Sunday, March 14, 2010

Horas Pakkat...!! Selamat datang di website par-Pakkat, dimanapun berada, sai parhorason ma dihita.---beta be marsoban tu Uccim---Cuaca di Dolok Pinapan...marhobot--

PEMAHAMAN KONSEP BORU NI RAJA BAGI ORANG BATAK

Friday, June 12, 2009, 17:53
diposting pada kategori HABATAHON. Ada 14 Komentar pembaca.

Penyaji : Beresman rambe

Konsep-konsep sihabatahon yang di ciptakan pendahulu kita salah satunya “boru ni raja” Konsep ini mengingatkan orang Batak betapa terhormatnya seorang boru di dalam satu keluarga orang Batak. sejak jaman dahulu. sesungguhnya konsep-konsep tersebut, membuat kita sadar, bahwa seorang orang Batak tidak boleh menganggap rendah derajat seorang perempuan. Segudang persoalan terjadi pada diri orang Batak dewasa ini, karena mereka bukan lagi orang Batak yang memahami konsep-konsep tersebut.

Penggalian-istilah secara konseptual dan filosofis terhadap istilah istilah yang ditanamkan oppung kita sejak dulu sangat perlu, seperti “dipahuta” “muli” “boru ni raja” dalam menulis nama perempuan batak, diantara nama dan marga harus ditulis “br” bukan langsung dengan marga. Menikah adalah suatu pilihan apalagi pada era globalisasi sekarang.

Tapi selaku warga dari suku batak, apa yang dikatakan “pilihan” bahwa seorang perempuan Batak menjadi aib bagi keluarga bila sampai tua tidak menikah, karena alasan pisah dari orang tua, belum tentu seperti harapaannya dengan suami, dan berbagai macam persoalan dugaan, bahkan yang paling dikhawatirkan adalah hubungan material orang tua dengan “huta” atau “ladang”menjadi hilang.

Harus kita pahami dulu konsep “dipahuta,” dan “muli.” Bagi suku lain konsep “wanita,” yang asal katanya, “wani” dan “toto” artinya berani menata. Menata apa? Yaitu rumah tangganya supaya keluarga teratur dan suami betah dan senang berdiam di rumah, akibatnya kemanapun dia pergi, selalu ingin segera pulang kerumah untuk menikmati keteraturan penataan yang dibuat istri.

Mungkin mereka memerlukan penampakan yang lebih teratur. Bagi orang Batak, konsep “parompuan.” Lebih kepada konsep harajaon, karena seorang raja harus mempunyai masyarakat yang banyak, karena rakyat yang banyak akan banyak yang mempertahankan wilayah. Maka seorang raja perlu melakukan penggalangan, karena bagi orang batak mengatakan “galang mula ni harajaon”. Seorang gadis Batak harus menjadi paroppuan bagi suaminya seorang laki-laki tidak pernah menjadi oppung atau berketurunan tanpa seorang perempuan.

Karena merupakan pilihan, maka aharkat seorang perempuan sebagai paroppuan bagi marga lain telah sirna. Maka konsep sebagai boru ni raja menjadi tanda tanya. Sebab konsep “boru ni raja” baru sah kalau seorang perempuan menjadi permaisuri. Disanalah perempuan menunjukkan kepatutan anda sebagai boru ni raja, bukan di “rumah orang tua atau itonya” Konsep “boru raja” dikenal dalam setiap keluarga Batak. Kata itu sering dipakai dan selalu terdengar di telinga orang batak.

Orang batak urban sering menganggap filosofi-filosofi kuno batak adalah produk kolot generasi lama dan meremehkannnya. “Raja” dalam filosofi batak, berarti “yang dihormati”. Keluarga batak dari pihak perempuan yang disebut hula-hula sering disimbolkan sebagai “Raja”.

Simbol Raja bermakna “penghormatan”. Istri seorang lelaki batak sering dikatakan sebagai “boru ni raja” atau “putri si raja”.

