Kumpulan Istilah parPakkat

Dilarang memperbanya isi dari naskah ini tanpa se-ijin orang pakkat sendiri, tapi kalau toh harus di perbanyak, mohon di praktekkan dirumah yah, adi nanti kalau ketemu sesama par-pakkat, langsung saja gaya bahasa-pakkat ini di pakai.

1. Akke : Kata ini mengandung makna ATE, dari mana sejarahnya kenapa kata ATE ini berubah menjadi Akke, tidak ada yang tau, yang pasti, kata Akke ini hanya ada di Pakkat. Kata ini mengandung makna ‘penegasan’ tentang apa yang menjadi Badan Kalimat, yang mau disampaikan adalah menegaskan apa yang dimaksud dalam badan kalimat.….

Contoh : Hebat nai , Akke….artinya : Hebat sekali bukan? Atau Sungguh sangat hebat bukan??

2. KANI : Sama halnya dengan akke, sama-sama membingungkan maksud saya, nggak jelas banget apa artinya, namun bisa kita deskripsikan kalau kata ini juga bermaksud menegaskan induk kalimatnya.

Contoh : Nunga mangan ho kani,…artinya; Udah makan nya Kau?

3. Attar/ittar : seolah-olah, pura-pura melakukan sesuatu untuk mengambil simpati, kata ini sebenarnya bukan bahasa ‘aneh’ dari Pakkat, banyak dijumpai di daerah lain.

4. Basan manang Basan2 = Celana, Kalau di daerah lain, dipakai kata Salawar. Basan-basan bias juga diartikan sebagai celana kerja harian ke lading/sawah.

5. BELLEK ! / PAR BELLEK = Malas, Pemalas, Lamban.

6. Biccan : pas lagi, selagi, selalu mengambil kesempatan). Misalna, “Biccan di son camat, attar ta sumbang ma angka parsikkola i” (Selagi ada camat di sini, mari kita sumbangkan ke anak sekolah). Di Pakat, pemakaian hurf ‘S’ banyak di rubah menajdi huruf ‘C’, ini akibat adanya perbauran masyarakat dari daerah pesisir Barus dan Sibolga yang logatnya memang seperti ini. Di Pakkat sendiri, yang paling sering memakai hurus C ini adalah Par-TUKKA

Contoh, Cada=Sada ; Ambacang=ambasang, Cilap Catokkin mago Calak=Silap Satokkin Mago Salak.

7. Dikobet; artinya di ikat; dan diluar temap lain di kec. Pakkat, mis par sigalapang mandok ´´dihoti´´ lain lagi kalau daerah pulogiring sekitarnya, biasanya disebut “ikkat”

8. Danghian: Penanda penolakan yang sangat amat, sudah ditolak, ditegaskan lagi dengan sangat tidak! misalnya dalam kalimat: “danghian lomo rohakku mamereng itoan i”

9.Dukak: Hanya anak kecil yang bisa dipanggil “dukak”

; misalna ” ai dukak ni ise do on?”

10. Dusuyung: pohon karet disadap dengan posisi terbalik ; Kata yang yang berhubungan dengan ini adalah “diguris” artinya disadap. Pemakaian katanya adalah “ Anak ni Pangguris = Anak seorang tukang sada karet”

11. Gedap: hajar atau pukul (Panggedap: tukang pukul), mungkin pengertian ini lebih daripada dipukul sekali. Bisa diartikan = dikeroyok atau dipukuli berkali-kali…kejam banget yah!

12. Gittal. ´´Nagittalan ma ho´´ninna naheppotan ma ho ima artina. Kalo bahasa Indonesianya apa yah,….keknya KEGANJENAN deh,…keganjenan=bahasa Indonesia kah?

