Beberapa hari terakhir ini, sejak saya dapat sebuah proposal dari beberapa rekan milis, menjadi bahan pemikiran bagi saya. Begitu banyak hal kecil yang sebenarnya bisa dilakukan untuk masyarakat kampung halama kita, Pakkat. Sebelumnya tak terbersik dlam angan, berbuat sesuatu untuk masyarakat pakkat, dan memng belum ada wadah untuk melakukannya. Juga kalau dilakukan sediri, sepertinya butuh waktu, tenaga dan pemikiran yang ekstra.
Sebagaimana telah saya sampaikan ke forum lewat milis Pakkat@yahoogroups, bahwa berbuat sedikit di dunia pendidikan untuk massyarakat Pakkat, adalah merupakan program yang bisa dilaksanakan oleh FIP sebagai pewadahnya. Banyak potensi yang dimiliki oleh anngota Milis yang nantinya bisa dimaksimalkan. Saya menjadi tertantang untuk mengajak dan emmotori rekans disini, supaya memberikan sedikit perhatiannya, khususnya didunia pendikdikan. Membantu anak didik SMU, di Pakat merupakan hal yang sangat penting kita laksanakan saat ini. Ada dua event yang akan segera dilalui adek-adek SMU dipakkat di beberapa bulan kedepan. Sebutlah UAN dan SPMB, merupakan momok yang menakutkan bagi mereka mengingat standard kelulusan yang diterapkan oleh Depdiknas saat ini bisa dikategorikan tinggi.
Ada beberapa anggota milis Pakkat yang kebetulan begelut dibidang pendidikan ini, sebut saja lae Franky Tobing, lalu ada Kakak (baca ; istri) Hardi Purba, Arnold LG, dan saya yakin beliau-beliau ini sangat mau mewmbantukita membuat satu program yangbisa membantu adek-adek SMu di Pakkat. Bicara masalah teknik pelaksanaanya, bisa kita rembukkan bersama, dan tentunya harapan saya nantinya, kita bosa belkerja sama dengan Mahasiswa-mahasiswa dari Pakkat yang ada di Medan sebagai Pelaksana dan juga koordinasi dengan guru-guru SMU di Pakkat.
Seandainya tidak bisa kita laksanakan untuk tahun ini, mengingat UAN sudah didepan mata, masih ada tahun depan, dan akan mandaji rencana yang cukup matang nantinya.
Sengaja topik ini saya sampaikan ke forum untuk kita rembukkan bersama, karena program ini tidaklah memakan biaya yang banyak dan saya oikir kita snggup melaksanakannya.
Silahkan ditanggapi supaya bisa kita bawa sebagai bahan diskusi kita bulan depan.
Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:
Nah… temans-temans.. Dunia pendidikan di pakkat seperti yang kita ketahui pergerakannya sudahlah semakin membaik untuk ukuran kecamatan tertinggal dibanding jaman kita dulu, dan kita harapkan dengan bantuan temans-tamans kedepannya akan semakin membaik, memang jika kita bandingkan dengan pendidikan di perkotaan sangatlah tertinggal, tapi tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk melakukan perubahan ataupun peningkatan pendidikan tersebut. Karna dimikian kemudian saya berfikir apa yang dapat kita lakukan saat ini untuk dunia pendidkan tersebut? pendidikan maupun curikulum sudahlah mereka (adik-adik yang masih sekolah) jalani dengan baik. tapi apakah kita pernah berfikir “Apakah mereka semua tau, Kemana mereka pergi setelah selesai pendidikan dari Pakkat, baik yang lulus SMU,atau SMK. Lebih tepatnya saya bertanya begini” Apakah mereka sudah paham tentang dunia Kerja?” dan apa saja syarat2 yang dibutuhkan didalam dunia kerja. Karna kebetulan saya berkecimpung di dunia kerja dan penempatan, pada saat interview orang2 dari pakkat baik yang lulus dari SMU Pakkat ataupun perguruan tinggi medan/jakarta, sangatlah minim pengetahuan mereka tentang dunia kerja, sehingga kurang bisa untuk mempersiapkan diri mereka dalam manghadapi dunia kerja itu sendiri, baik dari segi pengetahuan maupun mental. Untuk itu saya ingin meminta kesediaan dari taman2 untuk mengumpulkan segala informasi kerja yang kira-kira dapat kita gambarkan kepada adik-adik Pakkat yang belum lulus dan bagaimana cara-cara untuk mempersiapkan diri untuk hal tersebut, dan kita kemas dalam bentuk Bimibingan karir tambahan. Kenapa tambahan? karna sepengetahuan saya di SMA saya waktu dulu sudah ada Pelajaran Bimbingan Karir.
