www.latteung.wordpress.com Orang batak tak pake marga. Wajar dan biasa kata orang. Bukan mau bilang, kalau ada orang batak tak pakai marga di identitasnya adalah orang yang malu jadi orang batak. Itu menghakimi?. Nggak. Nggak tahu tepatnya. Tapi menurutku ada sedikit kurangnya, kalau orang batak tak mencantumkan marganya. Terilhami dari status Facebook beberapa teman yang yang menyatakan akan menghapus beberapa contact/temannya bila seseorang yang mengaku batak tapi tidak mencantumkan marga di pesbuknya. Maka, saya buru-buru menambahkan kata ‘Lumban’ di antara namaku dan kata terakhir margaku. Jujur, saya merasa ‘tertuduh’ dengan menyingkat atau menghilangkan se-sukukata margaku. Padanan kata “GAOL” dalam marga batak ada dua “HUTA GAOL” dan “LUMBAN GAOL”
Penyaji : Beresman rambe Konsep-konsep sihabatahon yang di ciptakan pendahulu kita salah satunya "boru ni raja" Konsep ini mengingatkan orang Batak betapa terhormatnya seorang boru di dalam satu keluarga orang Batak. sejak jaman dahulu. sesungguhnya konsep-konsep tersebut, membuat kita sadar, bahwa seorang orang Batak tidak boleh menganggap rendah derajat seorang perempuan. Segudang persoalan terjadi pada diri orang Batak dewasa ini, karena mereka bukan lagi orang Batak yang memahami konsep-konsep tersebut.
Tak terasa, hari semakin menjelang siang, tamu-tamu semakin banyak berdatangan, berbagai tingkah dari tamu menjadi hiasan tersendiri pesta itu. Canda dan tawa memenuhi segenap pelosok ruangan megah berhawa sejuk itu. Seolah, pesta pernikahan yang sekaligus menjadi ajang temu kangen, reuni para undangan. Hingga menjadi ajang silaturahmi dari beberapa orang mantan pejabat. Lalu sekelompok ibu-ibu yang kalau dilihat dari penampilan adalah golongan orang berada tampak sedang asyik bercengkrama.
Masih tentang pengayaan akan kazhanah pengetahuan ke- batakan, maka kali ini saya mencoba memberikan sedikit ulasan tentang asal-usul nama-nama orang batak. Menurut apa yang pernah saya dengar, bahwa banyak nama-nama orang batak itu selalu di mulai dengan kata Raja. Hal ini tentunya bisa kita pahami, karena sudah menjadi rahasia umum, kalau semua orang batak adalah ‘raja’ yang walaupun tak punya bawahan atau anak buah. Dan tentunya semua perempuan batak adalah boru ni raja.
Mata saya sibuk membolak-balik lembaran daftar caleg yang terpampang di TPS itu. Kalo dipapan ini, foto dan nama caleg di cantumkan maka di kertas pemilihan, hanya nama saja. Satu persatu caleg dari tiap partai saya baca. Kekritisan pikiran ini mulai meradang ketika membaca satu persatu caleg dari partai-partai kontestan pemiliu 2009. Yang kutahu, puluhan caleg orang batak ada disana. Mulai dari caleg DPR hingga Caleg DPRD tingkat 1.

Sejak dahulu kala etnis Batak Toba sangat setia melaksanakan upacara adat dalam berbagai kegiatan. Adat sebagai bahagian dari kebudayaan elemen untuk mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan merupakan identitas budaya dalam khasanah kebhinekaan di dalam negara tercinta ini. Pada dasarnya adat di dalam implementasinya berfungsi menciptakan dan memelihara keteraturan, ketentuan-ketentuan adat dalam jaringan hubungan sosial diadakan untuk menciptakan keteraturan, sehingga tercapai harmonisasi hubungan secara horizontal sesama warga dan hubungan vertikal kepada Tuhan.
Akka dongan nahinaholongan (khususnya anggota milis Pakkat), sejak milis Pakkat kita buat pada tanggal 23 Mei 2007, begitu banyak rekan-rekan yang antusias dan berdiskusi hangat di milis pakkat dan di web ini tentang bagaimana memajukan Pakkat, kampung halaman kita.