Pahala …!!! ”Jika kamu merasa yang terbaik..? itu adalah benar, jika kamu merasa pintar ?!!!…itu juga benar, jika kamu merasa sanggup?!!! itu juga benar. Semua yang kamu katakan diantara ungkapan persaanmu adalah benar…!!!!! tapi yang perlu aku sampaikan kepada kamu…!!! ”tak satupun itu berarti benar jika kamu tidak membuktikan kebaikan kepintaran dan kesanggupanmu itu sendiri dalam aplikasi hidupmu” .
Sebenarnya kalimat itu adalah penggalan yang masih kuingat, masih banyak kalimat yang tidak bisa kuingat sepenuhnya hingga aku bisa merangkaikan dalam bentuk kalimat yang sempurna. Namun setelah kusadari perkataan papaku sebenarnya adalah sebuah motivasi yang cukup baik untuk aku laksanakan atas setiap yang aku ungkapkan. Hal ini terbaca jelas bahwa dalam papaku tidak memberikan penolakan atas pemikiran yang aku ungkapkan itu, namun papaku hanya minta pembuktian.
Memang pertengkaran sering terjadi antara aku dan papaku semenjak kami hanya tinggal berdua. Dia yang sudah tua merasa tidak dihargai lagi pendapatnya, sementara aku yang masih duduk dibangku sekolah (SMA) merasa telah banyak mengalami kemajuan dibidang pengetahuan dan pengalaman hingga aku berfikir sudah bisa mendikte kebijakan papaku sendiri dengan mempergunakan segenap apa yang aku yakini. Tapi karna tanpa pembuktian aku mengaku kalah dan Dia menang. Yang akhirnya aku berusaha untuk membuktikan apa yang aku ungkapakan itu untuk mencari kemenangan yang nyata bukan yang semu.
Waktu berlalu terasa singkat, dan Papaku pun telah meninggal diusianya yang ke 69, dan aku harus manjalani kehidupanku dengan ucapan-ucapanku sendiri, dimana aku telah mengungkapkannya dimasa papaku masih hidup. Lama aku memikirkan kalimat-kalimat yang diungkapkan oleh papaku, akhirnya aku menyadari bahwa berfikir dan berucap bukanlah satu metode yang bagus dalam pemilihan aplikasi hidup, perlu ditambahkan pembuktian atas pemikiran dan ucapan yang kita miliki, itulah pesan yang disampaikan oleh papaku. Tanpa pembuktian kita tak ada bedanya dengan sebuah gudang yang hanya menyimpan tumpukan-tumpukan atau material yang sebenarnya siap pakai. jika kita tidak pergunakan atau kita buktikan maka gudang itu akan penuh dan akan susah untuk mengeluarkannya satu-persatu karna sudah saling tumpang tidih, bahkan bisa merubuhkan gudang itu sendiri jika sudah penuh.
Demikian pula halnya diri kita, kita akan ambruk seketika jika kita hanya menjadikan diri kita menjadi gudang pemikiran-pemikiran kita sendiri tanpa pembuktian, pemikiran itu akan menjadi tumpukan yang mempersempit ruang gerak otak kita, pemikiran akan memperlambat otak kita untuk berkinerja, jadi, jika tidak dikeluarkan satu persatu, maka akan bertambah padat, hingga pada puncak tertentu otak kita akan dipenuhi banyak pemikiran-pemikiran yang tidak bisa lagi di akses oleh operating sistem otak kita sendiri, karna operating sistem diotak kita akan bingung mencari pemikiran mana yang cocok untuk diaplikasikan dalam kondisi terkini, dan akhirnya kita akan collaps…
”Tanpa aplikasi, pemikiran dan ucapan adalah kemenangan yang semu” ®, itulah pernyataan yang bisa saya ungkapan atas apa yang mendjadi pertengkaran kami Kemenangan semu yang dimaksud adalah kemenangan yang tidak bisa dirasakan oleh anggota tubuh kita sendiri dan dirasakan oleh orang lain, namun hanya kemenangan yang bersifat sementara yang mempengaruhi otak kita yang akhirnya disisi nyata kita akan tergerogoti oleh banyak hal termasuk kemiskinan, kekerdilan atau kedangkalan dalam berfikir, kesombongan yang tidak terelakkan, keirian yang sangat merusak jiwa kita dan rasa sok tau karna kita yang dipenuhi oleh pemikiran.