13. Hassa/hacca:kata hassa atau hacca kalo bocara tukka, artinya ‘hanya’atau ’saja’ contoh pemakaian katanya ‘ido hacca’ artinya itu doang….kata ini nggak pernah saya jumpai selama saya meninggalkan pakkat. tapi begitu ketemu orang pakkat, baik di jakarta maupuin di medan, maka kata ini akan otomatis mucul kembali, maka saya punya kesimpulan holan parpakka do hacca mamakke kata on. Anehnya lagi neh,…kalo kita ngomong pake kata ini, pasti lawan kita ngobrol nanya,..Kau pake bahasa apa?

14. He: tong langsung didok, asli pakkat city. Contoh kalimat: ai dang dope hehe ho he? Gak ada arti yang tepat untuk mendefenisikan kata’he’ ini, yang jelas ini cumin kata tambahan di belakang aja deh, sebagai penunjuk identitas kalau si penanya adalah orang Pakkat, ..heppot nai…

15. Heppot :Heppot ini berarti sibuk, dan biasanya spontan dilontarkan pada teman yang keliatan sok sibuk atau pura-pura sibuk. misalnya nih,…heppot banget sih lo, artinya sibuk banget sih kamu…hata ´´heppot´´ lebih parah lagi arti ni hata ´´heppot´´ on sebenarna ´´seperti cacing kepanasan´´ manang mungkin songon setrikaan,tusan tuson dang tentu juntrungannya. Heppotnisasi artinya, terjadi proses peng-heppotan,…opoooo . Molo adong namarbaju na sedang puber pe biasa do didokkon heppot.Mungkin tu hita on pe sude na sedang heppot do beremail ria. segerombolan orang-orang yang sedang heppot, sering disebut penganut heppotnisasi.

16. Inennnggg: menunjukkan keheranan, kalo diucapkan dengan bunyi dan ficth suara yang khas orang pakkat, maka kedengarannya akan sangat lucu. coba kita cari kata ini di kampung lain di tapanuli sana maka, nggak bakal ketemu. kata ini mungkin berasal dari kata ‘inang’ yang kalau dia ungkapkan berarti si ‘pembicara’ merasa heran akian topik yang dilemparkan oleh lawan bicaranya….

17. Ipput: ihur , ini yang paling ngeri,…kalo di Pakkat di bilang ipput, adalah hal yang lumrah alias biasa, tapi jangan coba-coba ngomong ‘ipput’ di toba sono…bias di ‘geda’ satu kampong tuh.

18. Jagakna = hanya sebagai pelengkap kalimat Mis: Jagakna mai Nggak semua orang Pakkat tau arti dan sering pake kata ini, hanya orang yang sering kesurupan aja keknya…

19. Janggalangiton = puntang-panting, menggambarkan satu keadaan yang sangat tidak menentu

20. Janggapurian = nasib paling pahit ? lebih ‘ngerinya’ adalah hidup yang penuh dengan kepahitan.

21. Kara-kara: para-para (tempat ni soban diatas ni dalihan pangaloppaan) di beberapa daerah di Pakkat, sering dirubah pemakaian huruf, misalnya huruf “P” dirubah menjadi “K” banyak ditemui di Dolokpinapan sekitarnya, sipagabu, banuarea, sebelahnya banua gijang itu….

22 Kako = Garut / Garuk Mis: Kako jolo tanggurung hon. Artinya “Hao”

23 Kale: Kata yang satu ini bermakna kawan. adalah menjadi kata tambahan di setiap penghujung pembicaraaN. CONTOHNYA nunga mangan ho kale??..artinya udah makan kau kawan. dan saya nggak tau sejak kapan penggunaan kata kale ini ada dipakkat. yang jelas bahwa kata ii tidak pernah saya ketemukan dalam bahsa sehari hari waktu menjadi anak rantau di medan atau di jakarta. Haha..ha…Imada, ai hata ‘kale’ sebenarnya berasal dari ale-ale = dongan.

