hany pernah mereka amati. dari kami bertujuh, tak ada satupun emmang partambal ban, walaupun saya seorang parpakkat, dan sering saya lihat bagaimana cara martambal ban, saya gak bisa melakukannya sendiri.

Obrolan tentang tambal ban ini sengaja saya pancing terus, karena menyangkut ‘orang pakkat’, tertarik membicarakannya, saya coba memberikan sedikit apa yang saya tau tentang sepakterjang parpakkat di kota besar ini.

“Dulu memang profesi seorang partambal ban, sangat identik dengan par-pakkat, dan saya bangga akan hal itu, hingga kini mash banyak teman yang datang merantau ke jakart ini, adalah untuk membuka usaha tambal ban. Lae juga harus tau, usaha pertambalan ini banyak yang mengalami peningkatan hingga ke bengkel umum mobil maupun sepeda motor. Saya salut bila melihat mereka semua, dengan modal pas-pasan yang dibawa dari kampung, bia mnghidupi diri hingga menikah/mangoli lalu menghidupi keluarga, hingga kembali memberikan ilmunya kedapa generari berikutnya. Selain Martambal, orang pakkat di kota ini sudah menggeluti berbagai macam professi lae, ada pengacara, ada di instansi pemerintah, ada guru, ada dosen, ada supir, ada tukang komputer kayak saya….

“Lae memang parpakkat yah…?” tanya teman saya yang mengemudi

“iya…..” jawab saya singkat

“ada dulu teman saya parpakkat marga simamora dari pakkat, dulu kami sama-sama tingga satu kontrakan di tangerang,….”

“Pakkat luas lae, seluas kota cikarang ini, nggak mungkin saya kenal semua….

“iya,…dulu dia masih satu kontrakan sama saya waktu saya kerja di konveksi di tangerang, terakhir dia keluar dari sana dan buka tambal ban di tangerang, denger-denger dan lima mobil angkotnya sekarang,…

Lalu saya menjaelaskan kepada teman-teman koor ama ini, menggambarkan bagaimana keadaan pakkat sekarang, Pakkat jaman Hempon triji, dibandingkan dengan pakkat jaman kantor pos, atau pakkat jaman SanggulMas. Orang pakkat yang jaman laptop core 2 duo dibanding dengan orang pakkat jaman kalkulator dan jaman sigudamdam. Menjelaskan bahwa kemajemukan marga, tanah asal dan macam-macam keyakinan beragama menyatu dalam satu kata, PAKKAT.

Tentunya karena saya hidup di dalam era ini, makanya saya bisa menceritakan dan memaparkan dengan apa yang saya rasakan dan lakukan selama saya menjadi orang pakkat bukan?

Saya harus menjelaskan, bagaimana putra-putri pakkat, bekerja sama membangun sebuah image baru yang pebuh persahabatan, yang penuh dengan moderenisasi. Bagaimana orang pakkat membuang tradisi memakai Pinang-pinang kala ada tradisi tujuhbelasan kalau ada pertandingan sepak bola.

Pinang-pinang, sebutan yang lajim di dengar di pakkat, yang artinya menggunakan tenaga atau hal ghaip, pihak yang tak terlihat dan terasakan tak kala sebuah tim melangsungkan pertandingan, misal sepakbola pakai pinang-pinang, maka walaupun bola tendangan pinalti duabelas pas, nggak bakalan gol/masuk.

bagaimana seorang spike/pemukul dalam olah raga volly emmukul bola yang selalu keluar dari lapangan, dan bilamana ada adu pisik dilapangan sepak bola maka si pemakai pinang-pinang nggak akan merasakan kesakitan…

Kembali ke Tambal ban…

Memang, inilah kenyataan adan kebanggaan saya sama tradisi orang pakkat, yang selalu saling membantu mencarikan dan menciptakan lapangan kerja bagi para penganggur yang baru menamatkan sekolah SMU dan kemudian merantau ke Jakarta ini. Tradisi seperti ini, ada bagusnya terus dikembangkan, dan bila perlu di kembangkan ke arah yang lebih meoderen dalam cakupan yang lebih besar. Saya candakan kepada teman-teman saya kalau kami parpakkat akan membuat satu HOLDING COMPANY, nanti semua par-tambal ban akan mempunyai satu perusahaan induk dan setiap partambal ban ini boleh mengambil barang dan pinjaman modal dari holding company ini, untuk memajukan usahanya. saya juga ngomong e teman-teman saya ini, bahwa gotong royong dalam tradisi orang pakkat di kampung sana terbawa-bawa hingga ke tanah perantauan ini.

