Nga tok jim i…..

Pakailah selalu bahasa Pakkat, minimal Kosa katanya, dan kalau ada yang nanya, bilang aja bahasa Pakkat, gampang bukan, cara melestarikan Bahasa Pakkat??

Ketika F. I. P mulai di gaungkan oleh berapa rekan, awalnya di pertemuan pertama saya tidak ikut, bahkan ketika forum ini ramai diperbincangkan di milis pakkat, saya juga masih sebagai penonton ( sedikit berbeda dengan sekarang ). Saya melihat bahwa setiap anggota yangada, terdiri dari berbagai macam profesi dan pekerjaan. Tak ada satu orang pun yang persis sama, atau sama-sama menggeluti bidang yang sama. Yang menyatukan adalah bahwa kita semua berasal dari satu aerah yang kita cintai, PAkkat. Dan tinggal di tanah ranjau ini yang dipisahkan oleh ruang dan waktu. Hanya pertemuan didunia maya, http://pakkatnews.wordpress.com. bah…..!!

Begitu lunching web blog ini, saya mulai sadar, bahwa saya punya saudara-saudara orang Pakkat yang juga sedang berselancar ria didunia tanpa batas ini (eehhh…ada kok batasnya, kalo pulsa internet dah habis, maka itulah batasnya ;) ). Banyak pula yang diam-diam mencari parsonggopan dimana ada ketemu sesama parpakkat, sesama satu daerah yang punya banyak hal yang tdak terlupakan, bahasa, logat dan gelar-gelar. Dan satu hal yang pasti, ada kepuasan tersendiri kalau sudah menggunakan Bahasa Pakkat asli, seolah saya sedang berada di Pakkat.

Tentunya, perbedaan profesi ini menjadi seharusnya menjadi satu kekayaan di tubuh F. I. P sendiri, semakin banyak profesi yang ditekuni oleh para anggota F. I. P semakin kayalah wawasan dan karakter kita. Sering saya berpikir ulang, bagaimana membagi waktu antara pekerjaan, rumahtangga, F. I. P, hingga mengurusi masalah milis dan web Pakkatnews yang mana sangat bertolak belakang profesi saya sebagai seorang engineer, pegang obeng atau mesin. Ternyata, semakin saya coba membagi-bagi, atau semakin saya pilah-pilah atau semakin saya untuk menghindari salah satunya, pemikiran saya bukan menjadi terasa ringan, justru ada yang kurang. Itulah saya…ningoon…..nga tok jim i…….mungkin inilah seperti yang amang penasehat fip, amang Sidabutar, sebagai Keseimbangan (kayak mardalan di gadu-gadu aja, butuh keseimbangan ;) )

Ibarat gado-gado, maka kalau isinya cuman sayur kool, atau cuman tahu, atau cuman kacang panjang, maka rasanya nggak enak. Seperti itulah F. I. P, ada tukang seperti saya, ada berprofesi dibidang hukum, ada dibidang dunia usaha/wiraswasta, ada dibidang pendidikan, perbankan, pemerintahan, wartawan, LSM, mahasiswa, buruh pabrik, pengusaha angkutan, de el el. Macam-macam dah….!

Diusianya yang masih seumur jagung, F. I. P baru mulai bergerak, ibarat bayi, baru mulai telungkup alias rangkom. Semua butuh proses dan waktu.

Menurut dan berdasarkan pengalaman yang saya rasakan selama berorganisasi, banyak faktor penghambat yang menyebabkan roda organisasi menjadi tidak berjalan. Tetapi salah satu point penting yang harus diperhatikan adalah masalah komunikasi. Mungkin sudah penah kita baca atau dengarkan


Seperti yang saya sebutkan diatas, bahwasanya setiap anggota F. I. P berbeda dalam hal profesi., Untuk itu, masalah komunikasi harus diperhatikan. Gaya bahasa, gerakan tubuh hingga raut wajah seseorang dalam mengutarakan pendapat berbeda-beda, bisa dipengaruhi oleh profesi atau berbagai hal. Untuk itu, masalah komunikasi yang intens, tentunya karena kita berasal dari satu daerah, dari Pakkat, harus bisa dijaga agar organisasi ini bisa langgeng.

