Catatan Akhir Tahun, Bang Hardi Purba

PAPATAR 2009

INTENSIFKAN KOMUNIKASI, OPTIMALKAN SUMBER DAYA

Catatan khusus akhir tahun

Oleh: H. Hardi Purba

Nuansa Natal sudah kian terasa. Pusat pertokoan dan perbelanjaan besar di Ibukota penuh dengan suguhan lagu-lagu Natal semenjak awal Bulan Desember ini. Ya, puncak Natal hari kelahiran http://www.pakkatnews.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gifKristus Sang Juru Selamat itu akan segera tiba.

Tinggal dalam hitungan hari, tahun 2008 akan segera berlalu dan berganti dengan tahun yang baru 2009. Tulisan singkat ini mencoba mengurai segala pergerakan perantau PAPATAR dalam bingkai semangat dan kerinduan besar masyarakat PAPATAR membangun bona pasogit.

http://www.pakkatnews.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif

Kilas balik tahun 2008.

Bona Taon Papatar

( kilas balik berita ini ada di sini dan Acara Pembentukan Kabupaten Patar ada di sini )

Para tokoh perantau yang berasal dari PAPATAR (Pakkat, Parlilitan dan Tarabintang) merasakan perlunya suatu wadah pertemuan bersama. Faktanya memang seperti itu, satu daerah asal, sama-sama tinggal di Jakarta dohot nahumaliangna, tetapi sangat jarang bertemu. Jangankan berupaya untuk secara bersama memikirkan dan memberikan sumbangsih bagi kemajuan bona pasogit, bertemu saja kadang tidak pernah. Bahkan tidak saling mengenal. Setelah melalui proses dan perjalanan panjang, Pesta Bona Taon Papatar akhirnya terlaksana tg. 4 Mei 2008 silam di Gedung Sejahtera Jakarta.

Rangkaian demi rangkaian acara berjalan dengan lancar. Ada ibadah yang menyejukkan, kidung pujian yang menggema, tortor yang mengasyikkan sampai kata-kata sambutan yang cukup banyak dan lumanyan panjang.

Juga membosankan? J. Sekalian pun hadirin tidak seramai yang dibayangkan (masih ingatkah dengan pesta bona taon Pakkat tahun 2000 di Gedung Granadha yang dihadiri lebih dari 2000 orang?), secara keseluruhan acara berjalan baik dan tertib, dengan penuh keceriaan. Dapat saling bertemu dengan sahabat dan kerabat yang mungkin sudah sangat lama tidak bertemu. Ya,…tidak bisa dihindarkan, pesta bona taon PAPATAR 2008 juga sebagai ajang reuni akbar.

Satu lagi yang pantas disyukuri, panitia tidak nombok J. Tujuan pelaksanaan perhelatan tahunan ini secara umumnya tercapai. Ya, memang pesta bona taon PAPATAR 2008 bukanlah pesta bona taon biasa. Warga perantau 3 (tiga) kecamatan disatukan yakni Kecamatan Pakkat, Parlilitan dan Tarabintang yang berada di Jabodetabek dan sekitarnya, baru lah kali pertama melakukan pesta pengucapan syukur bona taon secara bersama. (catatan: Tarabintang merupakan Kecamatan baru, pemekaran dari Kecamatan Parlilitan).

“Kabupaten PAPATAR”

Wacana pembentukan Kabupaten PAPATAR memang kian menggeliat tahun 2008. Berita ini sangat santer dan menjadi bahan pembicaraan umum di beberapa komunitas par-PAPATAR, seperti arisan dan di ulaon pesta adat. Deklarasi pembentukan Kabupaten PAPATAR tgl. 10 Desember tahun 2007 yang lalu di Pakkat telah menggema dan diketahui banyak orang.

Para tokoh masyarakat yang berasal dari Kecamatan Pakkat, Parlilitan dan Tarabintang dan beberapa tokoh perantau PAPATAR dengan sangat bersemangat dan antusias mengikuti acara deklarasi yang bertepatan dengan ari onan (hari pekan) tersebut (Batak Pos, 20 Desember 2007). Namun yang kontra (menolak) atau pesimistis juga ada.

