(Oleh Beresman) **
Are you care to your culture ? Let’s to be come Bataknese Not to be “HALAK HITA”
Tulisan ini didasari kepada observasi penulis dimasyarakat batak yang sebenarnya tidak dapat lagi di kategorikan sebagai orang Batak, cuma tidak dapat kita vonis begitu saja karena mempunyai marga Batak dan sedikit sediki atau bahkan sehari hari berbahasa batak. Seorang orang Batak dimaksudkan penulis adalah aorang batak yang seutuhnya, memahami dan mempunyai jati diri sebagai orang batak.
Contoh, kalau kita tanya seseorang kebetulan semarga, “nomor berapa kah” sering kita terima jawaban “No 1″ karena dia anak pertama pada hal yang kita tanya adalah sundut. dan banyak lagi contoh yang lain, terutama mengenai adat. Saya berpendapat bahwa “orang batak” yang demikian, pantas nya disebut “halak hita”. kita mulai dengan pemahaman adatBatak.
Berbicara tentang adat, maka kita berbicara mengenai aturan (role), oleh sebab itu pemahaman adat identik dengan pemahaman aturan. Di dalam sejarah kehidupan manusia, segala aktivitas manusia tidak terlepas dari aturan, yang disebut norma. Pelanggaran terhadap suatu aturan atau norma, akan mendapatkan sanksi hukum (punisment) ada hukuman moral dan ada hukuman fisik.
Di dalam aturan adat, yang paling dominan adalah norma. Pelanggaran atau kesalahan mengikuti norma, maka pertanggungjawabannya adalah moral. Tujuan memahami aturan/norma adat adalah untuk menghidarkan sanksi moral didalam diri orang yang melanggarnya. Bagi orang batak, peristiwa adat yang muatan normanya sangat kompleks adalah adat perkawinan dan adat orang meninggal.
Hampir semua aspek kehidupan kehidupan orang batak berdampingan dan bahkan menyatu dengan adat. Acara-acara adat yang demikian adalah;
1. Acara adat bulan ke-7 kehamilan I seorang ibunya (Nujubulanan)
2. Acara adat Kelahiran (Esek-esek)
3. Acara adat pemberian nama (baptis)
4. Acara adat kedewasaan (Sidi)
5. Acara adat perkawinan
6. Acara adat kematian
7. Acara adat menempati rumah baru, dll.
Semua acara tersebut di atas, ada aturannya atau norma pelaksanaannya. Pelanggaran terhadap norma tersebut akan berakibat sanksi moral yang datangnya dari pembicaraan orang dan dari dalam diri yang melanggar “ndang diboto adat” dan beban moral sebagai tanggung jawab terhadap generasi muda. Banyak hal yang harus kita jaga di dalam pelaksanaan adat pada setiap acara di atas.
Acara 1.- 4 biasanya dilaksanakan sendiri oleh keluarga yang bersangkutan di dalam koridor adat, acara yang lain, pada umumnya harus memakai orang lain yang disebut “Raja Adat”
Siapakah Yang Disebut Raja Adat Dahulu pada waktu daerah tapanuli terdiri dari wilayah kerajaan-kerajaan marga, setiap kampung mempunyai pemimpin yang disebut Raja Huta yang didampingi oleh 3 komponen (dalihan na tolu), yaitu Hula-hula sebagai penasehat harajaon, Boru sebagai Namora ni Huta dan jabatan yang paling dekat dengan Raja Huta adalah Raja Adat. Raja adat ini merupakan badan yudikatif nya harajaon, yang menegagkan hokum adat di Huta.
Biasanya kerajaan marga terdiri dari banyak huta, maka sebagai pucuk pimpinan dari semua harajaon marga disebut Raja Ihutan (Kepala Nagari red. Belanda) Pada saat sekarang, terutama kita didalam perantauan, maka raja adat yang dimaksud bukan seperti raja adat yang dulu walaupun dalam beberapa hal sama namun di perantauan marga tidak punya wilayah sebagai daerah kekuasaan hukumnya.
Pada masa sekarang, raja adat *) adalah – Raja adat adalah orang yang memahami aturan/adat. – Raja adat adalah orang yang komit dengan adat dan marga – Raja adat adalah orang yang cepat tanggap pada situasi pembicaraan diplomasi – Raja adat adalah orang yang sabar – Raja adat adalah orang yang bersika, berbicara, bertingkah laku sopan dan panutan – Raja adat adalah orang yang kuat dalam pendirian, wawasan luas, tegas tetapi tidak otoriter.
Yang Perlu Dipahami – Nuju bulan; Saat pertama sekali seorang ibu akan melahirkan seorang bayi waktu umur ke-7 bulan, orang tua dari perempuan untuk membuat acara 7 bulan ada yang menyebut manaruho aek ni utte, mambosuri, manggirdak, mangalehon ulos mula gabe, manaruhon tinaru.
Dalam acara ini, kedatangan orangtua perempuan tidak begitu diutarakan kepada hela. Kalaupun ditanya, keberadaan dirumah, hanya untuk kepastian ada tidaknya mereka dirumah pada hari yang sudah ditentukan. Ada sebagian yang memberitahukan secara resmi dan meminta kepada helanya agar disambut dengan baik, menyediakan tudu-tudu ni sipanganon.
Catatan: norma memberikan sipanganon tu hula-hula, kalau bukan acara keluarga mis: masuk rumah., tardidi. dll. Harus di antar ketempat hula-hula, sedangkan acara ini adalah acara orangtua perempuan. – Esek-esek Acara ini adalah acara makan-makan sebagai pesta kecil-kecilan dalam bentuk syukuran keluarga yang lahiran seorang bayi. Yang diundang makan adalah para tetangga dan keluarga kandung yang dekat dalam arti tempat. (haroan) -
Mangalap goar/ mangampehon goar. Acara ini adalah bentuk pesta kecil-kecilan karena anak bayi diberi nama. (bagi orang Kristen dibaptis di Gereja) Acara ini merupakan cara memberitahukan nama si bayi supaya orang tahu memanggil namanya.
Pabangkit hata (melamar) adalah acara pelamaran orangtua laki kepada orangtua perempuan dengan atas dasar, si laki sudah sepakat dengan si perempuan untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih pasti. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian prosesi perkawinan
Hori-hori dingding merupakan rangkaian lanjutan acara pabangkit hata. Acara ini cenderung sebagai penjajakan linkage antara kemampuan orang tua laki dengan keinginan orangtua perempuan, apabila hubungan tersebut dilanjutkan kepada pesta perkawinan. Acara ini dilaksanakan secara rahasia oleh saudara prempuan orangtua laki-laki dengan saudara perempuan orangtua perempuan. (acara imformal)
Patua hata Acara ini merupakan lanjutan pabakkit hata dan hori-hori dingding yang setingkat lebih tinggi kepastiannya. Acara ini menyatakan bahwa hubungan si anak dengan siperempuan bukan hubungan terbatas antara kedua belah pihak tetapi sudah melebar hingga kepada yang berkompeten.
Pada saat sekarang acara ini sudah disatukan dengan acara parhusipon. Kalau acara ini tersendiri didalam proses rencana perkawinan, maka acara patua hata, sudah membawa konsep ancang-ancang waktu, marhusip, jumlah undangan, tempat pesta, jumlah sinamot, bentuk ulaon dan sebagainya agar pada acara marhusip semua sudah matang (all ready for go on).
Marhusip Acara marhusip adalah acara pematangan ancang-ancang menjadi konsep ke jenjang marhata sinamot. Didalam adat batak didalam membicarakan sesuatu yang akan pasti harus terbuka diantara dalihan natolu. Materi yang dibicarakan di dalam marhusip, sama persis dengan yang dibicarakan dalam acara marhata sinamot. Keterbukaannya adalah menjadi perbedaannya antara marhusip dengan marhata sinamot.
Makanya disebut bisik-bisik yang keras karena belumterbuka pembicaraan tersebut dengan dalihan natolu. Bisik-bisik di dalam hal ini adalah, adanya salah satu komponen dalihan natolu yang belum mendengar isi pembicaraan. Yaitu hula-hula kedua belah pihak. Apabila hula-hula kedua belah pihak ikut serta dalam pembicaraan itu, maka parhusipon sudah masuk pada acara marhata sinamot. Pinggan panukkunan sudah harus berjalan, jambar dan situak natonggi serta piso dan upa tulang. Pada pesta unjut hanya menyelesaikan piso dan parjambaran yang belum terlaksana.
Kalau marhata sinamot sudah berjalan, maka tinggal pelaksanaan pesta unjut. Catatan. Di sebahagian marga dan luat acara marhusip ditiadakan. Konsep yang sudah disepakati pada acara patua hata langsung dibawa ke acara marhata sinamot sekaligus pesta unjut.
Bentuk Ulaon
1. Alap Jual. Alap jual adalah bentuk ulaon perkawinan dimana yang menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pesta perkawinan di kerjakan oleh keluarga perempuan (Bolahan Amak). Pihak keluarga laki-laki tinggal datang dan membawa uang sesuai jumlah yang telah disepakati pada saat marhusip atau patua hata. Setelah selesai pesta. Pengantin perempuan di boyong ke rumah pengantin laki-laki.
