Menyikapi dan merespon tulisan dan hasil persentasi Bang Hardi Pada Rapat Kerja F. I. P di Cariu pada awal bulan yang lalu, maka dengan segala keterbatasan kemampuan menganalisa sebuah persoalan, berikut ini saya coba berikan sedikit gambaran dan point-poin penting sebagai masukan untuk solusi dimasa yang akan datang, dan juga untuk kita diskusikan bersama, baik dalam forum resmi maupun hanya dengan memberikan komentar pada topik bahasn ini.
Saya akan mulai dengan Beberapa Potensi – potensi Sumber Daya Alam (SDA) dari Daerah PAKKAT yang potensial untuk dikembangkan dimasa mendatang bagi kemakmuran Masyarakat daerah ini antara lain yang sebagian telah disebutkan oleh bang Hardi.
Dan seandainya ada beberapa komoditi yang prospek untuk dikembangkan boleh kita kasi usulan.
a. Kelapa Sawit
Memang secara geografis, tanah Pakkat yang berbukit-bukit manjadi salah satu factor penghambat pengembangan perkebunan didaerah ini. Sementara kalau kita lihat didataran rendahnya, areal persawahan dan pertanian rakyat telah mendominasi, artinya memang perkebunan sawit hanya cocok dilakukan di lahan yang baru. Semisal daerah Peadungdung, Jagapayung, lalu arah siambaton dan Sijarango yang masih mempunyai hutan. Dibanding dengan perkebunan didaerah lain, seperti di Sumatera Timur dan Pinang sori, daerah Pakkat sangat tidak cocok, yang walaupun punya tanah yang subur. Namun bila diseriuskan, apakah pembukaan lahan baru dengan merambah hutan dimungkinkan untuk membuka perkebuanan kelapa sawit?. Atau mungkin dengan mengalihfungsikan tanaman padi disawah menjadi tanaman Sawit?. Perlu di teliti
b. Karet
100% Petani karet di Kecamatan pakkat dilakukan secara tradisional, hanya mengandalkan kesuburan tanah, maka pohon karet yang diusahai oleh masyarkat asal di tanam saja, bahkan ada tanaman karet yang tumbuh, berkat pertolongan hewan pengerat yang memakan biji-biji karet lalu tumbuh disembarang tempat.
Hampir semua pohon karet yang ada adalah merupakan karet alami, yang tanpa dibibitkan, atau disemaikan. Pertanian tradisional masih menjadi cara yang dipilih. Padahal sebenarnya dengan memaksimalkan lahan yang sempit oleh setiap pemilik lahan, maka tanaman karet ini bisa menjadi produk andalan dari pakkat.
Alasan lain kenapa masyarakat Pakkat enngan menanam karet di tanah mereka, karena tanah mereka tidak mencukupi untu ditanami tanaman keras. Ingat, bahwa separuh masyarakat pakkat adalah masyarakat pendatang, yang tidak memiliki tanah yang luas untuk diusahai, rata-rata tanah mereka difungsukan untuk menanam tanaman palawija.
Kawasan yang cocok untuk dijadikan perkebunan karet adalah daerah dataran rendah ke arah Sijarango, Peadungdung, arah Aek Sopang, lalu dataran rendah Rambe. Yang menjadi pertanyaan, apakah para penduduk mau mengubah tata cara pertanian mereka dari tradisional ke moderen?
1. Pemberian bibit unggul karet kepada petani diharapkan bisa membuka wawasan mereka dan merubah cara pandang mereka terhadap tanaman karet. Jadi seogianya disiapkan bibit unggul
2. Pemupukan, yang mana diusahakan pengadaan pupuk menjadi maksimal, dan juga adanya pelatihan pembuatan pupuk kandang / kompos sebagai pengganti pupuk kimia, pemupukan yang baik akan mempercepat pertumbuhan pohon karet.
3. Sarana penunjang, seperti tatacara pengolahan hasil, adanya koperasi sebagai tempat/wadah penjualan hasil, dan adanya koperasi untuk peminjaman modal awal.
c. Kemenyan (ke arah Parlilitan)
Apakah ini bisa dijadikan sebagai komoditi unggulan? Sebaiknya diteliti dulu, dan diharpkan ada penelitian khusus terhadap tanaman ini, karena tanaman ini termasuk tanaman yang jarang dibudidayakan didaerah lain. Sehingga, masih sangt kurang informasi tentang tanaman ini. Padahal sebenarnya, kalau dilihat dari harga jualnya, maka tanaman ini bisa disejajarkan dengan tanaman nilam. Kembali ke permasalahan pokok, bahwa tanaman ini adalah tanaman keras dan tanaman musiman, yang hasil produksinya hanya bisa diperoleh dalam kurun waktu bulanan. Yang menjadi pertanyaan, dengan lahan yang terbatas, mungkinkah masyarakat pakkat menanami tanaman Kemenyaan di tanah mereka?.
