Sunday, March 14, 2010

Horas Pakkat...!! Selamat datang di website par-Pakkat, dimanapun berada, sai parhorason ma dihita.---beta be marsoban tu Uccim---Cuaca di Dolok Pinapan...marhobot--

Pakkat, dan Caleg 2009

Friday, September 12, 2008, 4:09
diposting pada kategori PARPAKKAT. Ada 17 Komentar pembaca.

Beberapa bulan kedepan, kita akan disibukkan oleh berbagai kegiatan dalam menyongsong perhelatan akbar, pesta demokrasi, pesta terbesar di negeri ini. PEMILU.

semua lapisan masyarakat akan ikut berpartisipasi, baik aktif maupun passive, penonton dan penggembira saja. Tentunya, Pemilu kali ini diharapkan membawa perubahan dari yang baik menjadi lebih baik. BErbagai macam kegiatan sudah mulai dirancang oleh para contestan ‘pemilu’ mulai dari aktivitas CALEG, tim SUKSES dan tentunya tak ketinggalan para tukan sablon baju dan umbul-umbul yag ikut kecripatan rejeki pemilu ini.

Secara khusus, geliat pemilu 2009 ini juga ikut dirasakan masyarakat pakkat. PapaTar, Dapem III humbang terdiri dari 3000 pemilih akan memilih 8 orang CALEG, dari 38 partai. Bisa kita bayangkan berapa banyak caleg-caleg yang akan bertarung memperebutkan kursi di DPRD itu. Tentunya setiap calek bersama tim suksesnya sudah menyiapkan strategi dalam menjaring suara. BAnyak cara sudah ada dalam pemikiran para TS ( baca Tim Sukses ) setiap caleg yang akan maju.

Dari ke 38 PArtai yang ada di tanah air, maka 27 diantarinya ikut berkompetisi di Papatar dengan masing-masing mendaftarkan 5 caleg, yang artinya ada 135 orang caleg yang akan berkompetisi.

BEberapa caleg yang setau penulis ikut meramaikan ‘kompetisi’ ini adalah sebagai berikut  ( pengurutan adalah acak, dan hanya berdasarkan penulis saja tanpa bermaksud apa-apa ),SP SImamora, Pdt Simanungkalit, Manatar Manullang,  Boru Purba,  Ht. Galung,  Bj Nahor dll. ( semuanya berasal dari kec. Pakkat)

Kelompok dari usia muda seperti MAnatar Manullang dari PArtai Demokrat akan bertarung dengan para senior dalm usia tua seperti amang SP simamora dan Pdt. Simanungkalit. Inilah sedikit gambaran tentang para caleg di Pakkat.

Harapan kita, semoga masyarakat Pakkat menjadi masyrakat yang pintar dan elegan dalam memberikan pilihanya. Jangan mau menjual harga diri demi selembar uang GOCCAP. MAsa depan Pakkat ada ditangan para CALEG ini. Untuk itu, kita sebagai pemilih, harus lebih bijak dalam memberikan pilihan. Sudah betahun tahun kita menderita dalam keterkungkungan kerusakan prasarana jalan, maka 2009. menjadi pintu untuk melakukan perubahan. Pilihlah orang yang mengerti, peduli dan mau berbuat yang terbaik bagi masyrakat PAPATAR. Bravo Pakkat.

Tulisan yang sama:

You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.

17 Komentar pada tulisan “Pakkat, dan Caleg 2009”

  1. Swandy Sihotang : Friday, September 12, 2008, 4:36

    Horas para caleg.
    sebenarnya saya sudah minta/cari daftar caleg Humbahas, tetapi belum dapat. Seandainya ada teman2 yg bisa memberikan informasi mengenai para Caleg ini akan lebih bagus, sehingga kita mulai mengenal siapa2 yang akan dipilih. Forum ini juga kita berikan bagi mereka yang mau memperkenalkan diri jadi calon legislatif di humbahas, alai unang marbadai dah heheheh

    Bertarung di Lapangan tetapi Bersatu di Pangkalan.

    Horas

    [Nialusan jo Komentar on]

  2. G. Meha : Friday, September 12, 2008, 5:12

    “Jangan mau menjual harga diri demi selembar uang GOCCAP”
    >>>Perlu keberanian dari masyarakat untuk melaporkan kalau kalau ada usaha untuk membeli suara, agar spontan di diskualifasi.
    Horas Humbahas.

    [Nialusan jo Komentar on]

  3. Buha Rambe Purba : Friday, September 12, 2008, 5:23

    Sekilas info :
    Partai Peduli Rakyat Naional (PPRN) dalam penjaringan Caleg tidak ada terima uang/dana untuk mendapatkan posisi/nomor urut.
    Ketua Bapilu PPRN Pusat Sabar Marganda Sitorus menyatakan “Silakan hubungi saya kalau ada pengurus PPRN minta uang atau dana untuk kepentingan pribadi, hubungi saya di no. 08xxxxxxxxx akan langsung kita keluarkan dari partai”.

    Hal seperti ini adalah suatu semangat baru dalam berpartai, dalam arti orang yang duduk nantinya di Dewan Perwakilan Rakyat tidak orang orang yang tamak akan uang, dan akan langsung direcall kalau ada anggota dewan yang KKN.

