Aku terbangun dari tidurku, diantara bayang-bayang mimpi, diantara hembusan angin sepoi yang masuk dari pintu. Walau tidur, aku masih bisa mendengarkan suara anak-anak tetangga yang bermain riang gembira di lapangan komplek tak jauh dari rumahku.
Suasana liburan aku gunakan untuk tidur siang sepuasnya, walau sebenarnya aku nggak biasa tidur siang. Entah bagimana prosesnya, dari nonton filem di tipi hingga tipinya yang menonton aku yang lagi tidur.
Ada istilah orang batak ‘podom-podom manuk’ artinya kalo di indonesiakan ‘tidur-tidur ayam’. Kita sedang tiudr, tapi kita bisa dengar, rasakan apa yang terjadi diluaran sana. Mungkin pikiran kita nggak ikutan tiudr kali yah.
Dari lapangan di laur sana terdenger suara berisik, dan ternyata dari kaset di mini compo yang distel oleh ibu-ibu kompleks. Lagunya pun house musik. Aku tau ini jadwalnya mereka senam bersama dilapangan itu. Seperti biasanya memang begitu, ada instruktur dari luar. Aku sih jarang memperhatikan itu. Nanti disangka pulak awak ‘menikmati’ gerakan ibu-ibu itu…ogah.
” Biang…biang…” suara seorang anak kecil. Awalnya aku nggak terlalu peduli dengan suara itu. Lalu suara anak-anak ini ditimpali sura ibu-ibu yang lain
“Biang…biang….jangan disitu…” lalu ada mereka tertawa, seru
Bah…diantara tidurku, aku masih sempat berpikir biang siapa pulak yang dilapangan sana yang diteriakin ibu-ibu komplek. Semakin aku dengerin diantara tidurku yang podom-podom manuk, aku mengambil inisiatip ada BIANG yang mengganggu mereka.
Aku bangun, dan mencoba melihat ke lapangan apa yang terjadi, dan ternyata seorang ibu diteriakin Biang!!!!.
“Jaman edan ……Gak tau sopan banget nih orang-orang manggil seorang ibu dengan sebutan biang, lalu anak-anak juga demikian,…apa mereka nggak diajarkan sopan santun??” aku lihat ternyata seorang ibu yang tengah duduk-duduk didekat mini compo ini diteriakin ‘biang’.
Anehnya siibu yang dipanggil biang ini juga tertawa, dan begitu bersemangat dan bangkit dari duduknya kembali ke kerumunan ibu-ibu yang lagi berolah raga ini. Lalu aku dekatin seseorang disana. Kutanya, “bu siapa sih yang dipanggil biang??”
“Tuh…bu er te…”
“Hah…..kok gitu?? namanya yah ada biang-biangnya..”
“Nggak..”
“Trus?? kenapa dipanggil biang??”
“OO…..dia kan orang bali, biang itu artinya ibu…..”
“Hukh!!…ya ampun…”
“Kenapa pak??…..”
“Nggak…” sahutku lalu ngeloyor masuk ke rumah kembali. Mungkin istilah jeruk makan jeruk bisa berlaku disini, dan tentunya akan ada BIANG makan BIANG…..oo tahe,,…..biang….biang……
Tetanggaku yang biasa kupanggil kakak adalah orang batak, lalu kubilang, “dang dohot ho kak mar-senam dohot biang an??”…
“Di ho ma i biang mi…hehehehhehe”
Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:
Hahaha, sleep sleep chicken ate.
[Balas...]
Kwakakakaaaaaaaa.
Diho mai biang mi ninna kakak on.anggo nina rohana biang situtu do hape na mandokkon senam dohot Biang( ibu ketua rt)dimaksudna
[Balas...]
Kak Lin ,,coba tanya kebenarannya sama ito Swy,,dia khan baru dari bali,,,apa dia manggil Ibu2 disana “Biang” juga,,,Heeeheeee
[Balas...]
ido tahe ito Swandy tutu do na nidok saritaon Biang ninna artina IBU olo di hata Bali???
[Balas...]