Oleh : Hardi Purba MT

Novo Nordisk?…..Ya,…walaupun mungkin masih banyak yang belum pernah mendengar atau melihat produk-produk perusahaan yang berasal dari Denmark ini, sesungguhnya produknya yang bernama NovoPen, adalah produk sarat inonovasi kreatif dan berhasil mengarungkan “perahu” bisnisnya ke zona spektakuler yang bernama “Samudra Biru” (Blue Ocean).
NovoPen, adalah peralatan suntik insulin bagi penderita penyakit gula (diabetes). Bagi penderita penyakit ini, penyuntikan insulin secara berkala merupakan keharusan untuk dapat mempertahankan kualitas kesehatannya. Pada dasarnya, Diabetes Mellitus (DM) atau penyakit kencing manis disebabkan hormon insulin penderita tidak mencukupi, atau tidak dapat bekerja normal. Hormon insulin tersebut mempunyai peranan utama untuk mengatur kadar glukosa di dalam darah. Kadar gula darah dikendalikan dengan menyuntikkan insulin secara berkala. Permintaan insulin semakin hari memang terus meningkat, seiring dengan terus meningkatnya jumlah penderita penyakit diabetes di seluruh dunia, yang saat ini diperkirakan sekitar 170 juta jiwa. Penderita diabetes di Indonesia sendiri lebih dari 8 juta jiwa (tahun 2000) dan diperkirakan akan terus meningkat dan akan mencapai angka lebih dari 21 juta pada tahun 2030. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan Indonesia (dengan populasi 230 juta penduduk), menduduki ranking ke-4 di dunia setelah China, India dan US (Amerika Serikat). Di China, penderita diabetes saat ini diperkirakan lebih dari 30 juta orang.
W.Chan Kim dan Renee Mauborgne dalam buku Blue Ocean Strategy memaparkan chain of buyers (rantai pembeli) suatu produk – barang dan atau jasa- terdiri dari tiga:
- purchaser
- influencer
- actual user
Pada transaksi suatu produk (barang atau jasa), seorang purchaser belum tentu menjadi actual user. Contohnya, si Hendry membeli komputer notebook (laptop) dengan spesifikasi tertentu, pada salah satu toko di kawasan perdagangan Glodok, Jakarta. Setelah dibeli dan sesuai dengan spesifikasi teknis, barang tersebut dikirimkan ke Pakkat, salah satu kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Orangtuanya yang tinggal di Pakkat memang sudah lama memesan laptop tersebut untuk menunjang pekerjaannya sebagai seorang tenaga pendidik. Dalam hal ini, si Hendry adalah sebagai purchaser, dia yang membeli dan membayarkan dan orang tuanya sebagai actual user (pemakai laptop). Jadi memang bisa saja terjadi, seorang purchaser tidak otomatis menjadi actual user seperti pada contoh di atas.
Kalau influencer?…Jelas berbeda. Dia bukan purchaser, bukan pula sebagai actual user, namun dia mempunyai pengaruh kuat dalam suatu transaksi.

Novo Nordisk merupakan suatu perusahaan pembuat/produsen insulin. Sebagaimana halnya dengan industri farmasi, insulin dijual melalui satu rantai pembeli influencer (dalam hal ini dokter). Kualitas insulin menjadi faktor kompetisi yang sangat penting dan “area” bersaing dengan para competitor.
Bagaimana Novo Nordisk mengembagkan bisnisnya ke Samudra Biru?
Pada saat semua produsen insulin bersaing membuat produk berkualitas terbaik dengan fokus pada dokter (influencer), mereka memahami betapa seorang pasien penderita penyakit ini sesungguhnya sangat “repot” ketika tiba saatnya menyuntikkan insulin. Pasien akan pergi ke rumah sakit atau klinik, membeli peralatan suntik dan insulin dari apotik dan oleh dokter disuntikkan ke tubuh pasien. Kalau periode penyuntikan insulin (sesuai kondisi penyakit) agak “jarang” - setiap dua minggu atau setiap minggu misalnya – tentu tidak menjadi masalah besar. Tetapi bagaimana ketika kondisi pasien menuntut penyuntikan insulin setiap hari atau bahkan dua kali sehari?….akan sangat mengganggu dan sangat merepotkan. Novo Nordisk pun melihat dan memahami kondisi ini dan perlu dibuatkan solusi. Tahun 1985 Novo Nordisk memproduksi injeksi insulin NovoPen yang dirancang sedemikian, sehingga mudah digunakan sendiri oleh pasien. Berselang beberapa tahun kemudian perusahaan ini memproduksi lagi peralatan serupa yang lebih canggih, yaitu NovoLet (1989) dan sepuluh tahun kemudian (1999) diluncurkan Innovo, suatu injeksi dengan memori elektronik yang terintegrasi dengan tingkat kenyamanan dan akurasi yang sangat tinggi. Novo Nordisk dengan kreatif menciptakan inovasi nilai (value innovation) berupa produk inovatif dengan membidik actual user.