2. Taruhon Jual Adalah bentuk pesta perkawinan di mana yang menyediakan segala sesuatu yang berkaitan dengan pesta dilaksanakan oleh pihak pengantin laki-laki (Bolahan Amak). Pihak pengantin perempuan datang untuk melaksanakan pesta (manaru boru) dan akan menerima dan memberikan segala hak dan kewajiban sesuai dengan apa yang sudah disepakati, didalan acara patua hata atau marhata sinamot.
Kedatangan pihak pengantin perempuan disambut oleh keluarga pengantin laki-laki. Sedangkan pada pesta alap jual, keberadaan pihak pengantin perempuan sudah ditempatnya/dihalamannya maka tidak ada lagi penyambutan terhadap pihak par boru.
3. Sulang-Sulang Pahompu/Manggarar Adat Adalah bentuk pesta adat yang dilaksanakan suami istri, karena pada saat perkawinan mereka disebut Mangalua (Kawin Lari). Bentuk perkawinan seperti ini sangat dihindari oleh orang Batak. Perkawinan semacam ini adalah karena sesuatu dan lain hal terpaksa dilaksanakan walaupun dengan resiko meningkatnya biaya yang harus dikeluarkan. Disebut sulangsulang pahompu karena adat tersebut dilaksanakan setelah suami istri sudah punya anak.
Disebut manggarar adat karena perkawinan yang mereka lakukan mendahulukan lembaga perkawinan dan membelakangkan pelaksanaan adatnya. Adat tersebut menjadi hutang yang harus dibayar. Manggarar adat pada umumnya bentuk adat yang dilaksanakan sebelum suami istri yang kawin lari mempunyai anak
Catatan : Bagi penulis bentuk ulaon yang seharusnya menjadi patokan adalah Taruhon Jual.
Hal ini didasarkan pada: 1.
Ungkapan atau konsep perkawinan bagi orang batak yang menyatakan “Balga anak pangolihononkon, ia magodang boru pahutaon”
2. Alap jual, merupakan perlakuan pesta yang mengalami banyak rekayasa atau kebohongan publik. Suhi Ni Amppang Na Opat Suhi ni amppang na opat, sering disamaratakan dikeluarga pengantin laki-laki dengan dikeluarga pengantin perempuan.
Apasaja suhi ni amppang na opat bagi Pihak Paranak?
a. Suhut Pangamai
b. Haha ni Pangoli
c. Iboto ni pangoli/Sihutti Appang
d. Tulang ni pangoli / sijalo tikting marakkaup
Suhi ni Appang na opat bagi pihak par boru adalah
a. Suhut Pamarai b. Simandokkon/ iboto ni namuli
c. Pariban
d. Sijalo upa tulang/ Tulang ni boru muli
Satu hal yang perlu kita pahami mengenai Upa Tulang dan Tikting Marakkup.
Upatulang adalah sejumlah uang dari sinamot yang diterima yang harus diserahkan orang tua dari penganting perempuan kepada tulangnya pengantin perempuan. Besarnya upa tulang, sesungguhnya adalah menurut perhitungan X : 2 = ½x : 3 Besarnya hasil pembagian itulah yang diserahkan kepada tulangnya pengantin perempuan.
Kalau dahulu itu harus. Tikting atau tittin marakkup Adalah besarnya jumlah uang yang diambil dari sinamot yang diterima yang harus diberikan oleh orang tua dari pengantin perempuan Kepada tulangnya pengantin laki-laki biasanya ½ dari jumlah upatulang. Pemberian ini ada kaitannya dengan namanya Tikting atau tittin marakkup. Bagi sebagian daerah disebut Tikting Marakkup, adalah pemberitahuan (Tikting = Warta) kepada tulang dari hela bahwa berenya sudah menjadi hela, sama artinya dengan bere.
Sehingga mulai pada saat itu kedudukan mereka terhadap marga helanya adalah sama. (Hot pe jabu I, hot do I margulang-gulang. Tudia pe berei mangalap boru, hot do I boru ni tulang).
Di lain daerah mengatakan “Tittin Marakkup” tittin (cincin) adalah pertanda antara dua pihak yang sama menggunakan cincin, bahwa mreka berdua sama kedudukannya terhadap keluarga pengantin laki-laki. Cincin yang dimaksud adalah sejumlah uang yang diberiakan kepada tulangnya pengantin laki-laki. Pinggan Panukkunan Bagi orang batak mengatakan “Sai marmula do nauli, sai marmula do nadenggan”.
Sebagai kepastian hukum bagi Raja Raja Adat, Natua-tua dan Khalayak, maka untuk memulai suatu pembicaraan resmi dikatakan, “Hesek mulani gondang, serser mula ni tortor, sise mulani hata” Setelah selesai makan, untuk memulai pembicaraan, maka pihak pengantin perempuan menanya keberadaan pinggan panukkunan sebagai kepastian hukum yang akan dibicarakan.
Pinggan panukkunan adalah sebuah piring berisi beras secukupnya, daun sirih 5 atau 7 lembar, uang empat lembar dan dulu, selalu disertakan sepotong daging (Tanggo-tanggo). Piring (wadah), beras (kemakmuran), Daun sirih (kesegaran dan kesehatan prima), Uang (suka cita) dan daging masing-masing mempunyai makna dalam pembicaraan resmi pada adat perkawinan. Sebagai pendahuluan menghantarkan pembicaraan raja adat, isi pengantar tersebut harus berkaitan dengan semua isi dari pinggan panukkunan.
Selanjutnya pembicaraan memasuki inti dari pesta adat. (Skenario Tanya jawab dalam marhata sinamot pada pesta unjut akan dipelajari dan menjadi inti pertemuan kita)
Tikkir Tangga/Paulak Une Acara ini sebetulnya adalah acara yang sangat pribadi bagi kedua belah pihak dan dahulu acara ini sangat sensitive bagi pihak luar terutama paulak une.
Itulah sebabnya acara ini dilaksanakan oleh yang bersangkutan (pengantin) dan orangtua pengantin laki-laki. Kalau kita lihat pelaksanaannya, acara tikkir tangga dilaksanakan parboru kerumah paranak sebelum acara patua hata.
Tujuannya adalah untuk mengetahui siapakah calon helanya di antara 7anak didalam keluarga nya? Bagi orang batak ada: anak hasudungan, anak bunga-bunga, anak na niain, anak na sinuanhon, anak pisang, anak gappang, anak hatoban. Kalau kedudukan calon helanya diantara 7 macam anak bagi orang batak tidak disukai oleg pihak par boru, maka hubungan pertunangan dapat dibatalkan tanpa ada yang dipermalukan.
Acara Paulak Une dilaksanakan minimal seminggu sesudah resmi menjadi suami istri. Tujuannya adalah memberitahukan secara tidak langsung bahwa istrinya adalah boru ni raja dan une atau tidak (perawan atau tidak). Konsekuensinya apabila si istri bukan gadis lagi, pertanda bagi orang tua perempuan, anaknya ditinggalkan dirumah orangtuanya. Pihak parboru harus rela anaknya kembali kerumahnya, walaupun itu menjadi aib.*) Berdasarkan keterangan di atas bahwa sesunggunya pesta perkawinan adat batak tidak mengenal istilah ulaon sadari. Kalau toh harus diadakan maka Tikkir Tangga dan Paulak Une diserahkan kepada kedua belah pihak untuk dilaksanakan kemudian.
Dalihan na tolu Dalihan na tolu merupakan falsafah hidup orang Batak. Dalihan na tolu sering diartikan orang hanya pada batas pada pelaksanaan adat, padahal merupakan landasan hidup sehari-hari bagi orang batak.
Unsur dalihan na tolu dalam pelaksanaan adat adalah :
a. Hula-hula, dilingkungan masyarakat adalah tetua kampung, di lingkungan pekerjaan adalah atasan/senior,
b. Dongan tubu/semarga, dilingkungan masyarakat adalah tetangga sebagimana dikatakan, “jonok partubu jonohan parhundul”, dilingkungan pekerjaan adalah teman sejawat.
c. Boru (pihak marga yang diberi istri), di lingkungan masyarakat adalah profesi yang setiap orang dapat meminta bantuan, di lingkungan pekerjaan adalah mereka yang ditugaskan untuk melaksanakan perintah (bawahan). _________________
*) Penjelasan dari Raja Huta sekaligus Raja Adat di desa Hauagong Pakkat, Raja Amin Rambe Anak Raja tahun 1996 Di dalam mengoperasionalkan dalihan na tolu selalu ada tiga unsur yang “mandalikhon” untuk mengahasilkan kehangatan (mandalikhon kehangatan ) adalah somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru. Dalam arti kata somba, bukan berarti sembah atau menyembah tetapi menempatkan pihak hula-hula setingkat lebih tinggi diatara dua unsur yang lain di dalam dalihan na tolu (dihormati). Manat mardongan tubu, kita harus menjaga perasaan kahanggi walaupun dengan kemampuan dana dan kakak adek seibu seayah di dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan terutama dalam adat, kita harus melibatkan keberadaan teman semarga/dongan tubu. Elek marboru, kita harus bersikap mangelek terhadap marga yang kita beri istri (marga suami dari saudara kita perempuan).
Operasional dimasyarakat, kita harus menghormati tetua kampung atau lingkungan masyarakat di mana kita tinggal, menjaga perasaan tetangga agar kita jangan membuat pertentangan dengan tetangga, sebab apapung yangterjadi pada keluarga kita, yang lebih dulu memberi bantuan adalah tetangga.
