Peristiwa Aneh di Tukka Paranginan

Zaman sudah modern, tetapi hal-hal gaib masih susah hilang dari kehidupan masyarakat. Banyak fenomena gaib telah terjadi dan dimuat di media luas.

Baru-baru ini (15 Mei lalu), di desa Ngadiluhur, kec. Balen, Bojonegoro, Jawa Timur heboh gara-gara seorang penduduk yang bernama Mbah Lamidi menemukan Jenglot (semacam makhluk gaib, wujudnya bisa bermacam2, yg ditemukan oleh Mbah Lamidi ini badannya memanjang seperti ular, mempunyai kepala seperti perempuan dan berambut panjang. Kadang makhluk ini bisa dilihat kasat mata, terkadang tidak. Masyarakat Jawa tradisional mempercayai keberadaan makhluk ini).

Ini adalah cuplikan berita mengenai hal tersebut, dari berbagai sumber, termasuk kompas dan Banjarmasin post.

Jenglot bertubuh ular dan berkepala mirip manusia yang ditemukan Mbah Lamidi, warga Desa Ngadiluhur, Kecamatan Balen, Bojonegoro, tiba-tiba lenyap.

Warga desa kemarin gempar bertanya-tanya, ke mana perginya makhluk aneh yang akan dipamerkan Sabtu besok itu. Saat dikunjungi beberapa anggota Polwil Bojonegoro, makhluk aneh itu tidak menampakkan diri. Ada yang menduga, jenglot yang ditemukan di sungai dekat rumah Mbah Lamidi tersebut ngambek karena akan dipertontonkan kepada khalayak.

Menurut Kepala Desa Ngadiluhur H Dianto, dia bersama beberapa anggota Polwil Bojonegoro sekitar pukul 11.00 kemarin mendatangi rumah Mbah Lamidi guna melihat jenglot. Namun, saat itu hanya terlihat kain udeng (ikat kepala) warna hitam dan kain songket yang dipakai membungkus jenglot. “Dia (jenglot) tidak bersedia menampakkan diri saat tadi saya datangi bersama beberapa orang dari Polwil Bojonegoro,” kata Dianto.

Setelah dirundingkan dengan Mbah Lamidi, katanya, memang demikian ini ciri jenglot. Dia juga merupakan makhluk yang bisa ngambek kalau melihat keadaan tidak seperti yang diinginkanya. “Mungkin dia tidak mau menampakkan diri karena sehari sebelumnya difoto menggunakan blitz. Dan, saat akan dilihat lagi, dia ngambek hingga tak mau menampakkan dirinya lagi,” ujarnya. Selain itu, bisa jadi jenglot tersebut juga ngembek karena tahu bahwa dirinya akan dipertontonkan secara umum,” tambahnya.

Namun, Dianto serta Mbah Lamidi yakin bahwa Jenglot tersebut masih ada di tempat itu. Hanya saja, untuk sementara tidak bisa dilihat secara kasat mata. “Kan, tidak semua orang bisa melihat makhluk seperti ini. Jadi, kejadian ini sangat wajar. Yang pasti, Jenglot itu masih ada di sana,” sambung Kades.

Lalu apa hubungannya dengan desa Tukka Paranginan, kec. Pakkat, kab. Humbang Hasundutan, Sumatera Utara? Baru-baru ini, telah terjadi peristiwa-peristiwa aneh dan mencekam di desa Tukka Paranginan. Sepasang ‘gana-ganaan’ atau mejan atau sejenis patung yang telah berumur ratusan tahun hilang pada bulan Maret 2009 lalu. Padahal ‘gana-ganaan’ itu dipercaya oleh penduduk Tukka Paranginan sebagai ‘penjaga’ desa tersebut.

Namun anehnya, peristiwa ini hilangnya ‘penjaga’ desa yang umurnya telah ratusan tahun tersebut dirahasiakan oleh penduduk Tukka Paranginan. Artinya sudah 3 bulan lebih baru diceritakan atau diberitakan. Barita ini sendiri dikabarkan melalui sambungan telepon oleh kontributor Pakkat News (Ade Chandra) dari Pakkat, pada 6 Juni 2009 pagi menjelang siang tadi.

