Konflik Israel – Palestina

Oleh Tommy Sihotang

Pengantar dari Penyunting

Konflik antara Israel dan Palestina yang kembali terjadi saat ini. Saya mencoba menyunting dari Wikipediadotorg sebagai sumber utama, serta sebahagian kecil dari mediaindonesiadotcom, kompasdotcom serta ciputradotwordpressdotcom. Disini secara detail akan dipaparkan bagaimana konflik ini bermula. Dengan membaca dan memahami sejarahnya, maka kita akan diberi pemahaman dan pandangan sehingga kita semua tahu apa dan bagaimana sebenarnya konflik itu terjadi. Selamat membaca.

Konflik Israel-Palestina, bagian dari konflik Arab-Israel[1] yang lebih luas, adalah konflik yang berlanjut antara bangsa Israel dan bangsa Palestina.

Konflik Arab-Israel[1]secara kasar terjadi selama satu abad, adalah konflik politik dan peperangan terbuka. Konflik ini terjadi karena didirikannya gerakan Zionis[a] yang bertujuan untuk mendirikan negara Israel. Konflik antara negara-negara Arab dan Israel masih berlangsung sampai sekarang.

Zionisme[a] adalah sebuah gerakan kaum Yahudi yang tersebar di seluruh dunia untuk kembali lagi ke Zion, bukit di mana kota Yerusalem berdiri. Gerakan yang muncul di abad ke-19 ini ingin mendirikan sebuah negara Yahudi di tanah yang kala itu dikuasai Kekaisaran Ottoman (Khalifah Ustmaniah) Turki.

Zionisme merupakan gerakan Yahudi Internasional. Istilah zionis pertama kali dipakai oleh perintis kebudayaan Yahudi, Mathias Acher (1864-1937), dan gerakan ini diorganisasi oleh beberapa tokoh Yahudi antara lain Dr. Theodor Herzl dan Dr. Chaim Weizmann. Dr. Theodor Herzl menyusun doktrin Zionisme sejak 1882 yang kemudian disistematisasikan dalam bukunya “Der Judenstaat” (Negara Yahudi) (1896). Doktrin ini dikonkritkan melalui Kongres Zionis Sedunia pertama di Basel, Swiss, tahun 1897. Setelah berdirinya negara Israel pada tanggal 15 Mei 1948, maka tujuan kaum zionis berubah menjadi pembela negara baru ini.

Rapat Dewan Umum PBB mengeluarkan Resolusi 3379 tanggal 10 Desember 1975, yang menyamakan Zionisme dengan diskriminasi rasial. Akan tetapi pada 16 Desember 1991, resolusi tersebut dicabut kembali.

Konflik Israel-Palestina ini bukanlah sebuah konflik dua sisi yang sederhana, seolah-olah seluruh bangsa Israel (atau bahkan seluruh orang Yahudi[1] yang berkebangsaan Israel) memiliki satu pandangan yang sama, sementara seluruh bangsa Palestina memiliki pandangan yang sebaliknya. Di kedua komunitas terdapat orang-orang dan kelompok-kelompok yang menganjurkan penyingkiran teritorial total dari komunitas yang lainnya, sebagian menganjurkan solusi dua Negara, dan sebagian lagi menganjurkan solusi dua bangsa dengan satu negara sekular yang mencakup wilayah Israel masa kini, Jalur Gaza[2], Tepi Barat[3], dan Yerusalem Timur.