[Balas...]
Yah..ima attong sulitna molo sai diubah ubah pemerintah kurikulum i.
Molo iba sandiri naujui habis sikkola ikkon adong do kewajiban niba tong karejo di jabu manang tu ladang holan mangalap soban pe.
Saonari remaja remaja i mulak sikkla pittor lao d tu sikkola na paduahon tu bilyard.
Holan parbilyard i ma na karejo jala marhepeng.
Ide na denggan do i ito, alai boha tabahen merealisasikan??
[Balas...]
Memang ido susahnya tutu pelaksanaan pendidikan di negarantaon, ganti menteri, ganti tong kurikulum pendidikanna, alani i dohot bukku-bukkuna pe ingkon diganti, Hape najolo ndang songon i, sude do halak SD manjaha “AMA NI OGOL, SI RINGKOT-RINGKOT, LEANG-LEANG NI SI HUMALA, DI DOLOS MOTOR,—->>onma saotik kutipanna, POP.POP.POP.POA,….POP.POP.POP.POA…….DIDOLOS MOTOR, Pistak do si Bonar tu bondar-bondar i,… dst) onma sada contoh buku sijahaon Karangan ni AMANI ULI. memang kemajuan ilmu pangetahuan perlu diadaptasi, alai unangma nian terlalu progressif untuk mangganti-ganti angka buku-buku wajib—> berbeda tiap tahun ????? wah,wah.wah… ai bage pusing do angka natua-tua dibahen i, ai ingkon terpaksama tuhoronna buku naimbaru (ndang songon na jolo, manurat pe pakke GEREP do) hape asing dope hepeng laho manuhar buku SELE-SELE manang BUKU GURAM, alani i bage sundat ma par SMP Negeri 1 Pakkat manuhor LAPPET BENTI, KUE TALAM, GORENG GADONG manang POCCAL NI inanta NAI MURPI .
Nah, untuk mendukung program peningkatan pendidikan di hutanta (PAKKAT) mari kita bentuk suatu perencanaan untuk merealisasi bentuk bantuan. Sebagai informasi, Pada tiap tahun anggaran di setiap BUMN, biasana adongda disediakan Dana untuk Bantuan Bina Lingkungan, biasanya untuk anggaran dalam 1 (satu) tahun Totalna sekitar 2 % dari Total Laba dalam tahun yl. Molo ta bayangkon do nuaeng Total Laba dari satu BUMN, Rp. 500 Milyar, berarti ada anggaran yang tersedia (berkisar Rp.10 M), Dana Sian anggaran on, akan di bagi/sebar ke berbagai lingkungan masyarakat. Kita tidak perlu berkhayal untuk kebagian Ratusan juta atau Milyaran rupiah, cukup dibawah sepuluh Juta atau Puluhan juta rupiah saja, jika dari sumber yg banyak atau kalau setiap tahun dapat, tentu sudah akan sangat bermanfaat untuk mendukung kemajuan di hutanta PAKKAT NAULI I. Saat ini, saya sedang mencoba untuk mengajukan pencairan dana tersebut dengan program untuk pembelian Komputer yang akan disumbangkan ke SMP Negeri 1 Pakkat. (mudah2an dapat terealisir). Molo berhasil do on, kita akan coba ke BUMN lainnya untuk mendukung sekolah-sekolah atau pembinaan lingkungan lain di hutanta. Horas Jala Gabe, Tetap Semangat dan GBU.Amin.
[Balas...]