www.latteung.wordpress.com Orang batak tak pake marga. Wajar dan biasa kata orang. Bukan mau bilang, kalau ada orang batak tak pakai marga di identitasnya adalah orang yang malu jadi orang batak. Itu menghakimi?. Nggak. Nggak tahu tepatnya. Tapi menurutku ada sedikit kurangnya, kalau orang batak tak mencantumkan marganya. Terilhami dari status Facebook beberapa teman yang yang menyatakan akan menghapus beberapa contact/temannya bila seseorang yang mengaku batak tapi tidak mencantumkan marga di pesbuknya. Maka, saya buru-buru menambahkan kata ‘Lumban’ di antara namaku dan kata terakhir margaku. Jujur, saya merasa ‘tertuduh’ dengan menyingkat atau menghilangkan se-sukukata margaku. Padanan kata “GAOL” dalam marga batak ada dua “HUTA GAOL” dan “LUMBAN GAOL”