Oleh : Hardi Purba MT.
Sama dengan Starbucks Coffee, perusahaan The Body Shop melakukan eksplorasi bisnisnya pada path 5: across functional or emotional appeal to buyers pada six paths framework. Menggarap sisi daya tarik emosional dan fungsional bagi konsumennya. Bedanya, Starbucks Coffee meraup sukses besar dengan mengubah dari berjualan komoditas kopi (fungsional) menjadi suatu daya tarik emosional. The Body Shop justru sebaliknya, mengubah industri “emosional” kosmetik menjadi fungsional. Kok bisa?….ya! kenyataannya memang seperti itu.
Pada saat pesaingnya menempatkan faktor kompetisi (competition factors) high-tech cosmetic science, dan glamorous image pada level “tinggi”, The Body Shop malah menempatkannya pada level “rendah”. Dan yang paling membuatnya berbeda adalah pada faktor kompetisi natural ingredients (kandungan bahan-bahan alami). The Body Shop menempatkannya di level “tinggi”, sedangkan para kompetitornya berada di level “menengah”. Itu berarti bahwa semua produk-produk kosmetik The Body Shop murni terbuat dari kandungan bahan-bahan natural dan ramah lingkungan. Produk-produk inovatif The Body Shop menggunakan kandungan bahan alami dan representasi hidup sehat. Apabila Strategi Kanvas The Body Shop digambarkan, maka akan terlihat jelas bahwa produk yang ditawarkan perusahaan ini tergolong unik dan berbeda dengan industri kosmetik umumnya. The Four Action Framework yang dikemukakan oleh W.Chan Kim dan Renee Mauborgne dalam Blue Ocean Strategy diterapkan dengan sempurna. Ada beberapa faktor kompetisi yang dihilangkan (Elimination), dikurangi (Reduce), ditingkatkan (Increase) dan diciptakan (Create); E-R-I-C.
Samudra Biru The Body Shop berhasil dibangun dengan konsep inovasi nilai (value innovation). Kesadaran masyarakat dunia yang semakin tinggi akan pentingnya penggunaan bahan-bahan alami bagi kesehatan - ketimbang bahan-bahan sintetis - menjadi sangat sinkron dengan produk The Body Shop yang menomorsatukan faktor fungsional (pada kosmetik) melebihi faktor emosional. Kesan glamour yang sangat kental untuk urusan kecantikan ini, secara dramatis dirubah menjadi natural/alami melalui produk-produk yang ditawarkan The Body Shop. Pasar pun merespon ide cemerlang ini dengan sangat antusias. Masyarakat khususnya para wanita pemakai kosmetik semakin sadar bahwa keindahan yang sesungguhnya adalah dengan memakai peralatan kecantikan yang terbuat dari bahan-bahan alami.
The Body Shop didirikan oleh Anita Roddick di kota Brighton, Inggris tahun 1976. Bisnis produk kecantikan ini telah melambungkan nama wanita kelahiran tahun 1942 tersebut tersohor ke seluruh dunia. Betapa tidak!. Pengusaha kelahiran kota Littlehampton ini telah mencatatkan prestasi gemilang dan mengagumkan. The Body Shop saat ini memiliki lebih dari 20.000 gerai (outlet) di 55 negara, mempunyai 1200 varian produk, dengan pelanggan lebih dari 70 juta orang. Mendapat penghargaan sebagai perusahaan kosmetik pertama sebagai Humane Cosmetics Standard for our against animal testing policy.
Pemasaran Unik
Anita Roddick menerapkan konsep pemasaran yang tergolong unik bagi produk-produknya. The Body Shop tidak memiliki departemen atau bagian pemasaran, dengan menganggarkan dana besar untuk mengiklankan produknya sebagaimana lazimnya suatu perusahaan kelas dunia. Perusahaan ini justru menawarkan produk yang merupakan representation of healthy living dengan sangat gencar ”bersuara” tentang pentingnya memelihara dan menjaga lingkungan hidup yang sehat. Kampanye sosial dengan mengusung isu pemanasan global, menentang percobaan produk (uji produk) pada binatang, menentang perang, dan isu kemanusiaan lainnya dikemas apik oleh Anita Roddick pada setiap produk kosmetik yang dijualnya dengan mengusung tagline ”Made with passion”.
Kalau perusahaan dari Inggris ini mampu menciptakan new value bagi konsumennya dengan mengeksplorasi faktor-faktor kompetisi yang tergolong relatif sederhana, maka tentu perusahaan-perusahaan lokal pun sesungguhnya mempunyai kesempatan dan kapasitas untuk ”mendunia” dan menjadi perusahaan inovatif. Kita tunggu!.
= Selamat ”berenang” di samudra biru =
pakkat1974 :
Boha molo tabaen STARTUAK CAFE?
Tempatnya di mall-mall dan hotel2 bintang 5, khusus untuk highclass batak people?
Inengggg mantap hian do ra akke?
Horas,
swy
[Balas...]
Ricardo AP Marbun/ Edo :
Ai tong dopeng na BALAU (biru) ?, Ai nungga be ra bage LITOK attar songon na BIRONG manang na attar GORSING saotik.
hehehehe……..
Je molo program tu “STARTUACK CAFE” ndang sossok attong strategy samudra biru tusi, alana ndang adong tuak na balau, kecuali MATEK-TEK BALAU NI CUCIAN i tu bogasan.
hahahaha……..
Horas Jala Gabe, Tetap Semangat, GBU dan Horas.
[Balas...]