24. “kale” ini menjadi popular karma ada seseorang ‘dianugerahi’ gelar ini, yaitu “SIKALE”

Kata itu menjadi amat populer. Konon, hira-hira tahun awal 80an, met-met do pe adong do magoar si Kale parlomang di Temba. Angka dongan sian Temba (sebelum ni Jambatan sabola hambirang molo arah tu Dolok Sanggul) pasti do mananda i. Terkenal do on ala tabo do tutu lomang ni amanta si kale on. Boasa di dok si Kale? Ala molo manawarhon lomang on tu anggka panumpang ni Sanggulmas manang Humbang Jaya na jolo (bus na balga dope tikki i), mansai ramah do amanta on jala selalu di ikuti hata ‘kale!’ dengan dialek khas tebba (baca = Temba)yang melegenda itu (mirip-mirip juga dengan dialek Tukka dari Tukka na jonok sahat tu Abbobi [baca=Ambobi])…hehe..he. Amang si Kale on parlawak do tong, ai biasa ma asa tertarik angka jolma i laho manuhor. Bayangkan kepiawaiannya dalam ‘direct sell’ dari yang tadinya tidak ada niat membeli, dijamin pasti akan membeli lomang! Apa rahasianya? Sebenarnya karena selain ramah, pintar melawak ya itu tadi dengan menggunakan hata ‘kale’. Saya yakin alm. amang itu yang membuat populer hata ‘kale’, dan sampai namanya juga disebut si Kale parlomang yang selalu pakke mandar (sarung) tanpa alas kaki (solop) sebagai uniform kebangsaannya.

25. Kaltu (si kaltu): sebutan untuk seseorang yang tidak jelas namanya, atau segaja tidak diperjelas

26. Kantal: lobi-lobi ni karet na lohot di panggurisan i. Sering juga diumpakan untuk kebodohan, misalnya: “otak ni on pe attong otak kantal do” Na lohot di dasar ni panggurisan I ma.

27. Karut/harut (=digigit). Awas, pakkarut do si Nero i (agar waspada, karena anjing yang bernama Nero itu galak).

28 Kobol: Di dok tu sasahalak balga jala mok mok pamatangna Alias PMH, Pendek Momok, Hapal…..jadi tu pardaging na pendek jala mokmok ma didok si kobol,…Adong do huingot ende ni on, “mardalan inang da, si kobol-kobol inang da…dst’

29. Kodoa: pengertian yang membingungkan, hamper, kodoa = kodo, pengertian yang nggak jells banget!!! : setauku kalimat ini juga di artikan sebagai pelengkap penderita pada kalimat saja mungkin ya, misalnya ada yang bertanya ; nga mangan ho dan jawabnya adalah ; dang kodoa., yang artinya ( kamu dah makan dan jawabanya ialah belum ), kalau di daerah toba mereka sering memakai dope, tapi kira-kira pengertianya sama alias sinonimnya kodoa = dope.

–>> pas do naeng i ??

30. Kubal = kepala yang Botak; Molo di pangkas obuk sampe botak licin di dok ma i si Kubal, jala olo do di dok ” Las so ari asa mapultak kubal na i” ninna.

31. LAKNE ; nga mangan ho lakne??? Lakni = Nakni —-> Aha LAKNI dang “lakne” alai “natni”..nga mangan ho natni ninna, ai ahama binoto arti ni natni on. Abasa nakni —–> Kenapa rupanya ?Jadilah orang Pakkat, maka pengertian kata ini akan mudah dipahami..

32. Mallikik – likik : mencoba menahan supaya tidak bunyi tetapi tetap bunyi atau bunyinyi mencicit…opooooooo,

33. Mangarimpa: Marsirippa= molo di toba didok ma Marsialap ari, sdari on disabanami, marsogot di saba muna,… karejo di ladang/dikobun/disaba dohot akka dongan, sian saba ni sahalak tu saba ni asing nadikelompok I paganti-ganti

34. Mangarobe-robe: Mangerdap : Maredang-edang- Mardalan-dalan. Mis : Ai sian dia do ho?… Ach sian an do, MANGAROBE-ROBE. (biasana on kalimat ni par SIJARANGO). Bahasa inggris ni Sijarango ima Sijerenge baca=sijerenje

35. Manggising: ngebut (mis, Itennggg, alani na MANGGISINGHIAN ibana na marhonda i,sampe surle di siUor-uor.) boi ma artihononhon, berari kencang sekali.