Ada sebuah perumpamaan yang akan saya gambarkan, bagaimana bila seseorang yang berbeda dalam hal berkomunikasi, seperti ilustrasi berikut.

Suatu saat saat ketika seorang pemuda, seorang staff engineering dari sebuah perusahaan kontraktor di JAkarta, jalan-jalan ke negeri India sekaligus untuk urusan dinas, lalu sore hari setelah selesai bekerja dia jalan-jalan ke pasar disekitar hotel tempatnya menginap, sampailah dia disebuah butik pakaian, milik seorang keturunan arab, timbul niatnya untuk membeli sebuah baju untuk dipakai selama dia tugas belajar disana. Setelah dipilih dan pilih, sebuah baju akhirnya dibelinya dan disebuah papan semacam baliho di toko itu ada tulisan “ditanggung tidak luntur”. Lalu dia meras yakin kalau baju bercorak khas timur tengah, yang penuh dengan coretan ala padang pasir itu tidak akan luntur.

Ketika pertama di cuci, setelah dipakai beberapa hari, kelihatan kalau ternyata gambar dan motif baju itu sudh luntur, bahkan baju itu sudah demikian jelek karena warna dan coraknya sudah hancur. Dia mulai berpikir, ” ini arab, benar-benar membohongi saya, katanya tidak luntur,..nyatanya seperti ini. Lalu dengan penuh emosional, dia mambawa baju tadi ke toko tempat ia membeli, maksudnya untuk komplain, merasa dirugikan dan dibohongi. Dengan marah-marah dia bilang, ” Kalian sudah membohongi saya, saya minta ganti rugi, baju mahal-mahal saya beli, kok jadi luntur begini??”. Selidik punya slidik dan si penjual mulai menanyakan, dia beli dari gerai mana? lalu si engineer ini menunjukkan tempat pengambilan tadi. Lalu si penjual yang arab ini mulai bingung, ” What’s going on? apa yang salah? kenapa marah-marah??”.

Masih dengan emosional si engineer ini ngomong ” Anda sudah membohongi saya, jelas-jelas tulisan anda disitu bilang, baju ini tidk luntur, nyatanya bisa hancur begini.”

Keduanya, pembeli dan penjual ribut, si penjual merasa nggak ada yang salah dari balihon iklannya, lalu si engineer ini bilang kalau si penjual harus ganti rugi. Seseorang yang kebetulan menengahi keributan mereka dan akhirnya didamaikan dan dia senyum sendiri., Lalu menjelaskan begini,….Sipenjual tidak salah, dan tidak merasa menipu di dalam isi iklanya. Kemudian arang ketiga tadi menjelaskan begini, karena si empunya toko ini dia orang arab, maka bahasa iklan yang dipakai adalah bahasa arab, jadi bacanya bukan dari kiri ke kanan, melainkan sebaliknya. Tulisan Ditanggung tidak luntur, harusnya dibaca luntur tidak ditanggung. Setelah dijelaskan, maka sipembeli dan sipenjual berdamai dan tersenyum sendiri.

Ilustrasi diatas menggambarkan, bahwa masalah komunikasi inilah masalah yang cukup sensitif sehingga sebuah organisasi bisa maju dan bisa juga mundur. Orang-orang yang terlibat didalamnya harus tau betul bagaimana menyampaikan sesuatu.

