By Ruli Hariati
publikasi: Lisbert Tumanggor
Untuk memahami lebih jauh bagaimana desa tukka, mungkin dengan tulisan saya ini dapat membantu pembaca untuk mengenal desa tukka. Dalam tulisan saya ini saya menceritakan tentang unsur- unsur kebudayaan masyarakat di desa tukka. Saya mohon maaf jika tulisan ini kurang lengkap dan juga penulisannya kurang sempurna. Sekali lagi saya minta maaf jika ada kekurangan.
a. Desa Tukka Desa Tukka adalah bekas jajahan belanda. Desa Tukka terdiri dari tiga wilayah yaitu wilayah tukka toruan, tukka greja yang sering juga disebut dengan tukka julu dan tukka ambobi. Disebut desa tukka greja karena greja yang paling besar di Tukka didirikan ditempat itu. Sedangkan disebut tukka toruan karena tukka toruan adalah tempat yang pertama kali dapat jika orang datang kecamatan menuju tukka.Dulunya tiga wilayah merupakan suatu desa, namun tahun 2006 Tukka ambobi memisahkan diri dengan membentuk sebuah desa Tukka Ambobi.. Sedangkan dua wilayah tersebut masih merupakan suatu kesatuan Desa yaitu Desa Tukka Dolok.
Desa tukka merupakan daerah perbatasan antara tapanuli utara dengan tapanuli tengah. Desa tukka toruan di kuasai atau perkampungan oleh marga pardosi, tukka greja dikuasai oleh marga marpaung dan tukka ambobi di kuasai oleh marga pane. Namun telah banyak marga pendatang lainnya yang bertempat tinggal di desa tersebut. Masyarakat desa tukka adalah suku batak toba dan bahasa yang dipakai oleh masyarakat adalah bahasa batak toba.
b. Sistem pemerintahan Sistem pemerintahan di Tukka seperti halnya desa dijawa yaitu desa dipimpin oleh kepala desa yang dipilih oleh warga. Sekarang ini desa Tukka Dolok dipimpin oleh J.sitohang dan berdomisili di Tukka Greja. Setiap wilayah yaitu tukka greja dan tukka toruan diawasi oleh keplor. Dan semua masalah yang ada dalam masyarakat diselesaikan oleh keplor dan para pengetua yang diundang oleh keplor. Sistem pemerintahan yang dipimpin oleh raja masih digunakan didalam masyrakat tukka yaitu pada saat dilakukannnya upacara – uapacara yang penting dalam masyarakat, misalnya upacara perkawinan, upacara kematian dan upacara lainnnya.
c. Sistem perekonomian Mata pencaharian yang terdapat di Desa Tukka pada umumnya adalah bertani. Dan biasanya yang pergi keladang unutk mengurus ladang mereka atau sawah adalah perempuan. Laki – laki di Desa Tukka pada umumnya bekerja sebagai deres getah ( sering disebut oleh warga mangguris ) dan menjadi penopang perekonomian keluarga setiap minggunya. Pajak di kecamatan Pakkat terjadi sekali seminggu yaitu pada hari senin.
Dari hasil pengamatan saya para setiap hari senin pagi masyarakat menjual getah – getah mereka kepada pembeli yang datang dari pakkat yang disebut toke getah. Harga getah sewaktu – waktu dapat berobah. Tergantung dari harga yang ditawarkan oleh pembeli. Selain mata pencaharian diatas, pekerjaan lain yang dilakukan oleh masyarakat adalah berkebun salak dan kopi coklat. Namun sangat disayangkan bahwa harga salak tidak sesuai dengan jerih payah masyarakat. Harga salak di Tukka adalah Rp 30.000,- perkarung atau bahkan bisa RP 10.000/ karung . Sehingga banyak petani salak menebang salaknya dan menngantinya menjadi kebun kopi Coklat, karena mereka menganggap berkebun coklat lebih mudah dari pada salak dan harga coklat jauh lebih tinggi dari pada salak. Di desa tukka pekerjaan bukan hanya sebagai petani atau berkebun saja melainkan juga berwiraswata seperti berdagang, menjahit dan pekerja musiman diwaktu – waktu tertentu, misalnya waktu musim tanam padi, dan panen.