Kita harus berbuat baik terhadap mereka yang bekerja sebagai tenaga harian seperti tukang, petugas kebersihan, buruh harian dilingkungan kita. Sebab tidak semua orang dapat melakukan pekerjaan mereka. Agar mereka senang melakukan pekerjaan yang kita suruh, dan jangan sekali-kali kita mendikte karena kita banyak uang.
Operasional di lingkungan pekerjaan, kita harus hormat kepada atasan apapun dan bagaimanapun atasan yang sudah ditetapkan dengan keputusan kita harus menghormatinya, hormati hak teman sejawat, jangan main sikut kiri sikut kanan agar mendapatkan porsi yang lebih besar. Selalulah baik terhadap bawahan agar dengan suka rela dan segenap kemampuannya dicurahkan untuk melaksanakan tugas yang kita berikan dengan demikian didalam kehidupan kita sehari-hari selalu terdapat hubungan yang hangat, harmonis dan enak.
Partuturon sesama Rambe, merupakan komitmen antara keluarga Tuan Sumerham dengan Keluarga Raja Tuktung Pardosi, bahwa sesama Rambe pada nomor urut generasi yang sama, dipanggil abang kepada yang lebih dahulu lahir. Komitmen ini berlaku untuk litas ketiga marga Rambe Toga Purba, Rambe Raja Nalu, Rambe Anak Raja. Dan kita generasi sekarang juga menajadi komitmen kita partuturon tersebut.
Are you care to your culture •••••••? Let’s to be come Bataknis Not to be “HALAK HITA”
** Parsinabul / Raja Adat dari Klan RAMBE bertempat tinggal di Jakarta
Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:
Horas ma dihita..
Amang boru Beresman…
Menanggapi sedikit macam-macam adat yang amang boru sebutkan diatas ada 7 macam, maka saya kurang setuju. Menurutku, ada 2 macam adat batak, dan hanya yang dua inilah adat batak yang sesungguhnya.
1. Adat Dalihan Natolu
2. Adat na nniadathon
Adat dalihan natolu, termasuklah semua adat batak yang MENGHARUSKAN semua aspek dalihan natolu ikut serta tanpa di wakilkan, cth nih dari yang sederhana, mamasuhi jabu, pangolihon/pamuli dukak, adat saurmatua, adat mangokkal holi, adat mamukka parhutaan, dohot dia ma akka asing mu. Dalihan natolu harus ada disini, dan itu baru sah namanya adat batak dalihan na 3
Adat naniadathon ima adat nabinaen ni jolma, alani hasomalan na denggan. Contohnya tardidi dukak, naik sidi dukak, naik jabatan, mambaen hesek-hesek ni arta, jabu, mobil dll dimana ini ada setelah jaman sekarang ini. Hasuhuton bolon menguncang hula-hula??…bisa saja, dongan tubu…bisa juga.
Taringot tu ulaon paulahune dan tikkir tangga saya sayang sepakat itu, dan kalau bisa, mari kita suarakan dari klan kita masing-masing. Tak benar lagilah acara seperti itu untuk masa-masa sekarang ini. Bisa-bisa kena KOMNASHAM kita ini, semua kita ini anak naminiahan bukan!!
nanti aku tanggapin yang lainya amang boru, selamat beraktivitas!
[Balas...]
Jaullus (raja mullus-ullus):
June 2nd, 2009 | 10:55
Toho do na ni dok mi tulang, alai hupatikkos jo saotik. molo tabereng sada ngolu ni jolma, mulai sian na tubu sahat tu na monding, saleleng mangolu ibana, mungkin paulihon bagas, jala dibaen ma adat mamasuki bagas. lam godang pangomoan na sepakat ma na marhaha anggi na mariboto, dohot na mardongan sabutuhan lao pasangap oppung na, patimbohon tu batu na pir. Secara garis besar ima na ni ulahon ni jolma saleleng mangolu ibana.(unang attong ta pikkiri, boha bolo sahat tu namate ndang hea marjabu?)di ruar ni kontek mana i. sa leleng mangolu jolma termasuk ma nanidok mu nai adat na ni adathon di ulahon ibana. Au san diri sabotulna ndang satolop adong adat naniadathon, bage godang peluang lao merekayasa paradaton naung adong, bage maol di parsiajari akka na upposo, ai molo bebas halak marekayasa, bage tamba godang ma massam ni adat i aturan adat nasarupa bage masibaen lomo na jala dang mungkin sarupa. jadi unang bage balga tabaen turpuk tu adat na ni adathon. Sabotulna molo aturan penulisan holan catatan do i.
[Balas...]
Sepaham do Au di Komentarmi..tohomai unang attong sampe melanggar HAM..hehe, alai taringor tu Partuturon.. bohado panjauon namarpariban boru.( contoh Bapakku adong 3 marhamaranggi boruni Bapakku 6 boru, boru Bapa Uda 4 boru, boru Bapa uda Pudan 4 boru. alai adongdo nalobi tua umur ni boru ni Bapa Udaon sian umur nami boru ni Bapa sianggkangan. bohado hami manjou tusi?? Anggido manang angkang??) adong versi ni dongan ninna ise parjolo tubu ima siangkangan agia Bapani sianggian. alai adong do muse mandok ikkon manjou Haha/Kaka do tubuni sianggian tu tubuni siangkangan.. jadi dang adong napasti songon dia do adat Batak on ate.. asing2. iba pe gabe bingungdo. hape di luat nami masado boru nisi anggian tetap manjou Kaka tu tubuni si angkangan…baenjo komentarmu bo…ai lagi diperdebathon on nuaeng di hutanamion…
[Balas...]
Jaullus (raja mullus-ullus):
June 2nd, 2009 | 11:10
Ito Risma, Molo partuturon secara umum adong dua di halak batah toba. ima partuturon di toba holbung, sebagian samosir. Partuturon dairi ninna, ima partuturon Tano rambe, sebagian Hubbang dohot sebagian samosir. di luar ni i ima partuturan ihutan artinasian dia harorona laos partuturan na i do di boan. partuturon i saling ber interaksi, bage ala ni i adong partuturon na maruba. misalna, partutur dairi berinteraksi dohot partuturon toba, adong do diantara ni i bage mangihuthon partuturon toba. Bolo di toba, pinoppar ni siakkangan tetap siakkangan agia nabaru lahir. ido umbahen na adong jog “dia jo inang huabing haha dolikki” di toba ndang adong immbar ni baoa dohot boru. Di dairi/ Rambe, ise na uttua ima sia abangan di na sanomor, alai di paradaton tetap mangingot pinompar ni si akkangan, nang pe anggina. songonima jolo horas, majuuu….. terusssss! GBU
[Balas...]
Elephant Stone:
June 2nd, 2009 | 13:52
“lain lubuk, lain ikannya” nimmu ma….!
ido akke….?
[Balas...]
robert:
June 2nd, 2009 | 14:00
halo ito risma, pahoppu hasian…
molo di level pariban do, manurut au dohot hasomalon dipiga-piga luat, ba ise parjolo tubu ima siakkangan tanpa melihat ise siangkangan di level ni bapa, alai molo dianak, ba molo bapana siakkangan anakna pe siakkanganma nang pe parpudi lahir anak ni abangna (tutur toba) alai molo tutur dairi do songon na somal dihutatta pakkat attar tutur dairion do dipakke, alai nuaeng nunga mulai adong namangihuthon tutur toba, jala dang pola gabe permasalahan i huhilala, alai molo diparjambaran tetap do dijouhon jumolo siakkangan nangpe dipartuturon ibana sianggian,alai pendapathu doon da….!
idoda kale-kale,
horas n syalom, nanti kami liburan ke cilegon…
robert f coleby s
[Balas...]
Molo songoni nagunga bah, manjou “CESSSS….” ia so i jou ma “BOSSSSS”
molo hita di luat humbang, ise na uttua do molo partuturon ni BORU. Alai di huta na asing memang tohodoi, sai adong do manjou KAKAK tu naumposo, ala boru ni amang tua.
[Balas...]
Terimakasih ataskomentar munai. adat adalah kebiasaan satu kelompok masyarakat yang sepakat didalam melaksanakan aktivitas sosial sehari-hari.(attar songoni ma ra batasan ni adat nadikemukakan manang na piga-piga ahli kebudayaan) Adat na sasintong na di adat batak, ima tutu “adat dalihan na tolu” dibogasan ni i ima na akka nani ulahon si ganup ari. termasuk ma adat nani adathon. Tardidi/mangalao goar, termasuk adat naniadathon. Ai sasintong na acara gareja doi to dukak nabaru lahir, najolo holan partangiangan do di baen jala holan kerabat sisolhot do mangadopi, molo pe adong tulangna najonok, ndada pola adong acara khusus lao pasangaphon hula hula. Tikki somaragama dope, holan itak gurgur do dibaen natoras, dioppa ma dukak na jala dilean ma itak i tu nati nopot na laos dipaboama goar ni dukak na nioppanai. Songonim di ganupi sude dongan sahutana. molo adong petulang na di natinopot nai, tong do songoni di baen. Alai jaman nunga marasing, jala itak gurgur pe ndang haru di biasahon halak be bage diganti ma dohot sipanganon, bage las rumit ma panghorhon ni adat naniadathon on, bage dijou ma dohot hula-hula lao mangan, ai roado molo adong sipanganon na muba,jala dijou hula-hula, tontu bage adong ma sukkun sukkun nidok ni sipanganon masak naniadopan tu hula hula. Jadi anggo nabinoto, sian akka natua-tua naung jumolo sian hita, Adat, ima kebiasaan naniulahon ni jolma mulai sian natubu sahat tu namonding. termasuk ma napatimbohon saring-saring ni natua-tua tu batu na pir. na padua hon, ima diluar ningolu ni Jolama, ima na mamasuki bagas. Jala godang domacam na dohot tingkatanna, haduan pe ta bahas, na porlu tapahami, songon sontoh, “boasa di dok marhusip? hape gogo do soara. imajo tu si horas! majuuu teruusssss. GBU
[Balas...]