    Semboyan PPRN : Peduli….Rakyat….Rakyat…Peduli

    [Nialusan jo Komentar on]

  4. Tommy M J Sihotang : Friday, September 12, 2008, 5:48

    FIP memang tidak ‘terlibat’ pada salah satu partai peserta Pemilu 2009 nanti, tetapi ada baiknya dan sudah seyogyanya menjadi tugas kita memberi semacam opini baru agar para saudara-saudara kita khususnya dan masyarakat di Humbahas benar-benar tahu dan paham akan apa yang dilakukannya pada Pemilu mendatang.

    Horas

    [Nialusan jo Komentar on]

  5. Marbun LB : Friday, September 12, 2008, 6:03

    “Hal seperti ini adalah suatu semangat baru dalam berpartai, dalam arti orang yang duduk nantinya di Dewan Perwakilan Rakyat tidak orang orang yang tamak akan uang, dan akan langsung direcall kalau ada anggota dewan yang KKN.”

    SANGAT SETUJU…
    saya sebagai simpatisan FIP….memberikan semangat luar biasa bagaimana membuat rakyat tercinta di pakkat sadar Hukum…

    Ingat apa yang dilakukan Anwar Ibrahim di malaysia untuk memperbaiki nama baik dan untuk memberitahu situasi politik apa yang terjadi di negara itu?

    salah satu cara mempergunakan kaum muda(mahasiswa dll) untuk menjelaskan kemasyarakat mana yang tepat dan benar untuk dipilih. dan ini berhasil dengan efectif

    nah….
    PERAN SERTA KITA PERLU BANGAT NIH… TERMASUK MILIH PRESIDEN NANTI.

    [Nialusan jo Komentar on]

  6. G. Meha : Friday, September 12, 2008, 6:06

    @Buha R Purba
    Sai anggiatma da, raja nami!

    [Nialusan jo Komentar on]

  7. Marbun LB : Friday, September 12, 2008, 6:06

    contohnya…
    menjelaskan bisa lewat tatap muka
    tidak bisa bertatap muka lewat telepon
    terlalu mahal telepon ba mar sms
    terlalu ribet sms… ba melalui surat

    banyak cara menuju roma
    belajar dari pengalaman.

    sukses buat parpakkat

    [Nialusan jo Komentar on]

  8. bernardo : Friday, September 12, 2008, 6:43

    Mungkin kita bisa menyadarkan org di pakkat sana, supaya jangan mau menerima lembaran UANG untuk satu suara dlm pemilu nanti. baiknya kita bisa pampangkan slogan2 yang berbau Money Politic.
    contonya ” Kasih Uang biar dipilih calek… Tu lobbang imai” dll.
    pie dongans?

    [Nialusan jo Komentar on]

  9. Swandy Sihotang : Friday, September 12, 2008, 8:26

    ya setuju, dan kepada seluruh keluarga kita disana menjadi tugas kita masing2 untuk menyadarkan bahwa money politik itu tdk diperbolehkan oleh hukum dan agama. Kalau masing2 kita bekerja efektif, maka sebagian besar penduduk pakkat sudah bisa kita pengaruhi demi tercapainya sebuah good governance.

    Salam,

    swy

    [Nialusan jo Komentar on]

  10. Drs. Kasdin Sihotang, M.Hum : Monday, September 15, 2008, 0:12

    “Hal seperti ini adalah suatu semangat baru dalam berpartai, dalam arti orang yang duduk nantinya di Dewan Perwakilan Rakyat tidak orang orang yang tamak akan uang, dan akan langsung direcall kalau ada anggota dewan yang KKN.”

    Pendapat dari saudara Buha Rambe Purba ini patut kita perhatikan dalam Pemilu 2009 nanti. Saya menyatakan bahwa memang kita perlu membangun sebuah habitus baru dalam pemilu ( Lihat Kasdin Sihotang, “Habitus Baru dalam Politik” , Harian Suara Pembaruan, 30 Agustus 2008).

    Yang termasuk dalam habitus baru adalah cara pandang tentang politik. Kata asalnya adalah bahasa Yunani, polis ( kota/masyarakat), taia ( urusan). Jadi politik sebenarnya merupakan kegiatan mengurus kehidupan rakyat, bukan kehidupan pribadi atau kelompok tertentu.

    Terkait dengan itu paradigma (cara pandang )masyarakat perlu berubah. Usul saya pada teman-teman yang akan memberikan konsientisasi (penyadaran) bagi warga ada baiknya warga disadarkan agar tidak lagi hanya melihat partai, tetapi lebih-lebih melihat kualitas pribadi dari para caleg.

    Gagasan ini juga saya tegaskan kepada partai PPDI ( 19), ketika DPP-nya menghampiri saya saat acara penerimaan penghargaan dari Mendiknas di Depdiknas sebulan yang lalu. Ketika mereka mengokekan usulan saya, saya menerima tawaran mereka. Saya ditempatkan sebagai Caleg DPR-RI, Dapil Jawa Barat VI – Kota Bekasi dan Depok sebulan lalu dan diposisikan pada No. Urut 1. Kita tentunya patut gembira bahwa sejumlah partai mulai memberlakukan komitmen etis itu. Demikian pendapat saya.

