Oleh : HArdi Purba
www.hardipurba.com
Dr. Kaoru Ishikawa seorang ilmuwan Jepang, merupakan tokoh kualitas yang telah memperkenalkan user friendly control, Fishbone cause and effect diagram, emphasised the ‘internal customer’ kepada dunia.
Ishikawa juga yang pertama memperkenalkan 7 (seven) quality tools: control chart, run chart, histogram, scatter diagram, pareto chart, and flowchart yang sering juga disebut dengan “7 alat pengendali mutu/kualitas” (quality control seven tools).
Diagram Fishbone dari Ishikawa menjadi satu tool yang sangat populer dan dipakai di seluruh penjuru dunia dalam mengidentifikasi faktor penyebab problem/masalah. Diagram “tulang ikan” ini dikenal dengan cause and effect diagram. Kenapa Diagram Ishikawa juga disebut dengan “tulang ikan”?…..ya memang kalau diperhatikan rangka analisis diagram Fishbone bentuknya ada kemiripan dengan ikan, dimana ada bagian kepala (sebagai effect) dan bagian tubuh ikan berupa rangka serta duri-durinya digambarkan sebagai penyebab (cause) suatu permasalahan yang timbul.

Dari gambar di atas terlihat bahwa faktor penyebab problem antara lain (kemungkinan) terdiri dari : material/bahan baku, mesin, manusia dan metode/cara. Semua yang berhubungan dengan material, mesin, manusia, dan metode yang “saat ini” dituliskan dan dianalisa faktor mana yang terindikasi “menyimpang” dan berpotensi terjadi problem. Ingat,..ketika sudah ditemukan satu atau beberapa “penyebab” jangan puas sampai di situ, karena ada kemungkinan masih ada akar penyebab di dalamnya yang “tersembunyi”. Bahasa gaulnya, jangan hanya melihat yang gampang dan nampak di luar. Ishikawa mengajarkan kita untuk melihat “ke dalam” dengan bertanya “mengapa?……mengapa?…dan mengapa?”. Hanya dengan bertanya “mengapa” beberapa kali kita mampu menemukan akar permasalahan yang sesungguhnya.
Dengan menerapkan diagram Fishbone ini dapat menolong kita untuk dapat menemukan akar “penyebab” terjadinya masalah khususnya di industri manufaktur dimana prosesnya terkenal dengan banyaknya ragam variabel yang berpotensi menyebabkan munculnya permasalahan. Apabila “masalah” dan “penyebab” sudah diketahui secara pasti, maka tindakan dan langkah perbaikan akan lebih mudah dilakukan. Dengan diagram ini, semuanya menjadi lebih jelas dan memungkinkan kita untuk dapat melihat semua kemungkinan “penyebab” dan mencari “akar” permasalahan sebenarnya.

Kaoru Ishikawa ilmuwan yang banyak menyumbangkan pemikiran di bidang manajemen kualitas ini lahir pada tahun 1915 di Tokyo, Jepang. Alumni teknik kimia Universitas Tokyo ini ingin merubah konsep pemikiran manusia tentang bekerja. Ishikawa mengurai secara rinci prinsip plan-do-check-act W.Edward Deming, sang kreator P-D-C-A menjadi;
1. Plan-P
- Tentukan gol dan target
- Tentukan cara/metode mencapai gol
2. Do-D
- Terlibat dalam pendidikan dan pelatihan
- Implementasi pekerjaan
3. Check-C
- Cek akibat dari implementasi
4. Act-A
- Mengambil tindakan yang sesuai
Bagaimana menggunakan Diagram Fishbone?
Ya….inilah bagian yang paling penting. Ishikawa san telah menciptakan ide cerdas yang memampukan setiap orang atau organisasi/perusahaan menyelesaikan masalah sampai ke akarnya. Kumpulkanlah beberapa orang yang mempunyai pengalaman dan keahlian memadai menyangkut problem yang terjadi. Semua anggota tim memberikan pandangan dan pendapat dalam mengidentifikasi semua pertimbangan mengapa masalah tersebut terjadi. Kebersamaan sangat diperlukan di sini, juga kebebasan memberikan pendapat dan pandangan setiap individu.
