Gawat! Pelajar di Bandung Banyak Jadi PSK

BANDUNG (EKSPOSnews): Motif para pelajar di Bandung menjajakan dirinya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup yang semakin wah. Misalkan ingin membeli sepatu baru, handphone, ataupun pulsa, mereka rela tubuhnya dijamah para hidung belang.

Aktivis LSM Cemara Elly mengatakan dari 20 pelajar PSK yang diberikan penyuluhan mengaku menjajakan diri untuk sekedar membeli kebutuhan pribadinya. “Ya misalkan ingin beli sepasang sepatu, handphone, dan lainnya,” ujarnya di BMC, Jalan Aceh, Selasa (15/6).

Bahkan menurut Project Officer Save The Children Jabar Eko Kriswanto, ada di antara mereka rela hanya dibayar pulsa. “Misalnya pelajar butuh uang, ia akan mencari teman kencan. Atau seperti tukar barang, ada teman kencan yang cukup memberi pulsa bisa dapat bodynya,” katanya di tempat yang sama.

Menurut Eko, pelajar yang menjajakan diri ini saat ini tidak hanya tingkat SMA, siswa SMP pun ada.

Eko menambahkan, Save the Children telah bekerja sama dengan sejumlah LSM untuk menyelesaikan kasus eksploitasi seks pada anak. Eko menambahkan, dirinya takut pelajar jadi terjerus pada mucikari.

“Tugas LSM-LSM ini akan memantau hingga para pelajar tidak menjajakan diri, sebab kami khawatir pelajar ini akan menjadi incaran germo atau mucikari,” tuturnya.

Dari 200 wanita Penjaja Seks Komersial yang mendapat penyuluhan dari LSM Cemara 20 di antaranya diketahui berstatus pelajar yang tersebar di SMA di Kota Bandung. Sambil melakukan aktivitas menjajakan diri, mereka pun tetap aktif bersekolah seperti biasa.

“Dari 200 WTS atau pekerja seks yang kami beri penyuluhan, 20 di antaranya adalah pelajar SMA yang tersebar di Kota Bandung. Mayoritas, para pelajar tersebut saat ini duduk di kelas 3,” ujar Elly.

Usia dari 20 pelajar yang menjadi PSK tersebut berkisar 16 hingga 17 tahun. Kebanyakan dari mereka mengaku telah melakukan aktivitas seks sejak kelas 1 SMA hingga saat ini.

“Sampai saat ini mereka masih melakukannya (aktivitas seks menjual diri-red),” ujarnya.

Dia menyebutkan, 20 pelajar tersebut berasal dari golongan ekonomi tidak mampu. “Faktor ekonomi serta kebutuhan pribadi yang membuat pelajar itu terjerumus hingga mereka melakukan aktivitas tersebut,” paparnya.

Siapakah yang biasanya diincar untuk jadi teman kencan mereka? “Mereka mencari om-om, tetapi ada juga yang seusia mereka atau anak muda,” ujarnya.

LSM Cemara selama ini bergerak di bidang pencegahan narkoba, AIDS dan eksploitasi anak. Untuk melakukan penyuluhan, LSM tersebut mendatangi ke tempat mereka biasa mangkal.

Mayoritas dari 20 pelajar yang menjadi PSK masih tinggal bersama orang tua. Agar tidak diketahui, mereka hanya beroperasi satu hingga dua kali dalam satu bulan.

Aktivis LSM Cemara Elly menyatakan orang tua ke-20 PSK yang berstatus pelajar aktif ini tidak mengetahui perbuatan anaknya. Sebab, selama ini sambil menjajakan diri, mereka masih aktif sekolah.

Biasanya, mereka menjajakan diri pada malam hari. “Biasanya mereka keluar pukul 10 malam,” katanya.

Itu pun, kata Elly, tidak mereka lakukan setiap hari. “Paling dalam sebulan 1 hingga 2 kali,” katanya.

“Alasan mereka keluar malam untuk menjajakan diri, biasanya bilang ke rumah teman,” katanya.

Dalam berita sebelumnya, 200 wanita Penjaja Seks Komersial yang mendapat penyuluhan dari LSM Cemara 20 di antaranya diketahui berstatus pelajar yang tersebar di SMA di Kota Bandung. Sambil melakukan aktivitas menjajakan diri, mereka pun tetap aktif bersekolah seperti biasa. (dt)

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>