Posisi “Tulang” (saudara lelaki ibu saya), adalah Raja bagi semua kemenakannya.

Praktis, sebutan “boru raja” adalah sebuah konsep “kehormatan” dan “penghormatan” untuk perempuan batak yang dimulai sejak ia lahir. “Kehormatan” dan “penghormatan” ini meliputi banyak aspek seperti; kepatutan, moral, etika, sensitivitas, dignity, pride, wisdom, tradisi dan adat istiadat, dsb. Siapapun dia, apakah dia seorang perempuan istri Jendral atau pedagang ikan teri di pasar Senen, ia lahir didalam konsep “boru raja”.

Banyak orang batak, yang tidak pernah menerjemahkan konsep “boru raja” ini kepada turun-temurunnya terutama kepada borunya. So, from now on, must did it, Tetapi dari banyak orang yang saya kenal, miskin, kaya, tua ataupun muda nahkan orang-orang pasaran bahkan pemuda-pemuda kelahiran kota yang sudah tidak perduli akan nasal-usulnya, mereka semua mengenal konsep “boru raja” yang sering didengungkan oleh ayah-ayah mereka.

Konsep “Raja” memiliki makna yang sangat luas; memasuki teritori adat, darah dan keseharian keluarga batak.

Pertengkaran-pertengkaran di kalangan keluarga batak sering disudahi dengan kalimat “Raja do hita” atau terjemahannya adalah “kita adalah raja”. Artinya, kita tidak akan merendahkan diri kita untuk mempertengkarkan hal itu, karena seorang Raja tidak akan merendahkan martabatnya dengan pertengkaran-pertengaran, perkelahian dsb. Hebat…! kan konsep “ke-Raja-an” dalam filosofi batak itu?.

Walaupun dalam prakteknya hal itu lah yang paling susah dilakukan oleh orang batak. Mungkin konsep itu dibuat oleh opung-opung jaman dulu untuk mengatasi karakter “keras” orang batak. Apapun itu, betapapun sulitnya mengimplementasikannya, makna konsep itu luar biasa,. Inti dari konsep “boru raja” dalam filosofi batak mengajarkan setiap perempuan batak untuk memahami nilai-nilai “kehormatan” dan “priyayi”, kata yang dipakai oleh masyarakat jawa untuk menggambarkan konsep yang sama yang diambil dari bahasa jawa yaitu “Wanita”yang berasal dari kata wani dan toto tadi.

Konsep “boru raja” juga sama dengan keadaan yang digambarkan dalam dongeng Cinderella yang berasal dari Eropah, karya HC Andersen.

Keningratan bukan semata sebuah lambang “kasta” belaka, tetapi sebuah simbol kepatutan yang menjadi ukuran-ukuran tidak tertulis dalam kehidupan sehari-hari.

Perempuan Batak seharus nya berterima kasih pada nenek moyang kita yang memberikan sesuatu pengajaran melalui konsep filosofis, yang dianut oleh para orangtua kita sampai sekarang. Konsep boru ni raja sedikit banyak membentuk kepribadian perempuan Batak sampai sekarang, walaupun tidak sedikit perempuan Batak, begitu membenci konsep ini karena banyak yang menggambarkan sebagai konsep kesombongan perempuan batak.

Sebaliknya banyak juga yang mengagumi karena, setelah merasakan, betapa indahnya kehidupan sebuah keluarga kalau seorang boru ni raja menerapkan konsep boru ni raja didalam kehidupannya sehari-hari

Tulisan yang sama:

You can leave a response, or trackback from your own site.

14 Komentar pada tulisan “PEMAHAMAN KONSEP BORU NI RAJA BAGI ORANG BATAK”

  1. Arnold L Gaol : Saturday, June 13, 2009, 9:32

    so jo..
    aha do korelasi ni foto tu artikel?