Banyak hal dan cara yang kita tau untuk sesuatu hal permasalahan, namun itu tidak membuat kita lebih baik apabila kita mampu melakukan satu hal saja, karna melakukan nilainya adalah 100, dan intinya adalah; ”Banyak cara, tapi satu cara yang kita pakai dan lakukan itu akan lebih baik”
10 cara tanpa pelaksanaan nilainya adalah; 10 x 0 = 0
Satu cara dengan pelaksanaan nilainya adalah; 1 x 100 = 100
Memang perlu kita untuk memiliki banyak cara untuk mencapai cara yang terbaik, tapi untuk memutuskan apa cara yang terbaik bukanlah hal yang mudah, akan tetapi menjadikan cara itu menjadi yang terbaik adalah lebih mudah.®
Itulah yang menjadi pedoman dalam diriku yang setelah sekian lama baru aku mampu untuk menyadari dan mengaplikasikan dalam diri aku. Papaku benar, papaku tak bersalah, tanpa motivasi itu kemungkinan aku hanyalah seorang pemikir memiliki kemenangan semu..
dr.PM
Komentar via ID Facebook Anda, silahkan Login...:
aku harus beli meteran yang pajang untuk mengukur tulisan ini…..dalam,…dalem….thks for sharing
[Balas...]
“Itulah yang menjadi pedoman dalam diriku yang setelah sekian lama baru aku mampu untuk menyadari dan mengaplikasikan dalam diri aku. Papaku benar, papaku tak bersalah, tanpa motivasi itu kemungkinan aku hanyalah seorang pemikir memiliki kemenangan semu..”
Atau mau menjadi filsuf…… hhehhe
Inilah kegalauan seorang karl marx. ketika dia masih muda dan ketika dia sdh mulai tua. karl marx muda lebih cenderung kepada hal-hal yang teoritis, sedangkan setelah karl marx dewasa, dia berpikir tidak ada artinya kalau hanya sekedar teori. Harus bisa dipraktekkan. Teori itu dianggap berhasil ketika secara nyata bisa diaplikasikan. Tetapi kesalahan besar karl marx adalah, dia akhirnya sama sekali tidak percaya lagi dgn hal-hal yang teoritis.
horas,
calon filsuf gagal
[Balas...]
Bolehkah kita menelorkan suatu ide pemikiran dengan mengharapkan orang lain yang mempraktekkan?
[Balas...]
Horas.
Bah ai nagatti do warna ni partukkoan on ???? songon na lambok do nia tu pamerengon akke jala adong na balau, adong na huning, na mera jambu, adong hijau muda (hijau toska) aha do hata pakkat ni hijau toska akke hamuna nga tung sude adong warna nai lam tu denggan nabe.
[Balas...]
Akka ito niba na pemikir Intlektual silahkan bergabung tu Pak Maryo Super da? hahahaha…..ai so hu antusi manang aha do nadisurathon nai ba sira tong do sai arga hape hepeng dang adong kwakakkak .
[Balas...]
test
[Balas...]
“Bolehkah kita menelorkan suatu ide pemikiran dengan mengharapkan orang lain yang mempraktekkan?”
Jika itu memang suatu pilihkan yang kita inginkan..? berarti kita sudah melakukan pembuktian. tetapi posisi kita harus diperjelas, apakah anda seorang seorang Filsuf (spt yang dikatakan Lae swandy) atau guru, Trainer, Motivator, dan counselor atau Orang tua yang berbicara kepada anaknya. Akan tetapi jika aku adalah seorang anak yang belum produktif aku harus melakukan pembuktian.
regards
[Balas...]
Godang gaya ni si Latteung on ateh, Dia ma jolo ID YM muna bah, asa baen jo au mekkel2 tiap ari on.
[Balas...]
Lae Pahala,…adong dongan naeng mekkel tiap ari, olo ala pagodang hu mekkel gabe rittik dah,…..
Dipikkir ibana do huroa molo nga meklkel torus, tanda na sonang,..dang diboto adong do tong na rittik sai mekkel tiap ari.
alai nang pe songoni, nion ma id ku h2_oi@yahoo.com alai dah unang kaboa-boa tu halak dah, teeekk…..aek godang huana………
[Balas...]
Berbagi pengalaman akan memperkaya kita. Terimakasih sharingnya lae.
[Balas...]