Hindari Oligarki Kekuasan Di Humbahas, Tokoh Papatar di Medan Siap Turun Gunung

MEDAN (EKSPOSnews): Untuk menghindari munculnya  oligarki kekuasaan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut, sejumlah tokoh Papatar (Pakkat, Parlilitan, Tarabintang) yang bermukim di Medan siap turun gunung melakukan kampanye dalam Pemilukada Humbahas.

Seorang perantau asal Kecamatan Parlilitan yang ada di Medan, M. Sihotang mengatakan praktik kotor dengan memborong hampir semua partai politik dan mendanai seorang putra Parlilitan bakal calon sebagai pendamping (boneka) merupakan pendidikan politik yang tidak cerdas.

“Maddin takut bersaing dan takut kalah, sehingga berupaya mengurangi pesaing dengan berbagai cara. Hal ini merusak tatanan pembangunan politik dan kemasyarakatan di Humbang Hasundutan,” ujarnya kepada Eksposnews di Medan kemarin.

Menurut dia, apa yang dipertontonkan penguasa di Humbahas adalah sebuah dagelan politik yang mau menciptakan oligarki kekuasaan. Dengan kekuatan amunisi (dana) yang berlimpah, bakal calon bupati (balon) incumbent berupaya melakukan apa saja untuk mempertahankan kekuasannya.
Indikasi tersebut, jelas wartawan senior itu, Maddin-Marganti (nomor urut satu) memborong hampir semua partai politik sebagai pendukung dan hanya menyisakan partai gurem untuk mendukung balon buapti lain.

Paling menyedihkan, kata dia, ada pula seorang putra Parlilitan yang mau dijadikan boneka. “Kabarnya semua biaya pasangan Esra-Manullang (nomor urut dua) berasal dari kelompok Maddin-Marganti. Ini jelas satu pelecehan bagi masyarakat Parlilitan,” tuturnya.

Lantas, kata dia, ada gejala kalau Maddin menjadi penguasa lagi periode 2010-2015, kemungkinan periode berikutnya yang dimajukan balon bupati adalah isterinya atau anaknya Donald Sihombing yang selama ini  diketahui sebagai pendana biaya melanggengkan kekuasaan Madddin di Humbahas.

Praktik-praktik politik seperti ini, jelasnya, adalah pembodohan politik, sehingga masyarakat diberikan pilihan yang tidak bermutu dan tidak berkualitas. Sebagai daerah yang baru dimekarkan dari Kabupaten Tapanuli Utara, paparnya, mestinya putra-putra terbaik Humabahas diajak bemain fair dalam Pemilukada, bukan sebaliknya membatasi dengan berbagai cara.

Hal sama diakui S. Marbun, perantau asal Kecamatan Tarabintang yang sudah lama tinggal di Medan.

“Semakin banyak balon bupati yang bertarung, semakin banyak pilihan masyarakat. Dengan demikian masyarakat bisa memilih mana pimpinan yang mau membangun dan mana yang hanya mengumbar janji,” tuturnya.

Dia akan menggalang masyarakat Kecamatan Tarabintang yang ada di Medan untuk turun melakukan kampanye di kecamatan pemekaran dari Parlilitan itu untuk memberikan pencerahan politik kepada masyarakat.

“Keputusan memilih tetap kepada masyarakat, namun perlu diberikan pendidikan politik, sehingga tidak terbelenggu kepada oligarki kekuasaan yang tampaknya akan dibangun sekelompok orang saat ini,” tandasnya.

Masyarakat, paparnya, diajak agar tidak memilih pemimpin seperti itu, karena dikawatirkan lima tahun ke depan bupati seperti itu tidak benar membangun daerah. “Akan tetapi mengembalikan dana politik yang sudah dikeluarkan dengan melakukan korupsi dan mark up dan praktik lain yang tidak sesuai dengan peraturan dan undang-udang.”

Masyarakat yang memiliki hak pilih di Humbang Hasundutan, paparnya, harus cerdas agar tidak kecewa lima tahun ke depan. “Pilihlah pemimpin yang benar-benar mau membangun, bukan yang mau membangun oligarki kekuasaan,” tuturnya.(em)

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

8 Responses to Hindari Oligarki Kekuasan Di Humbahas, Tokoh Papatar di Medan Siap Turun Gunung

  1. James Manalu S.Hut

    1. Jangan jadikan Humbang Hasundutan kembali kejaman penjajahan dengan sistim politik pecah belah, dan jangan jadikan Humbang hasundutan seperti lumbung perpecahan antara kecamatan, marga dan Huta, tapi jadikanlah Humbang Hasundutan sebagai contoh Kabupaten yang demokratis yang tidak lupa kepada Dalihan Natolu. Humbang Hasundutan membutuhkan pemimpin yang religius dan yang mampu mendatangkan investor untuk menujang perekonomian rakyat dan mempunyai perencanaan pembangunan yang jelas untuk lima tahun kedepan. Humbang Hasundutan bukan membutuhkan pemimpin yang kerjanya hanya buat acara pelantikan dan membiarkan kemenyaan masyarakat direbut T P L. Lebih baik Kalah secara terhormat dari pada menang karena bagi-bagi uang.
    2. Saya tidak melihat jelas hubungan T P L dengan pembangunan di Kabupaten Humbang H.
    Tetapi saya lebih jelas melihat masalah yang ditimbulkan T P L terhadap Kabupaten Humbang Hasundutan. Untuk itu kita harus bersatu untuk tidak melepaskan lahan kemenyaa/haminjon untuk dikuasai T P L. Selamat Berjuang Kawan-Kawan.

