Flu Babi (Swine Flu)

Publikasi : tommy m j sihotang, dari berbagai sumber.

Masyarakat internasional kini siaga dalam mengantisipasi wabah flu babi. (Israel adalah negara yang menghindari istilah flu babi, karena binatang peliharaan ini termasuk yang diharamkan oleh Yahudi. Mereka menyebutnya sebagai Flu Meksiko, karena awalnya di Negara itulah ditemukan penderitanya dengan korban terbanyak). Dalam waktu hitungan hari, flu yang mulai mewabah di Meksiko itu telah merenggut nyawa ratusan jiwa dan dikhawatirkan penyebaran bisa terus berlanjut.

Secara keseluruhan, WHO menerima konfirmasi 79 kasus yang dipastikan flu babi. 40 Di antaranya terdapat di AS, 26 Meksiko, 6 Kanada, 2 Spanyol, 2 Inggris, dan 3 Selandia Baru. Kecuali di Meksiko, kasus-kasus di tempat lain tidak mengakibatkan kematian.

Saat ini lebih dari 15 ahli epidemiologi WHO telah dikerahkan ke Meksiko untuk membantu pemerintah mengatasi penyebaran penyakit tersebut. Mereka membantu mengumpulkan data baru untuk memastikan contoh virus tersebut di uji untuk mengenali lebih jauh penyakit baru.(detiknews)

Sejauh ini di Meksiko telah terjadi 26 kasus penyakit yang dipastikan disebabkan oleh virus H1N1 tersebut. Otoritas Meksiko menyatakan virus ini telah membunuh 149 orang, namun kecuali 7 kasus kematian, sisanya masih diselidiki.

Yang menjadi tanda tanya adalah, mengapa sejauh ini hanya di Meksiko kematian terjadi? Mengapa di negara lain infeksinya ringan? (Reuters).

Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Minggu 26 April 2009, menerbitkan informasi dasar mengenai flu babi dan penularannya. Selain itu WHO juga mengungkapkan cara mencegah penularan flu babi dan obat yang bisa menyembuhkan penderita. Di Indonesia sendiri, Pemerintah telah siaga di pintu-pintu masuk Indonesia, baik pelabuhan udara dan laut. Dana telah disiapkan sebanyak 43 Miliar, yang berasal dari dana pananganan flu burung (avian influenza).

Apa yang dimaksud dengan flu babi?
Flu babi atau influenza babi adalah pemyakit sistem pernapasan akut yang terjadi pada babi. Penyakit ini disebabkan virus influenza tipe A. Meski tingkat keparahan penyakit sangat tinggi, namun angka kematian terbilang rendah, antara satu hingga empat persen.

Virus dapat menyebar melalui udara, kontak langsung dan tidak langsung melalui babi pembawa virus yang tidak menunjukkan gejala flu. Virus ini berkembang sepanjang tahun dengan peningkatan pada musim gugur dan dingin.

Sebagian besar virus flu babi merupakan turunan virus H1N1, namun ada beberapa turunan virus ditemukan pada babi seperti H1N2, H3N1, H3N2. Babi juga dapat terinfeksi virus flu burung
dan flu manusia. Virus-virus itu bahkan dapat menyerang secara bersamaan dan menciptakan mutasi rantai virus baru. Meski virus babi biasanya menyerang babi secara spesifik, terkadang virus ini juga menginfeksi manusia.

Di mana kasus infeksi virus flu babi terhadap manusia terjadi?
Sejak penerapan Regulasi Kesehatan Internasional pada 2007, laporan datang dari Amerika Serikat (AS) dan Spanyol.

Bagaimana manusia bisa terinfeksi?
Penularan flu babi ke manusia terjadi melalui babi yang terinfeksi, biasanya terjadi pada manusia yang jarang berhubungan langsung dengan babi. Transmisi antarmanusia memang telah terjadi namun hanya terjadi di kelompok tertutup.

Apakah produk olahan daging babi aman dikonsumsi?
Aman. Flu babi tidak menular melalui daging babi yang telah diolah dengan baik dan benar. Virus flu babi mati pada suhu 70 derajat Celsius.