d. Sistem religi Agama yang terdapat di desa Tukka adalah kristen protestan yaitu HKBP ( Huria Batak Kristen Batak Protestan ) yang menjadi agama mayoritas dan agama katolik monoritas. Di desa tukka, greja HKBP ada tiga buah antaralain berada di tukka toruan, tukka greja dan tukka ambobi. Sedangkan greja katolik hanya satu yang berada di tukka greja. Namun akhir – akhir ini telah dibangun greja protestan lainnya yaitu greja pentakosta. Masyarakat desa tukka masih mempercayai kekuatan gaib yang sewaktu – waktu dapat mendatangkan musibah seperti penyakit atau musibah pada padi – padi masyarakat. Masyarakat percaya bahwa jika ada masyarakat yang sakit dapat disembuhkan oleh dukun. Tetapi pada zaman sekaang telah masarakat terlebih dahulu berobat ke rumah sakit. Dan jika tidak sembuh maka dilanjutkan dengan berobat tradisional.
e. Sitem adat – istiadat Adat istiadat di desa tukka seperti halnya orang batak toba. Ikatan kekerabatan masih sangat kental. Semua warga masyarakat masih kenal satu sama lain. Dalam upacara adat perkawinan dilakukan di tempat pihak laki – laki kecuali adanya perminttan dari pihak perempuan untuk melakukan upacara perkawinan di pihak perempuan. Sebelum melakukan upacara perkawinan terlebih dahulu dilakukan marhusip yaitu diskusi yang dilakukan oleh pihak laki – laki dan perempuan atas adanya niat anaknya untuk membentuk rumah tangga yang baru dengan anak perempuan mereka. Setelah marhusip selesai dilanjutkan dengan mangalap ari yaitu membicara kan kapan upacara perkawinan dilakukan dan berapa sinamot yang ditawarkan oleh laki- laki terhadap anak perempuan mereka. Dan kemudian dilanjutkan dengan upacara perkawinan. Berbeda dengan adat perkawinan orang batak toba pada umunya di desa tukka dikenal dengan todoan yaitu hadiah yang akan diberikan oleh pihak laki – laki kepada ibu dari perempuan tersebut sebagai hadiah atas mengandung dan merawat anak peempaun mereka yang akhirnya akan masuk menjadi anggota keluarga laki – laki.
Upacara – upacara kematian di desa tukka dilakukan dengan pihak yang kemalangan memberitahukan kepada semua sanak familinya dan dilakukan perundingan apakah dilakukan diiringi gondang atau tidak atau yang disebut dengan marondas. Orang meninngal yang diondasi ( diiringi dengan gondang ) adalah jika anak – anaknya semua telah menikah. Jika orang yang meninggal adalah anak -anak yang telah berusia satu minggu akan di berikan baptisan oleh pendeta dan telah dapat dikuburkan di pemakaman umum. Namun jika bayi belum berusia satu minggu atau meninngal saat dilahirkan biasanya tidak ada upacara yang dilakukan dan dikuburkan dibelakang rumahnya atau di dapur yang masih terbuat dari tanah. Pada zaman dulu sebelum masuknya agama, bayi yang berusia satu minggu atau ibu yang meninggal saat melahirkan tidak dilakukan uapacara kematian seperti sekarang meainkan dibuang ke sungai. Karena dianggap akan membawa malapetaka bagi keluarga. Jika keturunan dari orang yang meninggal berlimpah rejeki, biasanya mereka akan memperbaiki kuburan dengan bagunan yang bagus atau yang disebut dengan tambak. Dan bahkan sering menyatukan kuburan nenek moyangnya dalan satu tambak yang bagus dengan melakukan suatu pesta.