Itu tidaklah salah. Boleh-boleh saja. Namun janganlah membuat kita menjadi terkotak-kotak. Toh semua kita mempunyai tujuan yang sama, bagaimana agar PAPATAR lebih cepat berkembang dan lebih maju. Tujuan pemekaran suatu daerah baru sebenarnya adalah sungguh sangat baik, yaitu dalam rangka meningkatkan pelayanan ke masyarakat. Pembentukan daerah atau pemekaran bertujuan untuk

(1) meningkatkan kesejahteraan masyarakat, (2) meningkatkan pelayanan masyarakat, (3) mempercepat pertumbuhan demokrasi; (4) mempercepat pelaksanaan pembangunan ekonomi daerah; (5) mempercepat pengelolaan potensi daerah; (6) meningkatkan keamanan dan ketertiban; dan (7) meningkatkan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah (lihat Pasal 2 PP 129/2000).

Namun, seperti yang kita ketahui bersama, pemerintah pusat sepertinya berupaya mengerem tumbuhnya daerah otonom/pemekaran daerah baru. Pemerintah melalui Departemen Dalam Negeri dan Otonomi Daerah mensinyalir, banyak daerah hasil pemekaran yang gagal dan tidak berkembang seperti yang diharapkan.

Kalau begitu pertanyaan “apakah masih mungkin memekarkan daerah otonom baru saat ini?”. Yang pasti, syarat memekarkan suatu daerah kini semakin dipersempit (baca: dipersulit). Salah satunya, syarat pembentukan suatu Kabupaten minimal terdiri dari 5 (lima) kecamatan (PP 78 Tahun 2007), sebelumnya hanya 3 (tiga) Kecamatan syarat membentuk satu Kabupaten baru (PP 129/2000). Ini berarti langkah perjuangan akan semakin panjang, PAPATAR mesti dimekarkan dulu dengan menambah 2 (dua) Kecamatan baru. Ya,..namanya perjuangan, ada yang cepat dan ada pula yang lama. Hatop adong na niaduna, leleng adong pinaimana.

Di satu sisi, rencana pembentukan Kabupaten PAPATAR bisa merupakan suatu tujuan, Namur di sisi lain bisa juga sebagai suatu sarana atau alat. Para tokoh PAPATAR baik yang di perantauan terlebih yang di bona pasogit yang tergabung dalam P3KP (Panitia Persiapan Pembentukan Kabupaten PAPATAR) pastilah memahami persis akan hal ini.

Tujuan akhir dan yang paling utama adalah bagaimana agar pembangunan di Pakkat berkembang lebih cepat, kesejahteraan penduduk meningkat. Infrastruktur utama seperti jalan dan jembatan diperbaiki agar roda ekonomi bergerak dan komoditi hasil pertanian dapat dijual dengan harga yang layak. Selama berada dalam rel dan aturan baku yang ditetapkan pemerintah, rencana memekarkan dan membentuk suatu daerah otonom baru adalah sah dan boleh-boleh saja.

Punguan Parsahutaon: Ujungtombak komunikasi.

Luasya geografis daerah PAPATAR rupanya membawa kendala tersendiri bagi para warganya untuk saling mengenal, khususnya yang tinggal di luat parserahan. Sama-sama satu sekolah di tingkat SMP dan SMA, bahkan sama-sama satu huta, namun bisa tidak bertemu dalam rentang waktu yang cukup lama bahkan sampai puluhan tahun. Punguan parsahutaon saat ini menjadi jembatan yang sangat efektif untuk menjaga dan menghidupkan terus tali silaturahmi dan komunikasi.

Beberapa punguan parsahutaon berhasil dibentuk setelah sekian lama menunggu. Ini merupakan suatu terobosan baru dengan harapan informasi akan dengan mudah disampaikan kepada semua warga Papatar. Punguan parsahutaon sangat potensial dalam membangun dan mengembangkan hubungan kekerabatan dan fungsi sosial. Selain ulaon pesta (las niroha), setiap manusia atau keluarga suatu saat juga akan mengalami ulaon habot ni roha (kemalangan/duka cita).

Seperti biasa, punguan parsahutaon (daerah tempat tinggal sekarang) dan parsahutaon daerah atau huta asal akan sangat berperan memberikan bantuan dan pertolongan. Jalur komunikasi dapat dibangun dan terhubung baik melalui punguan parsahutaon.