d. Kulit Manis
Beberapa keluarga sudah mencoba menanam pohon ini, dan beberapa kendala yang perku diperhatikan adalah
1. Pohon kulit manis adalah tanaman tua, yang panennya tidak bisa dirasakan dalam kurun waktu a sampai 5 tahun. Maka masyarakat harus berpikir beberapa kali untuk menanam pohon ini. Beberapa keluarga yang saya maksudkan diatas adalah karena mereka punya lahan tidur yang luas, yang tidak terpakai.
e. Padi,
Rata-rata petani di Pakkat hanya mengandalkan kebaikan alam dalam bertani. Tidak ada planning dan sistem pertanian yang merata. Maka hal yang perlu diperhatikan adalah
e. Jagung, Ubi Kayu, Kacang
Ketiga jenis tanaman ini sangat cocok ditanam di daerah Pakkat, karena kesuburanya, namun fakta yang ada, bahwa masyarakat menanam jagung, ubi, dan kacang, adalah untuk kebutuhan masing-masing alias untuk dimakan. Tidaklah terlalu berpengaruh kalau menamam jagung hanya di tanah seluas 10 meter kali 100 meter. Kita bandingkan dengan cara pertaian di tanah Karo, mungkin semua dari tanah yang dimilikinya hanya akan ditanami jagung, ubi dan kacang secara bergantian, bukan dicampur adukkan. Inilah yang membedakan, kenapa? Beberapa alasan yang mungkin cocok adalah masalah distibusi hasil pertanian. Maka, bertani jagung, kacang, dan ubi, tidak menjamin masa depan. Bandingkan dengan di Tanah Karo!!
Solusinya bagaimana??
Mungkin dengan pembentukan Koperasi!
Sehingga nantinya, masyarakat mau bertani kacang, bertani jagung, dengan satu kepastian, bahwa sudah ada pembeli dari hasil panen mereka. Petani tidak kuatir, kalau pun hanya bertanam jagung, nantinya akan rugi.
Sekali lagi, untuk tanaman palawija, maka yang perlu dibenahi adalah bagaimana mengolah dan menjual hasil pertanian, bukan pada proses pertanian itu sendiri.
f. Salak, Durian, Coklat, Kopi, Nilam
Sengaja kita kelompokkan secara sama. Maka point utama dari sini semua adalah, Kalau saya punya Salak yang bgus dan banyak, saya punya cokalt, kopy dsb, maka kemana akan saya jual?. Kembali ke permasalahan di point e, dibutuhkan wadah untuk menjual hasilnya.
Salak pakkat punya sesuatu yang khas untuk rasa yang tidak dimiliki oleh salak lain diberbagai daerah. Walaupun di tanam secara sngat tradisional, yang hanya mengandalkan kebaikan alam, maka salak Pakkat sudah terkenal.
1. Belum pernah sejarahnya, ada petani salak di Pakkat yang melakukan proses pembibitan dengan baik. Pemilihan bibit serta pemupukan tanaman yang teratur. Yang ada adalah biji salak yang sudah tua dari pohon yang baik, ditanam. Itu saja!. Sehingga para petani tidak bisa mengatur kapan salak ini akan berbuah, berapa lama lagi akan panen dan berapa kuantitas hasilnya.
2. Sama halnya dengan bibit, maka setelah bibit ini tumbuh, jarang yang disirami, dipupuk hingga sisiangi secara teratur.
3. Kembali ke permasalahan utamanya, kemana salak dijual? Saat ini harga salak pakkat tidak lebih bagus dari salak didaerah lain, kalo kita bandingkan antara harga dengan kuantitas maka harganya sungguh ironis. Mungkin hanya beberapa rupiah per bijinya.
g. Sayur mayur
Orang pakkat menanam sayur adalah untuk dimakan sendir. Mungkin kareran lokasinya yang jauh dari keramaian kota, maka petanai sayur di Pakkat kurang menjanjikan. Dibandingkan di daerah tanah Karo, maka lokasi mereka menjadi satu bentu keberuntungan tersendiri sama mereka. Hampir semua sayur mayur yang ada dimedan di supply dari tanah karo!. Sangat menjanjikan sebagai petani sayur disana!
Solusi untuk orang pakkat? Mungkin dengan menguasai sayur didaerah tapanulis saja, mulai dari tarutung, balige, tapteng, dan toba.
Dari semua ulasan tentang kendala dan solusi terhadap pertanian di Pakkat, maka simpulan sementara yang sangat dan sangat diperlukan adalah KOPERASI PENYALURAN dan KELOMPOK TANI, diamana kedua wadah ini menjadi tulang punggung bagi para petani yang bisa menjamin adanya masa depan kalaupun hanya denagn bertani. Mari kita bentuk kprasi yang mengurusi masalah hasil pertanian dari pakkat. Yang mengurusi masalah-masalah petani, mulai dari bibit hingga penjualan hasil pertanian.
pakkatnauli :
Ai boha do jadi tahe na marsuansuanan on??? jadi do hita mar HASSANG SIHOBUK DIPAKKAT?