Upacara lain yang dilakukan di desa tukka adalah pada saat musim tanam yang akhir – khir ini tidak lagi di jalankan oleh masyarakat. Upacara yang dilakukan adalah mendokan kepada Tuhan agar diberkati dan dilindungi tanaman padi mereka. Disini kepemimpinan raja dapat terlihat dimana orang yang pertama sekali menanam padi adalah raja yang kemudian diikuti oleh masyarakat di belakamg hari.
Untuk mengawali sesuatu pembicaraan atau mengutarakan pendapat, biasanya memulai dengan tutur kata “Santabi”. Perkataan sedikit ini sangat besar pengaruhnya dalam suatu momen percakapan bukan saja dalam acara adat, bahkan juga dalam hidup sehari-hari. Misalnya disaat kita melintasi seseorang untuk mendahului di suatu tempat pertemuan, atau kalau kita berjalan di hadapan seseorang, wajar kita mengucapkan kata “santabi”. Bahkan pada suatu tempat dimana tempat itu dianggap keramat, sering terdengar ucapan: “santabi da oppung”. Dengan ucapan itu ada keyakinan roh yang menghuni tempat tersebut tidak merasa tersinggung, sehingga tidak mengganggu kita.
catatan admin :
artikel ini adalah untuk menambah kazanah pengetahuan kita tentang Tukka…..dimanakah Tukka??
!--column-->
Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:
Tulisan yang bagus, dan terima kasih kepada penulisnya. Bisa menambah pengetahuan kita tentang Desa Tukka, dan menambah tulisan-tulisan ttg Kec. Pakkat. Sedikit masukan dari saya adalah satu hal yang sangat penting dari desa TUKKA adalah ttg factor sejarah. Tukka sangat dikenal orang bahkan dibeberapa PETA, nama TUKKA masuk padahal Pakkat sendiri sebagai ibukota Kecamatan tidak tercantum. Mengapa? Karena Desa Tukka ini diperkirakan sudah ada ratusan tahun umurnya. Ingat sejarah Kota Barus yang sudah ada sebelum masehi? Tentu saja, Barus sebagai kota perdagangan ditopang oleh hasil-hasil perdagangan dari bagian pedalaman Tapanuli yang kemungkinan besar melalui Pakkat/Tukka, menuju TAPIAN NAULI dan kemudian ke Barus.
Factor sejarah tentang Tukka ini juga bisa dibaca pada tulisan-tulisan di pakkatnews ini yang berjudul:
1.SEJARAH PAKKAT
2.Negeri Rambe: Persimpangan Peradaban
Selain factor sejarah, hal lain yang bisa dituliskan tentang Tukka adalah alamnya yang indah, tempat pemandian yang sejuk, penduduk yang ramah, logat bahasa, para perantaunya dan lain-lain
Horas jala mauliate.
[Balas...]
mauliate ma atas saran nai…
[Balas...]
Cilap mata mago calak
molo saonari
Cilap mata mago sokalat
Sada ciri khas ni Tungka, molo leter “S” digatti gabe leter “C” suang songoni do dohot sebalikna, molo leter “C” digatti gabe leter “S”
ha ha ha ……..
just kidding. iteeeeeeeeng…. ah!
[Balas...]
dugaan saya sementara ini adalah, tukka toruanlah yang pertama sekali menjadi pemukiman dan merupakan perkampungan tertua, tentu mengambil contoh pemukiman batak toba sesuai tempat asalnya dan merupakan tempat mukim bagi kalangan marga (pardosi) untuk mendapatkan perlindungan bersama atau saling melindungi sejak zaman dahulu kala (zaman belanda).
beratus tahun kemudian muncul desa lain dise kelilingnya dan diberi nama tukka gereja yang penghuni dominannya adalah marga marpaung dan tukka ambobi dominan dihuni oleh marga pane
sekalipun penduduk pertama tukka adalah dari toba, namun mereka berakulturasi dengan masya rakat disekelilingnya membentuk masyarakat desa tukka yang merupakan perbatasan tapanuli tengah dan tapanuli utara dahulu dan sekarang humbahas.
saya setuju bila dikatakan bahwa tukka sama tuanya dengan barus, desa yang merupakan daerah hinterland barus zaman pada era kejayaannya dahulu kala, mulai abad ke 7.
