Dung simpul ulaon partangiangan i, somalna do dibaen namanjabui songon kopi manang tes manis, jala dison ma nasida masisisean manaringoti akka aha naporlu jala aha barita a adong diluat i. Jala dipillit do na gabe parhobas di partangiangan di minggu na naeng ro. “Imadah, anggo partangiangan lingkungan di minggu na ro ima di lingkungan pitu di jabu amanta amaniTogos ma jo” “Nauli amangamang pastor” ninna amaniTogos huhut ma ganup nasida masisosoan asa unang lupa laho mandohoti partangiangan balik mingguna i.
Sumber : http://batakpos-online.com/ Radna Fride Marbun, SE, Camat Pakkat dengan didampingi Endang Butar-butar, SE, Kepala Desa Pakkat Hau Agong kepada Batak Pos menyampaikan berbagai potensi yang akan berkembang seiring dibukanya akses ring road perkotaan Pakkat dari Dusun Simarsik ujung tembus ke Dusun Parluasan Desa Pakkat Hauagong Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas).
Setengah tahun sudah, perpustakaan Umum FIP PAKKAT didirikan. Seperti tujuan awal pembentukan perpustakaan ini, diharapkan bisa menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat Pakkat. Lalu muncul sebuah pertanyaan. Bagaimana eksistensi perpustakaan yang merupakan sumbangan para perantau asal kec. Pakkat yang diwadahi oleh Forum Intelektual Pakkat, FIP, saat ini?.
Ra, molo mago data sian komputer munai, manang sian USB tok mostokkian do rohamuna akke. Tarlumobi ma muse molo namago i akka surat-surat ni singir, surat-surat ni losung, bon ni sangge-sangge rodi bon ni belanja di onan. Je, ditoru on hulean pe tuhamu, boha mangalului akka namago i. Dang pola lao tu boru saruppaet manang tu mama lorent, paloja hu hamu. Dokkon sabbing ma goarhu eah, ikkon mullop hian nimmu ma.
Tanggal 21 Mei 2009 pagi, kami memulai perjalanan panjang menuju Pakkat dari Kampung Durian, Medan. Target perjalanan kami adalah Pakkat, tetapi setelah singgah di Siringoringo, kecamatan Parlilitan yang menjadi target utama. Perjalanan kami cukup ceria karena sepanjang jalan, mata begitu dimanjakan dengan hamparan ladang sayur di tanah Karo dan hutan hijau. Udara begitu sejuk, sehingga kami tidak perlu menyalakan AC. Paru-paru seperti mendapat rahmat yang luar biasa karena udara yang sangat sejuk dan segar. Jauh melebihi kualitas udara perkotaan seperti Jakarta dan Medan.
oleh :Riduan Nainggolan Eveline...Evelin.... Eveline engkau adalah dara cantik jelita, rambut mu yang panjang bagaikan mayang terurai....... Bunyi lonceng pun berdering tanda masuk kelas tepat pukul 07.00. Bapak Pardosi tidak pernah lupa apalagi lalai dalam tugasnya..... Bapak Naga Hitam begitulah kami para murid-muridnya menyapanya, memulai pelajarannya dengan mengatakan gud moning...Dia mulai menulis di papan tulis dengan Tulisan This is the table,.. "lalu kami mengulanginya dengan suara yang kuat.
Masih tentang pengayaan akan kazhanah pengetahuan ke- batakan, maka kali ini saya mencoba memberikan sedikit ulasan tentang asal-usul nama-nama orang batak. Menurut apa yang pernah saya dengar, bahwa banyak nama-nama orang batak itu selalu di mulai dengan kata Raja. Hal ini tentunya bisa kita pahami, karena sudah menjadi rahasia umum, kalau semua orang batak adalah ‘raja’ yang walaupun tak punya bawahan atau anak buah. Dan tentunya semua perempuan batak adalah boru ni raja.

Bagot, dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren atau enau. Sugar Palm, Aren Palm atau Gomuti Palm dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Jawa disebut pohon aren, orang Sunda menyebut enau atau kawung. Di pulau Sumatera, tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan, diantaranya, nau atau enau, hanau, peluluk, biluluk, kabung, juk atau ijuk, dan bagot. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur, terutama pada daerah pantai s/d 1400 meter dpl (= diatas permukaan laut). Tumbuhan ini masuk dalam spesies Arenga pinnata.
Kita masih berutang banyak hal ke Pakkat, sebagai anak, generasi dari sana, lazimnya kita harus bersbuat sesuatu untuk Pakkat. Ditengah situasi perpolitikan yang sedang hangat-hangatnya, mulai dari pil-leg hingga pilpres dan pil-bup nanti di tahun 2010, maka banyak hal penting yang akan terlupakan. Pembanguan sektor pendidikan menjadi salah satu darisekian banyak permasalahan yang dialami masyarakat humbang.