Beberapa punguan parsahutan asal Desa-Desa yang ada di PAPATAR yang ada di Jabodetabek dohot nahumaliang na (dan sekitarnya) bahkan ada yang sudah terbangun lama, puluhan tahun yang lalu. Sebutlah sebagai contoh punguan parsahutaon Banuarea dengan “Forum Komunikasi Banuare”, punguan parsahutaon “Sibongkare”, punguan parsahutaon “Desa Karya”, punguan parsahutaon “Sipagabu”, punguan parsahutaon “Purba Bersatu” dan banyak lagi yang lainnya. Kita juga mendengar bahwa punguan parsahutaon “Pakkat Hauagong” Sejabodetabek juga telah terbentuk.

Kita harapkan beberapa punguan parsahutaon asal daerah (huta) yang lain dari PAPATAR yang belum mempunyai wadah parpunguan dapat terbentuk pada tahun 2009 yang akan datang. Punguan parsahutaon sangat baik dan strategis sebagai jalur informasi dalam merancang suatu rencana bagi kemajuan daerah PAPATAR. Konsolodasi dapat dilakukan serta diberdayakan sesuai dengan potensinya. Ini yang belum berhasil dioptimalkan, dan menjadi tantangan tersendiri tahun 2009 yang sudah di depan mata.

Milis Pakkat, FIP dan Gerakan Anak Muda

Tahun 2008 beberapa anak muda “bergerak” dalam upaya memajukan bona pasogit. Ya, mereka melakukan satu aksi dengan potensi yang dimilikinya. Milis pakkat yang tergabung dalam pakkat@yahoogroups.com telah berhasil menjaring para warga PAPATAR yang terkoneksi jaringan internet. J

adi harap makhlum, orang-orang muda lebih banyak yang menjadi member (anggota) dan dominan di sini ketimbang yang sudah berumur J. Generasi muda sekarang memang jauh lebih familiar dengan teknologi dunia maya yang satu ini. Oke lah, kami generasi yang lebih tua mendukung dari belakang saja J. Yang membuat kita lebih bersyukur, bahwa perkulpulan dunia maya par Pakkat telah berkembang dan membentuk suatu organisasi FIP (Forum Intelektual Pakkat). Sdr. Swandy Sihotang, penggagas sekaligus moderator pakkat@yahoogroups.com terpilih sebagi ketua.

Kita berharap segala rencana dan program FIP dapat terlaksana dengan baik. Melalui jabu partungkoan www.pakkatnews.com kita dapat membaca rencana kerja organisasi ini. Kalau kita amati, program kerja lebih terfokus pada hal-hal ril yang langsung dilihat dan dirasakan masyarakat yang tinggal di Pakkat.

Ya, sentuhan dan karya nyata langsung sekecil apa pun di bona pasogit sangat dibutuhkan saat ini. Ada rencana try out (ujian persiapan) bagi siswa kelas 3 SMP dan SMA untuk menghadapi ujian nasional, pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi, dan pendirian perpustakaan FIP di Pakkat. Ini bukanlah rencana bombastis dan mercusuar.

Namun suatu program yang cukup rasional dan sangat positip. Itu artinya sangat mungkin dilaksanakan. Kata kuncinya: “kebersamaan”. Pemahaman dan pendapat boleh berbeda, bahkan sangat berbeda J, namun tujuan harus tetap sama. Bersama berupaya memberikan sumbangsih bagi kemajuan bona pasogit Pakkat, sekecil apa pun.

Akhir tahun ini direncanakan akan membuka Perpustakaan di Pakkat. Terima kasih untuk jerih payah “para generasi muda” potensial dan harapan Pakkat dan PAPATAR masa depan. Saya teringat falsafah perusahaan manufaktur raksasa dan terkemuka dari Jepang, Toyota. Dengan semangat kaizen (continuous impromevent/perbaikan berkesinambungan) telah menempatkan perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan terkemuka dunia.

Beban kerja diratakan dan menjaga stabilitas (heijunka). Bekerja seperti kura-kura, jangan seperti kelinci (Jeffrey K. Liker, TheToyota Way Fieldbook hal. 10). Saya tidak akan mambahas maksud filosofi ini lebih dalam, silahkan tafsirkan sendiri saja atau baca bukunya J.

Maju terus generasi muda Pakkat. Demikian juga dengan perayaan Natal. Setelah beberapa tahun vakum, tgl. 8 Desember 2008 yang lalu, masyarakat Pakkat se-Jabodetabek dohot nahumaliangna merayakan Natal bersama. Seperti biasa, para pemuda/pemudi adalah motor penggerak sekaligus na manghasuhuthon acara ini. Sekali lagi, terima kasih buat segenap usaha dan kerja keras panitia. Hidup dan majulah terus generasi muda Pakkat.