[Balas...]
Dan biasanya yang pergi keladang unutk mengurus ladang mereka atau sawah adalah perempuan. Laki – laki di Desa Tukka pada umumnya Dilapo( sering disebut oleh warga Parmitu ) dan menjadi Penguras perekonomian keluarga setiap minggunya.
Nga jippian i dah hahahaha
Pisss
[Balas...]
Kagum terhadap Daerah asal usulnya adalah hal biasa sebaliknya tidakbanyak orang yang yang benci terhadap daerah asalnya. Harus diakui rasa prihatin itu sangat mendalam melihat situasi Tukka saat ini dan akan datang padahal sejarah menceritrakan Tukka adalah Desa Tua yang pada awalnya dihuni Marga Pardosi, konon memiliki kesaktian. Tidak ada salahnya berargumen kesaktian itu menyebabkan keturunannya terbelakang, namun perlu di telaah.
[Balas...]
Tamba Syahlan:
May 29th, 2010 | 19:46
horas kueni bohado khabarmu lae sai anggiat ma sehat sehat dohot keluarga dison / nunga leleng hita dang pajumpang tetap do masihol iba tu lae hampir tiap taon do au lae mulak tu huta holan lao mamereng bara ni etet mi nadinapai bohado kabarni pandayo molo adong waktum sms au +819011251156 adress yokohamashi asahiku sakon yama 448-4 sakon yama danchi 8-7-503japan horas tondi madingin pir tonndi matogu mauliatema
[Balas...]
@Darman Pardosi
membandingkan perikehidupan masyarakat dimasa lalu dengan kehidupan masa kita sekarang ini sampai masa yang akan datang memang akan terlihat bahwa banyak budaya lama, adat istiadat dan kebiasaan lama , berikut segala kesaktian yang menyertainya tergerus oleh kemajuan zaman.
akhir maret lalu saya naik kenderaan umum dari pakkat menuju manduamas hanya sepintas, melintas dijalan raya didepan tukka toruan, lalu seseorang diatas motor mengatakan kepada saya inilah simpang masuk kedalam ke tukka toruan, tidak berapa lama kemudian kita melihat tukka ambobi dan tukka gereja mempunyai posisi lebih dipinggir jalan.
dari pengamatan saya selama melakukan perjalanan dengan kenderaan umum dari pakat-manduamas-barus-sorkam-kolang-sibolga, akhir maret yang lalu saya berkesimpulan bahwa, desa-desa yang relatif baru terasa lebih cepat perkembangannya dibandingkan dengan desa lama.
mengapa?, karena penghuninya adalah orang baru semua, tatanan sosialnya baru, dan manusian-manusianya lebih muda-muda ketimbang pemukiman lama, arsitektur rumahnya lebih mengikuti trend, dari bahan yang baru dan lebih permanen (seng, beton), diperkampungan lama mereka masih menggunakan apa yang dahulu mereka gunakan seperti kayu, papan, atap rumbia dsb,
kesimpulan sementara adalah, kemajuan pemukiman yang baru, berkembang lebih progressif dibandingkan pemukiman lama. Atau dari luar, secara materiil kelihatan lebih maju, spirituilnya kita tidak tahu, perlu pengamatan lebih lanjut.
salam
zul azmi sibuea
[Balas...]
Darman Pardosi, horas.
Yakin ma hamu,datung kesaktiani pangambati.Ise nasakti ise terbelakang.Kesaktian justru memacu ke posisi depan. Adong teorim naasing?
