DRS PAULUS SAHAT PANE: “CU PARDOMUAN PAKKAT HARUS BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT”

sumber : http://batakpos-online.com

Paulus pun bercerita tentang awal mula lahirnya CU Pardomuan Pakkat. Menurutnya CU Pardomuan Pakkat berawal dari keprihatinan Pastor Leo Joosten saat melihat rendahnya tingkat kehidupan masyarakat, ditambah rendahnya kwalitas sarana transportasi sehingga hubungan antar desa belum lancar.

SEBAGAI ketua pengurus Credit Union (CU) Pardomuan Pakkat, obsesi Drs Paulus Sahat Pane hanya satu, menjadikan lembaga keuangan CU Pardomuan Pakkat bermanfaat dan bisa membantu seluruh masyarakat terutama para anggota sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.


“Aku akan merasa sangat berdosa apabila amanah mulia yang terkandung dalam pendiriannya (CU Pardomuan Pakkat) pada April 1972 oleh Keuskupan Agung Medan (KAM) melalui Pastor Leo Joosten di Paroki Pakkat tidak bisa aku laksanakan,” ujar Drs Paulus Sahat Pane yang juga kepala sekolah SMPN I Pakkat saat ditemui Batak Pos di ruang kerjanya, Jumat (21/4) seraya menambahkan, pada dasarnya konsep CU sama dengan Koperasi Perkreditan lainnya.

“Bayangkan saja kondisi Pakkat – Doloksanggul dengan jarak 48 km hanya dapat ditempuh dalam jangka waktu antara 8 sampai 10 jam, itupun kalau alat pengangkutan tidak rusak atau pecah ban. Mengingat sebagian besar jalan belum diaspal (masih tanah) dimana saat hujan turun akan berubah jadi lumpur. Akibatnya barang manufaktur dan kebutuhan yang berasal dari luar Pakkat sangat mahal harganya, disatu sisi hasil pertanian sebagai komoditi utama masyarakat jatuh harganya.
Sehingga masyarakat Pakkat menjadi sangat menderita, ditambah Lembaga Keuangan yang diharapkan dapat memihak kepada masyarakat kecil belum ada,” beber ayah lima anak ini.

Tak heran ketika akan memenuhi kebutuhan yang mendadak maupun sangat penting masyarakat harus meminjam dari pedagang maupun tengkulak dengan bunga antara 8 – 15 persen setiap bulan. Berawal dari situlah lahir CU Pardomuan Pakat. Sebagai wujud kepedulian Pastor. Walau demikian suami dari Erintan Lasmauli Naibaho, staf pengajar di SMAN I.Pakkat, mengatakan CU Saroha yang beranggotakan guru dan pegawai St.Maria Pakkat adalah cikal bakal dari berdirinya CU Pardomuan.

“Setelah CU ini berdiri dipromosikanlah CU untuk masyarakat umum di Kecamatan Pakkat dimana saat Pastor Leo Joosten berkunjung. Maka sehabis kebaktian diadakan pertemuan khusus,” kenangnya.

Ayah dari Agustina, Angel Wulansari, Andrew Septiadi, Aquinas Andika, dan Anastasia ini mengakui, betapa sulitnya mendirikan CU. Apalagi diawal-awal berdirinya ada kesan CU hanya untuk umat Katolik. Konotasi yang salah ini terjadi karena keraguan masyarakat umum menerima CU Pardomuan. Namun seiring bergulirnya waktu, CU mulai dipromosikan kepada masyarakat umum.

Walaupun awalnya kurang direspon masyarakat karena terhimpit kemiskinan, namun akhirnya CU bisa diterima. “Karena terhimpit keadaan, jangankan untuk menabung menutupi biaya hidup sehari-hari saja sangat sulit. Apalagi saat CU ini berdiri berhembus rumor bahwa pendirian hanyalah sebagai alat promosi Gereja Katolik agar masyarakat tertarik menjadi umat Katolik,” ungkapnya.

Pembentukan CU untuk umat Katolik Paroki Pakkat untuk digagas Maret 1974 dan kemudian dimatangkan lagi pada April 1974. Setelah melalui proses panjang dan melelahkan pada saat sermon pengurus stasi tanggal 5 Mei 1974 di wisma Katolik Pakkat diadakanlah rapat pembentukan CU, dimana dengan suara bulat diberi nama “Credit Union Pardomuan” dan sebagai Ikatan pemersatunya adalah Paroki Pakkat.

Paulus bercerita, awalnya anggota hanya 31 orang dengan kesepakatan uang pangkal/administrasi Rp100,-, simpanan wajib Rp200,-/bulan dan satu bulan saham sama dengan Rp200,-. Sedangkan kantor berada di ruangan depan wisma Katolik dan dibuka hanya pada Senin sebagai hari Pekan sejak pukul 10.00 WIB sedangkan pinjaman anggota dilayani saat buka kantor.