    [Nialusan jo Komentar on]

    Parpakkat:

    1. Alai adong do kesan daba ianggo nadeba, ala namabiar do tu Rajana i (manang hula-hula i: Simatuana, Laena), gabe sangap/diasyang-sayang boruni Raja i. Boru ni Raja! antar inna ma.

    2. Ahu pe sungkun-sungkun do mamerang foto i ba, porlu do nian baenonna identitasna. Ai molo boruni Rajani Penyaji i hutanda do ndang nadi foto i. Jadi gabe sungkun2 roha.

    3. Hape dibereng Raja i ma anno i, ise do on ninna ma.

    [Nialusan jo Komentar on]

  2. swandysihotang : Monday, June 15, 2009, 10:38

    Gabbar ni boru ni Raja attong.
    Molo au holan manjaha2 majo bah diakka paradaton on, ai bohama akka namarsiajar dope, dang hian huantusi kodo eah…

    Horasma

    [Nialusan jo Komentar on]

  3. Hendry Lbn Gaol : Monday, June 15, 2009, 10:43

    Molo naeng marsiajar hamu, ro ma hamu tu jabutta di cikarang, holan mamboan manuk mira pe hamu sada…

    swandysihotang: Gabbar ni boru ni Raja attong.
    Molo au holan manjaha2 majo bah diakka paradaton on, ai bohama akka namarsiajar dope, dang hian huantusi kodo eah…Horasma

    [Nialusan jo Komentar on]

  4. Bidicoff L. Nainggolan : Monday, June 15, 2009, 11:33

    Mauliate ma di namamposting ate?
    Saotik untuk diskusi, di surathon di akhir alinea 2: “bahkan yang paling dikhawatirkan adalah hubungan material orang tua dengan “huta” atau “ladang”menjadi hilang”.

    Apa kalimat ini ada hubungan dengan konsep “hukum dan harta” tu halak Batak? Ai hea do hujaha sada penelitian na menyimpulhon, Hukum paling tinggi (keputusan/persetujuan terakhir di rumah tangga dan adat orang Batak ada di tangan kaum istri. Termasuk itu harta berupa ladang atau rumah hanya bisa dijual (secara moral orang Batak lain hanya mau membeli) apabila ada persetujuan istri. Demikian juga persetujuan huta, bila natua-tua sudah sepakat, maka ditanyalah kaum istri apakah keputusan tersebut bisa dilaksanakan. Bila para istri (perempuan) tidak setuju, tidak akan dilaksanakan. Godang dp pertanyaan naasing nian, ali on majo

    Mauliate

    [Nialusan jo Komentar on]

  5. Rism Panjaitan : Monday, June 15, 2009, 11:37

    Hendry..isedo naeng marsiajar nimmu ro tu cikarang?? akaa pakar na sudekna akka donganon,, tarlobi amanta si Jaullus alias Amang Beresman Rambe,, hehe, op Swandy on holan mamereng mereng akke dang adong komentarna sitau hian.. hape gok do nabinotona… gombar nadiginjangi isedoi?? ido hamletmu Hendry?? ulidoba songon Boru Lapian hihihi

    [Nialusan jo Komentar on]

  6. Risma Panjaitan : Monday, June 15, 2009, 11:53

    Mauliate tu ito Jaullus di tulisanmu salut godang dapot akka parbinotoan sian akka tulisa2mu ito, alai hukitip otik sian tulisanmon,, “Perempuan Batak harus berterima kasih pada Nenek Moyang kita yang memberikan sesuatu pengajaran konsep filosofis, tohomai boru Batak dalam pernyataan Boruni Raja alai dalam prakteknya sangat jauh,,pengakuan orang tua atau konsep filosofis anggapan untuk boru Batak belum seperti ungkapan boruni Raja.. ito dalam pembagian aset(arta,) misalnya boru sering tidak diperhitungkan. kejadian tu iba sandiri kebetulan 2 boru diau jala Bapa na nungga jumolo,ditikki pembagian warisan(hauma,Jabu,tano)ni natua tuai sangat olot do perdebatan pembagian artai(warisan) alani naso adong BAOA di ibotoni Borukku.jadi adong jabu dang dapot bagian ngerido kan? jadi BORUNI RAJA naduai dang dianggap?? heheheh jadi curhat…

