Akka dongan nahinaholongan (khususnya anggota milis Pakkat), sejak milis Pakkat kita buat pada tanggal 23 Mei 2007, begitu banyak rekan-rekan yang antusias dan berdiskusi hangat di milis pakkat dan di web ini tentang bagaimana memajukan Pakkat, kampung halaman kita. Banyak ide-ide yang bermunculan. Sampai pada akhirnya mengkerucut dalam program-program yang disepakati pada tahap pertama yaitu mendirikan perpustakaan umum di pakkat , melakukan try out untuk menghadapi ujian nasional bagi SMU kelas 3, membangun website khusus untuk mempromosikan tempat-tempat wisata pakkat dll.
Semua pembahasan ini tentu saja memakan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Banyak sekali teman-teman yang antusias dan dari wajah masing-masing tergambar wajah ceria bahwa dengan organisasi para intelektual muda ini akan muncul sebuah dobrakan dan harapan baru untuk memajukan Pakkat nabalau kota tercinta.
Namun pada perjalanannya, ternyata hanya sedikit orang yang memiliki stamina panjang. Padahal melaksanakan program-program yang sudah dirumuskan memerlukan stamina extra. Kita semua tahu bahwa para pendahulu kita juga sudah banyak yang memperjuangkan untuk membangun Pakkat dari berbagai segi, tetapi mereka juga memerlukan stamina yang prima.
Dana dan pikiran dari sedikit orang tentu saja tidak akan menghasilkan yang lebih maksimal apabila kita semua bersatu. Kita tidak bisa mengharapkan siapa-siapa kecuali kita sendiri, demikian kata Lae Pahala Manalu dalam tulisannya beberapa hari yang lalu. Kitalah yang akan memperjuangkan kemajuan kampung kita, agak sulit selalu memberikan pengharapan kepada Pemerintah Daerah yang dalam hampir segala hal memiliki keterbatasan termasuk keterbatasan dalam will atau kehendak.
Pada saat ini kita sedang melakukan upaya penggalangan dana untuk melaksanakan program-program kita. Dana yang terkumpul dari Bapak-ibu sekalian tentu saja bukan untuk pengurus FIP. Segala keperluan administratif dan keperluan konsumsi dalam rapat-rapat FIP ditanggung sendiri oleh para peserta yang hadir pada saat itu, bahkan sisa dari hasil saweran atau tekken les untuk rapat dimasukkan ke kas untuk membantu program. Semua dana yang masuk kas FIP akan hanya dipergunakan murni untuk program.
Dalam beberapa hari ini, kita agak lega, karena beberapa dari kita tergerak hatinya untuk menyumbangkan dana, khususnya untuk program perwujudan perpustakaan ini. Kita patut bersyukur untuk teman-teman kita tersebut yang telah menyumbangkan dananya.
Molo binereng sian rata-rata anggota milis Pakkat, rata-rata sude nungga karejo, jala naso karejo dope saling kita upayakan untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Marilah kita akka dongan berpartisipasi dan berlomba-lomba untuk membangun Pakkat, saotik pe sian halalasni roha munai lao manyumbang, tentu saja akan sangat bermanfaat untuk kemajuan Pakkat.
Toe baen be sian i akke? Boha par-medan? Anak medan? Baen hamu sian i boh. Par Irian boha? Akka lae dohot iboto niba nadi Kalimantan, uda sian Jambi, baen sian i uda. Par-Bekasi boha sian i? Akka dongan par-departemen, par-Tengerang, par-Bintaro, par-Amerika, par-swiss, par-jepang, par-Jakarta, Bandung, purwakarta, semarang, bogor, yogya, tung bahat do hita nian.
Molo rade do hita sudena pasti do boi rap maju hita dohot akka donganta natinggal di huta. Sotik ditamba sotik sama dengan godang.
Dengan harapan yang besar, program ini akan berjalan dengan bantuan rekan-rekan sekalian. Silahkan membantu program ini dengan mengirimakan dana ke rekening FIP:
An. PAHALA MANALU, BANK MANDIRI KCP JAKARTA
GEDUNG ANEKA TAMBANG NOREK: 129-00-0672380-9.
Horas
Swandy Sihotang
Ketua FIP/Modie Milis Pakkat
Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:
Saya pikir justru disinilah masalahnya, ada memang beberapa dari kita perantau Pakkat yang telah sampai pada tahap “beramal`´ tetapi kebanyakan dari kita sebenarnya masih dalam tahap berjuang untuk bertahan hidup.
Waktu saya aktiv di milis saya beberapa kali mengungkapkan masalah uang. Ini masalah yang sensitiv. Kadang masalahnya bukan pada soal mau atau tidak mau , tapi mampukah atau tidak. Tidak ada diantara kita perantau Pakkat yang tidak ingin kampung halaman kita maju.
