Medan (SIB)
Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat di Kota Medan yang tidak lulus Ujian Nasional (UN) formal 2008 diperbolehkan mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK).
Sementara bagi siswa SMK disarankan untuk mengikuti UNPK periode II mengingat terdapatnya beberapa bidang studi yang akan diujikan dalam UNPK Paket C baik program IPA dan IPS tidak pernah diajarkan pada peserta didik dari SMK.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Hasan Basri melalui Kasubdis Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Syaiful Alamsyah SE seusai Rapat dengan pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se Kota Medan di Aula Dinas Pendidikan Medan, Jalan Pelita IV Medan, Selasa (17/6).
Syaiful menjelaskan, menindaklanjuti Surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Nomor:421.9/2222/PLS,1/22/2008 tertanggal 13 Juni perihal pelaksanaan UNPK bagi peserta tidak lulus UN Formal tahun 2007/2008 bagi siswa SMA/MA tidak lulus UN formal 2007/2008 diberikan kesempatan untuk mengikuti UNPK periode I di Kota Medan dengan ketentuan, memiliki kartu tanda peserta UN Formal dan surat keterangan tidak lulus atau tidak menyelesaikan seluruh program pembelajaran di pendidikan formal.
Mendaftarkan pada satuan pendidikan non formal kesetaraan seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Balai Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal (BPPNFI) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Sedangkan kepada siswa SMK disarankan agar mengikuti UNPK periode II karena ada beberapa bidang studi yang akan diujikan dalam UNPK Paket C baik program IPA maupun IPS tidak pernah diajarkan kepada peserta dari yang berasal dari SMK seperti biologi atupun geografis. Maka disarankan untuk mendaftarkan diri pada Kelompok Belajar Paket C pada satuan Pendidikan Non Formal atau PKBM agar bisa mengikuti proses belajar sehingga dapat didaftarkan sebagai peserta UNPK periode II Nopember 2008.
Dijelaskannya UNPK Paket C dilaksanakan 24-27 Juni 2008. Sedangkan Paket B, dan Paket A dilaksanakan 1-3 Juli 2008. Selain itu, mengacu pada Surat Edara Dirjen Pendidika Luar Sekolah Depdiknas Nomor : 60/E/MS/2005 dan Nomor :226/E/MS/2005 serta Surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Nomor:421.9/498/DISDIKSU/2008 tertanggal 14 Maret 2008 ditegaskan bahwa Satuan Pendidikan Non Formal Kesetaraan tidak diperkenankan memungut biaya pendaftaran siswa yang ingin mengikuti UNPK Paket A, Paket B dan Paket C.
3.734 Peserta Ikut UNPK Paket C di Medan
Sebanyak 3.734 peserta akan mengikuti UNPK (Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan) Kejar (Kelompok Belajar) Paket C setara SMA di Kota Medan, 24-27 Juni 2008 mendatang.
Demikian dikatakan Kadis Pendidikan Medan melalui Kasubdis PLS (Pendidikan Luar Sekolah) Syaiful Alamsyah SE kepada SIB di Kantor Jalan Pelita IV Medan menanggapi soal peserta UNPK Paket C di daerah ini, Selasa (17/6).
Menurutnya, peserta Paket C terdiri dari 1.444 siswa non formal serta 2.290 siswa gagal UN Formal. Untuk peserta Paket A berjumlah 100 orang, Paket B sebanyak 424 orang berasal dari siswa 39 PKPBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar), 167 TBM (Taman Bacaan Masyarakat) dan 721 Kursus se-Kota Medan.
Dikatakan, peserta yang gagal UN formal bisa bergabung mengikuti ujian kesetaraan dengan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Mengajar) sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) dari Depdiknas.
Lebih lanjut dijelaskan, ujian nasional pendidikan kesetaraan tersebut untuk periode I Paket A dan B 1-3 Juli 2008, Paket C 24-27 Juni 2008. Periode II Paket A dan B 18-20 November 2008 serta Paket C 11-14 November 2008.
“Bidang studi diujikan, yakni Paket A: PPKn, IPA, IPS, B Indonesia dan Matematika. Paket B: PPKn, Matematika, IPS, B Indonesia, B Inggris, IPA. Paket C Jurusan IPS: PPKn, B Inggris, Sosiologi, Geografi, B Indonesia, Ekonomi dan Matematika serta Paket C Jurusan IPA: PPKn, B Inggris, Biologi, Kimia, B Indonesia dan Matematika,” ujarnya.
Sementara Pengelola PKBM Pakpak Mandiri Medan Johor Ir J Berutu menjelaskan, siswanya mengikuti UNPK sebanyak 121 orang terdiri dari Paket A sebanyak 12 orang, Paket C berjumlah 33 orang serta Paket C berjumlah 76 orang.
Komentar ni Pamurgit :
Rupanya sistem pendidikan kita tidak mau kalah dengan Restoran siap Saji KFC yang emnawarkan “Paket 1, 2, 3 dll” atau “Paket hemat, paket como 1 dan 2″
Lalu juga ada paket yang ditawarkan oleh operator telepon selluler, “paket bebas bicara, bebas abodement” inilah kalao kebanyakan para pemikir bangsa punya kebiasaan makan di KFC. coba kalau makan di ‘lapo’ tentu akan lebih baik…kaleeeee
Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:
Bage bingung do iba tutu, paket nion paket nian…
Ba molo dang lulus naso lulus mai… mangulang ma sataon nai…
[Balas...]
Baahhhh,…. Idagaaa kalekale,
Ai na sai di KFC do hapengna inganan ni si PAMURGIT mangan ?
Patut do asa mura-mura lupa ho jala songon na LANGAN-LANGAN bohi mi kale-kale bah !
Ai molo mangan iba, ikkon allangon do attong IKKAU / SAYUR, asa tambah vitamin dan daya ingat.
Hapengna di lapo langganan ni pamurgit i, ndang adong digadis disi sayur, apalagi na marcampur RIAS manang na ikkau SIHORPUK.
Hehehehe,…. rap tu lapo ma hita annon siang-siang on akke Pamurgit ?, rap hita dohot akka Par Pakkat na jonok sabana tu Tondongta na di Jl Sabang (belakang SARINAH) on.
Molo setuju do ho kale-kale, hu tlp pe ho annon jam 11.30 wib. Boha do waktum katua ?
Horas Jala Gabe, Tetap Semangat dan GBU, Amen.
[Balas...]
Holan Pamurgit ima arahon Bapa Tua, au par cikarang on unang pala,…MARDIKKAN hian ho,….
Lomo roham tong haraparan iba dison,…
[Balas...]
ha ha ha nungga mandele donganni pamurgit i, apala ale-alena hian do i. Taringot tu makan siang abang dang boi au bah. Akka dongan majo ateh.
Horas jala mauliate godang.
swy
[Balas...]
Iteng jo kale-kale, ndang na mardikkan ahu kale-kale, alana natok dao be do hutanta nuaeng hasian, ido asa hudok molo adong asa dohot akka par hutanta na jonok sabana tu jl Sabang i, hehehehe,…….
Je ampun ma jo, unang ittor muruk ho kale-kale dah ?
Horas Jala Gabe, Tetap Semangat dan GBU, Amen.
[Balas...]