Keprihatinanku tu kondisi di huta nami onma:
Budaya-adat dianggap kolot dan ditinggal,yang moderen dikejar tak perduli sesuai atau tidak.Akar budaya dari leluhur tidak didukung orangtua dan generasi muda.Regenerasi gagal.
Falsafah Dalihannatolu makin kabur.Gondang ditendang,diganti keyboard.”Amang pargual-pargonsi”,disahut efeksuara keyboard “gudung gadang gudung”.Menyedihkan.
Giliran pangaranto mulak,sifat dikota diboan-boan tu huta gabe pencemaran.Rokna ganjang sahat tutano,alai diribakhon sahat tupanghailaan.Iasoi celanana pendek suman tu kolor na layak pakke di kolam renang.
Alai ubat najeges pinodahon ni omputa namelebihi “promag” ima “sinaggar” (boras disaok,dirondom,dibuat aekna) dang diingot bei,mabiar didok kuno.Ujungna mate boti.
Antong unangbe tatambai nasegai ate. Horasma.
[Balas...]
Mauliate disude masukan dohot informasi munai baik di lae Zulazmi sibuea namanaringoti hutanami Tukka songoni dilaeniba Gother (atikna Gother Banjarnahor nasian pusuk i dora donganku SMA pakkat ia au kale daodo nuaeng di Kalimantan) Tohodo godang abat nadenggan na binahen ni natua-tua, alai molo na menggunahon hagogoon ni sibolis/begu dangdenggan i, ido nanaeng tinggalhononta sogo Begu ganjang, rasun, sijunde, gadam sian parlilitanan lan naasing Horas
[Balas...]
lae Darman mauliate ma.
Gother Banjarnahor i sian Aekriman do kale.
horasma komandan.
[Balas...]
Mauli ate parjolo tentang tukka, hukomentari ma jolo saotik hurang lobi boi masi sesaan. Huta Tukka molo dang sala ahu dimulai ma marga Pardosi, Marpaung, Sihaloho dohot Pane. Marga Pardosi di Toruan, Marpaung dohot sihaloho di parsinggarahan (Tukka Gareja) jala marga Pane di Ambobi, Ala pajonok jonok do Tukka Totuan dohot parsinggarahan (Tukka Gareja) adong do padan ni Marga Pardosi tu Sihaloho di tukka nagabe Saanak saboru alani i do dang adong masibuatan Pardosi dohot sihaloho di Tukka, songoni Sihaloho dohot tu Marpaung anggo najolo marhaha maranggi do on, saonari do nunga adong masibuatan ala di bereng tu Toba. Jala tukka na jolo di pimpin Raja Kapala Nagari oleh marga Pardosi, sampai saonari sai diingot doi, ima di nalaho marsuan sai di usahahon do Raja Pardosi Keturunan Kepala Nagarii manuan saotuk baru pe asa boi marsuan angka naasing. Jala molo keramaian na jolo dang di jonik gareja i, anggo onan na jolo dang di Pakkat alai di Napa Toruan do ima di samping sungai di bengkolan. Mamareng struktur tano, jala dibangun ma gareja di Parharoro ni Ompui Nomensen gabe pindah ma panduduk sian napa tu sekitar gareja. Jala mamereng perkembangan di Pakkat mulai ro ma paronan sian Dolok sanggul gabe pindah ma onan di baen tu Pakkat. jala di Tukka na jolo sering do hita lho manatap tu Gunung Aek Nabara ma mereng Laut dohot humaliang na ala trasnfortasi mancai susah dope tingkii. Saonari dang hea ba angka naposo lao tusi. Jala di daerah ambobi adong do goarni huta Nambau minyak ala adong ninna minyak disi. Baru ma muse tu Pancuran mangallang lomang. Taringot tu Penjajahan bolanda sabotulna tu Tukka Dang hea Ro Bolanda. Disi do adong saotik sisi baik ni ni Huta i songon balanga. Ditoruan adongdo didok najolo panjaga ni huta i ima na ni jaga ni Marga Pardosi ima di Gonting. Jala di Ambobi di jaga marga Pane ima di Landitan. saotik mangkomentari dang pola sala ate, HORAS mauliate
[Balas...]