Mungkin, sebagai seorang engineer akan berbeda jauh dengan seorang pedagang, dalam memberikan pendapat. Tapi bagaimana kita menyikapi perbedaan ini menjadi kekuatan bagi organisasi ini. Justru saya melihat, F. I. P pasti akan maju, karena anggotanya sangat majemuk, sangat beragam perilaku dan jenis pekerjaan. Dengan kemampuan dan keahlian yang kita miliki masing-masing hendaklah menjadikan F. I. P ini sebuah organisasi yang memberikan inspirasi bagi orang-orang yang mengetahuinya. Bukan begitu bukan……!

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

9 Responses to Nga tok jim i…..

  1. To.Ito Hendry

    Horasssss ,itooo

    “Tulisan is the best “untuk menginspirasi dan memotivasi akka dongan na asing ,suang songoni nang iba sandiri pe di bidang parkarejoan ,organisasi ,di pargaulan si ganup ari dohot lan dope tahe naasing .

    *Milis Pakkat

    Sejak masuk anggota milis Pakkat, saya bangga dam bahagia sekali,karna di sana banyak saya temukan saudara-saudara parpakaat yang sangat saya kasihi yang ,beragam propesi dan karakter yang berbeda-beda.
    Disana saya bisa belajar banyak hal ,dan bertukar pikiran dengan teman-teman yang tadinya tidak aku kenal jadi kenal,dan tidak tau jadi tau.Di tengah kesibukanpun masih sempat bersapa ria satu dengan yang lain,saling bantu membantu dalam hal apapun,sungguh luar biasa.
    Aku berharap milis pakkat jaringannya semakin meluas dan menjangkau sampai ke sudut manapun,solidaritas semakin di tingkatkan,selalu satu( bergandengan tangan ) baik dalam keadaan suka maupun duka,( memang sudah berjalan,tapi kita buat lebih lagi dari yang uda ada sebelumnya)

    Dan yang paling terutama adalah menjalin komunikasi antara kita sesama parpakkat,jangan menutup diri dan malu – malu bertanya dalam hal apapun ,atau jangan sampe ada kesalah pahaman dan saling menyalahkan ( khan ido ito parhobas / panitia??),karna semua masalah pasti ada jalan keluarnya kalau kita mau berbagi atau berdiskusi dengan teman kita,apalagi parpakkat.

    Maju terus Pakkat,,,,
    Aku bangga jadi orang pakkat (Huta hatubuan,sai malungun roha naeng mulak)

    * Pengurus FIP

    Terimakasih sebesar-besarnya untuk semua pengurus FIP.
    Maju terus,jangan pernah merasa lelah untuk membangun Bonapasogit kita “Pakkat Nauli” membuat planning-planning dan ide-ide yang cemerlang.
    Sepert ito Hendry bilang,susah memang membagi waktu antara pekerjaan,keluarga,dan organisasi, itu benar sekali ito,tapi aku yakin semua pengurus FIP berhati besar dan sabar ,sanggup mengatasi itu semua ,jadi pintar – pintarlah ito membagi waktu biar seimbang (balance),asa unang teleng sambola ate,jala asa unang gabe haram kapal tai,agia pe balga galumbang i nalao manoppas.

    Untuk semua anggota FIP kami dukung kalian tetap satu dan semangat,semoga Visi dan Misi yang di canangkan sebelumnya dapat tercapai,sehingga apa yang kalian buat dan rencanakan berhasil.
    Semoga Coment yang saya berikan berguna untuk kita semua anggota milis Pakkat

    God Bless Us

    Salam Untuk Semua

    Lusi Dewi

    >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  2. IKKON PIGA HALI DOHONOKKU
    ASA DITANDA HO AU PARPAKKAT????

    Par pakkat tinggal di soborong-borong
    Borhat tu Medan laho mamusuri

    Naik ongkos tu Medan Inang…
    Nga tok jim i…!

    Dang siat mamboan boras Inang….
    Nga tok jim i..!!

    Dang maradi didalan hita Inang….
    Nga tok jim i…!!!

    Dakdanak ikkon marongkos Inang….
    Nga tok jim i..!!!!