36. Marikkati = Marlojong, di daerah lain, nggak di kenal orang kata ‘marikkat’ yang paling banyak di gunakan adalah ‘marlojong’ bahasa indonesianya = berlari

37. Mangalangket = membual = selalu ingin diatas, demikian hanya dalam permainan, ada satu permainan di Pakkat, seperti picce, atau kapulen, yang terjauh adalah giliran penembak pertama. Nah, kalau kita mau duluan menembak, dia harus mangalangket para peserta lainnya.Dari situ berkembang pula sebutan ‘pangalangket’ artinya seseorang yang tidak mau kalah, atau maunya selalu menang, atau maunya selalu nomor satu, atau dia yang selalu merasa terhebat. Nah,…dalam percakapan juga ada namanya Mangalangket yanitu kalau ngomong selalu diatas manang bahasa indonesianya Membual dan tidak mau kalah, inilah yang dinamai PANGALANGKET.

38. Mandam: mantap martatap…..

39. Marbalengkong: biasa didok marbalongkang, atau artinya membual.

40. Marbalongkang: molo hataon nungga sering hubege on di pakkat, jala dang hea hubege hata on diluar ni pakkat. Molo didok parbalongkang sarupa do i artina parhata manggang, pambual, pagokhu nabinotona.

41. Marbellak: sama dengan marbalongkang ; Sigodang hata, mambuali…diuduti ma muse tu hata “Hebat nai rai…(marligato)”, ibalos ma muse “Nga lelengi” ….ini popular didaerah TORUAN dari pakkat.

42. Marbidoak : heppot paboa-boahon manang aha hamoraonna manang kelebihanna sama juga artinya marhata manggang

43. Mamburlak (marbellak) contoh ´´Pamburlak nai ho´´ ninna hami naujui artina pambual nai ho.. Adalah padanan kata dari marbalangkang….

44. Margetong-getong: warna warni. Contoh: Margetong-getong na birong na gorsing i, MINGKAR-INGKAR/MARIMBOSI hian ma, alana naeng di SORNGAP pidonghu HATULLIK)

45. Maranggil: minum sampai mabuk contoh: alana anggil ni tuak ido maksudna, sering didok: molo minum ndang holan sian pamangan di isi, dohot do sian igung dohot pinggol—> hanya istilah lapo ? ) –> bhs Laksa ? hahaha………hanya orang Laksa yang tau kata ini bah!!

46. Marsemo-semo: bergerutu

47. Marimong-imong = Marimpot-impot, kalo kita artikan yah seperti kalau dipadankan ke kala Marikkati marimong-imong = berarti lari sangat kencang sekali, atau Kalau kita padan kan ke “Lemparan na marimong-imong” berarti lemparannya sangat jauh sekali.

48. Marippot-ippot = Terbirit-birit,…lari terbirit-birit

49. Marmengo-mengo: Hata on sering di dok tu sada objek na menyangkut tu penampilan. Boi do motor (mungkin cet ni motor on marmaccam-maccam alias ‘colourful’), kareta (olo godang sitan ni kareta on, misalna godang lampuna manghidopi, manang sian kanalpot nai haluar timus na balau manang na rara). Boi do tu penampilan, songon sipatu sian kulit ni ulok misalna na marhillong-hillong.

