Penyuluhan kepada Ketua Kelompok Tani di Pakkat, tentang penggunaan Kawe-1 dari PT PII

Pada hari Rabu, 3 February 2010. bertempat di Kantor Kecamatan Pakkat, Saya mewakili PT PII memberikan penyuluhan/pengarahan penggunaan Kawe 1, hormon penyubur tanaman yang akan membantu peningkatan produksi tanaman sekaligus menghemat penggunaan pupuk hara. Pelaksanaan Penyuluhan tersebut didampingi oleh Bapak Situmorang sebagai ketua PPL, dan Ibu br Tumanggor, sebagai mewakili Camat yang pada saat itu berada di Dolog Sanggul. Kesempatan tersebut dihadiri oleh 24 Ketua Kelompok Tani yang bersemangat.
12

Berliana, Ibu br Tumanggor, dan Ketua PPL Bapak Situmorang

Meskipun saya sedang bertugas di Kalimantan, saya menyempatkan diri untuk memberikan pengarahan tersebut mengingat jadwal penanaman padi  yang sudah harus segera dillakukan. Karena tidak ada tenaga penyuluhan Kawe 1 yang segera dapat pergi ke Pakkat, saya menggantikan dengan menampilkan rekaman video penyuluhan di lapangan oleh  seorang PPL yg telah berhasil menggunakan Kawe1, yaitu Bapak Ir. Hery dari Boyolali. Rekaman Video pengarahan yang langsung menunjukkan kondisi lapangan sehingga mudah dicerna para peserta.

Tips-tips yang diberikan melalui rekaman Video antara lain:

1. Menanam padi cukup dengan2 atau 3 batang bibit semai. Hal ini berbeda dengan kebiasaan petani yang menggunakan 5 hingga 7 batang bibit semai justru bisa membuat tanaman kurang baik dan ada yang mati karena berebut asupan gizi dari tanah.
2. Mengurangi pupuk biasa hingga 50% dengan menggunakan Kawe 1; antara lain dijelaskan bahwa KCL membuat daun lebat dan hijau tetapi kurang  merangsang bulir.
3. Penggunaan KAWE 1, dimulai dengan merendamkan bibit semai padi selama 2 jam dalam campuran 10 tetes KAWE 1 dengan 1 liter air, sebelum ditanam.
4. Menyemprotkan campuran 5 tetes KAWE 1 dengan 1 liter air, pada hari ke 7, ke 21, dan ke 50 setelah penanaman pada batang dan bakal buah.
5. Tidak mencampur penyemprotan pestisida bersamaan dengan penyemprotan KAWE1.

Kami  harus menghubungi Produsen lewat telepon untuk menjawab pertanyaan  Ketua PPL yang bertanya tentang penggunaan KAWE 1 pada lahan rawa (banyak airnya). Sebagai jawabannya yang langsung diberikan pada waktu itu adalah penggunaan KAWE 1 pada lahan yang banyak airnya sebaiknya tidak menggurangi pemakaian pupuk yang biasa dipakai (pada lahan lain dapat dikurangi 50%). Pada dasarnya komunikasi dengan produsen dapat berjalan lancar.

Dalam kesempatan tersebut saya juga sampaikan bahwa PT PII telah memesan dan telah membayar tunai sebanyak 20 Ton pupuk hara Tritani yang akan distock di kota Pakkat. Karena keterbatasan tempat dan rusaknya jalan di ke Sitinjo, stock pupuk akan disimpan di kota Pakkat bekerjasama dengan Kantor Camat.  Pihak pabrik pupuk telah meninjau lokasi di Sitinjo dan menyatakan tidak dapat mengantar ke sana, untunglah Ibu Camat memberikan jalan keluarnya sehingga akan dapat distock di kota Pakkat. Sehingga para Petani tidak perlu kuatir kekurangan pupuk. Di masa mendatang kita berharap dapat memproduksi pupuk sendiri sehingga harga akan lebih murah.

Untuk keberhasilan penggunaan KAWE 1, cara2 penggunaan yang tepat akan dipantau oleh Pihak PT PII bekerja sama dengan PPL yang ada di Kecamatan. Petani Deplot juga diinventarisasi agar dapat dilakukan bimbingan yang diperlukan. Bapak Kurnia Pasaribu akan berada di Pakkat bulan ini juga  sebagai manajemen  PT PII untuk keberhasilan penggunaan KAWE 1 dan pengelolaan pupuk di Pakkat.

Ibu br Tumanggor menyatakan bahwa lahan padi sawah dan darat di pakkat sangat terbatas sehingga banyak yang menanam karet. Beliau bertanya apakah KAWE 1 dapat digunakan untuk karet? Kami mengatakan bahwa justru terbatasnya lahan padi sehingga diperlukan upaya intensifikasi agar bisa didapatkan hasil yang lebih banyak, dan pada dasarnya KAWE 1 dapat digunakan untuk semua tanaman termasuk karet. Keesokan harinya kami memberikan 40 eksemplar buku petunjuk penggunaan KAWE 1 pada tanaman padi dan tanaman lainnya dan 120 botol KAWE 1 untuk dibagikan kepada para ketua Kelompok Tani yang ada di Kecamatan Pakkat. (ada masing-masing 2 Kelompok Tani di tiap Desa.

Saya sangat berterima kasih karena di Kampung kita Pakkat saya merasakan kerjasama yang bersifat kekeluargaan, baik dari Ibu Camat dan jajarannya, para PPL, juga para Ketua Kelompok Tani yang membuat kami optimis akan hasil-hasil yang akan kita peroleh bersama petani di masa depan!!!