Selengkapnya, artikel ini dapat di download di sini

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

6 Responses to Konflik Israel – Palestina

  1. Berikut adalah komentar teman saya, sangat menarik:
    =======
    Maka, berikut ini komentar saya:
    Perang antara Israel dengan Hamas di Jalur Gaza, sebenarnya merupakan “pentas bisnis”. Duduk soalnya begini.
    Ketika AS diperintah Reagan (Republik, 1981 – 1989), dan Clinton (Demokrat, 1993 – 2001), dunia relatif tenang, bisnis global juga berjalan normal. Ketika George H. W. Bush (Republik, 1989 – 1993), dan anaknya George W. Bush (2001 – 2009), memerintah AS, hawa perang merebak.
    Reagan dan Clinton adalah presiden AS sejati. Kalau mereka berdua membuat berita, misalnya dalam skandal Iran Kontra (Reagan), dan Monica Lewinsky (Clinton), maka AS ikut terberitakan.
    Beda dengan Ayah dan Anak Bush. Mereka berdua baru ikut terberitakan, ketika AS membuat berita. Misalnya ketika peristiwa 11 September 2001.
    Di lain pihak Walker Bush juga ingin lebih hebat lagi dalam membuat sejarah, hinga ia menyerbu Afganistan dan Irak. Dalihnya mengejar Osama Bin Laden, dan membongkar pabrik senjata pemusnah massal. Bin Laden tak pernah tertangkap, dan pabrik senjata pemusnah massal di Irak ternyata juga tidak ada.
    Tapi tujuan utama perang Irak bukan untuk itu, juga bukan untuk menggulingkan Sadam Husein. Tujuannya menciptakan pentas bisnis “seakan-akan”.
    Dengan adanya perang Irak, seakan-akan minyak bumi akan langka, pangan bakal menghilang dari pasar, saham akan terus naik, dan nilai tukar US $ juga akan terus mengejar Euro. Bisnis seakan-akan ini sukses besar, semua komoditas seakan-akan itu harganya menggelembung fantastis. Termasuk saham Bakrie di Indonesia. Puncak sukses bisnis seakan-akan ini terjadi pada tanggal 11 Juli 2008, ketika harga minyak mentah mencapai US $ 147,27.
    Tetapi seakan-akan jelas bukan realitas. Ambruknya nilai saham Lehman Brothers Holdings Inc. sebenarnya hanyalah sebuah casus belli (pemicu). Tanpa ambruknya Lehman Brothres pun, semua harga komoditas seakan-akan itu, terutama harga minyak bumi akan terkoreksi. Puncak dari koreksi ini terjadi pada tanggal 21 Desember 2008, ketika harga minyak mentah terpuruk pada US $ 33,87 per barel.
    Ada selisih angka US $ 113.4 yang sebelumnya dinikmati oleh negara-negara penghasil minyak, yang sekarang ini hilang.
    Itu semua harus dipulihkan lagi bukan? Untuk itulah perlu “pentas baru” hingga bisnis “seakan-akan” bisa kembali normal.
    Ambruknya Lehman, ternyata juga sejalan dengan ambruknya Partai Republik di AS. Pendukung utama Republik, terutama pengusaha dan militer AS. Untuk menunjukkan bahwa pilihan rakyat AS terhadap Demokrat salah, maka harus ada “pentas baru”.
    Syahdan, tak lama kemudian muncullah siluman teroris di Mumbai India. Kalau India dan Pakistan bisa perang, maka bisnis “seakan-akan” bisa pulih, dan sedikit banyak Partai Republik AS bisa kembali menyusun kekuatan: “Nah, kalau Demokrat yang menang terus rusuh kan?”
    Ternyata, India dan Pakistan yang “didikan” Inggris itu cukup cerdas untuk dijadikan “wayang”.
    Maka, entah siapa, dan dengan cara bagaimana, ada IO yang menyelundupkan roket ke Jalur Gaza. Mengapa bukan ke Tepi Barat, atau Dataran Tinggi Golan? Karena secara teknis, menyelundupkan roket ke Gaza lebih mudah. Kedua, “para pihak” yang menjadi IO, sponsor, penulis skenario, casting, direktor dll, masih tidak tega kalau menjadikan seluruh kawasan Palestina menjadi pentas. Maklum, ini sekadar pentas bisnis. Bukan perang beneran.
    Maka Jalur Gaza pun berubah menjadi pentas. Roket yang diselundupkan ketahuan kualitas (plus harganya), lalu bisnis seakan-akan bisa dimulai lagi. Tetapi Uni Eropa sekarang ini kompak. Rusia dan RRC juga tahu bahwa sedang ada pentas di Gaza.
    Maka sekian ratus jiwa penduduk sipil yang jadi korban menjadi terabaikan. “Itu hanya riak-riak kecil di tengah gelombang samudera raya!” (Meminjam istilah Bung Karno ketika mengomentari G. 30 S dulu).
    Terlebih lagi, Pentas Gaza kali ini tak cukup mujarab untuk menciptakan bisnis seakan-akan.
    Minyak bumi memang sempat merayap ke atas, tetapi tidak pernah menembus angka di atas US $ 40 per barel, lalu turun lagi.
    Sebenarnya, “para pihak” tidak hanya merencanakan pentas di Mumbai dan Gaza, melainkan juga di Indonesia >< Taiwan, dan di beberapa negara Afrika.
    Tapi Think_thank dari The Invisible IO ini kan canggih, hingga pilihan tepat memang membangun pentas bisnis di Gaza.
    Mudah-mudahan ini terlihat lebih serius dari komentar saya sebelumnya: “Israel Palestina itu memang hobinya perang dari jaman Daud dan Goliath dulu!”
    F. R.