    [Nialusan jo Komentar on]

  7. henry lbn gaol : Monday, June 15, 2009, 12:41

    Omma nian nanguda on, dakkian naeng paboanku manang na potio nise nadigijjang i, ai holan ilustrasi photo do i. Alai ala disukkun naguda, tok tajom muse sukkun-sukkun i, je paboaonku ma. Ima photo ni NanJosua Manalu br lumban gaol, ibotokku ma manohohon au…

    eee tahe….

    Rism Panjaitan: Hendry..isedo naeng marsiajar nimmu ro tu cikarang?? akaa pakar na sudekna akka donganon,, tarlobi amanta si Jaullus alias Amang Beresman Rambe,, hehe, op Swandy on holan mamereng mereng akke dang adong komentarna sitau hian.. hape gok do nabinotona… gombar nadiginjangi isedoi?? ido hamletmu Hendry?? ulidoba songon Boru Lapian hihihi

    [Nialusan jo Komentar on]

  8. Jaullus (raja mullus-ullus) : Monday, June 15, 2009, 13:29

    Lae BidicofF dohot ito Risma P.
    Lae BidicofF, peran istri tu nani dok muna i, adalah peran seorang permaisuri di kerajaan> konsep “boru ni raja” adalah suatu kehormatan, sehingga dia adalah seorang permaisuri. terhadap persoalan yang diminta persetujuan dari istri. tidak jelas di kemukakan lae. alai sebagai boru ni raja, mangantusi di aturan adat cara pembagian warisan.
    Sukkun-sukkun ni ito Risma, molo tu boru ni ito, aturan adat, ndang mungkin dapotan warisan. alai ito Risma, sebagai permaisuri pangeran, wajar mendapatkan pembagian nang pe lae i ndang adong be. soal kemudian, malo sogot akka boruni ni raja na di jolo munai, mambuat roha ni akka among na dohot ibotona, ndada parbagianan/warisan goarna. Ulos nasora buruk, indahan arian manang pauseang ido na boi (menurut adat batak) molo laos bagian mi pe selaku permaisuri, dang masalah na jelas unang tapikkiri itu hak mutlak ni boruntai alaihak pakai. anggo parbagianan ni boruntai, di huta ni pangoli do ibana dapotan. bolo bagian mi ito, hak mu do i selama mangolu ho. sual manghepekkon (jual)ndang boi holan keputusan ni ito. ikkon adong do persetujuan sian akka namarhaha anggi. jala hindarkan penjualan tu marga na asing ikkon tu dongan tubum do jualonmu sebagi tanda permaisuri na marpartahantton harajaon ni suami. jala ido tanda ni boru ni raja Occe? majuuu….. terusssss…….GBU

    [Nialusan jo Komentar on]

  9. Risma Panjaitan : Monday, June 15, 2009, 14:06

    Jaullus: itekk tok dangol nai hape akke..attong molo songoni tolema tagogo mamaccari asa adong tu dukaknibai molo adong arta/aset pittor di Notaris honi atas goarni borunibai…unang galutu pikkiran..ai tutu hian ito alot hian do jala berdebat do tikkii Raja huta/raja adat,taringot ni pembagian ala so adong anak baoa ditubuhon, alai hudokdo dijoloni rajahuta/raja adat molo dang dapot be borukkon sebagai ahli warisni Bapakna attong mulaion dang pola mulakbe borukkon tu hutaon agia andigan ai soadong be sitikkironna tading2ni Bapana manang Opungna nikku pittor mangappir sude, jadi berobahma sude keputusan hudobrak ma otik adati hehehhe gabe dapot ma borukki partarutungan kale 1 ha. jadi romahamu tusibolga asa manarutung hita lagi marborass.. Horass ito Jaullus.. molo hiiian ho kale..