Ahu pe, sepaham hian do tu Amanta Si Hendry on, Sasintongna PARTUTURON manang ise siakkangan dohot siampudan, JELAS terkait dengan POSISI URUTAN AMONG masing-masing, Artinya ANAK AMANG TUA, TETAP SEBAGAI ABANG (akkang) kecuali tu BORU-BORU.
Molo tu BORU-BORU, ise parjolo tubu bage i siakkangan, alana terkait do tu MARGA NAASING na bage SUAMIna yang uga MENJADI KEPALA RUMAH TANGGA, (ndang pas jouhononton AKKANG tu halak marga naasing naumposo umurna).
Molo tu SADA MARGA, apalagi ANAK ni BAPAK TUA, lebih TEPAT do tong MAR ABANG (nangpe lebih muda), alana AMONG niba pe mar Abang do tu Amongna.
Jadi pendapat dari si Jaullus /si mullus-mullus namandok :
” pada nomor urut generasi yang sama, dipanggil abang kepada yang lebih dahulu lahir”.
Justru menurut saya adalah SUATU CARA/PENERAPAN YANG SALAH/KELIRU, BAHKAN MENYESATKAN,
sebab :
1. Bukan lagi urutan SILSILAH yang berperan, akan tetapi HANYA BERPATOKAN PADA UMUR,
2. Bagi orang lain yg mendengarpun menjadi TIDAK JELAS siapa diantara AMONG mereka yang lebih tua (sebagai abang)
3. Berarti UBANlah yang memposisikan seseorang itu sebagai ABANG.
4. Berlomba-lombalah wahai para SIANGGIAN untuk KAWIN dan MELAHIRKAN anak Laki-laki, Supaya anak abangnya memanggil abang kepada anaknya,…—hahaha…. seperti PARTUTURON YG BUKAN BATAK AJA.
Statement untuk seperti ” penempatan sebagai abang atau adik di Partuturon sesama Rambe, merupakan komitmen antara keluarga Tuan Sumerham dengan Keluarga Raja Tuktung Pardosi”, –> sepertinya untuk 3 marga yg berbeda tersebut (Manalu,Purba dan Debata Raja) DAPAT DIPAHAMI, karena selain mereka yang bertiga kakak beradik, istri merekapun juga kakak beradik (maaf kalau keliru) dgn posisi yang saling bertukar (posisina marsisambaran, yg muda ke yang tua dan yg tua beristri yg lebih muda (adik’an).
Tetapi jika kondisi SATU MARGA (misalnya sama-sama anaknya MARGA Si “X” yg bapaknya kakak beradik) namun hanya BERDASAR UMUR (yg duluan lahir sebagai siAbangan) ???????
Wah-wah-wah, tentu SANGAT membingungkan, sehingga ????
[Balas...]
Elephant Stone:
June 2nd, 2009 | 13:45
@amatta Jatikkos:Sidokkononhu tu hamu “turuti hukum mu”. jangan kamu urusi hukum orang lain yg tidak pernah memaksakan hukumnya sama kamu. Apalagi anda berkata BURSIK!!!!!!!, KELIRU, MENYESATKAN…… Sementara kamu tau dasar dan alasan dari hukum kultur Rambe yang membuat peraturan itu. INI SANGAT SENSITIF LAE. Sekali lagi jangan BURSIK….., KAU TAK BERHAK MENGATAKAN KAMI BUKAN ORANG BATAK. Lihat dunia luar juga lae, org tdk pernah berkata sama org Batak “BURSIK” karena memanggil Adek (anggi) sama yg lebih tua atau meanggil Abang (akkang/haha/dahahang)kepada yg lebih muda. manang na lupa do ho mamakke OTAK? saonari tolong jo pakke OTAK mi….!
Saotik nai, molo pajuppa ho dohot na sa margam disada luat saso binotom manang amang, oppung, kakek moyang niise siakkangan, bohama otakmu manjou dongan samarga mi selain “appara”?
makana pakke OTAK lae…………..!
[Balas...]
Elephant Stone:
June 2nd, 2009 | 13:48
Saotik nai: otakmu harus tau juga kalau Forum ini Forum pakkat yang mana Pakkat adalah sarang Marga Rambe.
[Balas...]
Jaullus (raja mullus-ullus):
June 3rd, 2009 | 14:23
Natinittp sanggar baen huru-huruan. molo sinukkun marga asa binoto partuturan,
nang pe dimulan au melanggar aturan ni admin.
Jatikkos, saya tidak memaksakan partuturon nami i berlaku secara universal. partuturon i. komitmen nami marga Rambe do i. Alai unang sala hita. sian pulau samosir domula ni Batak. di samosir sandiri, sebagian luat na di si mamakke partuturon songon partuturon nami i. Silakan observasi sandiri. alai ndang hudok i na uttikkos songon goarmi. alai napaboahon do ahu songon partuturon di Rambe. Jala tulisan na di ginjangi, ima bahan seminar adat di marga rambe sejabodetabek, taon na lewat. aut sugari holan na pemahaman adat, ndang taringotanku i. Selamat marsiajar, horasss Majuuu teruuuussss GBU
[Balas...]
Jaullus (raja mullus-ullus):
June 9th, 2009 | 10:06
Santabi di akka tutur, Au manang si Jaullus, nunga manang na piga hali hu dok jala hupaboa, ia goarhu, St. Drs. Beresman Rambe, di HKBP Cipayung Cilangkap, Jakarta Timur. Goar Maroppuni, ima; Oppu ni Jonathan So Tarjua Ro Berkat. Tu appara Jatikkos, Tulisan on ima bahan seminar. hu padua hali BAHAN SEMINAR di marga Rambe seJabodetabek na taon i. judulna hubaen “LET’S TO BE BATAKNESE, DON’T TO BE HALAK HITA” alasan hu mambaen i ala hu bereng do halak batak, di tano par serakan on ndang be tutur parbinotoan taringot tu si habatahon. Hape dung matua, bage sisukkunon diakka adat. secara phsikologis, di amanta nakinon, datung so alusanna ala nunga tumua ibana sian na adong di tonga-tonga nasida. Hape soa hea ibana marrohahon adat salelengon (sattabi diakka natua-tua ndang naso sangap hatuaon nasida di au, alai dibidang na ma berperan)jala sude nai na hea do hu alami di berbagai ulaon, jala lobi songon kasar ni hatami nunga hu alami ala hu komentari keputusan adat nabinahen ni akka natua-tua(tikki i hira marumur 38 taon dope au). molo hu suhuthon akka pengalaman, maganjang hu suhutan on. alai naupporlu ta rimangi di tulisan i, ndada partuturon i alai mangantusi akka hata adat/ istilah adat. Boha muse ma molo dibereng ho paelakuan adat na saonari songon on, marsogot adong ma ulaon nasarupa tu nabinereng mi. asing muse pamboaton na. ala so soksok di rohanta, marsuraki ma hita di si?……
Partuturon nami Rambe ndang na hu paksahon ikkon na songon i do na tikkos, holan on diakka jog, asa mekkel halak “ai suru di abing parumaen i, haha doli na on” ?…..?….?
Horas, majuuuuu….terussss….GBU
[Balas...]
Saya kutip dari tulisan Amatta Jaullus diatas:Adat adalah kebiasaan satu kelompok masyarakat yang sepakat didalam melaksanakan aktivitas sosial sehari-hari.(attar songoni ma ra batasan ni adat nadikemukakan manang na piga-piga ahli kebudayaan)
[Balas...]
robert:
June 2nd, 2009 | 14:18
toho hian doi amang elephant stone nanidokmunai, jala muse masalah partuturon pe dang porlu gabe sipersoalhononta, alana tong do kebiasaan di satu kelompok masyarakat yg sepakat untuk melaksanakan partuturonon, isarana rupani, adongma na lebih tua sian au mis no (15), alai secara garis keturunan au do lebih timbo no (14) ala adong rasa seganhu manjou “anggi” bage hujou ma ibana”amanguda” alai abang, ninna ma tu au…dang pola masalah i menurut au, komandan….
horas n syalom.
[Balas...]
Alai marsiulak ma roha ni akka tutur,
“siboru puas ma siboru bakkara, molo dung puas sae, soada mara”
“Paut-paut hudali, pago-pago tarugi,
natading niulahi, nasega pinauli”
sahali nai, sombakku diakka tutur, sombakku diakka dongan, sombakku diakka sitobok roha……..
[Balas...]
