oleh: Berliana Purba Satu lagi produk unggulan produksi keluarga besar ParPakkat adalah produk penyubur tanaman dengan merk terdaftar “KAWE 1”. Produk KAWE 1 terdaftar sebagai milik produsennya Pantas P. Purba, putra bungsu dari bapak Gayus Rambe Purba (alm). Bapak GR Purba, seorang kelahiran Pakkat adalah Camat (Asisten Wedana ) yang ke lima di Kecamatan Pakkat dan terakhir menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Simalungun pada tahun 1969 dan pensiun sebagai Pegawai Tinggi di Departemen Dalam Negeri pada tahun 1970.

(Redaksi Pakkatnews:Tulisan dibawah ini adalah rangkaian tulisan dari Bapak F.Rahardi tentang Tanaman KOPI. Atas seijin beliau, tulisan-tulisannya tersebut saya posting kembali disini. Pak Rahardi, pada akhir bulan ini, November 2009 akan datang ke Pakkat untuk membantu kita membuat analisa pembangunan pertanian di Pakkat. Pak Rahardi juga pada akhir-akhir ini cukup banyak menerima penghargaan baik di dalam maupun di luar negeri karena karya sastranya). Oleh: F.Rahardi Business News 360 (Ai) Dengan fermentasi, kualitas biji kopi akan menjadi lebih baik. Selama ini dikenal dua cara fermentasi: basah dan kering. Fermentasi basah menghasilkan kualitas biji kopi lebih baik, tetapi biayanya cukup tinggi. Fermentasi kering dengan yeast, ternyata mampu mendongkrak kualitas biji kopi, hingga tidak kalah dari fermentasi basah. Semua jenis kopi, baik arabika (Coffea arabica), maupun robusta (Coffea canephora), akan meningkat kualitasnya, apabila pasca panennya melalui proses fermentasi. Perkebunan besar, misalnya PT Perkebunan Nusantara (PTPN), selalu menggunakan proses fermentasi basah. Sebab biji kopi yang dihasilkan melalui proses fermentasi ini, kualitasnya lebih baik dibanding dengan fermentasi kering. Resikonya, fermentasi basah menuntut adanya beberapa bak, dengan air yang selalu mengalir. Hingga biaya fermentasi basah mejadi cukup besar.
Oleh: F.Rahardi Business News 360 (Ai) Dengan fermentasi, kualitas biji kopi akan menjadi lebih baik. Selama ini dikenal dua cara fermentasi: basah dan kering. Fermentasi basah menghasilkan kualitas biji kopi lebih baik, tetapi biayanya cukup tinggi. Fermentasi kering dengan yeast, ternyata mampu mendongkrak kualitas biji kopi, hingga tidak kalah dari fermentasi basah. Semua jenis kopi, baik arabika (Coffea arabica), maupun robusta (Coffea canephora), akan meningkat kualitasnya, apabila pasca panennya melalui proses fermentasi. Perkebunan besar, misalnya PT Perkebunan Nusantara (PTPN), selalu menggunakan proses fermentasi basah. Sebab biji kopi yang dihasilkan melalui proses fermentasi ini, kualitasnya lebih baik dibanding dengan fermentasi kering. Resikonya, fermentasi basah menuntut adanya beberapa bak, dengan air yang selalu mengalir. Hingga biaya fermentasi basah mejadi cukup besar.
(Tulisan dibawah ini adalah rangkaian tulisan dari Bapak F.Rahardi tentang Tanaman KOPI. Atas seijin beliau, tulisan-tulisannya tersebut saya posting kembali disini. Pak Rahardi, pada akhir bulan ini November 2009 akan datang ke Pakkat untuk membantu kita membuat analisa pembangunan pertanian di Pakkat. Pak Rahardi juga pada akhir-akhir ini cukup banyak menerima penghargaan baik di dalam maupun di luar negeri karena karya sastranya). Oleh F.Rahardi Kopi adalah komoditas agroindustri, yang hanya bisa dikonsumsi oleh manusia setelah melalui proses pengolahan. Bahkan para petani kopi pun harus memproses buah kopi segar menjadi biji kering terlebih dahulu, sebelum bisa menjual hasil panen mereka. Buah kopi tidak lazim dibawa ke pasar atau dijajakan di kakilima dalam bentuk segar, sebagaimana jeruk atau mangga. Kopi juga merupakan komoditas dengan manfaat tunggal. Untuk minuman. Sekarang memang ada pula permen kopi, tetapi ini hanyalah merupakan pengembangan dari bentuk mengkonsumsi kopi sebagai minuman. Yang pantas disayangkan adalah, kalau dalam agroindustri teh, Indonesia sudah mampu membendung “serbuan” Coca-Cola dengan berbagai minuman teh dalam botol maupun kemasan karton, maka kopi masih tertinggal jauh. Selain permen, belum ada inovasi pengembangan agroindustri kopi dalam bentuk produk yang siap minum. Ini semua barangkali disebabkan oleh tradisi masyarakat kita selama ini yang sudah terbiasa minum kopi dalam kondisi panas.