    Mohon maaf pada Parhobas, saya tidak bermaksud berkampanye lewat milis ini, tetapi hanya ingin mensharekan pendapat.
    Kasdin Sihotang

    [Nialusan jo Komentar on]

  11. Hendry Gaol : Monday, September 15, 2008, 1:13

    Ketua Bapilu PPRN Pusat Sabar Marganda Sitorus menyatakan “Silakan hubungi saya kalau ada pengurus PPRN minta uang atau dana untuk kepentingan pribadi, hubungi saya di no. 08xxxxxxxxx akan langsung kita keluarkan dari partai”.

    LAe buha…..
    ini kan kalo pengurusnya yang ninta uang…..
    semenatara kondisi sekarang, calegnya yang ngasih uang,…jadi kebalikan yang lae bilang. kalau ada CALEG PPRN yang memberikan uang kepada rakyak, untuk dianya dipilih apakah akan di pecat juga???…
    kalo iya,…mana no telpon ketuanya???>….berani nggak lae ngasih tau nomornya di sini??

    [Nialusan jo Komentar on]

  12. Mr Bin : Monday, September 15, 2008, 8:07

    Klo Caleg itu, sebenarnya penuh dengan matematika
    dgn modal sekian waktu kampanye nanti setelah duduk baru menuai… 10 % ajalah caleg itu yg jujur mewakili rakyat. Kita lihat aja nanti klo kampanye di Kec.Pakkat So pasti dengan janji memperbaiki jalan..
    namun setelah duduk bukan janji itu yg di perjuangkan
    tapi dianya akan memegang kalkulator berapa habis uang waktu kampanye????.. Namun harapan kita yg dirantau mudah-mudahan caleg dari Kec.Pakkat benar – benar pilihan dari Tuhan yesus..
    Horas untuk FIP

    [Nialusan jo Komentar on]

  13. Simpatisan : Monday, September 15, 2008, 13:01

    Pak Buha,
    Nomor operatur baru kali pak yang bpk sebutin.
    mungkin diluar Operator macam telkomsel, xl, indosat, dll.
    operator apa yah kl nmr nya : 08xxxxxxxxxx
    tadi saya coba telp pake hempon saya, jawabnya ” Nomor yg anda putar salah..”
    mungkin bpk bisa lebih transparan lagi?
    dengan menyebut nmr HP nya.

    mauliate

    [Nialusan jo Komentar on]

  14. Hendry Gaol : Tuesday, September 16, 2008, 1:06

    Lae Simpatisan…..ai au pe husuba do hu esemes tu nomor i alai tulalait do, ai na salah do naeng MEREK NI HEMPOKKON?? olo do songoni, ala dang sarupa merek ni heppon i gabe dang boi nyambung. Merek aha do naeng merek ni heppon ni par pprn i akke….nga muttul neh telepon on, so HOLAN BEGU be muttul

    [Nialusan jo Komentar on]

  15. Buha Rambe Purba : Friday, October 10, 2008, 6:48

    Amang Sihotang,,
    Maju terus amang, yang penting niat kita baik,, dari pada tidak punya niat sama sekali???
    Alias masih merencanakan untuk mendapatkan sesuatu atau membagi sesuatu,, masih rencana sudah korupsi,, apalagi sudah duduk atau sudah pegang yang mau dibagi?? tentunya kita tidak yang seperti itu

    Horas…

    Lae, Hendry

    Benar lae,, yang ditanyakan,, bukan hanya yang meminta uang yang dipecat tapi juga yang bagi bagi uang untuk mendapatkan suara, silakan diganti uang tersebut dengan perbuatan nyata, yang artinya jangan diberi ikan tapi beri pancing untuk mendapatkan ikan. Banyak cara untuk melakukan itu, kerena beberapa hal beli pancing juga akan lebih murah dari pada beli ikannya. Juga diminta arahan dari masyarakat pancing apa yang dapat dia pakai.

    Untuk lae simpatisan,
    mauliate godang respon nya, hal nomor hp jadi dirahasiakan sama seperti simpatisan juga belum pernah ada tertulis di KTP….

    Mauliate…..

    [Nialusan jo Komentar on]

  16. Buha Rambe Purba : Friday, October 10, 2008, 6:50

  17. Jeperis Nahampun : Monday, October 13, 2008, 0:48

    Menurut prediksi Gusdur Pemilu 2009 akan ada 70 % jadi golput, termasuk saya, alasannya DPR umumnya mementingkan dirinya sendiri, tapi kalau mau maju bagi-bagi nasi bungkus, Kalau di Pakkat bagi-bagi uang (Rp. 30.000). Di Senayan banyak yang korupsi. Walah..walah…
    Mari kita khusunya pangula ni huria..hamba Tuhan berjuang selamatkan negara Republik Indonesia.

    Horas.. selamat bekerja…dan oraet labora

    [Nialusan jo Komentar on]

Komentar anda pada tulisan ini