Dia porlu be siparguruhononkon adati be….
Molo au do dang huetongi be tusi, ai ala boru Marbun buat-buatan pardijabu laos dibolokkon akka tutur do iba. Hape soada bedana jolma i, br marbun omak niba binaen boru marbun parjabu ale tong do dang tarsurat iba dibaen songon parboru. Ba tu te ma sudena i.
Santabi di angka hula-hulakku eah
[Balas...]
Riduan Nainggolan:
June 3rd, 2009 | 12:10
Tu Pariban Niba Lasmar Manullang ” Au mangalap br ni Raja i do tong, Br. Marbun. Santabi sangap di hula-hulatta ” : Tung manang songon dia pe pariban nalagu pambaenan ni akka tutur ta tu hita, tarlumobi ma tu lakkam pangidoakku tangiang do ta alu-alu hon tu Amanta pardenggan basai, lungun ni rohami pariban gabe cambuk ma baen nalao padengganton, tarlumobi pansangaphon hula-hulatta songoni nang natorasta, dang boi tor mambaen keputusan ia sojolo benar-benar ta boto songon dia do sasingtongna, atik na holan prasangkam sambing doi, Je pariban naburju, assura boi hita mangolu 1.000 taon nai, assura boi alani gogo,manang alani jugul, manang na tois ni roha, toho hian ma nanidok mi dang pola ni etongani (“Tu Te ma sude nai nimmu amang nalagu”.”Je amang Lasmar Manullang, pariban naburju hasian nalagu, anak ni dainang br.Ni Rajai Br Marbun, anak ni damang Rajai, Raja Manullang,”dangadong naso masa di portibion baik nadenggan songoni nang naroa,nalao salpu di sude,”Hubaranihon dirikku mambaen pendapat on, alana hu etong dirikku doho sian parparibanon, adong poda ni natua-tua songon on pariban ” Molo lungun roham, unang pola palungun ku, unang gabe lilu ho,ai sudenai nalao salpu doi. Alai molo las roham unang pola pa las hu roham, unang ginjang roham, ai sudenai tong do nalao salpu. Horas ma di ho pariban, ta pasahat ma dirinta naso sempurna on dht akka pangalaho nadenggan/nahumurang ai Debata do Haporusonta, “Akke”. Olo nimmu jo hubege pariban” je tor mekkel maho antong, ba adong do hape tutur na burju tu au,” salah ma au disi nimmu antong ” ido daba, tek..ahk..inang …..pariban kon dainaaannnnggggggg… Horaaaasssssssssss
[Balas...]
Hendry Lbn Gaol:
June 3rd, 2009 | 12:40
Horas ma dihamu raja ni pamoruon nami….
mauliate ma niunga masipasingotan hamu namarpariban i…
las roha,…ai addul do jahaon nian komentar ni lae on…( lae lamsar)
[Balas...]
Lae ELEPHANT STONE, yg saya maksudkan “BURSIK” diatas adalah jika MEMANGGIL ADEK kepada ANAK BAPAK TUA KANDUNG. karena hal itu (MENURUT SAYA) JUSTRU akan MENYESATKAN, karena MEMANGGIL ADEK KEPADA ANAK BAPAK TUA KANDUNG. (sehingga, dapat membuat keliru bagi cucu-cucunya karena tidak tahulagi OPPUNG siapa yang paling tua).
Memanggil “APPARA” akan lebih “ETIS” dari pada ADEK kepada ANAK AMANGTUA yang lebih muda (itupun sebaiknya bukan untuk anak AMANG TUA kandung) jadi KOMENTAR saya, bukanlah saya tujuan kepada tatanan MARGA apapun itu, (Jadi bukan untuk 3 marga anak Rambe yang disampaikan Bpk Jaullus diatas, sebab itu adalah tatanan yang ditetapkan oleh mereka dari keluarga mertua yg sama (maaf kalau saya keliru ya pak Jaullus)
Jadi Lae Elephant, tentunya dapat menyimak lebih jelas lagi apa yg saya maksudkan !, SEBAB YG SAYA MAKSUD ADALAH PEMANGGILAN ADEK KEPADA ANAK BAPAKTUA KANDUNG, sebab hal inipun berlaku di daerah SAMOSIR, sehingga ada yang disebut ABANG PARHUNDUL).
Saran saya OTAKMU LAH yang harus KAU PAKAI, atau ANDA MEMANG TIDAK PUNYA OTAK ???
Simak juga Pendapat Amang Hendry yang menurut saya lebih sebagai PENCERAHAN tu OTAKMI.
Untuk Lae Lasmar, Tok-tong ma lae taetongi adat i, alana Adat i adalah suatu kebiasaan yang baik dan dianggap masih layak untuk dipertahankan.
[Balas...]
Elephant Stone:
June 4th, 2009 | 03:37
Sai SESAT DOPE NIMMU,……………!
Cari kata yang lain, asa tanda hita na berpendidikan…….!
masalah kekeliruan dalam oppung siapa yg paling tua itu tidak akan terjadi, karena dalam paradaton tetap ketahuan siapa siakkangan, baik bapak, oppung, amattua mangulahi, dan seterusnya, karena mardalan do akka jambar.
KALAU KOMENTARMU ITU BUKAN KAU TUJUKAN KEPADA TATANAN MARGA APAPUN, Berartu TUBEGU naso marmarga do hape ho markomentar. iiikh…. palak kali awak……
[Balas...]
Nga sae be i,…tohodo satikkosna nanidokni si jatikkos on,…. ( ai ise do naing bayon akke..pila pa ganas-ganashon jolma hian eaahh…, ai pasti parpakkat do bayon ala diboto partuturon ni rambe).
Je attar songoni ma i, nunga masipasittongan hamu, ra sude do hita satolop bahwa tu SAMARGA ikkon memereng urutan TAROMBO ma, dang sian umur, molo di BAOA. Alai molo tung adong pe akka kesepahaman ni na samarga, bah ikkon hormatanta do i. Itulah budaya yang saling menghargai/…….Ribaaakkkkk!!
[Balas...]
Sai dibahas i hamu, na menurut hamu angka hadengganon (paradaton di hita Batak), hape roha mu pe dang denggan.
Tabiasahon ma bertutur kata dohot denggan, jala dengan identitas yang jelas. On dah, margampe “JATIKKOS, ELEPHANT STONE, dsb” so binoto, aslimupe dang binoto, alai barani hamu mangkatai dohot hata na kasar-kasar di huta maya on. Ittor ise be haroa hita on, asa boi marhata na kasar di huta maya on ?
Molo adong angka perbedaan pendapat, ima hamoraonta, alai unang gabe kasar !!!
Jadi, pangidoan : denggan ma hamu marsimaapan, jala mangido maaf hamu tu admin dohot tu angka dongan na asing na adong di huta maya on.
Molo so boi hata on masuk tu roha muna, agia unang ro hamu tu huta maya on !
Am. Nathan Situmorang
[Balas...]
Ta torushon dope tulisan pemahaman adat on? alana nunga naeng hu posting nakkinon udutna. Alai ala gabe rame huida komentar, bage hutunda. Udut ni tulisan on ima akka pakkataiao di ulaon unjut (pangolihon/Pamulihon). Akka dongan na tertarik ndang holan boi makkatahon alai nunga dipahamu. boha tatorushon do? molo dang RIIIIIIIIIIIIIIIIIBBBAAAAAK ma tutu. ai gabe manyimpang sian substansi ni tulisan on akka komentar mu.
[Balas...]
Hendry L Gaol:
June 3rd, 2009 | 15:45
Silahkan posting tulisan berikutnya…sebagai tambahan pembelajaran di adat habatahon..
[Balas...]
some body very hate for Rambe
biarkan anjing tetap mengonggong kalifah tetap berlalu. Rambe not care to yours hate. Rambe is for Rambe not for yuors. ok?
[Balas...]
Hendry L Gaol:
June 3rd, 2009 | 15:44
Lanjut amang boru…..!!!! porlu do i,…biarkan diskusi ini berjalan trus!!!
[Balas...]
Donald A. Situmorang:
June 3rd, 2009 | 16:50
Torushon hamuma, ai angka na denggan doi, molo adong angka komentar, nadenggan do tong i, asalma unang kasar.
Jala molo boi siat pangidoan, unang ma nian terkesan mengagungkan manangna mangondolhon goar ni sada-sada kelompok, punguan, dsb hita di huta maya on, alana sian berbagai latar belakang do na ro tu huta maya on, termasuk parhuta na asing (di luar ni Pakkat).
Horas,
[Balas...]
ito Jaulluss alani sukkun2 hi doi tahe,,manjou ahado tu boruni bp uda,, hape gabe songoni.. akke sigedap.. unangpola toruson be kale hitama pajuppa di toruni hariarai makkatai udutni tulisanmi..anggo hita dang pola sigedap dht siribak akke..na halus halus ima.parsatokkinando portibion… hehehihi
[Balas...]
Maaf kepada semua yang membaca STATEMENT saya,
Sebenarnya, suatu pendapat orang, sah-sah saja/ boleh saja kita ungkapkan, karena komentar/ perbedaan komentar tersebut dapat memberi masukan bagi kita/ masukan bagi kondisi yang ada.