Tamba Syahlan:
May 29th, 2010 | 20:01
horas masdi kale kale mungkin nunga lupa lae tu syahlan tamba ate mardomu hita nunga leleng dang pajumpang holan si juspen dohot si sudarwo do dihuta sering jumpa hami molo mulak ausian tokyo ,
[Balas...]
HUta Tukka memang sada huta na unik do. sai songon balanga do huta on, dikalilingi gunung jala di tonga ma huta, ianggo saonari huta inganan ni bangso / masyarakat pas do sude di topi dalan, jadi songon na memanjang do bentuk ni Tukka mulai turun hita sian Gotting dapotma Tukka Toruan baru Tukka parsinggarahan (Gareja) torus muse tu paranginan masuk tu Ambobi sahat tu Landitan. Anggo na binoto najolo Tukka Parsinggarahan i huta na baru doi, alana Raja Marpaung najolo di huta Lobu do (harangan dikelilingi songon benteng kerajaan), dohot Sihaloho pe na adong di sekitar Gareja TUkka na baru pe sekitar taon 60-70-an pinda tu sekitar gareja i. Hea do muse akka oppu najolo marcorita mengenai Keajaiban Tukka. Molo ro ninna penjajah ( belanda manang Jepang ) masuk ma sian gotting alai diolat pasukan ni rajaima di tombusan gotting torus naik ma penjajah i tu dolok gunung diida ma ninna hutai gabe songon tao, gabe mulak ma penjajai dang jadi masuk tu huta TUkka. Najolo attong adong hian do ninna Ulubalang ni si Pardosi di Gotting dohot Ulubalang ni si Pane di Landitan laho manjaga hutai molo adong parjahat na masuk. Alai saonari molo binoto nga mago be ulubalang i, makana gabe masuk ma godang angka si Begu Ganjang. Jala Si Nomensen pe jumolo do melayani di Tukka, alai ala dang dijalo parhutai , diusir ma gabe lao Si Nomensen maninggalhon huta Tukka. Tung na pistar-pisatar do nian Par Tukka on molo di parsikkolaan, niingot do molo diparsikkolaan sai godang do dapot Juara di SMP manang di SMA , alai sahat tu saonari dang pola sadia godang na berhasil di pangarattoan molo ni tailihon hapistaron di sikkola tikki di Pakkat. Memang cukup potensial sumber daya na adong di Tukka, Saba maraek penghasil Boras, Gota (Karet), salak, kelapa sawit. Tempat Wisata Dolok Aek Nabara dohot Sibau Miak, Passuran. najolo attong huta Tukka do na adong di peta. Toho ma tahe molo di dok TUkka nabalau.. hehheheheh TUng godang dope tahe akka potensi dohot cerita latar belakang Tukka
[Balas...]
Nama Tukka ate dang sembarang goar, nama yang indah na sala mandok, boasa? asal muasalna sian hata Sacha yaitu bahasa latin/inggris turunan jenis gula. ala godangdo pohon aren/pohon sakka/pohon tuak, bahasa latinna Arenga pinnata tubu di tukka jala dibereng halak bolanda didokma sacha alai sala mandokma partukka gabe didokma sakka belakangan hari didokma Tukka.
[Balas...]
songon na di dok lae Masdi sihaloho ”
taringot tu Penjajahan bolanda sabotulna tu Tukka Dang hea Ro Bolanda. Disi do adong saotik sisi baik ni ni Huta i songon balanga ” – kontur ni hutai “SONGON BALANGA” , ido ra naumbahen godang jolma disi, jala sompit , dibege halak na asing ma nasida mandok GESER “tukka-n an, tukka-n i, tukka-n on” …. lasima alana goar nihutai gabe “TUKKA”.
[Balas...]