Friday, March 12, 2010

Horas Pakkat...!! Selamat datang di website par-Pakkat, dimanapun berada, sai parhorason ma dihita.---beta be marsoban tu Uccim---Cuaca di Dolok Pinapan...marhobot--

Pelayanan 100 Tahun Penginjilan Pdt Ruben Panggabean Diperingati Pomparannya

Tuesday, October 27, 2009, 10:36
diposting pada kategori N E W S. Ada 5 Komentar pembaca.

Posted in Medan Kita by Redaksi on Oktober 25th, 2009

Medan (SIB)
Pdt Ruben Panggabean alumni Sekolah Seminari Sipoholon angkatan VII (1911-1913) dan merupakan Pendeta ke-44 Gereja HKBP. Dia melayani pada masa Zending Nommensen German di tanah Batak dengan penuh penderitaan serta tantangan yang cukup berat. Pelayananannya masa itu cukup luas, meliputi Tarutung, Dolok Sanggul, Lintong ni Huta, Siborongborong, Pakkat dan Tukka.
Penginjilannya untuk memberitakan kabar keselamatan dan mengkristenkan orang Batak waktu itu cukup berat dan melelahkan. Daerah-daerah tugasnya dijalaninya dengan berjalan kaki, tidak ada mobil, sepeda motor, sepeda dayung maupun kereta kuda. Apalagi Pdt Ruben harus mendapat perlawanan dari kaum si Pelebegu, sehingga tidak jarang dia diracun maupun disantet. Namun karena dia teguh dalam iman, tulus dalam pelayanannya dengan satu tekad orang Batak harus mengenal Yesus, maka Tuhan melindungi Ruben dari malapetaka.
Masa itu, Pendeta digaji 1 kali setahun bahkan harus diambilnya dari Pakkat ke Tarutung dengan berjalan kaki ratusan kilometer. Keadaan masa itu sangat jauh berbeda dengan kondisi sekarang yang serba tersedia dan lengkap dengan fasiltas serta akomodasi dalam pelayanan.
Pdt Ruben mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting boru Hutapea dari Huta Peaogung Tarutung. Guna memberhasilkan penginjilannya, Pdt Ruben menikahkan putra dan putrinya dengan putra-putri raja-raja di daerah dia menginjil. Beberapa putranya diinikahkan dengan boru Marpaung, boru Siburian, boru Hutapea, boru Sitorus Pane dan ada anaknya yang menikah dengan putri Jawa ketika sekolah di Batavia Jakarta.
Keturunannya sudah tujuh orang menjadiPendeta dan ratusan anggota majelis dari berbagai gereja. Ratusan orang juga sudah berpendidikan sarjana, Magister dan Doktoral dan berdomisili seluruh wilayah Indonesia. Salah seorang pomparannya (keturunannya) adalah Drs Tahan Manahan Panggabean MM yang baru dilantik menjadi anggota DPRD Sumut.
Kini keturunannya bersatu di bawah satu perkumpulan yang bernama “Pomparan Pandita Ruben Panggabean” yang selalu mengadakan pertemuan di tiga titik daerah yaitu Bona Pasogit Pakkat, Medan dan Jakarta. Pdt Ruben merupakan keturunan XII dari pomparan si Raja Panggabean dan keturunannya telah sampai pada keturunan XVII.
Sejumlah pomparannya, Sabtu (17/10) mengadakan doa peringatan pelayanan Pdt Ruben Panggabean yang hampir 100 tahun di kediaman St Ir Ardin Panggabean/Diakones Tiramayana br Sitinjak yang turut dihadiri Fungsionaris Gereja Ander Agger Jerman.
Fungsionaris Gereja Jerman tersebut terdiri dari Jutta Reibland, Irnitraud Schiel, Reinhold Koetter Pastor, Henning Krapoth dan Hartmut Domy. Turut mendampingi Praeses Distrik X Medan-Aceh Pdt SMP Marpaung STh, Ev Drs Dj Siahaan SH, St Z Pasaribu dari Gereja HKBP Josua, St R Panggabean, St Z Turnip, Pdt M Simanungkalit, Pdt A Siahaan STh dari HKBP Ressort Medan Sunggal.
Setelah hampir 100 tahun pelayanan Pdt Ruben keturunannya banyak menikmati kehidupan yang layak, namun tetap bersandar pada keyakinan takut akan Tuhan, selalu rukun, bersatu dan penuh cinta kasih.
Makam Pdt Ruben dan anak-anaknya dikumpulkan di daerah Pakkat dan merupakan tempat ziarah bagi pomparannya dari berbagai daerah, keberhasilan pomparannya menurut Ir Ardin berkat doa Pdt Ruben/br Hutapea agar pomparannya menjadi orang yang berhasil dan takut akan Tuhan. (M24/o)

Tulisan yang sama:

You can leave a response, or trackback from your own site.

5 Komentar pada tulisan “Pelayanan 100 Tahun Penginjilan Pdt Ruben Panggabean Diperingati Pomparannya”

  1. swandy : Tuesday, October 27, 2009, 10:43

    par-pakkat ninna akke? adong namamboto? nilai sejarah do ondah di hutatta. berarti godang dope akka naso terungkit, akka nilai-nilai ni hutatta bah.

    [Nialusan jo Komentar on]

    Marni manalu:

    @swandy,

    [Nialusan jo Komentar on]

  2. Marni manalu : Wednesday, October 28, 2009, 10:27

    Makam Pdt. Ruben Panggabeaonon di Panigoran do ra akke hamuna

    [Nialusan jo Komentar on]

    swandy:

    @Marni manalu,

    [Nialusan jo Komentar on]

  3. swandy : Wednesday, October 28, 2009, 10:41

    imadah, hape sada nilai sejarah tinggi do akka data sisongonon. mudah-mudahan pelan-pelan hita akka naumposo boi mampapungu akka nilai-nilai sejarah, wisata dll yang sudah lama terkubur. Saya yakin masih banyak hal yang belum kita ketahui tentang Pakkat, karena diperkirakan pakkat itu sdh dihuni ratusan tahun yang lalu….

    [Nialusan jo Komentar on]

Komentar anda pada tulisan ini