[Balas...]
leonard :
horas, memang molo tabereng potensi pertanian di daerah ta, boi dohonon sangat bagus. alai adong beberapa kendala na. disamping pola pertanian masih tradisional, infrasruktur jalan untuk distribusi hasil pertanian juga sangat sulit, sehingga hasil panen akan tertahan dan menjadi busuk.
ide untuk membentuk suatu wadah untuk menampung hasil pertanian dan memasarkan langsung ke daerah lain atau perusahaan merupakan satu peluang yang perlu kita seriusi dengan cepat. jangan sampai mentah kembali ide yang telah kita gagas.
salam
leonard
[Balas...]
Lintong Nababan,SE.MM :
Sumber Daya Alam sudah cukup bagus, bagaimana meningkatkan Produktivitas SDA? Seperti beberapa penjelasan diatas, Karet 100%dikelola secara tradisional, sayu-mayur ditanam hanya untuk makan sendiri, Mind set seperti inilah yang perlu dirubah. Setelah SDA perlu ditingkatkan Sumber Daya Manusia( SDM) untuk mengoptimalkan Produksi, mengela SDA, apa saja yan diperlukan?
perlu peningkatan Kemampuan Intelektual tentang Agro Bisnis melalui jalur Diklat, seminar maupun Study banding.
selanjutnya diperlukan kemampuan manajemen.Perencanaan dan pengorganisasian yang matang diantaranya rencana tanam disesuaikan dengan musim, perawatan, dll.
[Balas...]
Berliana Purba :
Saya sangat tertarik bekerjasama dengan masyarakat kampung halaman saya Pakkat dan sekitarnya. Tentu saja dengan kerjasama kita akan mendapat hasil yang baik.
Pakkat itu dari dulu sebetulnya sudah berpikir maju. Sayangnya setelah merantau orang2nya terlalu sibuk, tidak sempat memikirkan kampung asal. Lagi aksesnya jauh kan? Tahun 50 an bapak saya Gayus Rambe Purba adalah wedana di wilayah ini dan adalah Direktur dari SEPURATOME (SErikat PUrba RAmbe tolong MEnolong) yang telah didirikan sejak tahun 1946 di PAKKAT. Bersama masyarakat sekitar, kami ingin mengaktifkan kembali kegiatan organisasi ini, yang akan menjadi cikal bakal pendirian Yayasan Sepuratome dan Koperasi Sepuratome yang diharapkan turut serta mempercepat kemajuan di kota ini. (Pakkat City…dong!)
Betapa indah dan kayanya potensi pakkat dn sekitarnya. Saya ingin tinggal disana, di Pakkat. Selain jalan yang bagus, kita juga perlu bandara (why not?!!). Barus jadi akses yang bagus untuk pelabuhan laut! Bagaimana angka dongan?
Salam pakkat,
Berliana Purba
[Balas...]
Parhobas :
Thank Terima kasih atas kunjunganya ito….mungkin kami yang muda-muda ini sudah lupa akan sejarah itu,..bisa kah itol tuliskan kembali, tsejarah tentang masa yang ito uangkapkan diatas???
[Balas...]
Berliana Purba :
Ai Pakkat on na suburan! Sude do denggan di tanom. Alai anggo na paling menguntungkan, ba nilam ma! Ai boi do sekaligus ditanom dohot jagung. Sambil mamaette panen nilam, nga panen jagung.
Tanom ma nilam. Boi do panen 11x. Boa carana: SEPURATOME nga aktif kembali bekerja sama dohot PT Pakkat Prima Patchouly menyediakan penyuluhan tu akka petani nilam di Nopember on. Mudah2an dang adong halangan, asa lancar sude!
PT Pakkat Prima Patchouly markantor di huta Sitinjo, huta ni Ompu Raja Hunsa. arah to sibambanon.
Horas,
Berliana Purba
[Balas...]
Berliana Purba :
To ito Parhobas,
Baru2 ini saya berkunjung ke pakkat, temba, dan kampung saya Sitinjo. Dokumen2 tentang SEPURATOME masih tersimpan justru di kampung. Dokumen aslinya.
Saya akan coba susun seputar sejarah yang saya tau itu dengan dukungan dokumen yang ada. Orangtua saya terakhir menjabat sebagai bupati (diperbantukan) di Kabupaten Simalungun tahun 1969 setelah sebelumnya adalah wakil bupati di kab. simalungun. Pensiun sebagai Pegawai Tinggi tahun 1971. Juga Patih di Simalungun tahun 1961. Wedana di 8 wilayah al: Tarutung, Sibolga, Pakkat, Siborong-borong, … (..menyusul, ..).
Selamat bekerja,
Berliana Purba
[Balas...]
swandy sihotang :
Sukses untuk SEPURATOME dan PT Pakkat Prima Patchouly, kita harapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Pakkat.
salam,
swy
[Balas...]
br Siregar :
Horas……….
Pakkat selalu is the best,
Tano na subur, alai waktu berkunjung au tu Peadungdung ada katanya di situ tambang timah
Alaini i ni pangido tu masyarakat par pakkat asa sude hita mengelolai . asa boi hita meggunakan i alias manamba pancarian
mauliate………….
[Balas...]