Saya juga menjelaskan kepada mereka, kalau orangtua kami yang di kampung sana, di pakkat sana, sebagaian besar adalah kaum perantau, kaum pangisolat sama simatua, kaum parsonduk hela, pakkat yang merupakan daerah perantaun dari setiap asal masing-masing. menjelaskan kalau dipakkat semua marga ada, berbeda dengan di toba dan samosir yang merupakan marga asli.

Inilah cerita saya yang kebetulan saya alami beberapa minggu lalu, namun baru hari ini bisa saya selesaikan…Majulah orang Pakkat.

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

25 Responses to Tambal Ban dan Par-pakkat

  1. swandy sihotang

    Hidup Tambal Ban.
    Sejarah tambal ban dan jejaring yang dibangun oleh orang-orang Pakkat di Jakarta lebih kuat dari strategi bisnis orang-orang cina. Hanya sedikit perbandingannya adalah bisnis tambal ban tidak sebanyak modal yang dimainkan oleh bisnis orang-orang cina.
    Bagaimana dan siapa yang memulai bisnis tambal ban orang-orang pakkat di jakarta, perlu penelitian khusus.

    horas,

    swy

    >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  2. Ricardo AP Marbun/ Edo

    Tambal ban, berarti ahli dalam mengatasi bocor, memberi kenyamanan bagi yang kesulitan serta mengantarkan orang sampai ke tujuan.

    Kalau tidak salah, Awal Par Pakkat menekuni profesi sebagai usahawan TAMBAL BAN, adalah dimulai oleh Bpk L MARBUN ( Raja Leman Marbun, –> Abang Kandung dari Bpk M. Marbun (Kapolres Samosir sekarang).
    Bapak L.Marbun ini, banyak memberi (secara praktikal) bagaimana cara berbisnis, mengelola usaha, serta bersikap (memberi etika (termasuk menghargai waktu dan janji) dan tatacara serta sikap yang baik) kepada orang-orang yang bekerja di tempat usahanya.
    Beliau (Bpk RAJA LEMAN MARBUN dohot inanta i Br. REA ) adalah suatu sosok yang menjadi panutan bagi para usahawan (bukan hanya usaha tambal) dari Pakkat.
    (alana tung takkas do binoto burju ni amanta on nang songon i akka hahaanggi nasida sasude, najolo pe, dimasa-masa di haposoon nami, kumpulan PERMAIPAS (Persatuan Mudamudi Pakkat dan Sekitarnya) sai ni haraphon do nasida sebagai salah satu donatur ).
    Dimasa-masa itu, memang umumnya orang batak perantau sian hitaan, masih dominan bekerja di bagian transportasi darat (supir dan kondektur bus kota).
    Namun dengan segala ketekunan dan professionalisme serta kerendahan hati yang ditunjukkan oleh Bapak Raja Leman Marbun, usahanya berkembang maju pesat.
    Pada tahun 70′an, dengan bendera CV.MANARIHON, usaha bisnisnya merambah maju. CV Manarihon pada saat iru, sempat menjadi agen/distributor UNION OIL dari USA.
    Usaha tambal bannya, dimulai (setahu saya) di Jl. Fakmawati / Blok A (samping Pasar Cipete) Jkt—> saat ini dekat lokasi tsb ada mall. (molo laho sikkola iba na jolo sian H.Nawi laho tu SMA N.6 Bulungan, ittor sai no lewatan do usaha nasida i tiap ari).
    Saat ini, usaha CV Manarihon, masih maju dengan memiliki Cabang di berbagai tempat.
    Pusatnya ada di Daerah Ciputat (dengan areal yg cukup luas, persisnya setelah sekolah polisi menuju Sawangan), cabangnya juga ada di Keb.Lama.
    Memang diawalnya, beliau banyak menampung perantau dari Pakkat, Tarabintang dan Parlilitan.
    Perkembangan dari para perantau (“bekas karyawan”nya) tersebut, tentu juga saling berinteraksi satu sama lainnya, saling tolong menolong dan persis seperti yang diceritrakan diatas.
    Soal Asset ? tentu jumlahnya sudah puluhan milyar rph, namun kesederhanaan serta kerendahan hati beliau tetap ditunjukkannya.
    Sekarang, disetiap kota yang kulalui, jika pas saya berhenti di “PARTAMBALAN” akan selalu kutanyakan apakah mereka adalah Saudara kita yang berasal dari Pakkat /Papatar.
    Ijur si sattetek i, memastikan ndang be boccor pentil i.
    Hidup Tambal,