    >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  2. sahat simamora

    hulala pemilukada di Humbahas harus dibatalkan, makdin melakukan kecurangan, yang dimotori donald sihombing, molo holan nasida numaen do ungang pola ro rakyat i tu TPS asa unang adong mamilih sombuma holan keluarga dohot antek-antek ni si makdin mamilih, ai molo dang adong 50 % pemilih sah berarti monang do naso mamilih, jadi molo tong pe si makdin bupati dang kuat legalitasna

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    Mr.damai:

    amang tahe Batahi.
    1. Dulu sebelum ada Humbahas, kia gabung dengan Taput, baru ke Tobasa, sekarang Humbahas. Marilah kita mengucap syukur dulu kepada Tuhan Yang maha Esa, karena kita sudah kabupaten sendiri.
    2. Soal Pembangunan di Humbahas.
    Humbahas berdiri masih seumur jagung, semuanya harus berangkat dari bawah. Tidak semudah membalikkan tangan langsung semuanya terbangun.
    apakah anda tahu APBD Humbahas berapa, darimana datangnya, dan dibuat kemana? Apa saja yg sudah dibangun di Humbahas selama Humbahas berdiri, bandingkan dengan sebelum Humbahas berdiri.
    Yang lebih Real lagi, coba anda bandingkan dengan kabupaten tetangga, Tobasa misalnya, apa yang telah mereka lakukan selama limatahun terakhir, bandingkan dengan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah Tobasa selama lima tahun.
    3. Korupsi.
    Apakah Anda pernah dengar Pimpinan Tobasa Korupsi? kapan, dimana, dalam proyek apa.
    4. Kolusi.
    Apakah anda pernah dengar Bupati Tobasa Kolusi?
    Penerimaan PNS di Tobasa sangatlah bersih. Kalau anda punya bukti dalam penerimaan CPNS baru2 ini ada yang kolusi dengan Bupati Humbahas, adukan saja, buka di forum, biar kita lihat bersama. Coba anda bandingkan dengan
    kabupaten Tetangga.
    5.Sumbangkan akal dan pikiran u/bangun Humbahas. Kalau kita tidak bisa memberikan masukan yang baik, paling tidak kita jangan jadi profokator yang
    kurang baik.

    Saya bukan yang berkepentingan diantara calon yang ber kompetisi. Tapi saya mendukung Kompetisi pilkada Humbahas, siapapun pemenangnya, kita dukunglah dia.
    Berikan masukan2 yang membangun.

    terimakasih.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  3. sahat simamora

    taema unang pola ro be tu TPS, tongnama ibana monang holan keluarga dohot antek-antekna pe moangnama, jadi molo saotik do suara na sah nang pe monang ibana alai legalitasna nunga hurangbe, alana matepe ibana annon tong do ra naeng bupati ibana annon di kuburan i

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

    Lora Simamora:

    Imada, molo binereng do pembangunan Humbahas selama 5 taon on sangat prihatin do, tarlumobi pembangunan dalan tu hutanta Pakkat. Hape kabarna sai maulak-ulak do Bupati Makdin tu Pakkat mandohoti na marpesta adat, na tubu-tubuan dohot akka accara na asing, nga sai songon paguluan ni horbo dalani alai ditutup do nakni simalolongna tu dalan i. Tu hamu akka damang dohot dainang, haha anggi sohot saluhut na, satahi ma hita asa marganti jolo Bupati di Humbahas on. Pemimpin baru ma jolo tapillit. Mauliate…Horas.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  4. Asniar hutagalung

    Dari dulu yang jadi masalah dan masalah yang sangat memprihatinkan tentang Pakkat adalah jalan Pakkat- D. Sanggul, mulai dari Kab. Taput sampai Humbahas, tetap tidak ada perobahan.
    Jadi bagi yang ingin menjadi Bupati Humbahas, yang paling gampang mengambil simpati masyarakat Papatar adalah perbaiki jalan ke Pakkat,

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  5. memang betul hian do i jalan pakkat to dolok sanggul sai hera parguluan ni horbo do..tu hamu massa ni SAPA unang pola ribut saonari…alai di pemilu on unang pola dohot hamu mamilih…lebih bagus tak ikut memilih dari pada penyesalan….

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  6. siapapun yang menjadi pemimpin daerah humbasa mari kita dukung yang penting pemimpin memperhatikan masyakatnya dari kota sampai desa kemudian diperhatikan pengembangan daerah yang bisa diakses lewat pembangunan jalan baru dan menambah daerah pertanian di sepanjang jalan yang dilewati seperti bisa di buat pembangunan jalan pakkat barus lewat siambaton julu karena daerah ini dapat dikembangkan pertanian kemudian kondisi medannya lebih baik dari tukka barus

    <<  |  <  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>