    Dimedan ollat ni loket do inang..
    Nga tok jim i…!!!!!

    Pardia do hamu inang?
    Ikkon piga hali dohonokku…
    Naso dibotoho do au parpakkat
    NGA TOK JIM HIAN BE I…!!!!!!!

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  3. hahhaha, sipata lucu-lucu do lae bah. nga tok jim i.

    swy

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  4. LAE Pahala nggak mau kalah sama lae Paulus,….ah…..olo nama gabe gok parpuisi sin pakkat on ateh….

    …alai anggo au, dang dohot-dohot bah, he …he…he….

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  5. ndang na paginjanghon roha au, sasintongna antar dingkan dia do pakkat ?
    so tung dipaila hamu par pakkat au daaa…
    asal nami ninna sian huta sigompul lintong ni huta siborong-borong (nunga hea au tu si). alai omppunghu di pahae janjiangkola nama. au sorang di gareja hkbp simp. manigom tigadolok, marumur 4 bulan diboan ma tu pem. bandar laos disi ma sahat tu esema. olat ni esema, holan sahali do au tu parapat, i pe tingki perpisahan lulus esde do i. sanga dohot jadi pareman di pasar sambu 8 bulan, pintor tu bandung. sian bandung tu sulawesi 15 taon, dungi pe tu surabaya nunga 12 taon sahat saonari. jadi gabe maila do iba sipata, ala so pola binoto taringot tu wilayah ni tapanuli.
    eh, gabe au na marcarita ate ????

    http://rapmengkel.wordpress.com
    par surabaya

    Bah…..lae liatlah dengan mata hati,…molo dang sukkun boru sarumpaet ateh!!!

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  6. Masukma lae Sihomb tu son http://www.humbanghasundutankab.go.id/

    Asa luhut diboto halak lae, daerah ni Humbang Hasundutan i.
    Mauliate

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  7. swandy sihotang

    Dikkan dia do tahe Pakkat?
    gampang do lae molo mangalului dikkan do Pakkat:
    1. Disi ma adong 10 sampuran na tung massai uli
    2. Disi ma adong dolok natimbo natung mansai bagak
    3. Disi ma adong akka anak boru na uli manjomur kopi coklat dohot manapu salak
    4. Disi ma akka doli-dolo na lomo rohana marbola kaki dohot marbola voli
    5. Disi ma akka inang-inang dohot akka namarbaju marsirippa laho mangulahon akka hauma dohot saba
    6. Disi ma akka doli-doli dohot ama-ama gabe parhobas ditikki ari pesta
    7. Disi ma akka dukak-dukak na lomo rohana marsiajar di sikkola manang na di gareja tikki sikkola minggu
    8. Disi ma akka oppung-oppung marcerita taringot tu haulion ni hutai dohot haburjuon ni pangisina
    9. Disi ma huta hatubuan nasoboi tarlupahon.

    Molo nungga dapat lae hutai, ima goarna Pakkat.

    Horasma,

    Swy

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  8. Bidicoff L. Nainggolan

    Alai di si do tong godang:
    1. Dukak-dukak manakko calak (ala ni godangna).
    2. Akka doli-doli manggompuli tarutung (ala ni ramosna).
    3. Parsikkola martejjui di Ambasang (Demi karir di dunia tinju).
    4. Akka partarompet masiadu mambual di lapo (ala ni akrabna, toho do gabusmi, he?).
    5. Datu, na beteng, (nata pe holan goar sipata) songon Parimbulu Bosi, Sibondut Labang, Sitoga Dulang, Kampung Na So Marleter ..
    6. Last but not least, di si do GAM na seram i,

    Alai i do huta hatubuakku, na huhaholongi nang ala ni bagak jala ulina, nang ala ni songe jala di dok jolma Huta ni Parilmu Hitam.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  9. Bidicoff L. Nainggolan

    Iteeeng….
    Nga tok jim iii…

    <<  |  <  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>