50. Marumbil: maraud (biasana molo markartu, natalu-tunatalu biasa maraud do on ise namonang, ima nadidok marumbil) hehehehe molo mardomino, dang adong na masuk, jai mangetong Kartu sisa ma, ima nanidokna MARUMBIL

51.Menak: tenang, so, taboan. Dang hata pakkat on,…alai sering binege di pakkat

52. MARMUNAP-NAP = mansai godang ? (mis. inenngg hamuna kale-kale, MARMUNAP-NAP nama hubereng SAMUDEKNA (sasudena). Sangat dan sangat banyak, bias diartikan TUMPAH RUAH

53. Marbureteng : contoh “ai boasa sai marbureteng ho umak ni si butet?” artinya ngomel mulu, mulutnya ngak mau diam

54. Marbikkel: permainan tikki dakdanak sian tutup ni botol semacam permainan anak-anak di Pakkat, permainan yang simple sebenarnya, hanya bermodlkan tutup botol, lalu ditumput-tumpukkan lalu dilempar,….

55 Marpicce: parmeaman di dakdanak baoa, =membentuk bungkus rokok softpack untuk dilipat jadi segitiga dan dipasang jadi taruhan ketika akan dilempar dengan sandal jepit yang berada dalam lingkaran dalam jarak tertentu.

56. Markapulen, bermain kelereng. Kelereng disusun dalam garis lurus dan dibidik. Kalau susunan paling atas (kepala kena), maka dikatakan kapulen (semua kelereng jadi miliknya). Tapi kapulen bisa juga untuk sebutan biji karet. main biji pohon karet, alias HAPEA

Alai molo “kapulen” sarupa do tong artinion dohot “kepala”. Na paling trend dimasa nami, dimasa ni si gudamdam najolo ima ” suster kapulen” diingot hamu dope i? ima suster andriana kepala sd RK pakkat. Molo hurang uang sikkola niba 100 perak sai pittor dimuruki do iba. alai molo lobi uang sikkola i 100 perak dang naleanonnai ulaknai, sai pittor dipalupa-lupa do

57. Markambel/markammel: marbadai, dang massi antoan/masipakkulingan, Akka anggota ni PBI godang ma dison, ima Parbada Bolon Indonesia

58. Mar tin: mar-gala tikko, Margala tikko aja nggak tau arinya yah,…dibuatlah satu lingkaran besar, lalu seorang anak yang dapat tugas jaga akan mencoba meraih teman’lawan’ margala itu hanya dari sisi lingkaran ‘pargalaan’itu, dan teman yang harsu ditarik berkumpul didalam lingkaran.

59. Mingkar-ingkar = marimbosi = lari terbirit-birit,

60. Bapung = Mapung = huting,…ya…hanya di pakkat di namai Bapung, di tempat lain disebut HUTING do

61. Najungkaning: najolo, naujui…..

62. Nga tok jim i (nga jim i) : terlalu / berlebihan /kelewatan ?….sesuatu hal yang digambarkan dengan sangat keterlaluan.

64. Osse: ni yang paling lucu, gak tau atau bagaimana kata ini muncul. dan sering dipakai kalo dalam memainkan satu permainan. kata ini berarti ‘tunggu dulu’ atau ‘ntar dulu’ atau ‘nggak sah dulu’…

65. Pandukkap: Kain bekas untuk lap ?

66. Riman: tali dari batang pisang

67. Solo: naeng, kepingin.´´solo minum ahu´´ninna, artina naeng minum ahu.´´solo meseng ahu´´ artina(maaf!) pengen pipis. Holan par siambaton do mangantusi i.

68. Meseng = (maaf ) kencing, buang air kecil

69. Surle = Gale, Kecewa dan putus asa.

70. Sikapundung ==> ungkapan sejenis si Suar Sair ?

71. Samudekna : sasudena

72. Reong-reong = di denggur dohot hau, (bukan batu)

73. Didenggur = di lempari.

74. Di digil = di lotak uluna, dijitak

75. Cining = Bagian dari kepala yang gak ditumbuhi rambut, biasanya dikala anak-anak pernah luka, maka setelah dewasa, bekas luka ini tidak tumbuh rambut lai, Inilah dinamakan CINING.

76 “MANDAROSAK” lapatanna “manasa ramba di musin ro udan” biasana jolma na MANDAROSAK gabe MALLUMU-LUMU do manang MALITAP.