Sahat yang memegang filosopi kepemimpinan berdasarkan air ini menyebutkan bahwa untuk meningkatkan pengetahuan tentang CU diterapkan pula pendidikan pada anggota. Saat rapat pengurus, sekali sebulan dilakukan pendidikan, sekaligus sermon pengurus Gereja.

“Biaya administrasi selama tiga bulan dibantu oleh Paroki, bukan hanya itu sebagai perwujudan dukungan dari Pastor Paroki memberikan kelengkapan peralatan dan perlengkapan kantor melalui pinjaman dari Paroki. Sementara anggota yang diterima adalah pengurus gereja Katolik untuk jangka waktu tiga bulan sambil menunggu tanggapan umat, dan penyetoran uang dilakukan kepada kasir paling lambat pukul 17.00 WIB lengkap dengan bukti-bukti,” tambahnya.

Adapun bantuan yang diberikan Pastor Paroki Pakkat adalah kelengkapan dan kebutuhan kantor selama 3 bulan yaitu: Ruangan depan Wisma sebagai kantor, dua meja tulis, satu lemari, satu mesin tik, beberapa bangku panjang, satu papan tulis. Sehari setelah pembentukan tepatnya tanggal 6 Mei 1974 sudah terkumpul uang sebanyak Rp3.400,- dari 23 anggota, 11 orang menyetor Rp200,- dan 12 orang menyetor Rp100,-.

Lelaki yang dipercaya menjadi guru pada SMA St.Maria Pakkat setamat SMA dari sekolah tersebut juga menceritakan tentang masa pertumbuhan dan perkembangan CU Pardomuan yang diakuinya banyak kendala. Beberapa kendala tersebut adalah kepengurusan terpencar dibeberapa stasi sehingga rapat pengurus jarang terlaksana maka sulit mencari keputusan jika ada hal-hal yang sangat mendesak untuk ditanggulangi.

“Karena pengurus dan anggota kurang memahami betul fungsinya, dimana banyak anggota kurang memahami kewajibannya karena umumnya ikut dengan tujuan agar bisa meminjam, akibatnya sangat sulit mencari anggota pada saat itu,” ujarnya.

Menurutnya simpanan yang diberikan hanya simpanan wajib dan itupun tidak beres, motivasi anggota lebih besar untuk meminjam daripada menabung. Keberadaan kantor dikompleks Katolik awalnya menunculkan komentar di mana dari non katolik mengatakan CU adalah milik katolik serta jauhnya dari pekan/lalulintas serta kurang strategis.

Bahkan ia mengungkapkan, awalnya anggota banyak yang lupa untuk menabung dan kalaupun menabung tidak ke bendahara, tetapi kepada panitia kredit yang merupakan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang berkantor di Pasar dekat Gereja HKBP. Para pengurus merupakan pegawai negeri hanya dapat bekerja paruh waktu sehingga kantor baru buka setelah mereka bekerja pada pukul 14.00 WIB. Akibatnya para anggota yang kebanyakan dari desa kesulitan karena angkutan pada saat itu tidak ada dan mereka harus berjalan kaki.

Karena Kasir dipegang Pastor Leo Joosten sehingga tingkat kepercayaan masyarakat tinggi dan merasa uangnya berada ditempat yang aman. Seiring berkembangnya zaman CU juga ikut berkembang ditandai dengan semakin banyaknya anggota dan pengurus, hal itu otomatis membutuhkan tempat yang tidak sedikit agar operasional dapat berjalan dengan lebih baik lagi pada awal 1977 kantor dibuka setiap hari mulai Senin sampai Sabtu.

Sejak dipimpin Drs Paulus Sahat Pane, CU.Pardomuan semakin pesat peningkatannya terutama dibidang asset dan pendapatan sebagaimana layaknya operasional usaha. Pada tahun 2001 ketika serah terima Ketua Pengurus CU Pardomuan posisi asset Rp 3.500.748.740,-, piutang Rp 3.008.367.355,-, Simpanan Khusus Rp 995.489.350,-, Simpanan Saham Rp2.160.044.825,-, Pendapatan Rp 701.528.412,- dengan anggota sebanyak 2.492 orang/kk.

Sementara pada 31 Desember 2008 Asset menjadi 31.675.443.695, Piutang Rp29.687.365.590,-, Simpanan Khusus Rp9.967.284.785,-, Simpanan Saham Rp17.940.880.445,-, Pendapatan Rp6.007.159.470,- dengan anggota sebanyak 7.921 orang/kk.

CU Pardomuan Pakkat beroperasi bukan hanya di Kecamatan Pakkat sebagai tempat berdirinya akan tetapi saat ini bahkan telah memasuki Kabupaten Tapanuli Tengah. Pperasional kerjanya berada di Kecamatan Pakkat, Tarabintang, Onanganjang, Sijamapolang, Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kecamatan Andam Dewi, Barus, Barus Utara, Sosorgadong Kabupaten Tapanuli Tengah.poltak


Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

7 Responses to DRS PAULUS SAHAT PANE: “CU PARDOMUAN PAKKAT HARUS BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT”

  1. akhirnya ada juga berita ttg CU Pardomuan Pakkat ini ya.