Tetapi pendapat si “ELEPHANT STONE”,YG LANGSUNG KASAR tersebut terkesan PICIK dan DANGKAL. karena langsung EMOSI dan tidak berpikir jernih, dengan KATA-KATA KASAR sehingga MENUNJUKKAN bahwa SI ELEPHANT ini BUKANlah SESEORANG YG BERPENDIDIKAN DAN BERMARTABAT, sehingga perlu untuk belajar lebih banyak lagi.
Tapi saya SANGAT PAHAM, namanya juga ELEPHANT = GAJAH yang artinya GEDE-GEDE BLOON. (alias BADAN BESAR TAPI BODOH).
HAHAHAHAH……. GOBLOK !…. GOBLOK !!!!!!!
Maaf kepada semuanya, karena KEPICIKAN si ELEPHANT ini, membuat suasana jadi TIDAK ENAK atau kurang SREG.
MAAF KEPADA SEMUA, KALIAN ORANG PAKKAT !!!.
[Balas...]
Jadi…santabi ma di natorop… na liat na lolo ! Songon on ma i, songon hata ni omputta si jolo-jolo tubu…Ai molo pe sanga marsitanggiran akke he he…
“Asa balintang ma pagabe, tumundalhon sitadoan
Arimuna ma gabe, ai nunga hamu masipaolo-oloan..”
Taringot tu akka diskusinta on, sipata do maradu argumen, alai tong ma nian dibagasan hapantunon, ima ciri khas ni bangso Batak i, na pinagodang-godang ni habiasaan dohot adat na niajarhon ni Omputta sijolo-jolo tubu i.
“Purpar pe ninna pande dorpi jumadihon tu dimposna.”
Jala tong-tong ma nian dibagasan haserepon ni roha. Akka na hurang umboto, marsisukkunan, na umbotosa jala malo, mangalehon dohot las ni roha.
“Pantun hangoluan, tois hamatean”. Jala unang ma ‘Pajolo gogo, papudi uhum’.
Santabi ma di akka natua-tua, akka dongan satorbang, nang haha anggi iboto, akka pinaribot dohot ale-ale. Horas mauliate.
“Tim Parhobas with smile”
[Balas...]
siahaan:
March 4th, 2011 | 13:39
Horas di hita Batak jalan terus Adat batak itu baik dan bagus Budaya batak
[Balas...]
Hooorassss daikka tutur.
gabe rame akke…!?
sattabi di dongan na liat na lolo, “dang maraprap naso magulang”, manang seorang makan cempedak, semua kena getahnya, sattabi……. sahalinai sattabi diakka sitigor roha.
Molo litok aek, tikkiron ma tu julu. (boi do naeng pakkeon umpama on tu situasi on?)
tatikkir ma akke……….!?
JATIKKOS
June 2nd, 2009
Ahu pe, sepaham hian do tu Amanta Si Hendry on, Sasintongna PARTUTURON manang ise siakkangan dohot siampudan, JELAS terkait dengan POSISI URUTAN AMONG masing-masing, Artinya ANAK AMANG TUA, TETAP SEBAGAI ABANG (akkang) kecuali tu BORU-BORU.
Molo tu BORU-BORU, ise parjolo tubu bage i siakkangan, alana terkait do tu MARGA NAASING na bage SUAMIna yang uga MENJADI KEPALA RUMAH TANGGA, (ndang pas jouhononton AKKANG tu halak marga naasing naumposo umurna).
Molo tu SADA MARGA, apalagi ANAK ni BAPAK TUA, lebih TEPAT do tong MAR ABANG (nangpe lebih muda), alana AMONG niba pe mar Abang do tu Amongna.
<<<>>>>
Jadi pendapat dari si Jaullus /si mullus-mullus namandok :
” pada nomor urut generasi yang sama, dipanggil abang kepada yang lebih dahulu lahir”.
Justru menurut saya adalah SUATU CARA/PENERAPAN YANG SALAH/KELIRU, BAHKAN MENYESATKAN,
<<<>>>
sebab :
1. Bukan lagi urutan SILSILAH yang berperan, akan tetapi HANYA BERPATOKAN PADA UMUR,
<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>
2. Bagi orang lain yg mendengarpun menjadi TIDAK JELAS siapa diantara AMONG mereka yang lebih tua (sebagai abang)
<<<<<>>>>>>
3. Berarti UBANlah yang memposisikan seseorang itu sebagai ABANG.
<<<<>>>>>>>>>
4. Berlomba-lombalah wahai para SIANGGIAN untuk KAWIN dan MELAHIRKAN anak Laki-laki, Supaya anak abangnya memanggil abang kepada anaknya,…—hahaha…. seperti PARTUTURON YG BUKAN BATAK AJA.
<<<<<>>>>>>>>>>>>>>
Statement untuk seperti ” penempatan sebagai abang atau adik di Partuturon sesama Rambe, merupakan komitmen antara keluarga Tuan Sumerham dengan Keluarga Raja Tuktung Pardosi”, –> sepertinya untuk 3 marga yg berbeda tersebut (Manalu,Purba dan Debata Raja) DAPAT DIPAHAMI, karena selain mereka yang bertiga kakak beradik, istri merekapun juga kakak beradik (maaf kalau keliru) dgn posisi yang saling bertukar (posisina marsisambaran, yg muda ke yang tua dan yg tua beristri yg lebih muda (adik’an).
<<<<<>>>>>>>>>>>>
Tetapi jika kondisi SATU MARGA (misalnya sama-sama anaknya MARGA Si “X” yg bapaknya kakak beradik) namun hanya BERDASAR UMUR (yg duluan lahir sebagai siAbangan) ???????
Wah-wah-wah, tentu SANGAT membingungkan, sehingga ????
pakailah bahasa yang sopan….ini peringatan dari admin…. dan kata bursik akan saya hapus…….”
<<<<<<<>>>>>>>>>>>
Elephant Stone
June 2nd, 2009
@amatta Jatikkos:Sidokkononhu tu hamu “turuti hukum mu”. jangan kamu urusi hukum orang lain yg tidak pernah memaksakan hukumnya sama kamu. Apalagi anda berkata BURSIK!!!!!!!, KELIRU, MENYESATKAN…… Sementara kamu tau dasar dan alasan dari hukum kultur Rambe yang membuat peraturan itu. INI SANGAT SENSITIF LAE. Sekali lagi jangan BURSIK….., KAU TAK BERHAK MENGATAKAN KAMI BUKAN ORANG BATAK. Lihat dunia luar juga lae, org tdk pernah berkata sama org Batak “BURSIK” karena memanggil Adek (anggi) sama yg lebih tua atau meanggil Abang (akkang/haha/dahahang)kepada yg lebih muda. manang na lupa do ho mamakke OTAK? saonari tolong jo pakke OTAK mi….!
Saotik nai, molo pajuppa ho dohot na sa margam disada luat saso binotom manang amang, oppung, kakek moyang niise siakkangan, bohama otakmu manjou dongan samarga mi selain “appara”?
makana pakke OTAK lae…………..!
*
Elephant Stone
June 2nd, 2009
Saotik nai: otakmu harus tau juga kalau Forum ini Forum pakkat yang mana Pakkat adalah sarang Marga Rambe.
lae timbul juga kena RPP dari admin…halus tabaen na mardiskusi on….
Jaullus (raja mullus-ullus)
June 3rd, 2009
Natinittp sanggar baen huru-huruan. molo sinukkun marga asa binoto partuturan,
nang pe dimulan au melanggar aturan ni admin.
Jatikkos, saya tidak memaksakan partuturon nami i berlaku secara universal. partuturon i. komitmen nami marga Rambe do i. Alai unang sala hita. sian pulau samosir domula ni Batak. di samosir sandiri, sebagian luat na di si mamakke partuturon songon partuturon nami i. Silakan observasi sandiri. alai ndang hudok i na uttikkos songon goarmi. alai napaboahon do ahu songon partuturon di Rambe. Jala tulisan na di ginjangi, ima bahan seminar adat di marga rambe sejabodetabek, taon na lewat. aut sugari holan na pemahaman adat, ndang taringotanku i. Selamat marsiajar, horasss Majuuu teruuuussss GBU
*
Elephant Stone
June 2nd, 2009
Saya kutip dari tulisan Amatta Jaullus diatas:Adat adalah kebiasaan satu kelompok masyarakat yang sepakat didalam melaksanakan aktivitas sosial sehari-hari.(attar songoni ma ra batasan ni adat nadikemukakan manang na piga-piga ahli kebudayaan)
*
robert
June 2nd, 2009
toho hian doi amang elephant stone nanidokmunai, jala muse masalah partuturon pe dang porlu gabe sipersoalhononta, alana tong do kebiasaan di satu kelompok masyarakat yg sepakat untuk melaksanakan partuturonon, isarana rupani, adongma na lebih tua sian au mis no (15), alai secara garis keturunan au do lebih timbo no (14) ala adong rasa seganhu manjou “anggi” bage hujou ma ibana”amanguda” alai abang, ninna ma tu au…dang pola masalah i menurut au, komandan….
horas n syalom.
*
Elephant Stone
June 2nd, 2009
Alai marsiulak ma roha ni akka tutur,
“siboru puas ma siboru bakkara, molo dung puas sae, soada mara”
“Paut-paut hudali, pago-pago tarugi,
natading niulahi, nasega pinauli”
sahali nai, sombakku diakka tutur, sombakku diakka dongan, sombakku diakka sitobok roha……..