77. MALLUMU-LUMU= berlumuran molo bahasa indonesiana….ngerti kan maksudnya??

78. MALUTTAK boi ma on di lapatani Hancur lebur..ido ra na jumonok artina

79. MALANTUK = malamun/ Matang…..lapatanna Saking matanya jadi lembek, itulah malantuk

80. Binculuton /BICCULUTON = Tidak becus…baiasana tu jolma naso hea denggan ula-ulana

81. Di Pakkat, “Pa’ sering di ucapkan dengan “Ka” sontohna, Paboa = Kaboa, Para-para = Kara-kara, khususnya ini bisa kita denger di daerah sipagabu sekitarnya. Kata-kata diatas hanya akan terdengar lucu dan menjadi special dari Pakkat, kalau diucapkan. Dan jangan coba-coba mengucapkan kata-kata diatas dengan logak atau gaya orang jakarta, bisa jadi garing tuh kedengaranya…

83. Maranggil, mandorguk langsung sian hion/agatan ni tuak, alai molo “anggilna=tuak na tabo”

84. Marun-marun = on ma nanidokna demam ringan, biasana holan alani masuk angin.

85. Hurmuk, dursak = Sarupa ma on tu hata kotor, alai molo hormuk on, biasana didok tu keadaan ni sekitarna do.

86. Lasiak = Cabe

87. Pola = hata pola do namarlapatan ‘tuak’

88. Katepal = mansai godang do mangalapatani hata on alai pengertian na paling cocok ima molo didok ‘katepal’ berarti dang sesuai dohot pasanganna, masiganjangi, massibolaki dla.

89. Kodo = kodoa = molo di pakkat ima hata namando ‘dope’

90. Solo = Kata ini hanaya tedapat di beberapa daerah di pakkat, misalnya di Siambaton, kata ini diartikan sebagai ‘mau’ atau ‘akan dilakuka dengan segera’ sebelum sesuatu pekerjaan yang diperintahkan kepadanya misalnya : Solo mangan au asa lao hita artinya, makan dulu baru pergi.

91. Jim = dipakai untuk menyatakan sesuatu kejadian yang amat sangat, atau kelewatan, atau hebat benar, dan bisa jua diartikan sebagai “Mamunjung”. Pemakaian kata “jim’ ini hanya untuk merespon sesuau berita, atau statement dari lawan bicara, yang menandakan apa yang diucapkan itu sudah amat sangat kelewatan.

92. Abasa = sebenarnya ini singkatan dari ai boasa cumin dipakkat lebih dikenal orang dengan satu kata ‘abasa’ artinya emang kenapa.

93. Surle = Gale, atau bisa dikatakan ‘kecewa’ setelah mendengar sesuatu dari lawan bicara.

94. Janggalatingon = Lari pontang panting dengan tidak ada tujuan, biasanya untuk menggambarkan keadaan berlari hanya untuk menghindari kejaran, sehingga harus berlari namaun tidak ada tujuan kemana.

95. Kalai = kalait = on ma nanidokna buntuk, jala holan pahan-pahanan o mar kalait.

96. Degal = sejenis tanaman merambat yang biasa dipakai anak-anak untuk menciptakan ‘landong, tai lalat’ buatan.

97. Tuit= Mokkat = Tekkal, adalah kata sifat yang artinya seseorang yang selalu menunjukkan kepunyaannya pada orang lain, hanya untuk mendapatkan pujian semata.

98. JOring = kalau di Pakkat dikenal orang Joring, didaerah lain Jengkol

99. Makun-akun = tidak semua orang Pakkat tau kata ini, karena kata ini hanay ditemukan dibeberapa daerah, artinya adalah manggale, stress, patah hati.

100. Galempot = panic.

101. Oson = ini adalah singkatan daro ro jo tuson, kemari dulu, cumin Karen diucapkan terlalu cepat, seolah dia menadi satu kata, OSON

102. Parputting = banyak orang pakkat juga memakai kata ‘parbuccit’ untuk mengganti kata ini, dan kata ini berarti paling terakhir.