Di negara mana virus flu babi banyak ditemukan?
Otoritas Kesehatan Hewan Internasional tidak memiliki data pasti sebaran virus ini sehingga wilayah distribusi internasional melalui hewan tidak diketahui. Penyakit ini dikategorikan endemi di AS. Penyebaran virus flu babi juga terjadi di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa (termasuk Inggris, Swedia, dan Italia), Afrika (Kenya), dan Asia timur (China dan Jepang).

Bagaimana dengan resiko pandemic (wabah)?
Manusia yang jarang atau tidak pernah melakukan kontak langsung dengan babi tidak memiliki imunitas yang bias mencegah infeksi virus flu babi. Jika virus ini sudah bisa menular antarmanusia, pandemi influenza bisa terjadi. Dampak pandemi sangat sulit diprediksi. Hal ini bergantung kepada kekuatan virus, dan imunitas manusia.

Apakah ada vaksin yang dapat melindungi manusia dari virus flu babi?

Tidak ada. Sementara itu belum diketahui efektivitas vaksin virus flu biasa mengatasi flu babi. Ini disebabkan cepatnya perubahan rantai virus influenza. Maka WHO membutuhkan
banyak sampel virus untuk mendapatkan vaksin yang bias membunuh berbagai jenis virus.

Apa obat yang bisa digunakan untuk pengobatan?
Selama ini sebagian besar penderita flu babi dapat disembuhkan tanpa perawatan medis atau obat-obatan antiviral. Obat antiviral untuk influenza musiman dapat digunakan untuk mencegah dan mengobat pasien. Obat ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu adamantanes (amantadine dan remantadine) dan antineuraminidase influenza (oseltamivir dan zanamivir).

Namun sejumlah virus flu mengembangkan resistensi terhadap obat antiviral sehingga mengurangi efektivitas obat dan perawatan. Virus flu babi yang berkembang di AS diketahui sensitif terhadap oseltamivir dan zanamivir namun imun terhadap amantadine dan remantadine.

Saat ini informasi yang ada belum cukup untuk membuat rekomendasi penggunaan antiviral dalam mencegah dan menangani infeksi flu babi. Petugas medis harus membuat keputusan berdasarkan kondisi pasien dan penyebaran virus di wilayahnya. Di Meksiko dan AS, pemerintah merekomendasikan penggunaan oseltamivir dan zanamivir.

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

8 Responses to Flu Babi (Swine Flu)

  1. Depkes Siapkan Langkah-langkah Hadapi Flu Babi.

    Departemen Kesehatan Indonesia menyiapkan sejumlah langkah, menyusul merebaknya virus flu babi di Meksiko, yang telah menelan puluhan korban jiwa. Salah satunya adalah menyiagakan seluruh pintu masuk menuju Indonesia dengan memasang alat pemindai suhu tubuh, guna mencegah masuknya virus dari negara luar.

    Pemasangan alat pemindai suhu tubuh antara lain dipasang di Bandara Sultan Hasanuddin Makasar, Sulawesi Selatan. Alat itu dapat mendeteksi suhu tubuh seseorang yang sangat tinggi. Jika dicurigai membawa virus flu babi, orang tersebut akan dibawa ke tempat karantina dan dilarang masuk ke wilayah Indonesia.

    Secara umum, gejala flu babi mirip dengan influenza biasa, seperti nyeri sendi dan radang tenggorokan. Namun jika gejala tersebut disertai panas tinggi lebih dari 40 derajat Celcius, sesak nafas, mual disertai muntah, diare hingga dehidrasi, maka patut dicurigai hal itu merupakan tanda berjangkitnya flu babi. Bila sudah begini, segeralah pemeriksakan diri ke dokter.

    Sejauh ini, belum ada vaksin yang dapat mematikan virus flu babi atau H1N1. Sebagai upaya pencegahan, masyarakat dapat menempuh beberapa langkah sebagai berikut:

    - Biasakanlah cuci tangan sebelum/setelah melakukan aktifitas.
    - Hindari cuci tangan ala kadarnya dan usahakan mencuci tangan dengan sabun selama 15 hingga 20 detik.
    - Gunakan tissue untuk membersihkan mata, hidung, mulut, jangan gunakan tangan kosong.