    Horas Jala Gabe, Tetap Semangat dan GBU, Amen.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  3. swandy sihotang

    perjalanan hidup dari Raja Leman Marbun ini akan hilang dari ingatan kalau tidak didokumentasikan. Padahal dialah orang pertama yang memberikan jalan-jalan hangoluon untuk sebagian besar orang-orang dari Pakkat di jakarta. Suatu saat kita mungkin perlu ketemu dohot amanta on ate.

    Nionma alamatna:
    Manarihon Bengkel
    Jl Ciputat Raya 84
    Jakarta

    t: 021-740-1110

    Horas.

    swy

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  4. Lismawati Hansel - Sinaga

    Nga denggan tutu i bah molo nga adong sada koperasi ni akka par Tambal ban.
    asa lam tamba solid halaki.

    Dang holan akka partambal Ban, akka penjual bensin (pargalon) pe godang do par Pakkat.

    Ima tutu kreatif ni akka par Pakkat on akke?
    Angin ido digadisi.

    Hidup partambal ban!
    Hidup Pakkat.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  5. rihardi tinambunan

    Masukan to Amanta Moderator, molo boi nian siap pangidoan asa di wawancarai jolo Bpk L. Marbun on. Molo hira-hira pas do songon na di utarahon ni Amanta Ricardo, nungga denggan ra di pamasuk sebagai Tokoh Kita on akke….hamuna.

    Ale manukkun jolo ahu tu Amanta Ricardo AP, songon na hea hubege Goar ni raja Leman on. Molo sosala na Par Sibongkare do halak amang on..??

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  6. masalah “holding ” nadenggan do tutu i daba, jala godang do akka pemikir sian pakkat laho menciptahon i,

    alai unang ma nian songon na tabege di tv manang koran ima nasai manaburhon labang di dalan ase matombuk ban motor/mobil ni akka dongan, dosa besar doi jala bage maila hita par pakkat annon.

    selamat untuk dongan partambal.

    coleby s

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  7. Jeperis Nahampun

    Horas … nungga godang postingan masuk hape… dung nitinggalhon piga-piga ari ala ni kesibukan..
    Tutu do kale molo boi nadenggan i ma taulahon..
    Sattabi …maaf binege barita sian na dao… adong dope hita parpakkat na marmiak/maroli palsu…..dang huboto manang na tutu i…. ale sahat do info i tu kalimantan barat.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  8. Lismawati Hansel - Sinaga

    Bohai ah…ise barani naeng manaburhon labang tu dalan asa matombuk ban i motor??
    Nga tok jim hian i dah..

    Ima dah…bersatu dan tolong menolong tu kebaikan ma, unang bekerja sama tu na lonong.

    Hidup Par Tambal!!
    Dohot sude par Pakkat!!

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  9. swandy sihotang

    Hampir 2 tahun lebih, setiap malam pulang kerja saya selalu membunyikan klakson apabila sedang melewati tambal ban si X (sori lupa namanya) teman kita parpakkat ini, tambalnya di pertigaan Ciledug, Bintaro dan blok M, alias di Perdatam. Walaupun orangnya tidak kelihatan tetapi saya selalu memberikan tanda bunyi klakson 2 kali pertanda saya lagi lewat. tetapi beberapa bulan terakhir ini, saya selalu melihat orang lain yang bekerja disitu. Naung pindah do naeng lae i?