Web site Pakkatnews.Com

Sangat disayangkan apabila kecanggihan teknologi yang satu ini tidak dapat kita manfaatkan. Baik untuk saling mengenal sesama dongan sahuta atau bahkan terlibat dan memberikan pemikiran langsung dalam upaya kemajuan PAPATAR. Tahun 2008 ini ditandai dengan berdirinya situs/website PAKKAT. Benar, respon yang luar biasa terjadi .

Sebelumnya url beralamat di www.pakkatnews.wordpress.com. Situs ini diklik sekitar 200 pengunjung setiap hari, bahkan lebih. Data terakhir, situs www.pakkatnews.wordpress.com telah diklik sebanyak 58.794 kali. Dalam perkembangannya, agar jabu partungkoan ini semakin besar, kini komunitas par-Pakkat dohot nahumaliangna dapat dikunjungi di www.pakkatnews.com. Melalui situs ini kita juga bisa saling bernostalgia, dan mengenal sahabat-sahabat yang tersebar di seluruh Indonesia dan seluruh dunia.

Ya betul saja, kita mengetahui beberapa par PAPATAR yang tinggal dan berkarir di seluruh pelosok negeri ini, bahkan ada yang di manca negara, seperti di Jerman, Canada, Australia, Amerika, Jepang. Ya, lumayanlah bisa berkenalan dengan rekan-rekan kita tersebut, dan bangga mereka bisa berkarir secara global dan sangat jauh dari kampung halamannya. Kami bangga berkenalan dengan rekan-rekan, silahkan terus mengunjungi jabu partukkooan kita. Tokke latteung dan tokke jenggkol akan menyediakan informasi terbaru seputar PAPATAR.

Dengan tampilan baru yang lebih menarik, diharapkan situs ini ke depan dikunjungi lebih banyak lagi warga Pakkat di dunia maya. Yang tidak kalah penting, sesama warga papatar di seluruh penjuru bumi dapat saling berkomunikasi lebih interaktif. Kita pantas mengucapkan terimakasih kepada tim administrator web ini. Ada tokke latteung (Hendry LB. Gaol), dan Swandy Sihotang (sihotang na burju? J….yang jelas semua sihotang pasti naburju kok!) yang berupaya meredasain tampilan agar lebih menarik dan terus berupaya memposting berita terbaru.

Masyarakat PAPATAR yang tentu sangat bersyukur dengan adanya wadah tanpa batas ini. Gambar-gambar nostalgia di kampung halaman bisa diakses dengan mudah dan gratisJ. Bantaran indah Siappis di Desa Purba Bersatu, sampai indahnya panorama Dolok Pinapan di Banuarea dapat dilihat di situs ini. Foto Namosarangan sampai Sampuran Sipulak juga ditampilkan dari view (sudut) yang beragam. Sekali lagi terima kasih kepada tim admin dan seluruh tangan-tangan kreatif yang mengerjakannya.

Percayalah, ke depan jabu partungkoan kita di www.pakkatnews.com akan semakin dikenal dan dikunjungi banyak orang. Saran saya, cobalah agar isi tulisannya terus diperbanyak dan lebih berwarna.

Lebih baik lagi agar para pengunjungnya secara aktif menyumbangkan tulisan walau pun sederhana. “Tidak usah takut tulisannya ditolak, sejauh bersifat membangun dan positif, saya akan muat” kata tokke latteung sang administrator minggu lalu dalam satu kesempatan makan saksang bersama di lapo Cibitung J.

Pesta Demokrasi 2009

Sebentar lagi, acara perhelatan akbar Bangsa ini dilaksanakan. Pesta demokrasi, memilih para anggota legislatip yang akan duduk di kursi DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi dan DPR pusat, Senayan. Aroma nya sudah mulai tercium. Spanduk para caleg dan bendera partai berkibar gagah dan “menghiasi” hampir seluruh negeri ini. Mulai dari kota sampai pelosok pedesaan.

Para tokoh nasional (dan mau mencalonkan lagi) menjadi sangat rajin berkunjung ke daerah dan berusaha menarik simpati publik. Jangan heran pula, kalau dalam bulan-bulan ini dan awal tahun depan sampai menjelang hari pencoblosan (April 2009) akan banyak tokoh dan rombongannya berkunjung ke PAPATAR. Atau sudah mulai J?.

