Pakkat adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Indonesia. Pakkat tergolong strategis dan sentral penghubung kota Barus (Tapanuli Tengah) dengan kota Doloksanggul. Kecamatan Pakkat memiliki wilayah terluas nomor dua di Kabupaten Humbang Hasundutan setelah Kecamatan Parlilitan.
Luas wilayah : 459,10 (km2)
Penduduk : 22.203 (jiwa)
Kepadatan penduduk : 48,36 (jiwa/ km2)
(Data tahun 2005, Sumber: http://www.humbanghasundutankab.go.id)
Saat ini (Oktober 2009), Kecamatan Pakkat terdiri dari 19 Desa.
Penghasilan utama adalah sektor pertanian padi dan komoditas lainnya seperti karet, kelapa sawit, salak, coklat.
Kecamatan Pakkat memiliki beberapa Sumber Daya Alam (SDA) yang potensial untuk dikembangkan seperti air terjun Sipulak dan Namo Sarangan yang diperkirakan memiliki debit sekitar m3 / detik dengan ketinggian sekitar 70 meter.
Dolok Pinapan yang indah sangat potensial dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata di masa yang akan datang. Demikian juga dengan tujuan wisata lainnya seperti Aek Nabara, Sampuran Sipulak, Aek Sirahar.
Kota Pakkat juga memiliki ciri khas sebagai kota salak. Ini bisa terlihat dengan monumen tugu salak yang terletak di pasar Pakkat.
Lismawati Hansel - Sinaga : Sunday, October 18, 2009, 21:38
bah….ala hurippu kale lobi sian 22.203 jiwa penduduk Kecamatan Pakkat. je penduduk na menetap ma rai he? je contona kani akka parsikkola naung tammat sian Pakkat sonari kuliah manang mangaratto masuk do kani di hitungan i?
[Nialusan jo Komentar on]
Parratto : Monday, October 19, 2009, 8:34
“Kota Pakkat juga memiliki ciri khas sebagai kota salak. Ini bisa terlihat dengan monumen tugu salak yang terletak di pasar Pakkat”.
Tugu salaknya mana boss…saya lihat yang ada Tugu Sumerhamnya, ini nggak sesuai dengan informasinya yang ditampilkan.. bah….
Horas Pakkat
[Nialusan jo Komentar on]
hendry:
October 19th, 2009 | 12:58
@Parratto, Horas Lae Parratto
Ai goar ni lae pe sojelas,…baen lae jo goar muna na jelas bah, asa binoto partuturon.
1. penampilan poto nggak ada korelasinya dengan inormasi ‘profile’ tapi tugu SUMERHAM adalah ciri khas PAKKAT. Tugu ini sudah puluhan tahun ada. Sedangkan tugu SALAK baru beberapa tahun ini. Jadi, untuk masyarakat PAKKAT atau orang-orang yang merantau ke pakkat, dan kemudian pindah tugas dari pakkat, di lima belas tahun ke kelangan maka TUGU SUMERHAM adalah tugu yang mereka ingat.
Tak ada tendensi apa-apa dengan penampilan tugu ini.
2. Kita seharusnya memberikan appresiasi pada orang yang berjasa dalam mendirikan huta PAKKAT. ( Baca sejarah kota pakkat lae, dan ada hubunganya dengan TUGU ini…)
mauliate ma…
[Nialusan jo Komentar on]
rapama:
December 8th, 2009 | 16:28
@hendry, jangan-jangan lae sumerham kali…………….
[Nialusan jo Komentar on]
Sianturi:
January 15th, 2010 | 03:24
Ai Namo Tikko di Onan Tunggar nabinangun ni si GILA (Banjar) i dang pala terkenal tahe lae di kessamatan pakkat ma jolo tabaen…….
Ai si banjar hian do mambaen listrik tenaga aek di si taon 1996 molo so salah au dah, alai dang binoto ala ni aha asa gabe dang tarpakke leleng listrik i…….
[Nialusan jo Komentar on]
Parratto : Monday, October 19, 2009, 16:27
@Lae Hendry,
1. penampilan poto nggak ada korelasinya dengan inormasi ‘profile’ tapi tugu SUMERHAM adalah ciri khas PAKKAT. Tugu ini sudah puluhan tahun ada. Sedangkan tugu SALAK baru beberapa tahun ini. Jadi, untuk masyarakat PAKKAT atau orang-orang yang merantau ke pakkat, dan kemudian pindah tugas dari pakkat, di lima belas tahun ke kelangan maka TUGU SUMERHAM adalah tugu yang mereka ingat.
Tak ada tendensi apa-apa dengan penampilan tugu ini.
2. Kita seharusnya memberikan appresiasi pada orang yang berjasa dalam mendirikan huta PAKKAT. ( Baca sejarah kota pakkat lae, dan ada hubunganya dengan TUGU ini…)
Mauliate ditanggapan ni Lae,
Sebenarnya saya sama sekali tidak mempermasalahkan tampilan tugu Sumerhamnya, tetapi karena ternyata ada tugu salak di Pakkat sesuai informasi dari Lae yang belum pernah saya lihat, tapi justru yang lain ditampilkan, itu yang menjadi masalah. Seharusnya tugu salaknya juga ada tampilannya. OK…..
Kalam aja, Lae….
[Nialusan jo Komentar on]
BerNanto - Tukka : Wednesday, February 3, 2010, 9:21
molo au kani mulak tu huta tor tu passuran do lao au mangallang lomang ni si Pane parpassuran, tung tabo do lomang na di passuran i, ciri has ma molo kuliner lao mardalai tu sabola Barus. Jala muse tung so tarlupahon do molo lau tu Aek Nabara dung turun gunung langsung tu passuran mangallang lomang dohot si boru haholongan ni roha.. (niingot ma attong passaran cinta monyet..)
[Nialusan jo Komentar on]