Tahukah anda, bahwa pertandingan tinju paling ditunggu tahun ini telah berlangsung pada hari Minggu lalu, 2 Mei 2009, di MGM Grand Hotel, Las Vegas, AS. Pertandingan ini disaksikan sekitar 16.000 orang di MGM Arena, dan jutaan orang lainnya di pelosok dunia, termasuk di sudut ruangan tempat tinggal saya di Bekasi. Bagaimana tidak, sang Petinju adalah salah satu atlet terbaik tinju yang dimiliki rakyat Philippine dan dunia telah mengukir sejarahnya. Rekornya sudah 49 kali menang (37 KO), 3 kali kalah dan 2 kali seri. Pac Man (julukan sang petinju) adalah juara dunia di dengan 6 gelar berbeda, dan kemenangan kemarin juara versi IBO kelas welter ringan yang direbutnya dari Ricky Hatton, jagoan Inggeris asal Manchester dalam waktu 2 menit 59 detik, di ronde kedua. Sungguh sayang untuk dilewatkan, saya adalah penggemar Pac Man. Hak siar siaran langsung di Indonesia dibeli oleh Tv One.
Bagi generasi muda batak sekarang ini, istilah ataupun yang dinamakan BAHASA BATAK asli sudah sangat jarang didengar. Hampir diseluruh aktivitas kegiatan perkumpulan ke-batakanpun, sebut saja misalnya Ulaon Marga, kalau ada acara MANDOK HATA atau pasahathon HATA HORAS-HORAS ataupun yang lazim disebut MARHATA SIGABE-GABE, maka bahasa batak yang kita dengar sudah AMBURADUL dan banyak yang diambil dari bahasa lain atau di-batakkan. Ada yang diambil dari bahasa Indonesia, Bahasa Jakarta, bahkan bahasa Inggris. Tak heran, kalau kita mendengar orang bicara begini " asa marria ni lakka hita mandohoti ulaon i, alai asa tapatupa ma on-time..."
Kasih ibu sepanjang masa bukanlah ucapan isapan jempol belaka, tak ada yang lebih indah dari kasih seorang ibu, ibu yang melahirkan kita, ibu yang mau berjuang dan mau mengorbankan jiwanya demi anak-anaknya yang walaupun perbuatan anaknya bukan lah seperti yang diharapkan... * * * Hari menjelang sore. Aku terdiam membisu, mematung, di samping gundukan tanah merah yang masih basah itu. Satu persatu orang-orang yang sedari tadi terlihat khusyuk mengikuti upacara pemakaman itu beranjak pulang.
Mengingat banyaknya respon positif yang disampaikan oleh beberapa tokoh masyarakat Pakat yang bergelut di bidang Pendidikan dan Pemerintahan, juga dari para anak didik di tingkat SMA tentang keberhasilan DUA Program FIP yakni Perpustakaan UMUM dan Try OUT UAN, maka pengurus menganggap perlu menyampaikan hal ini kepada semua anggota pada khusunya dan kepada semua Generasi Muda Pakkat yang ada di Perantauan pada UMUMNYA.
Adong dapot binege songon sada siringkot-ringkot sian akka natua-tua namandok, siala sude do halak batak ni raja, jala juji ima ula-ulani anak ni raja. Didok natua-tua, holan anak ni raja do na olo marjuji. Alai tutu dah molo ta bereng tu pudi muse, ia di hatihai, raja na marjuji on marasing do tu sisaonari. Dihatihai, marhite na maradu beteng do, mossak, dungi sahat tu namarturi-turian. Ido anggo parjujian i. Molo hata saonari adu ketangkasan ma, isarana mamakke hujur, podang, mambatak hoda, marikkat/marlojong dohot lan akka na asing muse.
By : Coen Husain Pontoh "Coen Husain Pontoh adalah mantan kontributor majalah Pantau sekitar tahun 2001 s/d 2003. Coen banyak mengulas masalah sosialisme ajaran Karl Marx. Sekarang ini, bersama Martin Manurung dan Roysepta Abimanyu sebagai Editor di Indoprogress. Tulisan ini juga saya ambil dari Indoprogess, dimana tulisan ini dipublikasikan menjelang 1 Mei 2008 lalu. Semoga berguna dan menjadi pencerahan kepada kaum muda, generasi penerus bangsa. Mari membuka wawasan dan pikiran. Horas.(Tommy M J Sihotang). 1 Mei tahun ini, kita kembali merayakan ulang tahunnya kelas pekerja sedunia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kita juga menyaksikan betapa hidup kelas pekerja masih berkutat pada soal-soal ekonomi: gaji rendah dan ancaman PHK yang selalu mengintai.