Untuk DPR pusat, PAPATAR (dan seluruh Kabupaten Humbahas), serta kabupaten lain seperti Toba Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah dan lainnya masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) 2 SUMUT. Ada sejumlah tokoh nasional yang akan bertarung dalam merebut kursi di Senayan. Untuk melihat nama-namanya silahkan lihat di situs www.kpu.go.id atau www.cetro.or.id. Sepertinya diantara nama-nama tersebut tidak atau belum ada tokoh dari PAPATAR.

Ya,…tidak apa-apalah, mungkin belum waktunya, dan mudah-mudahan tahun 2014 nanti ada yang maju J. Bagaimana untuk para caleg DPRD Humbahas untuk Dapil 3 PAPATAR?. Sedikit informasi mengenai Daipl 3 PAPATAR. Pada awal tahun 2008 yang lalu, para tokoh PAPATAR dikejutkan dengan adanya rencana pemisahan Dapil, dimana Pakkat disatukan dengan Onan Ganjang dan Parlilitan disatukan dengan Tarabintang. Jelas para tokoh PAPATAR tidak menerima rencana pemisahan Dapil 3 PAPATAR. Dengan gerak cepat, ketua umum LSM Pakkat Raya Dr. Elias Tobing dan Sekjen Drs. Moratingkos Sinaga menyurati KPU, dan meminta pembatalan rencana pemisahan Dapil tersebut. Hasilnya, seperti kita ketahui sekarang, Dapil 3 PAPATAR tidak jadi dirubah dan dikembalikan ke kondisi awal. Terima kasih untuk usaha dan kerja keras LSM Pakkat Raya.

Ada sesuatu yang baru, dan membuat kita bangga. Sudah banyak tokoh-tokoh muda dari PAPATAR yang maju dan siap bertarung memperebutkan 8 (delapan) kursi dari daerah pemilihan PAPATAR.

Lebih dari 100 orang caleg dari 38 partai akan saling berupaya memperebutkan sekitar 28 ribu suara pemilih di tiga Kecamatan PAPATAR. Silahkan bertarung dan rebut simpati masyarakat dengan cara cara terhormat dan elegan dan sportif. Dengan lebih dari 100 orang caleg, itu berarti akan ada lebih dari 80 orang caleg yang belum terpilih. Itu berarti juga harus siap kalah. Kalah menang adalah biasa dalam suatu kompetisi. Yang kalah jangan terlalu larut dalam kesedihan, perjalanan masih penjang dan peluang nyaleg periode ke depan masih terbuka lebar J.

Yang menang juga jangan terlalu larut dalam kebahagiaan dan pesta pora. Tugas dan tanggungjawab sebagai anggota dewan menanti di depan. Saatnya janji-janji kampanye direalisasikan dan suara konstituen diperjuangkan.

Setelah para wakil PAPATAR nanti duduk dan menjadi anggota DPRD Humbahas, agenda besar 2010 siap menanti yakni pemilihan kepala daerah (pilkada) Humbahas. Ada kah tokoh PAPATAR nanti yang berpartisipasi, dalam pertarungan memperebutkan kursi Bupati dan Wakil Bupati Humbahas 2010~2015?. Kita lihat saja nanti. Yang pasti, Tahun 2009 akan segera datang dan sejumlah peristiwa dan agenda nasional akan dilaksanakan di PAPATAR. Tahun depan, satu hal ini barang kali sangat penting direnungkan:

Intensifkan pertemuan dan optimalkan sumber daya PAPATAR.

.

Selamat Hari Natal 25 Desember 2008 dan Selamat Tahun Baru 2009.

Horas….Njuah juah.

Hardi Purba

Putra Papatar, tinggal di Jakarta.

Catatan Redaksi :

1. Pun, demi kemajuan kita bersama (red: PAPATAR ) maka segala tulisan yang bernuaansa PAPATAR akan kita publikasikan di web ini.

2. Tanpa ada komikasi antara gerakan kaum muda dan kaum perantau senior, mustahil mimpi indah ini akan terwujud, ayo, kita galang persatuan dan kesatua, demi mewujudkan masyarakat PAPATAR yang maju dan sejahtera.

Berita lain ...

Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>