= Selamat ”berenang” di samudra biru =
Artikel ini telah dibaca sebanyak
kali
Tommy M J Sihotang :
Bah, dang adong na manjaha on ra akke, ganjang hian tutu sijahaon on…….Sai budaya baca ninna…hahaha…Uttabo do tutu na mar Nonang bah…hehehe…
Horas
[Balas...]
YULINDA SIMBOLON :
Horas !
Ai dang huantusi manang aha do nadokna??????
[Balas...]
parhobas web :
olo bah…ikkon lao majolo iba margunur tu panurat i, hape panurat i pe sibukhian do ninna….boa bang hardio, alusi jo sukkun-sukkun ni ito on….unang sai sip abang dibariba i…na manodok do abang tu napa?? nga mangumpul ho….
[Balas...]
hardi purba :
Horas ma tu Kak Yulianda Simbolon dohot parhobas ni partungkoan-ta on…..
Nungga apala disuru tokke latteung i,….jadi naingkon do alusan
Alai tangan so “mangampu”….najolo adongdo hian dongan sakalas niba hian di SMP RK (Artha br. Simbolon, sian Hauagong)…….keluarga di Kak Yulianda do tahe i?…
Nitambaan ma saotik taringot tu NovoPen on akke…..Ia produk on alat suntik ni insulin do on, ima na sapaket dibaen alat suntik (termasuk jarum suntik) dohot insulin (obat ni angka penderita diabetes).
Goar ni perusahaan na ima Novo Nordisk. Jala nasida ma na parjolo memelopori ide si songon on (sapaket alat suntik dohot insulinna), jala boi si pasien manuntikkon sandiri. Didokkon si Prof. Kim (penggagas ni Strategi Laut Nabalau/Samudra Biru) tung na brilian ma tim pengembangan produk ni NovoPen on,….ala boi dipotong sada rantai ima “influencer” (untuk produk obat, dokter ma i) mambaen gabe moru ma “sitaonon” ni penderita diabetes i laho marubat, ai dang be pola lao tu rumah sakit, manang klinik, dang pola be marurusan tu dokter manang suster rupani)…..jala tung mungkin do ide on gabe sada motivasi tu angka produk naasing asa gabe kreatif……….
Songon ima jolo bah…..
Tambah mangantusi do naeng manang tambah bingung….he..he….
Sorry Kak da….samponggol-ponggol memang tulisanhu taringot tu “Strategi Samudra Biru/Strategi Laut Nabalau” di web ta on.
Molo sempat, boi ma dijaha referansi/artikel hu naasing taringot tusi, ….
silahkan berkunjung tu blog hu di http://www.hardipurba.com
Songon i majolo da tu Kak Yulianda dohot tu parhobas.
Mauliate
Horas
hp
[Balas...]
YULINDA SIMBOLON :
Horas !
Taringot Si Arta Simbolon anggi doi di Anak ni Amang uda jonok do jabunami di Pakkat tu halak i.
alana godang saonari mambahen tu Internet songo on jadi gabe sungkun 2 iba sude di dokkon bagus, alana di tingki di Padang au na hubereng do kapala nami mamangke sandiri . Unang pola songon dia akke nadenggan doi behama NAMA TUA ha ……. ha…..
[Balas...]
YULINDA SIMBOLON :
to ; Parhobas Web
Mauliatema, ai di di dokkon ito on na mangumpul ?
namangumpul HEPENG do maksudna MANAG AHA DO NA DI KUMPUL itoan on ( GOTA DO MANANG KANTAL ) ha …. ha …. bagi hamu da ?
[Balas...]