    Nangpe nungga pindah ho lae, sai tetap dope hupalu klakson hi molo lewat au sian i.

    horas,

    swandy

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  10. Chandra Sidauruk

    horasss…bah tu akka halak kita….
    menarik do poang carita tempel ban i ktepatan 2 ari nalewat pas muse baru gatti ban ua di bengkelni par pakkat…
    salam kenal bah…ai anggo au parsiattar asli do alai saunari on sahali 2 minggu lao do au tu Onan Ganjang, aima huta sebelum pakkat, gabe penasaran hian do au lao tu pakkat bahhhhhhhhh…..
    ikkon hudalani do annon pakkat i…
    horas….GBUS

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  11. Lismawati Hansel - Sinaga

    Horas Ito Sidauruk na baru berkunjung,
    pas doi Ito mantap do huta nami Pakkat, kecil tapi cantik.
    Godang do sisi salak.
    Molo Onan Ganjang dang dao bei sian Pakkat, patorus hamu ma.
    Jala molo nga denggan dalan i annon, tu lautan Hindia pe dang be dao i sian Pakkat.

    Pokoknya mantap ma annon molo nga jadi bagak dalani.Tangianghon Ito ma akke asa unang holan hata hata dibaen akka Pamarettai, alai diralisasihon ma attong.

    Sai anggiat ma!

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  12. swandy sihotang

    Horas lae Sidauruk, molo lao tu Pakkat lae, ikkon berkunjung do tu sampuran-sampuran (air terjun) na adong di pakkat. Adong do lobi 10 sampuran disi. Unang lupa lae mamboan kodak, sotung menyesal he hehehe

    salam siantar, gabe masihol tong iba tu siantar, tu lapangan bola atas, disido ingananku hian menuntut ilmu.

    swy

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  13. rudy sihombing

    Boa do carana, paagohon image ni angka dongan “halak ion” = halak non batak na mandok. “angka batak partambal on do manabur paku di dalan on”.
    Toho doi amang? Tapaingot ma angka dongan na mangulahon si songon i.
    Sai lam maju usaha ni halak hita di dalan napinatudu ni Tuhanta

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  14. swandy sihotang

    Jadi molo kompes ban ni motornai manang mobil nai, pittor sai ditamiakkon do asa jonok par-tambal, jala dung diida adong partambal pittor las situtu ma rohana. Alai dung sai martambal pittor ro akka sibolis, ima akka pikkiran naso ture. “Atikna partambal on do namanogong labang i” ninna rohana.

    Atik pe songoni, tu akka donganta partambal, tongma tapasingot tu akka hajujuron dinamarulaon.

    Horas,

    swy

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  15. marthin marbun

    HORASSS!!!!

    Terimakasih atas sharing ceritanya tentang Ayah saya, yang sering saya sebut Bapak.
    Saya adalah anak ke 8 dari 8 bersaudara pasangan Bapak Leman Marbun & Ibu Rosianna Rea Simbolon, pendiri CV.Manarihon.

    Saya sangat terharu membaca cerita ini yang sebelumnya tidak pernah saya temukan.

    Memang benar, bapak selalu mengajarkan pada kami sejak kecil tentang banyak hal, terutama kepada anak-anak nya yang laki-laki,.bahwa kita harus tegar menjadi seorang laki-laki, dimana kemudian hari kamu akan menjadi kepala rumah tangga,.dia mengajarkan kami untuk tidak menyerah terhadap hidup ini.

    Bahwasanya hidup adalah sebuah perjuangan yang tak pernah berhenti, hidup adalah pembelajaran sampai nafas terakhirmu,. itulah yang saya pegang hingga saat ini.

    Bapak tidak pernah membedakan anaknya, baik dengan gender laki-laki maupun perempuan, yang dibedakan hanyalah tanggung jawab, cara bapak mengajarkan selalu sama.

    Dia mengajarkan Ketekunan,kerendahan hati,percaya diri dan mau berjuang serta pantang menyerah.

    Luar biasa memang,.saya pun kagum atas perjuangannya, semoga perjuangannya dapat melekat pada semua orang yang ingin maju dan berkembang.

    Saat ini selain bekerja diluar, saya dipercayakan oleh bapak untuk melanjutkan pengelolaan CV.Manarihon Oil, namun untuk me-refresh sesuai dengan perkembangan Zaman, Bapak memperbolehkan saya mengganti nama usahanya menjadi Super-Servis, seperti yang ada sekarang, dengan pelayanan yang Super dan Servis yang memuaskan, itulah yang menjadi ujung tombak usaha bapak, yang saya teruskan saat ini.