    [Nialusan jo Komentar on]

    Jaullus (raja mullus-ullus):

    @Risma Panjaitan,
    di gogo ho pe massari dipadippu ho nasinarim berupa tano manang bagas, menurut adat, bahwa nadi padippu mi, arta ni Hutabarat doi nangpe boru panjaitan na massari. Alana molo dihalak Batak, nang so adong be lae i tetap do hamu paniaran ni Hutabarat (ny. Hutabarat)Artina, ndang ditanda halak hamu selain ny. Hutabarat.
    Kecuali, molo adong tano dituhor hamu, pittor dibaen hamu sertipikat atas nama ni borum, boi ma i bage hak na. imajo tusi…Horas…!majuuu….terussss….GBU

    [Nialusan jo Komentar on]

  10. Risma Panjaitan : Monday, June 15, 2009, 14:15

    Hendry: ooo idohape? jadi beasama tok Uma ni si Josuai dibaen ho? nanggo pala gombar nisi DUMA RIRIS, Putri Indonesia, bagakdo ibotomi ba didia halaki tinggal?? alai tutu hian hurippu gambar ni Paropera Sitilhang si boru Lapian na burju..hahahha pasahat tabekkuda tu NanJosuai. bagak salendang nai ..

    [Nialusan jo Komentar on]

  11. admin : Monday, June 15, 2009, 14:20

    Sai binahas muse akke…ai ibban na marsaleddang jala mar kabaya ido ito i asa hubaen dison dah…datung na dia.,…ai loja au mangalului poto na marbulang-bulang dang dapothu.

    Tanringot tu ito si duma, jadi pe tabaen dison, alai dah sapala na mambaen ikkon tabo do jahaon ni dongan dah…

    Risma Panjaitan: Hendry: ooo idohape? jadi beasama tok Uma ni si Josuai dibaen ho? nanggo pala gombar nisi DUMA RIRIS, Putri Indonesia, bagakdo ibotomi ba didia halaki tinggal?? alai tutu hian hurippu gambar ni Paropera Sitilhangsi boru Lapian na burju..hahahha pasahat tabekkuda tu NanJosuai. bagak salendang nai ..

    [Nialusan jo Komentar on]

  12. Jaullus (raja mullus-ullus) : Monday, June 15, 2009, 14:55

    SATTABI DI AKKA DONGAN PENGUNJUNG

    Sahali nai hudok ndang pakar ahu alai napeduli tu si habatakon. Secara umum hukagumi konsep ni halak Batak na mangatur sude panggulmiton ni ngolu siap ari, sahat tu aturan kepemilikan. Hukum nasional sipata terlalu jauh masuk tu sendi kehidupan ni uhum sihabatakon. Sehingga, halak Batakpe bage hidup di dua sisi hukum. sada sisi naeng dipahot adat si habatakon yang notabene dibogasan adong sendi-sendi uhum namarlakku sauduran dohot adat? sisi naasing, naeng hita pahothon uhum ni negara di ngolutta. terutama tu soal pembagian arta/warisan, tung mansai martolak belakang do di adatta, alani naso olo hita memahami. Titian pemahaman sirimangantta,permaisuri tidak mungkin permaisuri di jabu ni amongna. suang songoni do boruniba i nunga sega luhuta molo borukku permaisuri di bagashu. Hak ni permaisuri sude arta ni keluarga suaminya (harta kerajaan)ai ndang di hutanta/dibagashu harajaon niborukku….!?…..majuuuuu…..terusssss…GBU

    [Nialusan jo Komentar on]

Komentar anda pada tulisan ini