<<<<HU ULAHI SAHALI NAI TUAKKA RAJA NI PARHOBAS, RAJA NI HULA-HULA, RAJA NI DONGAN TUBU, RAJA NI PAMORUON, RAJA HUTA MAYA, DONGAN DOHOT ALE-ALE,:
“DANG MARAP-RAP NASO MAGULANG”
“SATTABI DI AKKA SITIGOR ROHA”
[Balas...]
Elephant Stone:
June 4th, 2009 | 02:37
eh………. ette jo, salla…….!!!!
hu ulakkin jo da…………..!?
[Balas...]
Hooorassss daikka tutur.
gabe rame akke…!?
sattabi di dongan na liat na lolo, “dang maraprap naso magulang”, manang seorang makan cempedak, semua kena getahnya, sattabi……. sahalinai sattabi diakka sitigor roha.
Molo litok aek, tikkiron ma tu julu. (boi do naeng pakkeon umpama on tu situasi on?)
tatikkir ma akke……….!?
JATIKKOS
June 2nd, 2009
Ahu pe, sepaham hian do tu Amanta Si Hendry on, Sasintongna PARTUTURON manang ise siakkangan dohot siampudan, JELAS terkait dengan POSISI URUTAN AMONG masing-masing, Artinya ANAK AMANG TUA, TETAP SEBAGAI ABANG (akkang) kecuali tu BORU-BORU.
Molo tu BORU-BORU, ise parjolo tubu bage i siakkangan, alana terkait do tu MARGA NAASING na bage SUAMIna yang uga MENJADI KEPALA RUMAH TANGGA, (ndang pas jouhononton AKKANG tu halak marga naasing naumposo umurna).
Molo tu SADA MARGA, apalagi ANAK ni BAPAK TUA, lebih TEPAT do tong MAR ABANG (nangpe lebih muda), alana AMONG niba pe mar Abang do tu Amongna.
………..
“ELEPHANT STONE PE SETUJU DO DISON MOLO DI HALAK BATAK PADA UMUMNA”
…………….
Jadi pendapat dari si Jaullus /si mullus-mullus namandok :
” pada nomor urut generasi yang sama, dipanggil abang kepada yang lebih dahulu lahir”.
Justru menurut saya adalah SUATU CARA/PENERAPAN YANG SALAH/KELIRU, BAHKAN MENYESATKAN,
………….
ELEPHANT STONE:”ANGGO DISON NGA MULAI HURANG AJAR SI JATIKKOS ON” ITTOR KELIRU DO NINNA, APALAGI “MENYESATKAN”
“OLLO BOLOH”
……………….
sebab :
1. Bukan lagi urutan SILSILAH yang berperan, akan tetapi HANYA BERPATOKAN PADA UMUR,
………………………..
ELEPHAN STONE: URUTAN SILSILAH TETAP BERPERAN, PATOKAN BUKAN HANYA PADA UMUR (jahai Jatikkos akka keterangan na diginjang i….)
…………………..
2. Bagi orang lain yg mendengarpun menjadi TIDAK JELAS siapa diantara AMONG mereka yang lebih tua (sebagai abang)
………………………………
ELEPHANT STONE: Dengan mendengar orang memanggil Anggi atau Abang, yang pertama hadir dalam OTAK orang adalah:
1.Yang dipanggil itu adalah lebih muda atau lebih tua
2. Yang memanggil itu adalah lebih tua atau lebih muda ( hahaha, sama aja dengan No.1 ya…!?)
3. Kalau yang MEmanggil “abang” itu lebih tua dari yang DIpanggilnya itu, penjilat ma RA bao on.
4. Adong do RA sebalik ni no 3 on
5.MOLO DIPARADATON, HAL YANG BIASA, SESUAI DENGAN “KEADAAN” DAN KULTUR, SERTA PHILOSOPI MENGAPA MEREKA MEMNAGGIL DEMIKIAN. (“Jahai Jatikkos akka tulisan ni dongan na diginjang i”)
………………………..
3. Berarti UBANlah yang memposisikan seseorang itu sebagai ABANG.
………………………………
ELEPHANT STONE: DANG “UBAN” KAWAN……….., ALAI “PARTUBU” DO KAWAN (Disini harus pake OTAK)
IMA:
1. PARTUBU NI SI “PERSONAL” I
2. PARTUBU NI BAPAK NA
3. PARTUBU NI OPPUNGNA
4. PARTUBU NI AMANGTUANA MANGULAHI (aha do tahe istilah na asing ni on? (pikkiri jo deba Jatikkos, attar pakke …….. otik)
5. PARTUBU NI AKKA SIJOLO JOLO TUBU (KAKEK MOYANG MA JO TADOK ISTILAH NI ON)
……………………………..
4. Berlomba-lombalah wahai para SIANGGIAN untuk KAWIN dan MELAHIRKAN anak Laki-laki, Supaya anak abangnya memanggil abang kepada anaknya,…—hahaha…. seperti PARTUTURON YG BUKAN BATAK AJA.
……………………………….
ELEPHANT STONE: Molo berlomba-lomba on nadenggan do on. Alai statement yang menyatakan
“Supaya anak abangnya memanggil abang kepada anaknya,…—hahaha…. seperti PARTUTURON YG BUKAN BATAK AJA”
agak kurang pake OTAK yang menyatakan ini (atau mungkin gak pake……..)
……………………………
Statement untuk seperti ” penempatan sebagai abang atau adik di Partuturon sesama Rambe, merupakan komitmen antara keluarga Tuan Sumerham dengan Keluarga Raja Tuktung Pardosi”, –> sepertinya untuk 3 marga yg berbeda tersebut (Manalu,Purba dan Debata Raja) DAPAT DIPAHAMI, karena selain mereka yang bertiga kakak beradik, istri merekapun juga kakak beradik (maaf kalau keliru) dgn posisi yang saling bertukar (posisina marsisambaran, yg muda ke yang tua dan yg tua beristri yg lebih muda (adik’an).
……………………………….
ELEPHANT STONE: DIPARETTAHON “RAJA” I DO SEKALIGUS DOHOT “RAJA” I (Waktu itu raja yang berkuasa /memerintah dan sekaligus hula-hula pangalapan boru) IMA HULA-HULA I RAJA TUKTUNG TU SI RAMBE NA TOLU I SAHAT TUSUDE PINOPPARNA (Namanya juga raja dan hula hula X3 lagi. Jadi titah yang “amat sangat”)ASA ISE NAJUMOLO TUBU IMA SIAKKANGAN. ATTAR IDO PHILOSOPI NI PARTUTURON NI RAMBE I.
……………………………….
Tetapi jika kondisi SATU MARGA (misalnya sama-sama anaknya MARGA Si “X” yg bapaknya kakak beradik) namun hanya BERDASAR UMUR (yg duluan lahir sebagai siAbangan) ???????
Wah-wah-wah, tentu SANGAT membingungkan, sehingga ????
pakailah bahasa yang sopan….ini peringatan dari admin…. dan kata bursik akan saya hapus…….”
………………………
ELEPHANT STONE:TUNG BOHA PE OTO MU JATIKKOS……. UNANG TOR “BURSIK” DOKKON ATONG, PATANDA HU HO NA “OTO”, “BANGGAM”, “BODOH”, “GOBLOK”, “TAK BERPENDIDIKAN DAN TAK BERMANFAAT”, “PICIK”, AKKA AHA DOPE TAHE HATA NAROA NANIDOKMU TU AU JATIKKOS? PAGODANG HU HATA NA KASAR NAKALUAR SIAN OTAKMU,
PADAHAL HANYA KEPADA OTAKMULAH AKU BERKATA, JANGANKAN KEPADA ORANG LAIN, KEPADA MARGA, TONDI DAN BADAN MU PUN AKU TIDAK BERKATA APA-APA, HANYA KEPADA OTAAAAAAAAAAKMU!.
PORLU DOPE BAHASON KATA DEMI KATA?, KALIMAT DEMI KALIMAT?, BAIT DEMI BAIT?
ASA TABAHAS STATEMENT:
JATIKKOS
June 3rd, 2009
TOR SEMANGATTIAN DO DEBA AKKA DONGAN ON, TOR “RIIIIIIIIIIIBAAAAAAAAAAAAAK…..!” NINNA DO.
AH, HERAN DO IBA….!
Sekilas tabereng statement hu dohot sebagian statement ni dongan na membangun jala marsiudutan:
……………………………..
Elephant Stone
June 2nd, 2009
@amatta Jatikkos:Sidokkononhu tu hamu “turuti hukum mu”. jangan kamu urusi hukum orang lain yg tidak pernah memaksakan hukumnya sama kamu. Apalagi anda berkata BURSIK!!!!!!!, KELIRU, MENYESATKAN…… Sementara kamu tau dasar dan alasan dari hukum kultur Rambe yang membuat peraturan itu. INI SANGAT SENSITIF LAE. Sekali lagi jangan BURSIK….., KAU TAK BERHAK MENGATAKAN KAMI BUKAN ORANG BATAK. Lihat dunia luar juga lae, org tdk pernah berkata sama org Batak “BURSIK” karena memanggil Adek (anggi) sama yg lebih tua atau meanggil Abang (akkang/haha/dahahang)kepada yg lebih muda. manang na lupa do ho mamakke OTAK? saonari tolong jo pakke OTAK mi….!