Kita sesama perantau mengerti, hidup di perantauan juga tidak mudah, kita mungkin mendapat penghasilan yang lebih tinggi, tapi disamping itu juga pengeluaran yang lebih tinggi juga. Disamping itu tidak semua kita juga punya orangtua yang mendapat pensiun, sebagian besar (seperti saya!) mengharapkan pensiun dari anak anak mereka yang perantau.
Yang ingin saya ungkapkan disini, apakah perlu kita membuat hidup yang sudah keras ini menjadi lebih sulit lagi? Saya pikir dalam situasi krisis ini banyak di antara kita yang takut kelhilangan pekerjaan (dalam hal ini eksistensi) atau bahkan mungkin ada yang sudah kena PHK. Banyak diantara kita keluarga keluarga muda yang masih mulai mandiri, dan banyak juga anak anak muda yang belum menikah dan sedang menabung untuk biaya (beban?) adat yang sangat tinggi.
Dan juga ada beberapa anak anak muda yang masih kuliah dan notabene juga masih harus ditanggung orangtua.
Sori ito Katua, tapi saya pikir masih kurang relevan jika ada yang menganggap kebanyakan dari kita tidak mau/ingin meneruskan program FIP ini, saya cuma berusaha melihat realita apa yang mungkin berada di belakangnya.
Toh FIP ini adalah sebuah forum intelektual, bukan Forum komersial atau amal, dan sama sekali bukan dewa penolong yang dalam waktu singkat bisa memperbaiki situasi kampung halaman.
Penekanan Intelektual disini seharusnya juga menjadi agenda utama program programnya di tengah masyarakat Pakkat.
Dang binoto holan iba nama pangaratto ni par Pakkat na pogos dah…ai holan au do na sering mandokkon songon on puang..
Horasma tu sudena..
[Balas...]
amang pargual-pargocci,…bahen hamu majo tarian pocco-pocco i, asa marpocco-pocco jo akka macca on….
[Balas...]
Terimakasih masukannya ito, walau ada kecenderungan mengeneralisasikan atau unsur pembelaan dalam komentarnya.
Dalam hal ini, semua dari kita Par Pakkat atau yang berhubungan dengan Pakkat, diajak secara sukarela tanpa ada unsur paksaan sedikit pun. Jadi kalau ada yang tergerak hatinya dan memberi, ya mauliate. Kalaupun belum tergerak dan belum memberi, ya mauliate juga. Tidak ada justifikasi di sini atau semacamnya.
Saya melihat inti dari tulisan ajakan ‘marsirimpa’ di atas adalah “Marsiamin aminan songon lampak ni gaol, marsitungkol tungkolan songon suhat di robean”.
Kalaupun belum tercapai target untuk membuka Perpustakaan dalam waktu dekat, atau program lainnya karena keterbatasan dana, ya sudah. Itu bukanlah suatu dosa. Dan saya pribadi tidak merasa malu karena itu. Yang penting semua sudah melakukan proses ke arah itu dengan berbagai upaya. Dengan melangkah, berarti mengetahui kelemahan dan kekurangan untuk perbaikan di masa akan datang. Kalu tidak dicoba dan dimulai dari dulu, ya tidak tahu kelemahan dan kekurangannya dimana.
Terus semangat dan berjuang…Horas
[Balas...]
Bah, nga mangido gondang hasuhuton…Ai nungga langka pargondang nuaneng on, garantung nama. Ipe nungga sambang (iteeng sambang, apala kani laccat). Holan par kibod (keyboard) nama tok gok..hehe…
[Balas...]
Bah, mauliate hupasahat hami tu sude hamu akka amang/inang, akka lae, ito, dongan saluhutna nanaung mangalean godang otik sian halojaon muna i tu pelaksanaan program-programta tu Pakkat. Las roha ala boi tapatudu rippatta lao padalanton akka rencanatta on. Tung massai godang do dongan nanaung mangirim/transfer tu rekening FIP, satolop ni kemampuanna. Tarida matutu kekompakanta akka par-Pakkat. Ai boi maju hutatta on, ianggo dang alana akka hita puang, ba ise be? Nanaung tabereng do selama on, dang nanggo dianturehon pamerenta i pembangunan di Pakkat, khususna padengganhon dalan i. Asa tapatudu tutu tu sudena bangso, hita pe boi do berbuat, asalma sahata saoloan hita, sian naotik ditamba saotik, ditamba saotik nai, ba gabe godang do i.
Daftar penyumbang selalu kami up-date dimilis pakkat, dan penyumbang non anggota milis, kami kirimkan email tanda ucapan terima kasih.
Songoni ma hata sain hami huhut mardongan mauliate sian. bagi rekan-rekan yang hendak berpastisipasi kami juga ucapkan banyak terima kasih.
Horas
Swandy SIhotang
[Balas...]