103. BANGKILISON = Bungkilison = kurus pucat-pasi.

104. MANDAHAL-DAHALI = jadi nombok, menanggung akibat. mis. Bage MANDAHAL-DAHALI ahu ala ni i.

105. Haccar = mencret. ( nggak usah dijelasin)

106. Burngiton = buah yang punya ulat didalamnya.

107. Bakkarason = Buah yang gagal matang, atau ubi yang gagal masak.

108. Tahil-tahil = tango-tanggoi = cincang , manahili jagal nanaggoi jagal.

109 Gado = kata ini bisa diartikan dengan ‘Jatuh tak berdaya” dan atau Mati tanpa perlawanan”

110. Pijom = kata lain dari nengel, atau tuli.

111. Lasiak = kata lain dari cabe.

112. Sor = banyak pengertian dari kata ini, kalau di pakkat, kata ini siartikan dengan ‘pedas’.

113. Dappor = danggur, lempar.

114. Degal = Salah satu tumbuhan bergetah yang getahnyabisa menimbulkan rasa gatal-gatal.

115. Latong = Sejenis tumbuhan beracun yang kalau daunya bersentuhan dengan kulit, mengakibatkan rasa gatal yang amat sangat.

116. BUS-BUSON = NA BUS-BUSON = NA BICCULUTON = Tidak terpakai /tidak becus

117. MANODOK = MANDERES = MANGGURIS = menyadap karet.
118. MARUNDOT-UNDOT = Marngencut-ngencut = marayun-ayun di batang-batang na marumpak.
119. RAMBASAN = Pakaian yang diproduksi secara “mass production” = ROMBENGAN ?
120. BOL-BOLON = maaf, Susah BAB (Buang Air Besar)
121. ACCIRNGAON = Mimisan (haluar mudar sian igung)
122. PANGARIA-RIAON = Maaf: meseng-meseng, sakit ayang-ayang.
123. BICCILITON = maaf tong do didok tu na ” mencret-mencret”
124. MOTTOK/MATTAK = Berhenti, biasana didok tu benda cair yg sedang mengalir.
125. PAOL-PAOL = DAPAL-DAPAL = kelakuan/perbuatan yg aneh-aneh. Mis. Ai sai na PAOL-PAOL ma ula-ula ni baeon !.

126. MATILPOK = MATIPUL = PONGGOL
127. TALBANG = TALLIK = potong
128. DITIL-TIL = ditilli, diengkos, diperdulikan.

129. LEKUNG adalah sejenis cairan yg timbul akibat dari infeksi yg berbau busuk, dan keluar dari lobang kuping.

130. Balun = gulung, benahi, khusus untuk tikar
131. DaliK = DaliP = menular
132. Heccel/hessel = Tutup, kunci
134. SAMBIKBIK = sallembar, selembar
135. Markurlung = sejenis permainan kartu.
136. ENGKOS / diengkos = PERDULI/ diperdulikan. mis. ndang hian diengkos ahu bah !, Tidak diperdulikan.
137. TILLI / DITILLI = DIENGKOS = DIPERDULIKAN.
138. SENU = Rittik, Gila alias PESONG.
139. Melap = sabas, tabo

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

2 Responses to Kumpulan Istilah parPakkat

  1. Pingback: Kazhanah Bahasa Batak asli | Par Pakkat Online

  2. zul azmi sibuea

    aha do lapatan ni tabek, alai hira na jot-jot do pinakke, barang kali bisa marati salam – pasahat jo tebekku tu si anu, songoni majo sian ahu botima tabek, dungi muse hea binege cerita-cerita ni natua-tua sian sastara lama, mandok hormat “tabek tuan” akka ninna do akka tu na pinarsangapan , rampak mai dohot tu angka bolanda – ikkon do martabek.

    tabek
    zulazmi sibuea

    <<  |  <  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>