Ini tentu bisa dimakhlumi, manusia mempunyai keterbatasan dan untuk mencapai hasil maksimal diperlukan kerjasama kelompok yang tangguh. Masalah-masalah klasik di industri manufaktur seperti: stok berlebih yang mengakibatkan kerugian besar, keterlambatan proses produksi, tingkat defect (cacat) produk yang tinggi, mesin produksi yang sering mengalami trouble, output lini produksi yang tidak stabil yang berakibat kacaunya plan produksi, produktivitas yang tidak mencapai target, complain pelanggan yang terus berulang, dan segudang masalah besar dan rumit lainnya.
Kaoru Ishikawa yang juga penggagas konsep implementation of quality circles ini sangat percaya pentingnya dukungan dan kepemimpinan dari manajemen puncak (top management) dalam suatu organisasi/perusahaan didukung oleh kerjasama tim (teamwork) yang solid. Selesaikanlah suatu masalah sampai ke akar-nya sampai tuntas agar masalah yang sama tidak terulang lagi di masa yang akan datang.
Selamat mengimplemetasikan diagram Ishikawa!.
Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:
sangat menarik…….
sama seperti dulu waktu di training sama orang jepang
sangat membantu jika betul betul dilaksanakan,
susah bagi pemula, butuk banyak experience untuk mengimplementasikan fish bhone, PDCA, 5W, etc…
[Balas...]
Horas,
Suatu metode problem solving yang bagus. Dalam mencari solusi memang harus mengidentifikasi apa memang hal apa yang menjadi ‘biang atau akar permasalahan’ agar suatu masalah dapat diatasi dengan tepat.
Menurut saya kelemahan dalam implementasi suatu teori terletak pada :
1. Budaya yang tidak berubah.
2. Mental sumber daya manusia.
3. Cara berpikir yang keliru, bahwa sistem yang sangat canggih merupakan obat manjur, padahal sangat diperlukan kecerdasan dalam berpikir dan cara bernalar yang kritis dan konstruktif.
4. Sistem dan aturan main diperusahaan yang tidak mendukung.
Bagaimanan misalnya dalam ilustrasi sedrhana berikut?
Perumpamaan sebuah Handphone
Layaknya sebuah handphone, meskipun sudah dibuat dengan teknologi yang sangat canggih tetapi bila pemiliknya tidak berusaha belajar untuk ‘menggunakannya’, tentu handphone tersebut hanya barang pajangan biasa yang kurang berarti bila dibandingkan dengan tujuan handphone teknologi tinggi tersebut diciptakan.
Horas
[Balas...]
sangat menarik……
satu hal yang masih menjadi pemikiran saya, apakah diagram fish bone itu selalu mengarah ke kanan?
[Balas...]
@nutfi
,
kurang tahu juga, kenapa diagram fishbone selalu mengarah ke kanan, bukan ke kiri, ke atas atau bahkan ke bawah.
Dr. Kaoru Ishikawa (penemu ide diagram fishbone) ini memang menggambarkan diagram tersebut dengan mengarah ke sebelah kanan, itu bisa dilihat dari referensi text book atau hasil lacakan di google.
Tetapi mungkin ini tidak begitu perlu kita pikirkan terlalu dalam apalagi dipertentangkan
…mungkin yang terpenting adalah bagaimana kita bisa mengerti konsep diagram fishbone dengan benar, kapan dipakai (pada kondisi apa) dan bagaimana cara mengaplikasikannya supaya permasalahan kita bisa teratasi dengan tuntas sampai ke akarnya…ok kan
[Balas...]
zul azmi sibuea:
April 21st, 2009 | 09:17
“Dr. Kaoru Ishikawa (penemu ide diagram fishbone) ini memang menggambarkan diagram tersebut dengan mengarah ke sebelah kanan”, ansa sumigop niattusan ni akka jolma namanulis sian kiri tukanan mai barangkali.
Ianggo tu halak japang tontu mai dibahen marurut to toru, nang songoni muse molo tu halah arab merjejer mai dibahen sian siamun tu hambirang.
ansa sumigop niattusan ni angka halak namanulis sian sambirang tu siamun (latin, inggeris, indonesia), sian toru tuginjang (japang, cina), dohot sian siamun tu hambirang (arab, cina).
[Balas...]