Pasca hilangnya ‘gana-ganaan’ itu, terjadi peristiwa-peristiwa aneh yang menggemparkan desa Tukka Paranginan. Kenaehan-keanehan itu berupa adanya kematian penduduk secara tiba-tiba dan berturut-turut. Hal tersebut membuat keresahan yang luar biasa bagi masyarakat Tukka Paranginan sekitarnya. Lalu akhirnya, penduduk tidak bisa tinggal diam dalam hal ini, maka akhirnya para tokoh desa melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.
Pihak kepolisian menyelidiki sebab musabab kematian yang terjadi berturut-turut, serta berusaha menyelidik pula siapa pencuri ‘gana-ganaan’ yang berumur ratusan tahun tersebut. “Gana-ganaan’ tersebut merupakan benda bersejarah dan warisan leluhur bagi penduduk Tukka Paranginan dan elah hilang dicuri sehingga disinyalir menimbulkan kegemparan dan ketakutan dikalangan penduduk.

Akhirnya, pihak kepolisian dibantu oleh ‘orang pintar’ menemukan ‘gana-ganaan’ atau mejan tersebut di Onan Ganjang. Kepolisian Polsek Pakkat bekerja sama dengan kepolisian Polsek Onan Ganjang akhirnya berhasil mengidentifikasi pencurinya. Tersebutlah seorang yang bermarga Nainggolan dan seorang lagi bermarga Purba, akan tetapi kedua orang ini belum ditemukan karena telah melarikan diri tanpa sempat membawa mejan tersebut. Selanjutnya mejan tersebut dikembalikan ke penduduk Tukka. Hanya tidak ada laporan apakah masih terjadi kejadian aneh dan peristiwa kematian yang berturut-turut itu? Artinya, belum di dapat laporan bahwa apakah ada korelasi positif antara hilangnya ‘gana-ganaan’ atau mejan atau sejenis patung yang umurnya ratusan tahun dan telah dipercaya turun temurun sebagai ‘penjaga’ desa Tukka dengan peristiwa-peristiwa aneh itu. Yang pasti, penduduk Tukka Paranginan Ambobi dan rumors yang berkembang dimasyarakat adalah bahwa kematian yang berturut-turut itu dan peristiwa aneh lainnya adalah dikarenakan oleh mejan yang hilang itu. (K/050609)

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

10 Responses to Peristiwa Aneh di Tukka Paranginan

  1. zul azmi sibuea

    sebuah upaya pemitosan modern, tapi sukses,dan mejannya diketemukan. secara pribadi saya tidak melihat hubungan antara kematian dengan kehilangan mejan tersebut. sukses stori ini merefute pemisahan jasamani/lahir dan batin/ rohani yang menjadi klaim rasionalitas ilmu pengetahuan.
    saya menduga,
    pertama, pihak yang mengadu kepolisi, telah menyampaikan apa yang di percayanya, dan pihak kepolisian berusaha keras untuk menemukannya kembali, artinya kepercayaan memberi nilai lebih/nilai spirituil /nilai non materi pada benda yang hilang tersebut.
    kedua,tokoh utama dalam pencurian benda keramat tersebut terinspirasi oleh kenyataan bahwa lingkungan sekitar tukka dikenal sebagai lingkungan yang kebanyakan penduduknya percaya atau penganut mistik/hadatuon atau ilmu-ilmu tertentu, dimana kebanyakan masyarakat masa kini tak lagi dapat menerima atau menganut-nya.
    ketiga, latar belakang pencurian hanya sekedar mendapatkan barang antik untuk mendapatkan uang – tidak berkaitan sama sekali dengan kepercayaan dan suasana kepercayaan masyarakat setempat,dan kepercayaan polisi sebagai penerima laporan.

    alternatif lainnya adalah kombinasi dari ketiga point diatas. ini adalah contoh hidup bahwa materi punya jiwa, rasionalitas pelapor dan polisi berbeda dengan rasionalitas materialistik barat.