    Pesan Bapak cuma satu,..”Kembangkan!” pesan singkat yang sangat berarti sekali,…

    Saya sangat bersemangat mengembangkan usaha tersebut, siang-malam saya dan isteri saya memikirkannya, meng utak-atiknya, sepulang kami dari kantor masing-masing, kami bergelut memutar otak untuk mencapai satu pesan dashyat dari Ayah & mertua tercinta,..”KEMBANGKAN!”,..

    Terimakasih Bapak,.Mama,.

    Terima kasih Semua rekan-rekan, atas dukungannya,.

    Good Bless You All,..

    Vini,.Vidi,.Vici,.
    Saya datang,.Saya berjuang, Saya Menang,..

    Amien! HORAS JALAGABE!!!

    PS: apabila mau mengubungi bapak untuk sumber cerita maupun endoser artikel tersebut, bisa
    menghubungi ke :

    021 7430871
    Jl.Ir. H Djuanda Raya no 84. Ciputat 15419-tangerang.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  16. hendry lbn gaol

    Mauliate abang….

    Kalau ada waktu saya pasti kesana…..untuk bertemu langsung dengan amang itu.

    Maaf kalau ada kalimat atau salah dari para komentator ateh…..hu tlepon pe abang innon

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  17. Ricardo AP Marbun/ Edo

    Horas Angia MARTIN,
    Pasahat ma tabenami tu Amang dohot inang uda ateh.
    Horas ma.

    Horas Jala Gabe, Tetap Semangat dan GBU, Amen.
    dari Abangmu dan kel.
    ricardo ap marbun,se,mm

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  18. swandy sihotang

    Horas matutu tu abang Martin Marbun, las roha dabah ditanggapan munai, artina akka informasi on situtu do hape. Nungga sering binege akka cerita taringot Amanta on dohot CV manarihon. Jala las do roha. Sai anggiat tu tamba sehat jala panjang umur ate.

    Horas dan selamat bergabung.

    Swandy

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  19. SALAM KENAL SEMUA,,AQ ASLI SEMARANG DAN SEKARANG INGIN MEMBANTU USAHA TAMBAL BAN AYAH SAYA.ADA YG TAU G TENTANG USAHA VULKANISIR BAN DAN CARA BELANJA BAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL LAGI….TRIMS

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  20. KLO ADA YG TAU AQ MAU INFORMASINYA N YG JELAS AKURAT HUB.H36RO@YAHOO.COM

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  21. Dear Endro….

    Saya sih nggak tau pasti, tapi coba hubungi THAULABA BAN di no 0811850234
    dgn Bp. David Manalu

    semoga membantu

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  22. asli semarang,,berarti pak endro jawa yah?

    Thanks

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  23. parulian silalahi

    Horas……………………..
    Au pangaratto di jakarta ,au sian siantar do lae……..

    Sai mantab do hu baca akka komentar dan masukan on.sai anggiat ma hita BATAK terkenal alana kebaikan dan kegigihan untuk membangun usaha kecil. alana mulai etek do asa balga.molo na etek nungga boi hita kelola nabalga pe boi ma hita kelola.
    Tapi unangma hita tonjolkan kekerasan alana halak kita batak di cap orangnya KASAR.selalu ma hita patuduhon tu sude jolma molo hita Batak penuh dengan HOLONG.
    Molo ro halak ion i to tambal banta unang hita kasar.

    Horas ….tambal ban pasti maju dan jaya di masyarakat luas. Dan hita BATAK pasti terkenal dengan KASIH………………
    semoga hita makin maju dalam usaha dan berorganisasi ………GBU.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  24. horess……………

    minta tolong klo ada yg tau tempat buat dangan kabari saya ya lae……boi to no 021 71120658 atau melalui E mail ; samuel.pangeran@ymail.com.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  25. swandy sihotang

    Silahkan juga kunjungi lae website TAO Motor dengan mengklik Tao Motor yang ada di sebelah tengah kanan partukkoan ini.

    Horas, semoga sukses.

    <<  |  <  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>