    Indonesia sendiri kini sudah dalam posisi lampu kuning dalam menanggapi flu babi. Sebagai negara endemik flu burung, kali ini Indonesia tidak boleh kecolongan lagi dengan masuknya virus baru tersebut. Jika anda memiliki laporan kecurigaan tentang flu babi, silahkan hubungi Departemen Kesehatan Bagian Penyakit Menular, di nomor telepon (021) 425 7125.

    Gejala flu babi:
    -Panas tinggi > 40 derajat celsius
    -Kelelahan yang berlebihan dengan atau tanpa -sakit kepala
    -Mual yang disertai muntah
    -Sakit kepala
    -Nyeri sendi
    -Gangguan pernafasan
    -Sinusitis
    -Diare yang disertai dehidrasi

    Sumber : APTN

    Pencegahan flu babi:
    1. Cuci tangan dengan sabun selama 15 – 20 detik
    2. Bersihkan tangan dengan gel antiseptik berbahan dasar alkohol
    3. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut
    4. Gunakan tisue jika bersin dan batuk
    5. Jangan lupa buang tissue langsung ke tempatsampah

    Sumber: Center for Disease Control and Prevention (CDC)

    Info Virus Flu Babi
    Hotline Depkes
    (021) 425 7125

    Semoga berguna…Horas !

    >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  2. Risma Panjaitan

    Langkah-langkah menghadapi Babi
    1. Boan Lambut-lombut na gajjang
    2. Boan Batu danggur-danggur unang jonok Babi i
    3. Martabuni Tu batang ni hau unang dibereng
    4. Nanget-nanget mardalan unang dibege
    5. Hatop-hatop marikkati sosanga di allakkon annon.
    Hehekwakakkakak.. songonido najolo mangatasi Flu Babi unang terjangkit..
    Unang stressss membahas Flu babii gabe lomos dht iba.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  3. itenggggggggggggggg hamuna, ai namarhua do huroa asa ikkon marikkati iba hehehehe

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  4. Risma Panjaitan

    Babababa.. ai namullop doho Opung… ido cara mangatasi Babi di Pakkat najolo tikki masa-masa nami anggo masa muna nungga mabiar be babi tuhamu anggo hami najolo ibado mabiar tu Babi ikkon mamboan lombut-lombut do… ala huikuti do Perkembangan ni Flu Babi on di Berita manang di Koran.. gabe dht do iba mabiar.. tung martangiangbe ma asa unang sahat tu Indonesia on…Firus nai.. lopma holan firus ni gota Kattal na di Pakkat ima. kwkwakakak

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  5. Sumber: detiknews

    WHO umumkan penghentian istilah FLU BABI / SWINE FLU.

    Jenewa – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan penghentian istilah ‘flu babi’. Ini dilakukan karena istilah ‘flu babi’ telah menimbulkan kesalahpahaman hingga menyebabkan negara-negara melarang produk daging babi dan memerintahkan pembantaian hewan babi.

    Perubahan kebijakan WHO ini terjadi sehari setelah Mesir mulai melakukan pembantaian ribuan babi sebagai upaya keliru untuk mencegah flu babi.

    “Daripada menyebut ini flu babi… kami akan berpegang pada nama ilmiah teknis influenza H1N1,” kata juru bicara WHO Dick Thompson seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (1/5/2009).

    Virus flu babi memang berawal dari babi namun virus flu yang mewabah kali ini merupakan virus strain baru yang memiliki gen dari virus manusia, burung dan babi. Para ilmuwan tidak mengetahui bagaimana sebenarnya virus ini berpindah ke manusia. Ditegaskan WHO, dalam wabah yang melanda saat ini, virus tersebut disebarkan dari manusia ke manusia, bukan dari kontak dengan babi.

    Mesir telah mulai membantai sekitar 300 ribu ekor babi di negara itu meski para pakar mengatakan bahwa flu babi ini tidak terkait dengan babi dan tidak menyebar dengan memakan daging babi.