    >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    sindarsimanullang:

    jadi menguduti pakkataion, saya adalah orang dari Tukka Pasinggaraham (Julu) kira2 tahun 1970 ada patung juga dibelakang rumah kami persisnya (belakang rumah W Lubis) depan gereja HKBP Tukka Julu, tiba2 hilang berupa patung (semen sebagai tanda) dibawahnya banyak piring2 diperkirakan sudah ratusan tahun juga. Tetapi setelah hilang, yang biasanya kata tua-tua (penduduk) selalu ada kejadian bila patung hilang/rusak, tetapi kenyataannya pada waktu itu tidak ada terjadi sesuatu. nah berkaitan dengan kejadian hilangnya patung di Tukka paranginan itu, memang itu adalah masalah waktu yang bersamaan dengan kejadian kematian berturut-turut setelah hilangnya patung yang disebut sebagai penjaga kampung. Kita mengajui bahwa walaupun saat ini semua penduduk Tukka sekitarnya sudah dapat dikatakan beribadah ke gereja, tetapi kadang masih banyak yang percaya dengan kekuatan dunia (mistik). Inilah sebenarnya tugas pendeta palayan, agar penduduk di Tukka meninggalkan hal-hal yang berbau mistik/patung dll yang berhubungan dengan duniawi, agar mereka mengenal Tuhan pencipta alas semesta. mauliate horas….

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  2. toihodo nian i,,,,,,,
    ele molo mulak iba sega ni dalan on ma mambaen iba malas,,,adongdo motor na marhabong tulang

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  3. cute: tohodo nian i,,,,,,,
    ale molo mulak iba sega ni dalan on ma mambaen iba malas,,,adongdo motor na marhabong tulang

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    itha imoed ..:

    @cute, bahasa apaan tuch loe pake gwa g ngerti …
    loe tu tnggal d mn cieh … kwok aneh banget tuch bahasa

    <<  |  <  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  4. Peristiwa “aneh-aneh” berarti berbagai macam peristiwayang tak lazim dilihat orang dan tidak pernah terjadi selama ini. Namun sayang,yang aneh-aneh itu tidak kita ketahui seperti apa?Dan penulis berita ini juga tidakmenceritreakan peristiwa apayang aneh tersebut.
    Soal kematian yang berturut-turut,mungkin saja suatu hal yang kebetulan. karena sayapernah mengalami, di Pakkat sekitar tahun 1968,terjadi kematian yang berturut-turut di pakkat.Mungkin tahun 1968 (saya tidak ingat persis)penduduk Pakkat yang paling banyak meninggal di dalam satu tahun. Mungkin kejadian semacam itu bisa saja terulang. Kebetulan, setelah hilangnya patung terjadi peristiwa yang kita sebut tidak wajar. namunharus kita ketahui bahwa patung yang sudah sedemikian tua, dan tidak di pelihara yang punya, harganya adalah mahal. jelas, itu merupakan kelalaian yang banyak terjadi di daerah Tapanuli. Ada suatu pemahaman yang keliru bagi kita sekarang ini. Sesuatu benda yang “keramat” dipelihara atau tidak, dan berada di satu tempat, tidak akan bisa diganggu tangan-tangan jahil. sebaliknya benda yang dianggap “keramat” tetapi dapat di pindahkan orang yang tidak bertanggung jawab, berarti benda itu tidaklah “keramat” atau sudah tidak keramat, karena ditinggalkan oleh roh yang mendiami benda tersebut. bisa saja karena tidak dipelihara oleh pemiliknya, atau situasi tempat yang tidak kondusif.
    Bisa saja berita itu benar, tetapi kita yang di perantauan, tidak dapat menerima begitu saja, karena dari logika berfikir kita, tidak dapat membuktikan alur cerita dengan persoalan-persoalan yang terjadi. Nalar dan pemikiran yang realistis, sebagai dasar pertimbangan kita terhadap sebuah berita. Horas, majuuuuu…….terussss….! GBU

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  5. Kalumbeng Manik

    Ima da…

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  6. hora…………………s PaKkat nUnga tung maSihol si TUtu au naeng mulak tu huta (tukka) alana nunga tung masihol au tu keluarga dohot mangida huta nauli i ali ala ni dalan na sega i ma makana malas iba sipata mulak alai dang perduli au tusi demi keluarga alai taon na ro pe sai gaanjang umurma akka natua-tua ta di ramoti Tuhan dilehon hahipason sude akka keluarga najonok manang na di nadao *amin*horas jala gabe

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    swandy sihotang:

    horas ma tutu.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>