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

7 Responses to Penyuluhan kepada Ketua Kelompok Tani di Pakkat, tentang penggunaan Kawe-1 dari PT PII

  1. Penyuluhan sprti inilah yg perlu dikembangkan sekalian dibuat cuntoh kasus langsung di Kec. Pakkat untuk meningkatkan PAD. Mengapa sekalian dibuatkan percontohan agar bisa sama sama menganalisa bila ada hal-hal yg tidak diinginkan. Di Jawa dgn di Pakkat Suhu udara dan cara pengairan sawah bisa berbeda. Perlu juga diperhatihan pembangunan irigasi yg asal jadi, sangat disayangkan. Horas mauliate

    >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  2. btw kalo Kawe 1 ini adalah hormon penyubur tanaman, ada gak nanti pengaruh kesehatannya kalo kita memakan hasil pertanian ini untuk kesehatn kita?

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  3. ehh..maksudku ada gak nanti juga perubahan hormon untuk kita yg mangkonsumsi hasil pertanian tersebut?

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    Berliana Purba:

    @br.Sinaga, Hormon /ZPT dari KAW E – 1 tidak berbahaya terhadap manusia karena merupakan reaksi rangkaian kimia organic yang bukan BIO. Hormon KAW E – 1 bekerja sebagai KATALISATOR antara tumbuhan dengan unsur hara organic yang ada, antara tumbuhan dengan pupuk kimia, dan merangsang agar kemampuan maksimal dari tumbuhan bisa dimaksimalkan; membuat fungsi dasarnya bekerja dengan optimal .
    Ibarat tumbuhan sebagai suatu perusahaan besar dengan karyawan lengkap, baik pemasaran, administrasi, produksi, perawatan, dll. Sering perusahaan kurang berkembang, kurang menghasilkan karena tidak adanya pimpinan yang baik didalamnya. Walaupun bahan baku banyak, karyawan banyak, calon pembeli banyak, bisa jadi karyawannya malas, bahan baku terkunci di gudang, kunci hilang, pemasaran tidak punya nyali memasarkan, maka dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu merangsang gairah kerja dari karyawan sebagai motivator sejati. Walaupun hanya 1 orang tetapi dapat memotivasi banyak pekerja. Begitu juga dengan KAWE – 1, walau hanya dengan hitungan tetes, dia bisa memotivasi/merangsang seluruh komponen dari tumbuhan untuk bekerja yang benar, gairah yang besar untuk hasilkan pertumbuhan yang besar, produksi yang limpah. Maka Hormon ini sering juga disebut Perangsang Tumbuh, Pemacu Buah, Zat Pengatur Tumbuh, dll karena dialah “otaknya” sebagai “NEUROTRANSMITER”.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  4. Terimakasih buanyaaak kepada penyuluh yang memberi hati dan tenaga dan lain2, demi majunya para petani pakkat. Kakau dahulu petani2 ini sangat takut padinya rusak, tetapi pada era sekarang para kelompok2 tani sudah antusias datang saat diadakan penyuluhan khusus petani padi/karet. Maju terus Pakkat…

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  5. Memang penyuluhan sangat perlu, akan tetapi itu dapat berjalan dengan baik jika dibarengi dengan adanya bukti langsung yang benar-benar nyata. Nyatanya kebun percontohan yang dibuat oleh PPL Pakkat dan langsung dikelolah oleh PPL Pakkat sendiri belum mampu memberikan citra yang baik di mata masyarakat. Oleh karena itu tolong kasih bukti. Thanks

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    Berliana Purba:

    @Pak Munthe, Saya sarankan kepada Pak Munthe untuk mencoba sendiri pada lahan/tanaman yang diinginkan. Harga per botol hanya Rp 20.000,- Hanya dengan beberapa tetes Pak Munthe akan melihat hasilnya dalam 2 minggu saja. Kawe 1 dan buku petunjuk dapat diperoleh pada saudara Lindung Sitanggang di Sitinjo atau langsung pada PT PII, atau pada tempat2 yang bertuliskan “disini dijual Kawe 1″

    Selama 3 hari, dari hari Kamis hingga Sabtu minggu lalu (tgl 13-15 Mei 2010) saya telah mengamati beberapa pengguna Kawe 1 di daerah Sitinjo. Mereka hanya menggunakan hanya tahap pertama dengan hanya beberapa tetes saja. Dan meskipun telah terlihat ada perbedaan positip yang nyata, mereka enggan untuk melanjutkan penggunaannya dengan penyemprotan selama 3X dalam satu masa tanam. Beberapa mengatakan penyebabnya adalah ‘agak malas’. walau mungkin penyebab mendasar hanya karena keinginan petani untuk peningkatan produksi “kurang kuat” :) Dari pembicaraan kami dengan beberapa pengguna yg merasa ada hasil positip mereka mengatakan akan menggunakan sepenuhnya di masa tanam berikut nanti. Hasil2 positip untuk padi dapat dilihat langsung/dapat ditunjukkan oleh Sdr Irwan Purba di Sitinjo, Pakkat minggu2 ini sebelum panen agar bisa melihat perbedaan antara yang menggunakan Kawe 1 dan yang tidak.

    Kami telah pula menawarkan kerjasama dalam penggunaan Kawe 1 untuk tanaman padi di daerah Temba dengan sistem bagi hasil atas peningkatan produksi yang telah disambut baik oleh beberapa petani dan akan dilaksanakan pada masa tanam yg akan datang.
    Kami juga sedang mempersiapkan lahan khusus yang akan menjadi Kebun Kawe 1 dengan berbagai jenis tanaman sayur dan padi di daerah Sitahuis, Pakkat. yang diharapkan menjadi contoh tambahan bagi yang ingin meningkatkan produksi tanaman.

    Salam hangat selalu!!!

    <<  |  <  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>