    Di Paris, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) menyatakan, sejauh ini “tak ada bukti infeksi flu pada babi ataupun manusia yang terinfeksi langsung dari babi.”ita/nrl)

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  6. Bursik ma na roa! serius iba manjaha komentar, bage mate hian ahu mekkel. Hualami do pengalaman mi Ito Risma (molo so sala) br. Panjaitan. pengalaman mi tikki hapea dope pudi ni si osmar situmorang ai huida do i najolo. Bolo au di Sijarango, di Laksa, di Sibokkare (7bokka2) dohot di Pulo Bali hualami do i. sarupa do responmu taringot tu magin-magin ni babi on dohot halak Mesir. Di Mesir dipamatei akka babi ala masa magin-magin ni babi. Ia hita ta tanggapi magin-magin nai dohot cara boha asa unang diboto babi i hita lao manaruhon lobi-lobinta i tu pudi-pudi an. Je bage dang dakotan suplemen pinahanta i. bage mura magin-magin. Alai tutu doi unang be sai tataringoti i bage sundat annon akka dongan maradat. ta tangiakkon ma asa dao ma sidao-dao akke! horas

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  7. Ricardo ap Marboen/ Edo

    Cara mengurangi penyebaran FLU BABI, on do :

    Toe, “KASING BE BABINA”. asa unang laho be akka pinahan i MANGAROBE-BOBE.

    Hahahaha…………

    Horas Jala Gabe, Tetap Semangat dan GBU, Amen

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  8. Sumber : Kompas
    Senin, 10 Agustus 2009

    JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga 9 Agustus 2009, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Depkes melaporkan hasil konfirmasi laboratorium positif influenza A-H1N1 sebanyak 80 orang, terdiri dari 32 laki-laki dan 48 perempuan. Total kasus positif influenza A-H1N1 di Indonesia 711 kasus.

    “Tambahan 80 kasus itu semuanya berkewarganegaraan Indonesia,” kata Agus Purwadianto, Kepala Badan Litbangkes Depkes di Jakarta, Senin (10/8).

    Dijelaskan, tambahan kasus baru berasal dari tujuh provinsi, yaitu: Jawa Tengah (22 orang), Jawa Timur (43 orang), Kalimantan Barat (2 orang), Lampung (2 orang), Nanggroe Aceh Darussalam/NAD (2 orang), dan Riau (1 orang).

    Sementara itu, Tjandra Yoga Aditama, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes, menambahkan, sampai saat ini sudah 22 provinsi yang mempunyai kasus positif influenza A-H1N1.

    Secara kumulatif kasus positif influenza A-H1N1 sampai 9 Agustus 2009 berjumlah 771 orang, terdiri dari 425 laki-laki dan 346 perempuan, serta 3 orang di antaranya meninggal dunia.

    Rinciannya, DKI Jakarta: 245 orang, Bali 40 orang, Banten:115 orang, Jawa Barat 65 orang, Jawa Timur 109 orang, Jawa Tengah 35 orang, Sumatera Utara 18 orang, Sumatera Selatan 2 orang, Kepulauan Riau 5 orang, Yogyakarta 14 orang, Kalimantan Timur 10 orang, Sulawesi Utara 8 orang, Kalimantan Selatan 36 orang, Sulawesi Selatan 4 orang, Jambi 1 orang, Riau 24 orang, Kalimantan Tengah 3 orang, Lampung 28 orang, Kalimantan Barat 3 orang, NTB 1 orang, NTT 1 orang, dan NAD 2 orang.

    Sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO 11 Juni 2009, di seluruh dunia sampai 4 Agustus 2009 dari 168 negara yang melaporkan kasus influenza A-H1N1 tercatat 162.380 kasus positif. Sebanyak 1.154 di antaranya meninggal dunia (CFR = 0.71).

    “Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda-benda yang pernah bersentuhan dengan penderita, karena itu penyebarannya sangat cepat,” kata Tjandra Yoga.

    <<  |  <  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>