    Horas dan sukses untuk CU Pardomuan Pakkat dan semoga sukses selalu untuk lae Pane.

    >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  2. Gother B.Nahor

    Horas pak guru!

    Saya, murid bapa smt I-1982 di SMA RK Pakkat. Puas membaca tulisan bapak, bagai ketemu aja. Mama (Op.Romasta) juga baru membaca tulisan bapa di laptop saya. Sama puasnya saat jumpa tiba-tiba dengan guru PMPku Sr.Friska di Gereja St.Leo Agung, ada juga Sr br.Tumorang(SMP2),Sr br.Pakpahan (putri kasek SMP1) saat itu. Selamat & Sukses dalam karya pelayanan.

    Mungkin ini info tambahan. CU Pardomuan konon lahir setelah ayahanda (dia sering ke pastoran urusan durung-durung Huria Sihombu) meminta diri masuk anggota koperasi saroha. Pastor Leo menjawab “itu untuk guru-karyawan di sini”. Tapi Pstor Leo yang penuh peduli itu memberi harapan: “Sabarma hamu amang atik boi tabaen koperasi nabaru, tusima hamu masuk. Mulanya berbau kalangan sendiri umat katolik. ayahanda menjadi satu dari 50 anggota pertama CU tsb.

    Pengen banyak kutulliskan disini tapi… so, singkat aja: a)Thn 2007, pada pesta tambak ompu kami di Sibongkare, sama ponakanku ERLIN banyak cerita nostalgila indah semasa SMA dulu, endingnya:happy & enjoy. b)Data CU pada tulisan bapa tampak bayangan resiko. Bapa pasti lebih paham rasio yang layak dan rasio yang diatur lembaga keuangan pemerintah.Tapi saya yakin feasibility-study CU mantap selalu. Di jakarta banyak bilang ditolong dana CU ini.

    Bila ada kata yang salah jangan disimpan di dalam hati. Adios amigos, adios permios,GBU.

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  3. R.Pangihutan Simanullang

    Sebagai salah satu mantan murid bapak saya bangga dgn usaha untuk memajukan Pakkat malalui CU yg bapak pimpin, smoga sukses. Sekilas lihat foto bapak agak berubah mungkin karena uadah lama nggak berjumpa. Bravo deh

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  4. Salut bagi pengurus CU Pakkat. Dengan aset yang begitu besar, kalau tidak digunakan untuk kesejahteraan masyarakat ummnya dan anggota khususnya, maka sebtulnya adalah kerugian. Pengurus CU Pakkat harusnya sudah mulai melirik penggunaan uang untuk modal usaha/home industri. Terus terang, CU Jakarta menjadi objek penelitian saya waktu menyelesaikan study S1. Masalah dan tantangan yang harus diperhatikan/dipertahankan pengurus adalah kepercayaan para anggota. Kenyataannya memang begitu anggota tidak percaya lagi kepada pengurus, maka CU pun bubar. Saya yakin pengurus CU Pakkat sudah membuktikan kredibilitasnya sebagai pengurus CU Pakkat yang dapat dipercaya. Hanya untuk pengembangan usaha, mungkin perlu inovasi baik melalui kreativitas pengurus, maupun mencari ide baru dengan memakai tenaga profesi untuk melatih ketrampilan masyarakat dalam berproduksi sesuatu atau menciptakan lapangan kerja, dalam memenuhi permintaan pasar atau sekaligus untuk menciptakan pasar. Dana pembangunan lingkungan, dana Sosial dan dana Pendidikan secara fleksibel dapat digunakan untuk membayar honor treiner. semoga para pengurus CU pakkat semakin dapat dipercaya, Selamat buat kampungku, selamat buat masyarakatnya, dukung terus dan majuterus !!!!GBU

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  5. PARDOMUAN SITANGGANG

    mantap pak…………….saya akui CU.Pardomuan sangat membantu saya dalam hal keuangan dalam mencapai cita-cita saya waktu kuliah menjadi skarang ini,,,,,,makasih ya CU………tetap bunganya lunak yah….Tuhan memberkati pak Pane dan pengurus lainnya………….Tabe Sian ahu Parbaringin

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  6. saya bangga dengan semangat dan motivasi bapak yang berkobar-kobar dalam mengembangkan perekonomian masyarakat di pakkat mudah-mudahan kesuksesan ini jangan cepat puas sampai disini maju terus……….dan berjuang terus untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pakkat…….. horas……..

    <<  |  <  |  >  |  >>  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

  7. Radot Manalum JKT (Adik dari: Akdin Manalu)

    Mudah-mudahan ditangan Pak Pane CU Pardomuan Pakkat semakin jaya, menjadikan CU semakin kreatif sehingga muncul inovasi-inovasi baru yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pakkat pada umumnya dan anggota pada khususnya dan Kec. Pakkat semakin terdengar gaungnya. Horas Pakkat

    <<  |  <  |  Balas Komentar ini  |  Quote

    [Balas...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>