Saotik nai, molo pajuppa ho dohot na sa margam disada luat saso binotom manang amang, oppung, kakek moyang niise siakkangan, bohama otakmu manjou dongan samarga mi selain “appara”?
makana pakke OTAK lae…………..!
*
Elephant Stone
June 2nd, 2009
Saotik nai: otakmu harus tau juga kalau Forum ini Forum pakkat yang mana Pakkat adalah sarang Marga Rambe.
lae timbul juga kena RPP dari admin…halus tabaen na mardiskusi on….
Jaullus (raja mullus-ullus)
June 3rd, 2009
Natinittp sanggar baen huru-huruan. molo sinukkun marga asa binoto partuturan,
nang pe dimulan au melanggar aturan ni admin.
Jatikkos, saya tidak memaksakan partuturon nami i berlaku secara universal. partuturon i. komitmen nami marga Rambe do i. Alai unang sala hita. sian pulau samosir domula ni Batak. di samosir sandiri, sebagian luat na di si mamakke partuturon songon partuturon nami i. Silakan observasi sandiri. alai ndang hudok i na uttikkos songon goarmi. alai napaboahon do ahu songon partuturon di Rambe. Jala tulisan na di ginjangi, ima bahan seminar adat di marga rambe sejabodetabek, taon na lewat. aut sugari holan na pemahaman adat, ndang taringotanku i. Selamat marsiajar, horasss Majuuu teruuuussss GBU
*
Elephant Stone
June 2nd, 2009
Saya kutip dari tulisan Amatta Jaullus diatas:Adat adalah kebiasaan satu kelompok masyarakat yang sepakat didalam melaksanakan aktivitas sosial sehari-hari.(attar songoni ma ra batasan ni adat nadikemukakan manang na piga-piga ahli kebudayaan)
*
robert
June 2nd, 2009
toho hian doi amang elephant stone nanidokmunai, jala muse masalah partuturon pe dang porlu gabe sipersoalhononta, alana tong do kebiasaan di satu kelompok masyarakat yg sepakat untuk melaksanakan partuturonon, isarana rupani, adongma na lebih tua sian au mis no (15), alai secara garis keturunan au do lebih timbo no (14) ala adong rasa seganhu manjou “anggi” bage hujou ma ibana”amanguda” alai abang, ninna ma tu au…dang pola masalah i menurut au, komandan….
horas n syalom.
*
Elephant Stone
June 2nd, 2009
Alai marsiulak ma roha ni akka tutur,
“siboru puas ma siboru bakkara, molo dung puas sae, soada mara”
“Paut-paut hudali, pago-pago tarugi,
natading niulahi, nasega pinauli”
sahali nai, sombakku diakka tutur, sombakku diakka dongan, sombakku diakka sitobok roha……..
…………………………..
HU ULAHI SAHALI NAI TUAKKA RAJA NI PARHOBAS, RAJA NI HULA-HULA, RAJA NI DONGAN TUBU, RAJA NI PAMORUON, RAJA HUTA MAYA, DONGAN DOHOT ALE-ALE,:
“DANG MARAP-RAP NASO MAGULANG”
“SATTABI DI AKKA SITIGOR ROHA”
Horass, maaff jala mauliate……….!
[Balas...]
Jadi songon ma i, tu lae Elephan Stone, dohot tu si Jatikkos, ai molo binereng sian gaya ni si jatikkos on, asli hian do parPakkat bayon, ai jago hian pabada-badahon, molo so sala au attar hobbi ni bayon najolo ima. Memang namalo jala na jago do ibana, ai didikan ni MOZARD – Israel do ra bayon.
“dibuat ma batu dua, dungi didok ma tu sahalak dakdanak, nion ma bapakmu, dungi dibuat sada nai, didok muse tu donganna, nion bapak ni siadona, molo jago ho sipakkon ma bapak ni siadona…dungi tor disipakkon hian, di dege-dege…alai ala dang olo ganas nasada nai, GABE si JATIKKOS on do GANAS, didok ma muse, molo jago ho BUAT TIJUR MI, BAEN tu pinggol ni si adona..holan dibaen songon nanidokna i, pila marsiranggut hian nimmu ma…jala mekkel las rohani si jatikkos on”
jadi saonari pe namanombo do huroa sijatikkos on, gabe gear lae si batugaja….Je nga sai be i akke kale-kale…
1. Sebagai admin hami, hulean hami kodo tenggang rasa, asa unang mamakke hata na kasar, misalna “matami…..” ” Bursik maho…”, “pakke otakmu…” alana sude do hita nappuna mata, dohot nappuna otak. Alai molo ikkon dokkonon do mata nang otak, binaen songon halak jawa i “maaf mas…monggo mas,..nggo mata karo otak sampean…” huhut unduhunduk jala di patudu inang ni jari-jari i.
2. ala sude dohita namalo, jala na pistar (aha bedana akke) jala sude do parpakkat, bah ai martinonodohon do hita, adong siakkangan sian umur, sian tarombo dinasamarga je atik boha pajuppa hita muse disada tikki, sotung ala ni na saotik on gabe habang isang-isang, je unang pakasar-kasar hu akke kale-kale….
4. Lae Elephan Stone alias batu gaja, molo naeng mardiskusi hamu nadua taringot tu topik bahasan on nion ma email ni si Jatikkos pandir_0123@yahoo.com
5. Ai nga piga hali hu usulhon, mari kia gunakan nama asli dalam berdiskusi, kalau bisa sama marga, asa binoto partuturon, sattabi jo tahe, baoa manang borua do si jatikkos nang si batugaja on??
6. songoni ma jo hata sian hami tim sukses ni capres nomor urut 4
mauliate ma
[Balas...]
robert:
June 5th, 2009 | 18:17
tohodoi amang admin nami, ai au be bingung do, adong latteung,tokke jengkol,parbatto,elephant stone,jatikkos,raja mullus-ullus,dohot akka naasing, raja napogos,par pial pial, dsb…
hape ito si risma,yulinda,ricardo ap marbun dohot akka dongan na asing tanpa gelar, robert f coleby tanpa gelar, bresman simamora alias raja mullus ullus, ketahuan, togar sidabutar tanpa gelar, pm, singkatan ni amanta,sihotang naburju, mudah ditebak….
alai tahe…terserah admin nami ma, behama sibaen na denggan
[Balas...]
mauliatema admin nami.
Orang bijak yang bicara, Semakin banyak membaca semakin sedikit yang diketahui.
Halak batak na mandok, unang songon bojak di toru ni dasar.
sarupa ma ra pengertian ni nadua ungkapan i. maka mari kita berlomba mempersedikitjkan pengetahuan. majuu teruuusss GBU
[Balas...]
Na pasti, dang dohot antong lae gabe parboru di Marbun……….alai boru do.
Patangkas lae jo ungut ungut mi, unang gabe siparengkelan.
[Balas...]
Do you care about your culture? Lets be Bataknese, not “Halak Hita”.
Sound better, what do you guys think?? songon nagatal pinggol mambege eah..
kabur akh…sotung digedap iba ha…ha…
[Balas...]
jaullus (raja mullus-ullus):
July 31st, 2009 | 16:43
@Risna Siburian, Let’s to be bataknese, don’t be halak hita ungkapan itu memang sangat menggelitik, bukan hanya gatal pinggol tapi juga bisa jadi tukkihon. Molo halak jepang, maolo di dok “I am Japanese” adat dohot tradisina dipakke dingoluna. Molo halak hita, holan na marmarga nama. bage sada kritikan do ungkapan nakining tu akka dongan na mandok ibana halak batak, alai ndang adong filosofi ni si habatakon di ngoluna, “Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru” dohot konsep-konsep habatakon, “raja na ro, raja na ni dapothon” “boru ni raja” “Parsonduk bolon” “sinonduk” “sijunjung baringi” bage sijunjung lappet.
[Balas...]
I mean, sounds better.
[Balas...]
Songon on mai, asa ganti judul hita.
Adong sukkun-sukkun sibaenon hu jalal alusi be ma dohot jujur.
1. Anak muna do anak ni abang mu? …..alusi be!
2. Anak muna do anak ni anggim?…..alusi be !
3. Anakmuna do anak mu tubum? …….alusi !
4. Diantara ni anak mi ise do baenon mu siakkangan?……..alusi be!
Horassss!…Majuuuu……terusss….GBU
[Balas...]
Saya sarankan kepada tetua batak tiap marga,siboto adat,para pakar adat duduk bersama supaya menuliskan Satu Buku Pedoman Adat Batak yang memuat semua tata cara adat dan dimulai atau disertai filosofisnya dan penjelasannya .Agar tidak ada perbedaan lagi diantara sesama batak.Bisa menghemat waktu dan dana,jelas maknanya ,dapat dimengerti dengan mudah dan dapat dipedomani , diikuti seluruh marga dan dsb>Yang sekarang terjadi sering terjadi perbedaan yang disebabkan pemahamannya yang subjektif,menganggap dirinya yang lebih pintar,merendahkan orang lain.Kalau sudah ada Buku Pedoman Adat Batak yang ditulis Panitia yang terdiri dari Tetua Adat maka Batak semakin eksis berbudaya .Horas
[Balas...]