    Komentar teman saya…
    Dame ma dihamu durung-durung ma diau….

    >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    Sianturi:

    Horas ma tutu lae, bagi-bagi hamu deba durung-durungi bah. Alai unang sikaboa hehehe

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  2. Tommy M J Sihotang

    Analisis ‘pentas bisnis’ ini memang terlihat korelatif dan masuk akal. Hanya saja, belum bisa dibuktikan secara ilmiah serta belum dipublikasikan karena mungkin belum ada penelitian terhadap korelasi sebab akibat yang ditimbulkan. Lalu, tidak mungkin konspirasi tingkat tinggi ini terkuak ke publik (kalaupun terkuak, mungkin 10 tahun mendatang dan bukunya menjadi best seller hehehe).

    Perang Israel-Palestina saat ini diduga sudah berada dalam suatu lingkaran konspirasi dengan berbagai tingkat kepentingan beragam pula, dengan kata lain, konflik ini bukan urusan tanah semata, sudah merembet dan berada dalam permainan multi interest yang kompleks. Tentu jutaan kurva Demand dan Supply terbentuk, hanya slope-nya yang berbeda-beda.

    Horas

    Komentar Tokke Latteung
    Seandainya, biaya perang ditambah biaya pembangunan kembali kota gaja yang nol nya banyak itu ( 2M dollar lebih), disumbangkan buiat FIP ..iteng!!!…nga boi mambaen perpustakaan online sian penjuru dunia

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    Sianturi:

    Rap marnipi ma hita lae molo songon i

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  3. Berita terbaru dari Jalur Gaza.

    “Hamas Pertimbangkan Hengkang”

    Senin, 1 Juni 2009 | 07:55 WIB

    KOTA GAZA, KOMPAS.com – Gerakan Palestina, Hamas, pada Minggu (31/5), menyatakan sedang mengkaji keikutsertaan kelompok tersebut dalam dialog antar-Palestina, menyusul terbunuhnya dua anggotanya oleh pasukan keamanan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Tepi Barat.

    “Kami sekarang mengkaji pembekuan keikut-sertaan kami dalam dialog yang dituan-rumahi Kairo sebagai bagian dari pembunuhan dua mujahid kami di kota Qalwilya di Tepi Barat,” kata Salah Al-Bardaweel, juru bicara Hamas, kepada wartawan di Jalur Gaza.

    Tiga personel polisi dan seorang warga sipil juga tewas dalam bentrokan bersenjata yang meletus Minggu pagi antara dua anggota Hamas yang bersenjata dan pasukan keamanan. Al-Bardaweel kembali menyatakan bahwa apa yang terjadi adalah “persekongkolan Pemerintah Otonomi (Nasional) Palestina (PNA) dan Israel yang dirancang guna mengakhiri perlawanan dan menggulingkan Hamas”, di Tepi Barat Sungai Jordan –yang dikuasai oleh faksi Fatah, pimpinan Abbas.

    Sejak Hamas mengusir pasukan pro-Abbas dan merebut kekuasaan di Jalur Gaza pada 2007, kedua pihak tersebut saling menindas pesaing politik mereka, pendukung Hamas di Tepi Barat dan anggota Fatah di Jalur Gaza. Namun, baku-tembak di Qalqilya adalah peristiwa yang paling mematikan.

    Ketegangan itu muncul saat semua faksi Palestina mulanya dijadwalkan menandatangani kesepakatan perujukan di ibu kota Mesir, Kairo, pada 7 Juli. Sebelum itu, Mesir akan terus menaja berbagai upaya guna menjembatani jurang pemisah antara Hamas dan Fatah yang belum berhasil menyepakati pemerintah persatuan.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  4. B.SOFIYAN SITUMORANG

    imada tok jimhian i,alani ekonomion do sude dohot ke egoisan sang bintang pemerintah antara 2 pihak,lojanai iba mamikiri i,holan tangiang i do tabahen asa denggan sude portibi on,asa rap dapot mangan sude.

    <<  |  <  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>