Horas lae hardi
menarik memang kalau membicarakan konsep, diagarm, methoda atau apalah namanya…..
saya kebetulan baru pulang tugas belajar dari Jepang dan selama disana saya sempat study tour di hampir semua kota,.
diagram ishikawa bagus sekali ….namun sayang yah! teori konsep diagram kita sudah buanyak namun kita punya kelemahan pada implementasinya
sarana dan prasarana pendukung jepang sangat jauh beda dengan kita dan kemudian Budaya , mental dan pola berpikir kita masih perlu dirobah…
horas
mauliate
[Balas...]
Akka aha do di hatai hamu di baribai dang niantusan
bah ??
[Balas...]
nga ro amatta situmorang par GREEN PEACE…horas ma dihamu….boha do issu ni lingkungan hidup saonari lae
[Balas...]
@Jetro Situmorang.
Horas juga lae Situmorang. Selamat buat lae Jetro sudah pulang tugas belajar dari Jepang. Las roha nami, jala pasti godang do angka pengalaman dan pengetahuan yang bisa dibagi….silahkan dishare di “bagas partungkoan” on ate lae. Setuju! godang do hita tutu nagagal pada tahap implementasi. Godang angka konsep-konsep na tung denggan dang boi berhasil maksimal ala godang ni angka kendala, termasuk prasarana pendukung di Jepang na nunga lebih maju.
@ Kak YULINDA SIMBOLON
Namangkatai angka konsep dohot strategi nadenggan naung diteraphon ni angka bangso namaju do hami, asa boi tatiru jala taihuthon sasaotik. Asa hatop maju hutanta i Pakkat
@Hendry Gaol
mauliatema.
Jalo tulisan ni amatta situmorang par GREEN PEACE da…asa lam rame dan berwarna milis ta on
[Balas...]
Horas amang Jetro,..didok admin i par Green Pease hamu ala binereng do daba emailmuna sian MENLH, jadi ninna roha sian kementrian lingkungan hidup ma ra i.
bahen hamu ma tutu akka tulisan i sian i lae, manang tulisan aha pe taho i, na boi mambangun para pembaca web ini. kkirim hamuma tu pakkatnews@yahoo.co.uk
selamat marsitandaan
[Balas...]
IDO HAPE???
Mauliatema tutu di akka dongan namambahen nadenggan tu hutatta di PAKKAT sai anggiat ma di lehon TUHANTA hahipason di hita sude di namangalului NGOLU di pangarantoan on.
Songoni ma jolo ito Hardi Purba horas ma dihita sude.
[Balas...]
horas
@ lae hardi Purba
mauliate ma di lae hardi, alai sotung gabe muruk lae atas koment na di ginjang i da lae……….;).
nahudok pe songoni ba ima tusuk jambuna di bangsottaon….
kebetulan hami karejo di bidang lingkungan hidup-KLH dibagian penelitian kualitas udara.
songon gambaran saotik di jakarta dohot piga2 kota di indonesia on terjadi penurunan kualitas udara, adong do hurancang hami penelitian masalah tingkat pencemaran udara, mengingat semakin meningkatnya tingkat pencemarn khususnya di kota2 na balga, alai sai adong ma kendala nahudok diginjang i.
molo di jepang, isu lingkungan hidup merupakan prioritas utama, ai haru naeng perpanjang stnk mobil ikkon lulus uji emisi.
@ Hendry Gaol
adong do piga2 tulisan nami mengenai lingkungan (pencemaran udara) alai terlalu teknis jadi mungkin agak kurang begitu menarik di sharingkon di partungkoanon…
alai nangpe songoni annon hucoba pe mambaen tulisan na mura antusanta
[Balas...]
Horas amang Situmorang.
Pangidoan nian, dang pola boha i artikel mengenai lingkungan (pencemaran udara) kirikmon muna tu partukkoan on. Pasti do berguna informasi-informasi i, apalagi issued by KLH.
Horas
[Balas...]
horasssssssssssssssssssssssss……………..!!!!!!!
halak hita
[Balas...]
Horas….
Dari semula saya serius mau mengetahui lebih dalam kekuatan fishbone… akhirnya malah tertawa sendiri membaca komentar-komentar ini… terima kasih semua.. mauliate ma di hamu…
[Balas...]