Prepared by : Tommy M J Sihotang Bidang Ekonomi FIP Sumber : Bank Indonesia dan Dari berbagai sumber Prakata Sebagaimana dalam Raker di Cariu pada waktu yang lalu PENDAHULUAN Latar Belakang Kebutuhan akan kacang tanah (Arachis hypogaea) sebagi salah satu produk pertanian tanaman pangan setahun, diduga masih perlu ditingkatkan sejalan sengan kenaikan pendapatan dan atau jumlah penduduk. Kemungkinan terjadinya peningkatan permintaan dicerminkan dari adanya kecendrungan meningkatnya kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi langsung dan untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku industri hilirnya, antara lain untuk industri kacang kering, industri produk olahan lain yang siap dikonsumsi baik dalam bentuk asal olahan kacang, dalam campuran makanan dan dalam bentuk pasta.
Limbah kakao, pakan ternak bergizi tinggi Kalau kita cermati limbah kakao berupa cangkang buah merupakan komposisi terbesar dari buah kakao (75 %) yang berpotensi sebagai pakan ternak. Setelah melalui fermentasi maka limbah cangkang kakao tersebut menjadi pakan ternak bergizi tinggi yang dapat meningkatkan produksi ternak secara nyata. Sebagai contoh penambahan pakan limbah kakao sebanyak 100 – 200 gram/ekor/hari mampu meningkatkan pertumbuhan kambing muda sebesar 119 gram/ekor/hari dibandingkan jika hanya diberikan hijauan makanan ternak (HMT), pertumbuhan hanya mencapai 64 gram/ekor/hari.
Tumbuhan tropika ditanam untuk mendapatkan buahnya dan kerana keindahannya, sebagai hiasan taman Tingginya antara 10 hingga 30m dan meruncing dibahagian pucuk, ukuran melintang batang pokok 15sm. hingga 20sm. Dibahagian jemala (crown) pokok ini berbentuk bulat dan berwarna hijau semasa muda dan apabila masak ia menjadi kuning dan merah.
PENDAHULUAN Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang cukup penting, dikenal dengan nama Patchouly Oil. Minyak nilam bersama dengan 14 jenis minyak atsiri lainnya adalah komoditi ekspor menghasilkan devisa. Minyak nilam Indonesia sudah dikenal dunia sejak 65 tahun yang lalu, volume ekspor minyak atsiri selalu mengalami peningkatan, tahun 2001 mencapai 5.080 ton dengan nilai US $ 52,97 juta atau 4,4% nilai perdagangan minyak atsiri dunia, Indonesia pemasok utama minyak nilam dunia (90%).
Publikasi : Hendry Lbn Gaol ( Foto by Rihardi Tinambunan, Kalimantan ) Beberapa catatan juga hasil penelusuran kami ke beberapa website para pemilik pengembang/pembudidaya/petani tanaman kakao, perlu kita ulas kembali disini, mengingat bahwa tananaman ini merupakan salah satu tanaman masa depan yang bisa dikembangkan di Pakkat. Pada pembahasan sebelumnya, http://pakkatnews.wordpress.com/2008/04/21/budidaya-tanaman-coklat-2/ dan yang kita lanjutkan pada pembahasan di http://pakkatnews.wordpress.com/2008/04/21/budidaya-tanaman-coklat/ adalah satu hal yang perlu kita berikan perhatian tambahan.
Publikasi by Swandy Sihotang Krisis bahan bakar minyak global ikut memukul Indonesia. Alternatif substitusi BBM pun dicari. Dan tanaman jarak sempat menyedot perhatian. Benarkah jarak bisa mengatasi soal BBM? Jangan-jangan kebijakan yang dibuat bisa membuat pemerintah kian tak populer.
BUDIDAYA TANAMAN KAKAO PERSIAPAN NAUNGAN DAN PANGKASAN BENTUK PENDAHULUAN Kakao (Theobroma cacao, L) merupakan salah komoditas perkebunan yang sesuai untuk perkebunan rakyat, karena tanaman ini dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan harian atau mingguan bagi pekebun.
Prospek Besar Budidaya Tanaman Cokelat Tanaman cokelat di Indonesia pertama kali dibudidayakan pada 1921 dan berkembang pesat di daerah-daerah pulau Jawa. Sekarang tanaman cokelat sudah menyebar di seluruh Indonesia. Perkembangan cokelat sangat pesat, karena semakin meningkatnya kebutuhan akan tanaman jenis itu, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun ekspor.
Saya ambil dari website NGRAHO catatan : ditampilkan hanya untuk kalangan sendiri dan demi kemajuan bersama publikasi ; hendry lg ------------------------------------------------------------------------------------------ Budidaya Pertanian S A L A K ( Salacca edulis ) 1. SEJARAH SINGKAT Tanaman salak merupakan salah satu tanaman buah yang disukai dan mempunyai prospek baik untuk diusahakan. Daerah asal nya tidak jelas, ...